alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
7 Kegagalan Jokowi di Bidang Infrastruktur
2 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c03e60bdad77020268b4567/7-kegagalan-jokowi-di-bidang-infrastruktur

7 Kegagalan Jokowi di Bidang Infrastruktur

7 Kegagalan Jokowi di Bidang InfrastrukturProyek Infrastruktur Jokowi Ambruk (Foto Nusantaranews.co)


NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pembangunan infrastruktur adalah program unggulan Joko Widodo alias Jokowi. Program ini selalu dielu-elukan dalam setiap kesempatan, mengalahkan jargon yang membuatnya menang pada Pilpres 2014 silam, Revolusi Mental.
Lantas benarkah Jokowi sukses membangun infrastruktur selama 4 tahun terakhir?
Peneliti Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahapmengungkapkan studinya terkait hal tersebut.
“Tidak juga. Bahkan, bisa dinilai secara holistik gagal total urus pembangunan infrastruktur,” katanya, Jakarta, Senin (26/11/2018).
Baca juga: Sebuah Ironi di Hari Tani

Baca juga: Jokowinomics Tidak Nyambung; Jargonnya Revolusi Mental, yang Dibangun Infrastruktur Fisik

Menurutnya, setelah 4 tahun berkuasa, rezim Jokowi kembali ke Jawa sentris. nfrastruktur lebih banyak dibangun di Pulau Jawa.
“Konsep pinggiran kepung kota, hanya ada dalam mimpi Jokowi saat kampanye dan awal bekuasa. No implementasi!,” cetusnya. Selain itu, jika dikaji secara kualitatif, pembangunan infrastruktur era Jokowi gagal.
Pertama, kegagalan Jokowi di bidang tol laut.

7 Kegagalan Jokowi di Bidang Infrastruktur

Jokowi menargetkan akan membangun 24 lokasi pelabuhan laut (RPJMN 2015-2019). Sudah 4 tahun jadi presiden, Jokowi belum juga bisa mencapai bahkan hanya separoh target capaian. Bahkan, pidato Jokowi 2 tahun terakhir terbebas dari program tol laut ini.
“Juga target pengurangan atau penurunan harga barang-barang kebutuhan pokok di daerah-daerah terpencil Timur Indonesia dan Indonesia Barat belum dapat dibuktikan rezim Jokowi. Tidak ada bahkan pengaruh kebijakan tol laut terhadap penurunan harga barang-barang seperti di Maluku Utara,” bebernya.

Baca juga: Lahan Habis untuk Infrastruktur, Pertanian di Pulau Jawa Semakin Terancam
Baca juga: Apa Kabar Tol Laut dan Poros Maritim Dunia?

Kedua, kegagalan Jokowi di bidang perumahan rakyat.
Jokowi menyusun target capaian per tahun pembangunan perumahan rakyat 1.000.000 unit atau 5.000.000 unit selama lima tahun. “Faktanya? Dia gagal terus setiap tahun mencapai target. Hanya mampu mencapai sekitar 60% per tahun,” katanya Muchtar.
Sumber data KemenPUPR menunjukkan, lanjut dia, per 22 Desember 2015 realisasi pembangunan rumah MBR hanya 667.668 unit, terdiri dari 353.120 unit baru, 76.755 unit renovasi rumah. Rumah Non MBR tercapai 237.813 unit.
Total realisasi meleset jauh dari target utk MBR 603.516 unit dan 396.484 unit utk Non MBR. Pd 2016, KemenPUPR mengklaim, telah merealisasikan program sejuta rumah dengan capaian 805.169 unit. “Artinya, gagal mencapai target sejuta rumah,” singkatnya.

Baca juga: Pigai Luruskan Klaim Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera

Pada tahun ketiga, hingga awal Desember 2017 realisasi program sejuta rumah sebanyak 765.120 unit, didominasi 619.868 unit utk MBR (81%) dan 145.252 unit untuk Non MBR (19%).
Di lain pihak, kata Muchtar, Dirjen Penyediaan Perumahan KemenPUPR Abdul Hamid menyebutkan capaian tahun 2015 hanya 699.770 unit, 2016 sebanyak 805.169 unit, 2017 sebanyak 906.169 unit. Tapi, semua angka capaian masih di bawah target (1 juta unit per tahun).
“Pada 2018 ini capaian target masih sekItar 60 %. Tentu saja pd 2019 tak mungkin bisa lebih baik capaian mengingat rezim Jokowi sibuk urus perolehan suara Pilpres,” ungkapnya.
Terakhir data KemenPUPR di medsos mencatat, capaian 2015 sebanyak 699.769 unit, 2016 sebanyak 867.950 unit, 2017 sebanyak 902.000 unit. Tetap saja gagal nersih target capaian.

