alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / REGIONAL / All / ... / Aceh /
KEMULIAAN DAN KARAMAHNYA TGK. MUHAMMAD DAUD BEN BUKET KEUBANG
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c03a3215c7798c17a8b4569/kemuliaan-dan-karamahnya-tgk-muhammad-daud-ben-buket-keubang

Kemuliaan Dan Karamahnya Tgk. Muhammad Daud Ben Buket Keubang

KEMULIAAN DAN KARAMAHNYA; TGK. MUHAMMAD DAUD BEN BUKET KEUBANG / ARABUNGKOK PIDIE SIGLI.Sekitar 110 Tahun yang lalu, kira-kira ( Tahun 1904 - 1989 ), Lahirlah seorang yang shaleh di desa Arabungkok Beuah Kec. Mila yang bernama TGK. MUHAMMAD DAUD BEN BUKET, Ayah beliau TGK. BUKET lahir di REUBEE Kec. Delima. Cerita ini dibuktikan dengan diambilnya Tgk. M. Daud sewaktu kecil oleh nyakwa beliau yaitu nyakwa PUTIK untuk di didik dan di besarkan serta di sekolahkan di pesantren di Reubee, dikarenakan semenjak kecil beliau sudah menjadi anak yatim piatu. Dan juga dibuktikan kata-kata beliau kepada anaknya Tgk. Fatimah yang bahwa antara ayahanda ( Tgk. Buket ) dan TGK. CHIK DI NEULOP REUBEE masih ada ikatan hubungan keluarga.Ibunda beliau lahir di Desa ARABUNGKOK Beuah Kec.Mila. Semasa kecil, beliau tinggal di REUBEE sama makchek / nyakwa beliau (Anak dari pada paman beliau, yaitu makchek Putik, mungkin antara ayah Tgk.M.Daud dan ayah nyakwa Putik, bersaudara ''Adik dan abang/kakak).

Menurut cerita Al-marhumahUMMI dari pada Al-marhum BAPAK MISTER YUSUF Desa Jurong Kupula Garot yang bahwa TGK. M. DAUD adalah sebagai orang yang berhak menerima sebahagian dari harta peninggalan NYAKWA PUTIK ( Mungkin juga sebagai AHLI WARIS ). Dan juga menurut cerita ada beberapa tanah NYAKWA PUTIK yang sudah diwakafkan untuk kemuslihatan umum, diantaranya adalah tanah tempat berdirinya SEKOLAH SD NEGERI REUBEE pada saat ini ( Di samping mesjid reubee ).Sewaktu masa kecil di reubee,beliau menuntut ilmu sama seorang Ulama terkenal pada zaman itu,Beliau adalah TGK. CHIK 'ABDULLAH atau yang lebih dikenal dengan TGK.CHIK DI NEULOPREUBEE, Beliau adalah kakek dari pada TGK. CEK BUKHARI Desa Neulop Reubee ( Alumni Dayah MUDI Mesra Samalanga ).

Dimana pada saat itu beliau ( TGK. CHIK DI NEULOP REUBEE ) sudah sangat tua.TGK. M. DAUD pada saat itu sering berdua dengan TgkChik,dimana beliau sangat menta'kzim Tgk Chik,saat itu Tgk Daudsering memijat seluruh badan Tgk Chik. Dan saat itu Tgk. Chik sering memamggil Tgk. M Daud yang berada di bawah rumahnya ( mungkin waktu itu rumah aceh ) dengan kata-kata beliau yaitu, { Muhammad Daud....? - Muhammad Daud....? tolong naik keatas sini nak....? untuk memijat Tgk. Chik...? } kalau dalam bahasa acehnya { Muhammad Daud....? - Muhammad Daud....? tulong ek keunoe uwateuh nyak.....? jak urot Tgk. Chik...? }Pernah suatu ketika disaat Tgk. M. Daud sedang menta'kzim/memijat badan Tgk Chik,Tiba-tiba saja terjadi suatu kemuliaan yaitu keramat Tgk Chik Di Neulop,dimana saat itu Tgk. M. Daud melihat kucing dengan jumlah yang sangat banyak ( mungkin ratusan kucing, atau bahkan mungkin lebih dari ratusan kucing ) dengan warna becorak ragam,kucing itu semuanya mengelilingi Tgk Chik di saat Beliau sedang makan nasi, disaat kucing itu mendekati Tgk. Chik, seketika itu pula Tgk. Chik mengusirnya dengan ranting lidi ijok ( bahasa acehnya geuparoh dengan pureh jok ), dan saat itu pula kesemua kucing - kucing itu pun ber hamburan menjauh dari Tgk. Chik, kemudian kucing itu pun kembali lagi menghampiri Tgk. Chik, begitulah kejadian sampai berulang kali. Ini adalah salah satu keramat Tgk Chik yang pernah melihat oleh Tgk. M. Daud kecil.Setelah Tgk. Chik berpulang ke RAHMATULLAH,

