alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / UKM /
Menuju Jabar Sejahtera
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0437b7d675d4901f8b4569/menuju-jabar-sejahtera

Menuju Jabar Sejahtera

Semua pemerintahan pasti menginginkan rakyatnya hidup sejahtera. Salah satunya Provinsi Jabar populasi jumlah penduduk terbesar di Pulau Jawa. Jumlah penduduk ini terdiri dari populasi penduduk yang aktif bekerja dan yang tidak bekerja. Menurut data BPS, ternyata masih banyak yang tidak bekerja alias menganggur. Dari jumlah penduduk Jabar yang berusia 15 tahun ke atas, tercatat 20,78 juta orang bekerja, sedangkan yang tidak bekerja tercatat 1,85 juta orang. Misalnya daerah Karawang yang banyak terdapat kawasan industri otomatis membutuhkan banyak serapan SDMnya. Tapi yang terpakai banyak tenaga kerja dari luar Jawa Barat, sedangkan masih sedikit tenaga kerja Jawa Barat yang terpakai. Hal ini disebabkan, kompetensi tenaga kerja yang ada belum sesuai dengan diharapkan perusahaan.
 
Selain itu, banyak juga yang mengadu nasib menjadi TKI ke luar negeri sehingga harus meninggalkan daerahnya. Sebenarnya banyak potensi daerah Jawa Barat yang bisa dikembangkan secara ekonomi. Zaman sekarang ini, era digital dimulai dengan gencar. Mengembangkan ekonomi secara digital sudah mulai digalakkan pemerintah untuk lebih mensejahterakan masyarakat. Karena itulah, Forum Merdeka Barat 9 mengadakan seminar mengupas beberapa strategi untuk menyejahterakan masyarkat khususnya Jawa Barat bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi, Pemerintah Jawa Barat, dan media utnuk penyebaran informasi positifnya.
 
Acara dilangsungkan hari Kamis kemarin tgl 28 November 2018 bertempat di Ballroom  Kapoelaga Hotel de Faviljoen Bandung yang dihadiri langsung oleh beberapa narasumber di antaranya:
Ibu Rosarita Niken Widiastuti, Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informasi
Bapak Agus Hanafi, Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Provinsi Jawa Barat
Refa Riana, Pengamat Sosial
 
Sesi pertama, diisi oleh Ibu Rosarita Niken Widiastuti. Berikut beberapa paparan beliau yang bisa dijadikan motivasi agar bisa mengembangkan ekonomi digital di daerah. Kemajuan di bidang teknologi digital bergerak begitu pesat tanpa bisa dihindari. Menurut data di seluruh dunia, digitalisasi dan penggunaan internet sudah di atas 70 persen. Ada yang di atas 88 persen. Bahkan, di Eropa telah mencapai 90 persen.
Pengguna internet di Indonesia mencapai 56 persen, yakni 143 juta jiwa. Jika dilihat dari 143 juta jiwa itu, paling besar adalah generasi milenial, jumlahnya di atas 60 persen. Durasi penggunaan internet setiap hari pun terus meningkat. Data sebelum ada registrasi data prabayar menunjukan penggunaan data handphone melebihi jumlah penduduk Indonesia, 415,7 juta pengguna . Setelah dirapihkan, sekarang menjadi 300 juta.
 
Perilaku masyarakat dalam penggunaan digitalisasi, di antaranya untuk chating sebesar 60 persen, browsing 50 persen, dan video streaming 35 persen. Namun, untuk bertransaksi baru 15 persen, membuat program 5 persen, dan membuat aplikasi 24 persen. Dengan digitalisasi, sudah pasti bisa mengubah dunia. Saat ini, ada 50 koorporasi yang bisa mengubah dunia. Urutan ke-17 dari Indonesia, yakni Go-Jek.  
 
Memang sebelum adanya Go-Jek, ketika akan melakukan perjalanan, karena tidak punya kendaraan pribadi, kita harus jalan ke halte, nunggu bus atau angkot. Tapi sekarang kita bisa dijemput di rumah, kalau kita lapar tinggal Go Food, mau massage tinggal panggil Go Massage, dan banyak sekali perubahan-perubahan dengan aplikasi ini. Go-Jek sudah bisa memberdayakan ratusan ribu sepeda motor dan mobil yang bisa digerakan. Inilah yang disebut ekonomi sharing.
 
 “Go-Jek sebagai perusahaan yang mengubah dunia pada tahun 2030 Indonesia berpotensi menjadi negara maju ke lima di dunia. Ini adalah tanda-tanda kemajuan Indonesia sudah terlihat dari sekarang.” ujar Bu Niken.
 
Contoh lainnya sudah banyak capaian-capaian di berbagai bidang. Salah satunya ekonomi kita yang cukup kuat di tengah dampak ekonomi global yang sedang berdinamisasi. Buktinya, dolar sempat mencapai Rp 15.500. Saat ini, Rp 14.300. Padahal, sejumlah negara masih dilanda dampak krisis global. Karena itu, ekonomi Indonesia saat ini bisa dikatakan sebagai ekonomi yang kuat.
 