Baca Juga:
Direktur Riset Demokrasi Sebut Reuni 212 Cenderung Politis
Setara Institute: Reuni 212 Adalah Gerakan Politik
Wakil Ketua MUI: Saya tidak Lihat Urgensi Serius Dari Reuni 212


Ketiga, kegagalan di bidang Sumber Daya Air (SDA).
Menurut Muchtar, di bidang ini Jokowi masih mengalami kegagalan. “Sudah 4 tahun, Jokowi masih belum bisa membuktikan prestasi atau keberhasilan meraih target capaian baik waduk, jaringan irigasi maupun bendungan,” jelasnya.
Sekalipun secara vokal, rezim Jokowi boleh saja bilang optimis akan berhasil, tetapi 4 tahun pengalaman selama ini membuat rakyat percaya rezim Jokowi tak akan sukses dengan proyek-proyek infrastuktur SDA hingga berakhir 2019. Hingga tahun 2017, hanya ada 43 bendungan dibangun.
Keempat, kegagalan di bidang jalan dan jembatan.
Dia menjelaskan, finalisasi pembangunan jalan tol selama ini adalah kelanjutan dari pembangunan era SBY. Di Sumatera misalnya, kata dia, tidak ada jalan tol telah selesai tahap konstruksi (operasional) hasil prakarsa era Jokowi. Hanya baru tahap kegiatan pra-konstruksi.
“Sisa waktu Jokowi berkuasa hanya 1 tahun lagi tak akan mungkin berhasil mencapai sasaran dan target. Jika dibandingkan era SBY periode kedua, jelas kondisi kinerja Jokowi masih jauh di bawah SBY urus pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan nasional, termasuk jalan tol,” jelasnya.
Data versi Kantor Staf Presiden (KSP) mencatat, setelah 4 tahun Jokowi jadi presiden, terbangun Jalan 3.432 km, jalan tol 947 km, dan Jembatan 39,8 km, capaian dominan di Pulau Jawa.
Kelima, kegagalan di bidang perkeretaapian.
Sudah 4 tahun berkuasa, Jokowi belum mampu merealisasikan target capaian. terutama di luar Pulau Jawa. Satu parameter pembanding, era Jokowi sudah lebih 4 tahun baru membangun 388 km jalur KA (Kereta Api), sementara era SBY untuk 5 tahun mencapai 922 km.

Baca juga: Soal Trans Papua, Jokowi Disebut Mengklaim Keberhasilan SBY
Baca juga: Aktivis Ini Minta Jokowi Hentikan Pencitraan Terkait Pembangunan Papua

Tidaklah berlebihan jika ada penilaian, kondisi kinerja Jokowi urus pembangunan infrastruktur perkeretaapian lebih buruk dan masih gagal mencapai target capaian, kata dia. Kalaupun ada finalisasi pembangunan jalur KA (operasional), akhirnya bukan di luar Pulau Jawa seperti di Kalimantan, Sulawesi atau Sumatera, tetapi masih saja di Pulau Jawa seperti LRT. Di Palembang memang telah beroperasi LRT tetapi hal itu untuk kepentingan acara Asian Games di Kota itu. Kampanye Rezim Jokowi membangun dari daerah pinggiran, tidak menjadi realitas obyektif.
Data World Economic Forum (WEF) menyebutkan, kualitas pembangunan infrastruktur 2018 menempatkan Indonesia di urutan ke 30 di bawah India.
Keenam, kegagalan di bidang perhubungan udara.
Menurutnya, era SBY jauh lebih mampu membangun bandara. Ada 28 bandara dibangun. Sementara, target pembangunan bandara era Jokowi selama 5 tahun hanya 15 bandara (sekitar 50% target era SBY).
“Meskipun lebih sedikit target, era Jokowi masih terseok-seok untuk merealisasikan target tersebut,” ujarnya.
Ketujuh, kegagalan di bidang perhubungan laut.
Rezim Jokowi menargetkan pembangunan 306 lokasi pelabuhan, kata Muchtar. Pada 2017, rezim Jokowi baru mampu membangun 37 lokasi pelabuhan baru. Sementara, 2015-2017, telah membangun 105 lokasi pelabuhan. Maknanya, rezim Jokowi selama 3 tahun baru mampu merealisasikan target 306 lokasi pelabuhan atau hanya sekitar 50%.
“Tahun keempat tidak terbukti penambahan signifikan. Masih 50% lokasi pelabuhan harus terbangun. Sangat mustahil dapat dipenuhi,” sebutnya.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
perasaan sekarang semakin banyak newbie di BP
ap efek mau pemilu emoticon-Bingung
Diubah oleh rumputteki99
namanya usaha pasti ada sukses ada gagal, yang payah itu yang ga pernah usaha tapi hanya bisa melihat kegagalan orang lain
boldnya bikin perih mata