( Dan saat itu Tgk. M Daud sedang tidak berada di kampung Reubee, karena beliau berada di Dayah Lamsi seulimum / atau mungkin di Dayah Abu krung Kale), Tgk. M. Daud mencoba bertanya sama keluarga Tgk Chik, tentang kucing yang jumlahnya sangat banyak dengan bermacam-macam warnanya,tapi tidak ada seorang pun dari keluarga dan masyarakat Reubee yang pernah melihat kucing Tgk.Chik.Disaat Tgk. M. Daud menginjak dewasa,beliau pergi menuntut ilmu ke Seulimum Aceh besar,tepatnya yaitu di desa LAM SI, Dimana saat itu ada seorang ulama terkenal di sana,Yaitu Pasantren / Dayah TGK PANGLIMA POLEM SRI MUDA PERKASA MUHAMMAD DAUD / Atau mungkin ada Dayah lain di LAM SI yaitu Dayah ABU DI LAM SI, ( Mudah-mudahan cerita ini ada benarnya '' La'allasawab '' ).

Tgk. M. Daud belajar di pasantren desa LAM SI sampai beliau jadi pandai dan alim,kerena pendidikan pasentren Beliau yang paling lama hanyalah sama guru beliau di Desa LAMSI Seulimum. Beliau juga pernah menuntut ilmu sama TGK. ABU KRUNG KALE,tapi beliau tidak lama belajar disana,Beliau juga pernah menuntut ilmu sama TGK. AWE GETAH Aceh Utara ,beliau juga tidak lama disana. ( Hikayah tentang menuntut ilmu Tgk. M. Daud adalah Isteri beliau yang cerita sama kami semua ).Semasa beliau dipesantren, juga pernah terjadi suatu kemuliaan, yang mana pada suatu hari Tgk. M. Daud menyuruh oleh gurunya untuk memotong pohon pisang dikebun gurunya, dan ternyata Beliau telah tersalah memotong pohon pisangnya, karena pohon pisang itu milik kebun orang lain, dan pada akhirnya beliau pun dicacimaki oleh siempunya kebun, kemudian pada saat itu terjadilah suatu kemuliaan, yaitu siempunya kebun tadi di beri bala oleh ALLAH, sehingga siempunya kebun yang pernah mencacimaki Tgk. M. Daud, mau meminta maaf sama Tgk. M. Daud.Setelah sekian tahun lamanya Tgk. M. Daud balajar dipesantren Desa Lamsi, Akhirnya Beliau minta izin sama gurunya untuk menikah, Dan beliau pun pulang ke kampung halamannya untuk mencari seorang pendamping hidupnya yang akan Beliau nikahi.