Pemerintah, menargetkan pada tahun 2020 Indonesia akan menjadi negara yang kuat dalam ekonomi digital, khususnya di Asia Tenggara. Dimulai dengan salah satunya, sudah ada 4 unicorn Indonesia yang mencapai pendapatannya lebih dari USD 1 miliar. Karena itulah, Indonesia akan menjadi negara yang memiliki ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
 
Digitalisasi akan sukses apabila dilakukan di semua secktor dengan adanya smart city. Karena dengan smart city merupakan wujud nyata dari digitalisasi yang mampu membantu berbagai kegiatan masyarakat, juga memberikan akses informasi. Jawa Barat dimulai di bandung, salah satu kota yang sukses dalam menerapkan smart city. Konsep smart city tidak hanya menyiapkan sarana dan prasana, tapi juga mengubah mindset masyarakat, berpartisipasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Dengan kemudahan-kemudahan, efektifitas dan efisiensi yang ada, masyarakat bisa berpartisipasi dalam pembangunan. Indonesia masuk sebagai negara keempat yang digitalisasi ekonominya berkembang dengan sangat cepat,” sambung Bu Niken.
 
Selain smart city ada beberapa program lainnya. Salah satunya adalah mendorong terciptanya 1.000 startup. Dengan mendorong anak-anak muda generasi milenial. Tidak hanya imbauan, tapi dengan mendorong langsung pelatihan-pelatihan, membuka program 1.000 startup. Selain itu, yang dilakukan Kemkominfo adalah melakukan pendampingan kepada UMKM atau start up tadi. Targetnya, 8 juta UMKM ikut ekonomi digital. Ikut masuk di dalam platform para unicorn. Sekarang sudah mencapai 82 persen, yakni 6,4 juta.
 
Setelah jadi, Kemkominfo mempertemukan para startup dengan para investor. Selanjutnya diharapkan, Indonesia akan meningkat ekonomi digitalnya. Target, pada tahun 2020 nilai ekonomi digital mencapai USD 130 miliar.
 
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, dalam rangka memasuki digital 4.0, memberikan beasiswa 20.000 anak-anak muda untuk mengikuti pelatihan mengenai big data, syber security, artifial intelenge dan lainnya. Siapapun anak-anak muda, diundang mengikuti dalam beasiswa tersebut. Tetapi sudah pasti ada tahapan-tahapannya, yaitu tes-tes untuk mendapat beasiswa tersebut. Saat ini Kemkominfo terus mendorong startup-startup lainnya untuk menjadi unicorn.
 
 “Di era digital saat ini, banyak pekerjaan-pekerjaan yang terdeskrupsi. Kalau dulu di jalan tol banyak orang yang bekerja, sekarang semua sudah otomatis, digitalisasi. Untuk perbankan pun kita sudah bisa hanya melalui smartphone,” ungkap Niken.
 
Dirjen IKP menjelaskan, memang banyak pekerjaan-pekerjaan yang berkurang. Tapi di waktu yang bersamaan juga banyak terbuka peluang pekerjaan menantang yang kreatif yang bisa diraih dengan pendapatan yang nilainya bisa berkali-kali lipat dari pekerjaan sebelumnya.
 
“Misalnya, menjadi conten creator, script writer, youtuber, dan lainnya. Pemasukannya cukup besar. Ini adalah pekerjaan-pekerjaan baru yang menantang dan memiliki peluang besar di era milenial dan melesatnya ekonomi digital,” lanjut Bu NIken.
 
Sesi berikutnya diisi oleh bapak Agus Hanafi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat. Sedangkan menurut Bapak Agus Hanafi, Pemerintah Jawa Barat sekarang ini sedang menerapkan program yang nantinya dapat terjadi optimalisasi terhadap pemanfaatan dana desa untuk mewujudkan desa-desa yang mandiri. Provinsi Jawa Barat sendiri memiliki jumlah desa yang cukup banyak yakni sekitar 5962 desa. Nantinya juga akan adanya development networking concep. Konsepnya akan terjadi kolaborasi antar desa, sehingga mendorong upaya pemerintah provinsi jawa barat untuk menyejahterakan masyarakatnya. Dalam pembangunan desa di jawa barat ini dibutuhkan tiga komponen, yakni peran pemerintah, peran desa itu sendiri dan tentunya perusahaan. Program ini namanya one product one village atau one village one company. Pengadaan satu produk di satu desa ataupun satu perusahaan di satu desa butuh kolaborasi yang berkesinambungan dari berbagai pihak.
 
Sesi terakhir diisi oleh bapak Refa Reina, seorang pengamat sosial. Pak Refa lebih menyoroti tentang masyarakat Jawa Barat harus lebih melek digital.
 
 “Sebuah pelajaran bisa dipetik dari Malaysia. Yakni, manakala fenomena belanja online masuk, Malaysia tidak serta-merta mengizinkan. Hanya saja, mereka melemparkan orang-orang pintar ke Inggris. Ketika mereka pulang, dibuatlah peraturan baru, lalu diizinkan,” katanya.
 
Urgensi UMKM melek digital, menurut Refa, seiring dengan target 2018 UMKM go online, yakni sebanyak 8 juta. Di mana, sambung dia, sejauh ini yang sudah terpenuhi sebanyak 6,9 juta.
               
“8 juta itu mudah-mudahan tercapai. Pemerintah harus sangat mampu melihat potensi itu. Jadi memang ada tantangan yang harus dijawab, bagaimana mereka bisa masuk ke era online. Sebab, online memang bisa mengakselerasi pertumbuhan usaha” katanya.
               
Jadi dengan melakukan ekonomi digital secara menyeluruh di daerah-daerah khususnya Jawa Barat, semoga bisa lebih menyejahterakan keadaan ekonomi masyarakatnya tanpa harus meninggalkan lagi kampung halamannya tercinta.

Sumber blog pribadi: www.bdgterkini.com
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di