alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Pabrik baterai kendaraan listrik dibangun tahun depan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c03692c14088db4658b456b/pabrik-baterai-kendaraan-listrik-dibangun-tahun-depan

Pabrik baterai kendaraan listrik dibangun tahun depan

Pabrik baterai kendaraan listrik dibangun tahun depan
Ilustrasi mobil listrik yang tengah mengisi daya baterainya.
Era kendaraan listrik sudah di depan mata dan pemerintah Indonesia pun telah mulai melakukan berbagai langkah agar tak tertinggal. Selain tengah mendorong pengembangan jenis kendaraan tersebut, pemerintah juga berencana membangun pabrik baterai yang menjadi sumber tenaganya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akan dilakukan 11 Januari 2019 di Morowali, Sulawesi Tengah.

Luhut, dikutip KataData (29/11/2018), menyatakan pabrik tersebut akan selesai dibangun dalam waktu dua tahun dan bakal menjadi pabrik pembuat baterai listrik terbesar di dunia.

Nilai investasi pabrik tersebut, dituturkan Bisnis.com, mencapai 4,3 miliar dolar AS (Rp64,4 triliun), dimulai dengan investasi awal sebesar 700 juta dolar.

Modal awal tersebut merupakan hasil patungan beberapa perusahaan asal Tiongkok, Jepang, dan Indonesia, yaitu GEM Co. Ltd. (menguasai 36 persen investasi), Tsingshan Group (21 persen), CATL (25 persen), Hanwa (8 persen), dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP; 10 persen).

Menurut Luhut, pembangunan pabrik baterai lithium menjadi kunci keberhasilan program mobil listrik. Apabila baterai bisa diproduksi di dalam negeri, lanjut Luhut, harga jual kendaraan ramah lingkungan tersebut bisa dijual lebih murah.

Saat ini harga mobil listrik di Indonesia masih berkisar di atas Rp1 miliar rupiah--misalnya Tesla Model 3 yang bakal dijual mulai tahun depan seharga Rp1,475 miliar, belum termasuk pajak dan bea.

Untuk produksi baterai, melihat sumber daya salah satu bahan dasar pembuatannya, nikel (Ni), Indonesia memang memiliki potensi besar.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel (Ni) terbesar di dunia. Produksi nikel di Indonesia, yang banyak terdapat di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, pada 2016 mencapai 168.500 metrik ton. Hanya kalah dari Filipina (500.000 metrik ton) dan Rusia (250.000 metrik ton).

Sementara, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), sumber daya nikel Indonesia diperkirakan mencapai 2.633 juta ton ore (bijih), dengan cadangan sebesar 577 juta ton ore. Sumber daya ini tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua dengan kandungan unsur nikel rata-rata 1,45 persen.
Pabrik baterai kendaraan listrik dibangun tahun depan

BMI Research--perusahaan analisis ekonomi makro, industri, dan pasar finansial yang bermarkas di Inggris--bahkan memprediksi Indonesia akan memimpin produksi nikel dunia dengan pertumbuhan produksi rata-rata 8,1 persen sepanjang 2017-2027.

"Melihat sumber daya alam, Indonesia akan menjadi pemain besar baterai lithium," kata Luhut, dikutip Reuters, merujuk pada bakal meningkatnya permintaan akan baterai untuk kendaraan bertenaga listrik.

"Kami akan mengontrol pasar dunia. Kami berutung mengawalinya pada generasi ketiga baterai lithium, jadi lebih murah," tambah sang Menko Maritim.

Pada kawasan Morowali saat ini berdiri 20 fasilitas pengolahan bijih nikel yang memproduksi 1,5 juta metrik ton nickel pig iron dan 3,5 juta ton stainless steel per tahun.

Selain konsorsium tersebut, ada pihak lain yang juga tertarik untuk memproduksi bahan pembuat baterai lithium untuk kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan tersebut adalah Sumitomo Metal Mining (SMM) dari Jepang.

Nikkei Asian Review (21/11) mengabarkan Sumitomo telah menyiapkan dana sebesar 200 miliar yen (Rp25,3 triliun) untuk membangun smelter nikel. Saat ini mereka tengah melakukan uji kelayakan di kawasan Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

SMM, yang telah lama bekerja sama dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di Pomalaa, menargetkan produksi 40.000 ton bahan perantara yang dihasilkan dari bijih nikel. Bahan perantara tersebut kemudian dikirim ke Jepang untuk diolah menjadi material katoda yang menjadi bahan pembuat baterai lithium.

Tak hanya perusahaan asing, PT Pertamina (Persero) juga tengah mempersiapkan diri untuk memproduksi baterai kendaraan listrik. Demikian disampaikan SVP Research and Technology Center Pertamina, Herutama Trikoranto.

"Kita berharap 2020-2021 itu sudah bisa produksi dari pabrik baterai kita secara komersial. Sekarang sudah ada produksinya tapi masih dari unit-unit yang kepentinganya untuk riset jadi kapasitas terbatas," ujar Herutama, dikutip iNews (29/11).

Pertamina belum memaparkan secara rinci rencana produksi baterai lithium tersebut, juga berapa besar dana yang mereka persiapkan untuk itu.
Pabrik baterai kendaraan listrik dibangun tahun depan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...un-tahun-depan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pabrik baterai kendaraan listrik dibangun tahun depan Napi buron dan motif gembong narkoba di Lapas Lambaro

- Pabrik baterai kendaraan listrik dibangun tahun depan Dari cekcok Pilpres, Lion Air, hingga denda Sari Roti

- Pabrik baterai kendaraan listrik dibangun tahun depan Hari AIDS Sedunia 2018 masih melawan mitos

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di