Saat itu terjadilah pertemuan antara Tgk. M. Daud dengan seorang gadis di desa Kongkong / Dayah baro yang bernama Nyak Maneh binti Tgk. Ibrahim desa Keubang baroeh kec. Indrajaya. Dimana waktu itu Nyak maneh sering tingal di desa Kongkong, tempat lahir ayah Beliau Tgk. Ibrahim. Setelah Tgk. M. Daud menikahi Nyak Maneh, Beliau pun menetap di desa Keubang sampai akhir hayat beliau. Tidak lama setelah beliau menikah, beliau pun kembali lagi ke Dayah untuk memperdalam ilmu beliau.Selama beliau menikah dengan nyak maneh, Beliau tidak dikaruniai anak selama 12 tahun, dikarenakan selama 12 tahun itubeliau kembali lagi ke Dayah Lamsi Seulimum, Dayah Abu Tgk. H. Muhammad Hasan Krueng Kale Desa Siem Banda Aceh dan Dayah Abu Tgk. Awee Geutah Aceh Utara (mungkin salah satu dari ke tiga Dayah tersebut). Setelah 12 tahun, barulah beliau dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Tgk. Fatimah. Setelah Tgk. M. Daud menyelesaikan pendidikan di pasantren LAMSI, Beliau pun mintak izin sama guru beliau untuk kembali kekampung halamannya DESA ARABUNGKOK untuk mendirikan pondok pesantren, dan saat itu beliau pun mendirikan sebuah pesantren kecil, yang terdiri dari satu balai kecil dan beberapa bilik kecil yang dibuat dari bambu.Didesa Arabungkok itulah pernah terjadi satu kemuliaan yang menakjubkan yang dialami oleh beliau, yaitu kemuliaan beliau yang di anugrahi oleh ALLAH. Yang mana pada saat itu ada seorang pencuri masuk kepada perkarangan pasantren tempat tinggal Tgk. M. Daud, dan kejadian itu terjadi pada siang hari,sewaktu Tgk. M. Daud dan isteri beliau sedang tidak ada di tempat. Disaat Tgk. M. Daud dan isteri beliau pulang keperkarangan pasantren tempat tinggal beliau di desa Arabungkok,tiba-tiba saja di perkarangan pesantren sudah ada seorang pencuri sedang mengangkut satu karung padi di atas kepalanya.

Dan anehnya pencuri itu tidak tau lagi pintu keluarnya, dan pencuri itu pun berjalan mengelilingi dan berputar-putar di dalam perkarangan pasantren Tgk. M. Daud dengan tidak tau lagi arah jalan keluarnya,padahal saat itu adalah siang hari. Dan akhirnya pencuri itu pun meminta ma'af sama Tgk. M. Daud, dan menanyakan dimana pintu keluarnya. Dan Tgk. M. Daud pun mema'afkan pencuri itu serta mensedekahkan satu karung padi yang dicuri tadi kepada sipencuri itu.Pada masa itu, Tgk. M. Daud dan istri beliau selalu dalam keaadaan pulang pergi dengan berjalan kaki antara Desa Arabungkok dan Desa Keubang tempat tinggal beliau berdua dengan istri. Saat itu untuk melewati antara tiga Desa Keubang, Kongkong dan Arabungkok selalu harus melewati dua sungai. Yang mana pada waktu itu terjadi satu kemuliaan yang diberikan oleh ALLAH kepada Tgk. M. Daud yaitu disaat Beliau sudah melewati/menyeberangi jembatan sungai beuah untuk pulang ke desa keubang pada malam hari,tiba-tiba saja ada seseorang yang tidak dikenal oleh Tgk. M. Daud datang menemani Tgk. M. Daud didalam perjalanan sampai dengan sungai kong-kong, dan disaat Tgk. M. Daud mau menyeberangi sungai tiba-tiba saja orang itu pun hilang dengan seketika.

Begitulah kejadiannya sampai berulang kali Tgk. M. Daud ditemani oleh orang yang tidak dikenalitu. Kejadian ini juga pernah dialami oleh isteri beliau ketika pulang bersama dengan Tgk. M.Daud. Dimana saat itu isteri beliau berjalan di depan sedangkan Tgk. M Daud berjalan dibelakang sedang berbicara dengan seseorang yang tidak kelihatan wujudnya. Pada hal isteri beliau beberapa kali melihat kebelakang untuk memastikan dengan siapa gerangan Tgk. M Daud berbicara,tetapi tetap tidak ada kelihatan wujud (tubuh) orang itu. Sampai sekarang tidak ada yang tau siapa gerangan orang yang menemani Tgk. M Daud dalam perjalanan menuju ke desa kongkong dan keubang. Kami dan kita semua pasti bertanya-tanya siapa gerangan sosok yang tidak kelihatan dimata isteri beliau,Apakah sosok yang tidak berwujud itu adalah Malaikat ALLAH, Aulia ALLAH atau jin, Jawabanya adalah hanya ALLAH yang tau rahasia hambaNYA.Dulu ketika anak perempuan beliau yang pertama Tgk. Fatimah belajar / nyantri di pasantren / dayah MUDI Mesjid raya Samalanga tahun 1967 – 1976, Tgk. M Daud sering berkunjung ke dayah MUDI untuk mengunjungi Tgk. Fatimah, dan sesampainya didayah beliau sering menginap sampai satu jum’at lamanya dan selalu mengikuti pelajaran kitab-kitab kuning yang diajarkan oleh Tgk.H.Abon Abdul Aziz. Ketika Tgk. M Daud mau pulang ke Sigli habis menjenguk Tgk Fatimah didayah mudi, tiba-tiba saja terjadi suatu kemuliaan yang ALLAH berikan kepada Tgk. M. Daud disaatbeliau berada di jalan raya (Jln. B.Aceh-Medan) sedang berjalan kaki sambil berharap-harap bakal ada mobil/bus yang lewat.