penting besok kalo mudik tol dah jadi
jokowi baik, sukses jadi presiden.
Setidaknya udh usaha dan keliatan sekalipun dibenturkan dengan issue agama. Hanya mslh wktu maka perlahan pasti akan terealisasi asl pemerintah sllu konsisten.Karena bangun negri g kayak secepat rebus mie instant. Harus optimis,daripada pesimis Indonesia bubar 2030 emoticon-Traveller
Coba netral.. mgkn salah satu kekurangan jokowi di bidang infra adalah harga saham perusahaan infra jadi jatoh dan ada beberapa yg stuck dikarenakan bertambahnya hutang dan cashflow yang minus.

Beda dgn harga saham infra jaman SBY yang mencapai puncaknya.

Ya namanya org ga luput dr kekurangan pastinya gan gan, maaf ya buat cebong, silakan track komen2 ane sblmnya isinya cebong banget. Tp utk hal ini ane hrs fair dan jujur menilai kinerja jokowi emoticon-Nyepi
1. gw suka kritik model gini. kritiknya penuh data pembanding.
2. jokowi tipe manajer yg ambisius. dia merasa kalo targetnya tinggi, anak buah bakal lebih giat. target2nya emang semua agak maksa.
3. gw harap kubu sebelah lebih fokus mainin isu kek gini. jangan retorika mulu, dah bosen. misal kritik realisasi jalur KA, nahh anda bisa kasih program serupa dengan solusi yang lebih cemerlang biar terwujud melampaui rezim sekaranf
Terserah apa kata anda, tapi kami di daerah perbatasan Kab.Nunukan Prov.Kaltara. Merasakan betul hasil pembangunan di era Pak Jokowi. Petlahan tapi paati, kami tidak lagi terisolir. Akses transportasi yg dulunya hanya bisa dilalui lewat sungai, sekarang sudah dibuka jalan darat. Akses sungai itu sudah menjadi jalur transportasi utama dari desa Tao Lumbis ke Desa Mansalong Kec.Lumbis bukan sejak zaman Indonesia merdeka,tetapi sejak zaman.sebelum ada Indonesia .Untung di era Pak Jokowi mau beraksi dengan membuka jalan darat. Yg paling penting adalah aksi nyata, bukan sekedar janji janji.Dan kami tidak lagi merasa minder dengan tetangga kami Malaysia.karena jalan jalan dan infrastruktur lainnya di perbataasan kualitasnya sudah setara bahkan Ada yg kebih baik dari Malaysia. Kalau saya sih, simple saja, selalu berdoa agar yg memimpin negeri ini kedepannya adalah orang yg berkomitmen dan telah tetbukti membangun daerah perbatasan, bukan yg hanya janji janji dan track record pengabdiannya.ke negara tidak jelas.
Quote:



Wkwkwkwkwk.....sakitnya disini nih

Gimana mau membangun sumber daya manusia. Lah manusianya pada mabok agama semua
cuma 7?
Ya kan sby utangnya jauh lebih banyak dari Jokowi.
namanya juga target. mungkin targetnya ketinggian? emoticon-Big Grin

setidaknya ya sudah membangun daripada malah mangkrak.
seketika ane inget sama candi hambalang emoticon-Leh Uga
mending d bilang gagal tapi hasilnya nyata daripada ngaku berhasil tapi tak kasat mata dihadapan masyarakat emoticon-Malu
supaya adil sana cari yang berhasil berapa, jangan liat gagalnya doang...beda cerita ya kalau mau cari yang sukses apaan tapi kaga nemu2....emoticon-Big Grin

gua suka ini sama lae harahap,,isinya terukur,,dan penggunaan angka 7 juga biasa digunakan sama orang yang KERJA beneranemoticon-Big Grin
Quote:


Ngomong gini mah sama aja anjing menggonggong kafilah berlalu...

7 Kegagalan Jokowi di Bidang Infrastruktur emoticon-Traveller ayo duy...!
Diubah oleh yesknow
bkan gagal menurut ane..... cuman lambat..... kgk sebanding dgn harapan kbykan rakyat Indonesia..... btuh kebijakkan ektrim klw mw cpat...... solusiny kmbali k masa klam zaman orba.....
bodo amat lu mau nyinyir.. bego juga elu yg penting jakarta surabaya tersambung7 Kegagalan Jokowi di Bidang Infrastruktur
Oh gitu ya? Ra urus.. sing penting mangan n tenterem wae lah.
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di