Dan ketika itu memang sedang ada satu bis penumpang yang lewat, saat itu pula Tgk. M Daud melambai-lambaikan tangan untuk menyetop bis tadi, ternyata bis tadi tidak mau berhenti. Tgk. M Daud pun terus berjalan kaki untuk beberapa saat, hingga sampailah Tgk. M Daud dibelakang satu bis yang berdiri di pinggir jalan yang sedang memperbaiki ban yang kempes, ternyata bis itu adalah bis tadi yang menyetop dengan melambaikan tangan oleh Tgk. M Daud. Dan tiba-tiba di dalam bis itu ada seseorang yang mengenal Tgk. M Daud yaitu orang Kunyet Padang tiji yang pernah di akad nikah oleh beliau (Tgk. M Daud yang jadi khatib/khadhi nikah pada waktu itu). Akhirnya semua orang yang ada dalam bis itu mencium tangan Tgk. M Daud untuk minta maaf. Dan setelah bis tadi selesai diperbaiki ban yang kempes,akhirnya Tgk Daud pun dibawa pulang dengan bis itu sampai ke Caleue / Sigli.Pada masa hidupnya, beliau (Tgk. M Daud) pernah menjabat sebagai KERANI (Istilah pada zaman itu) Di kantor camat / kantorkawaket Mila, mungkin pekerjaan itu menjadi sedikit perbincangan dalam masyarakat, karena pekerjaan itu tidak layak dengan beliau. Padahal pekerjaan itu harus benar-benar beliau terima dan harus dipenuhi, karena mengingat kepada sahabat karib dan juga sebagai murid beliau yaitu BAPAK HASAN SHALEH(Seorang tentara TNI berpangkat manyor, dan kemudian diangkat oleh Tgk. Abu Daud Beureueh menjadi panglima perang DI/TII ).

Dimana saat itu Bapak Hasan Shaleh sangat berharap dan demi untuk rasa kasih sayang kepada Guru dan juga sebagai sahabat karib (kawan satu bantal tidur) bahasa acehnya ( sahabat saboh bantai eh ) agar Tgk. M Daud mau bekerja sebagai Kerani di kantor Mila.Tapi Tgk. M Daud tidak pernah mau menerima sepeser pun gaji pemerintah (kantor camat Mila), yang ada hanya lah sedekah yang beliau terima dari BAPAK HASAN SHALEH.Tgk. M. Daud juga pernah menjabat sebagai khatib Mesjid ilot kec. Mila, disaat beliau menjabat sebagai khatib, beliau sering diundang masyarakat didalam beberapa acara agama dan adat untuk menepungtawari (peusijuk dalam bahasa aceh) dan peletakan batu pertama (peuduk sikurah) pada beberapa tempat pendidikkan agama, tempat ibadah, rumah, toko, kenderaan dan segala macam kenduri sunnah rasul, diantara lain tempat-tempat yang pernah Beliau tepungtawari (peusijuk) dan peletakan batu pertama (peuduk sikurah) adalah PESANTREN BUSTANUL ‘ULUMTUNGKOP. Waktu itu TGK. H. ISMAIL ( AYAH TUNGKOP/CALEUE) bersama dengan tokoh masyarakat tungkop pergi ke DAYAH PESANTREN RUHUL FATA SEULIMUM untuk memohon dengan sangat kepada TGK.H. ABU ABDULWAHAB (ABU SEULIMUM) untuk meringankan langkahnya agar beliau mau menepungtawari / peletakan batu pertama di pasantren TGK. H ISMAIL (AYAH TUNGKOP/CALEUE), dan saat itu ABU SEULIMUM menunjuk TGK. M DAUD (Khatib mesjid ilot) yang lebih mulia dan layak untuk peletakan batu pertama di Pesantren Bustanul ‘Ulum tungkop.(Sampaisekarang kami semua belum tau, entah bagaimana antara Tgk.H. Abu Abdulwahab Seulimum dan Tgk. M Daud saling mengenal ). Cerita tentang peusijuk / menepung tawari ( peletakan batu pertama ) ini di hikayah oleh salah seorang tokoh masyarakat tungkop yaitu Tgk M.Jafar (Abua Jafar) yang sekarang bermukim di Lhok Seumawe.Diakhir hayat beliau, yaitu disaat Tgk. M. Daud menghembuskan nafas yang terakhir,Disitulah ALLAH menampakan kemuliaan dan kemegahan hambaNYA kepada khalayak ramai.

Yang mana setelah hari yang ke 7 beliau pulang ke RAHMATULLAH terjadilah sesuatu kemuliaan yang ALLAH berikan kepada Tgk. M. Daud, yaitu di atas kuburan beliau keluarnya cahaya merah menjulang tinggi naik ke atas langit pada malam hari, dan kejadian ini terjadi sebanyak tiga kali. Diantara orang-orang dan masyarakat yang melihat cahaya itu adalah masyarakat yang rumahnya disekelilingkuburan Tgk. M. Daud. Dan pada suatu malam ada salah seorang keponakan Beliau M.Yusuf LALA yang baru pulang dari rantou paspersis dekat dengan kuburan Tgk. M. Daud yaitu antara belokan Desa Keubang dan PDAM yang melihat langsung dengan mata kepalanya akan cahaya yang keluar diatas kuburan Tgk. M. Daud.Ada beberapa 'ubudiyah ('Ibadah) dan Akhlak beliau yang patut kita suritauladani, yaitu semasa hidupnya beliau terkenal Sangat Zahet / Zuhut ( Tidak mencintai dunia ) serta Kana'ah ( Mencukupidengan yang sedikit ), yang mana dari sekian banyak akhlaknya yang terpuji yaitu sangat sering mensedekahkan apa saja yang disedekahkan oleh orang lain terhadap beliau, bahkan kadang-kadang sedekahan orang itu, tidak sampai ke keluarganya.

Beliau juga sangat banyak membaca Al-Qur'an di setiap saat, kemanapun beliau pergi dan dimana pun beliau berada selalu dalam membaca Al-Qur'an.Ada beberapa sifat beliau yang unik, diantaranya adalah tidak bisamengendari sepeda ( Beliau tidak bisa mendayung sepeda ), kemana pun beliau pergi selalu berjalan kaki bahkan sering tidak memakai sandal dan juga tidak mau diboncengi di belakang sepedamotor ( kenderaan orang lain ), hanya sesekali saja beliau naik di boncengi motor dan mobil yaitu apabila berpergian jauh. Ada juga sifat beliau yang unik yaitu tidak mau pakaiannya di setrika dan selalu mencuci pakaiannya sendiri, tidak mau pakaian kotornya dicuci oleh isteri dan anaknya. Beliau selalu makan nasi mengambil sendiri di atas dapur, tidak mau sarapannya dihidangkan.

Pernah suatu ketika beliau mau menghancurkan televisi yang barudibeli oleh anaknya untuk cucunya, dikarenakan sudah beberapa kali beliau memperingatkan cucunya agar jangan menghidupkan tv , karena semua yang ada dalam tv itu adalah patung, lagi pula televisi itu tergolong kepada salah satu alat lahwen. (tapi sayangnya kita semua sampai sekarang belum bisa berpaling dari televisi itu, padahal orang-orang shaleh dulu semisal Tgk. M. Daud sudah pernah melarang kita, " Mudah-mudahan kita semua diampuni oleh ALLAH karena menonton tv dan alat-alat elektroniklainya").Beliau selalu berpesan dan memberi nasehat kepada anaknya Tgk. Fatimah agar jangan malas-malas mengajar / jangan sekali-kali kamu bilang tidak bisa mengajar (bahasa acehnya bek sagai-sagai pegah han jeut seumeubeut) segala kitab-kitab khususnya kitab bahasa melayu (bahasa acehnya kitab jawoe), karena dengan mengajarlah kita Insya Allah akan bisa membaca dan mengajar (seumeubeut) segala kitab-kitab ilmu pengetahuan agama, baik kitab bahasa arab maupun kitap bahasa melayu.Dari hal tersebut, beliau (Tgk.M.Daud) selalu memberi contoh serta memuji TGK. ABUBAKAR KEULIBEUT yang mana beliau sangat rajin mengajar (seumeubeut) segala kitab-kitab, sehingga ALLAH membuka pintu hati Tgk. Abubakar Keulibeut dengan bisa membaca dan mengajar segala kitab bahasa arab dan kitab bahasa melayu, Padahal beliau tidak belajar mencari ilmu jauh-jauh ke dayah lain di luar Aceh Pidie. Beliau hanya belajar mencari ilmu di dayah dalam wilayah Pidie saja.Ada sesuatu yang unik di dalam kisah cerita ini yaitu tentang nama TGK. BUKET ( Ayahanda Tgk.M.Daud ) yang sama persis dengan nama salah seorang putra dari TGK. CHIK DI TIRO MUHAMMAD SAMAN,

beliau adalah TGK. DI BUKET yang syahid di kala bertempur dengan belanda di TANGSE pada tahun 1910 masehi.Silsilah Keluarga Tgk.M Daud dari pihak ibunda1. Tgk. Tayeb2. Tgk. Hasyem3. Tgk. Sarong4. Ibunda Tgk. M daud ( sampai sekarang belum ada seorang pun yang tau nama Ibunda Tgk. M daud )5. Nyakwa Male ( beliau tidak mempunyai anak dan nama beliau juga belum diketahui )### ( Anak Tgk. Tayeb )1. Nyak Putroe1. Abdullah ,anaknya : almarhum Jumadil, dll ( belum diketahui )2. Alamsyah ( tidak mempunyai anak )### ( Anak Tgk. Hasyem )1. Ainsyah2. Abdullah3. Nyak Gantoe4. Ibrahim5. Benseh6. Syam Budiman1. Ainsyah- Sofyan , Anaknya : Bripda Polisi- Fatimah Cut2. Abdullah- Belum di ketahui3. Nyak Gantoe- Ahmad- Rahman4. Ibrahim- Aminah- AKP Polisi Hasbi Ibrahim SH ( Polda Metro Jaya Jakarta )- Ansari- Syamsyuddin- Ramli- Syamsyiah- Siti Laimah- Asma- Laila5. Benseh- Nurdin- Dll belum di ketahui6. Syam Budiman- Ainal Mardhiah , Anaknya : Nurhayati, M. Isa, isteri tgk zakaria, Rusli### ( Anak Tgk. Sarong ) ---- ( kebanyakan bermukim di sekitar gampong Lada Kota mini Beuruenun )1. M. Amin2. Sairah3. Baijah4. Abubakar1. M. Amin- Tihajar , anaknya : Amri , Saiful , anak perempuan belum diketahui2. Sairah- Abdullah , anaknya : Roswati, Hamamah, Nyak Ubit, Rosmini, Ibrahim, Hanafiah.- Khatijah , anaknya : Maryam, Nuriah.- M. Adam , anaknya : Hamdani, Nyakni, anak lelaki belum diketahui.3. Baijah- ( Alm ) Sulaiman TNI berpangkat Kapten , anaknya : Saiful, Faridah, Nasriah, Salimuddin, M. Nasir , Khadafi, Sri- Luthan , anaknya : Sudirman, Amir, Zul, Nur Hanifah, Nyak Nu.- Siti Hawa , anaknya : Siti Aminah , Siti Laimah- Puekan , anaknya : Yusmadi, Bidan Faridah S,SiT, M.Keb , Muliadi.- Abdurrahman , anaknya : Asrin, Rahmani, Rahmawati, Bahtiar, Murdani, Rukmini, Muhammad, Muliadi, Khairon, Khairina.### (Anak Ibunda Tgk. M daud ) , ( sampai sekarang belum ada seorang pun yang tau nama Ibunda Tgk. M daud )1. Raden- Abdulmanaf , anaknya : belum di ketahui- Nasri , anaknya : belum di ketahui- Asmi , anaknya : belum di ketahui2. TGK. MUHAMMAD DAUD- Tgk. Fatimah ( tidak mempunyai anak )- Radhiah , anaknya : Tgk. Martunis , (Riza Mulia S.Pd.I Guru SD)- Muhammad , anaknya : Eka Rahmawati, Maisarah, Miftahuljannah,Inilah akhir kisah cerita orang-orang shaleh di masa lampau, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi yang membaca kisah cerita ini. Dan mohon maaf atas segala kekurangannya.
Diubah oleh onik
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di