alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ketika Sang Nyoman Suwisma Gagal Jadi Danjen Kopassus karena Agama
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c034a09e4ef87080f8b456a/ketika-sang-nyoman-suwisma-gagal-jadi-danjen-kopassus-karena-agama

Ketika Sang Nyoman Suwisma Gagal Jadi Danjen Kopassus karena Agama

Ketika Sang Nyoman Suwisma Gagal Jadi Danjen Kopassus karena Agama
Sang Nyoman Suwisma lama di Kopassus dan pernah menjadi Wakil Komandan Jenderal. Penetapannya sebagai Danjen Kopassus digagalkan Soeharto karena urusan agama.

Penulis: Petrik Matanasi

Jadi tentara bukan hal baru bagi orang Bali. Sebelum ada TNI, Bali punya milisi bernama Corps Prajoda yang salah satu anggotanya adalah I Gusti Ngurah Rai, pahlawan nasional yang gugur pada zaman revolusi.

Setelah revolusi berlalu, banyak juga orang Bali yang jadi tentara. Ratu Agung Ngurang Agung Bonjoran Bayupathy alias Rangga Banjoran Bayupathy, misalnya. Mantan pejuang era revolusi ini pernah jadi perwira TNI di Makassar dan pada 1971 sukses mencapai pangkat brigadir jenderal. Majalah Tokoh (17-23 Maret 2014), menyebut tokoh berjuluk "Bintang Pratama Dewata" ini sebagai orang Bali pertama yang menjadi jenderal.

Calon Jenderal Menyunting Anak Jenderal

Pada 1969, dua tahun sebelum Rangga Banjoran Bayupathy meraih pangkat jenderal bintang satu, seorang pemuda Bali masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Darat di Magelang. Namanya Sang Nyoman Suwisma. Setelah lulus pada 1971, tahun-tahun pertamanya sebagai alumni dihabiskan untuk bekerja sebagai instruktur di almamaternya.

Sejak 1974, Suwisma menapaki karier di korps baret merah dan sempat menjabat komandan kompi Para Komando di Kopassus.

Penugasan ke luar Jawa adalah hal tak terhindarkan dari seorang anggota Kopassus. Suwisma pernah ikut serta dalam Penumpasan GPRS/Paraku di Kalimantan, Operasi Seroja di Timor Timur (kini Timor Leste) serta Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua. Tentu saja Suwisma harus berpindah-pindah daerah sampai-sampai kesulitan menjalin hubungan dengan gadis idaman.

Sejak jadi taruna, Suwisma sudah berpacaran dengan putri seorang jenderal. Pada 16 April 1980, setelah sebelas tahun pacaran, Suwisma pun meminang putri jenderal. Namanya Rataya B. Kentjanawathy, putri dari Brigadir Jenderal Rangga Banjoran Bayupathy. Perkimpoian keduanya membuahkan tiga orang anak: SN Wikrama, SN Wiranggana, dan SN Wiratama. Satu di antaranya jadi perwira polisi dan dua lainnya berdinas di Angkatan Darat. Seperti halnya Suwisma, si anak sulung berdinas di Kopassus.

Ketika Sang Nyoman Suwisma Gagal Jadi Danjen Kopassus karena Agama

Tak Bisa Jadi Danjen

Setelah dua puluh tahun lebih di Kopassus, Suwisma diberi jabatan teritorial sebagai komandan KOREM 403/Garuda hitam, Lampung Timur. Ia diangkat setelah memimpin upacara HUT ABRI 5 Oktober 1994. Kala itu, pangkatnya masih kolonel. Sebelum cabut dari Kopassus, jabatan Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus sempat ia sandang selama setahun (1993-1994) mendampingi Brigjen Agum Gumelar yang saat itu duduk sebagai Komandan Jenderal Kopassus.

Suwisma meraih bintang pertamanya setelah tidak lagi di Kopassus, tepatnya pada Februari 1996, ketika diangkat sebagai Komandan Sekolah Calon Perwira di Bandung.

Pada 15 Juli 1997, Suwisma mendapat satu bintang lagi dan menjabat Panglima Divisi I Kostrad di Cilodong. Pada tahun berikutnya, dia menggantikan Mayor Jenderal Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR) sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Tanjung Pura yang kala itu membawahi seluruh pulau Kalimantan kala itu.

Pada tahun yang sama, junior Suwisma, Mayor Jenderal Prabowo Subianto, dinaikkan jabatannya dari Komandan Jenderal Kopassus menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad). Walhasil, kursi yang ditinggalkan Prabowo kosong. Saat itu, posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dipegang oleh Jenderal Wiranto, seorang jenderal yang ikut memutuskan siapa yang akan menjadi Danjen Kopassus setelah Prabowo.

“Didasarkan suatu proses yang fair melalui persidangan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) di tingkat Mabes ABRI telah diputuskan pengganti Danjen Kopassus (Mayjen Prabowo Subianto) adalah Brigjen Suwisma,” aku Wiranto dalam Bersaksi di Tengah Badai (2003:27).

Para jenderal (Wiranto dan Wanjakti) boleh berencana, tapi Jenderal Besar Soeharto-lah yang menentukan segalanya. Toh semua tahu, apapun bisa terjadi di zaman Orde Baru, tentu saja saja dengan kehendak Soeharto.


Ketika Sang Nyoman Suwisma Gagal Jadi Danjen Kopassus karena Agama

Keputusan Wanjakti tiba-tiba dibatalkan. Pada satu kesempatan, setelah diberi masukan oleh Prabowo, Soeharto mengatakan bahwa "Brigjen Suwisma tidak tepat karena beragama beda dengan mayoritas prajurit Kopassus,” tulis Wiranto.

Hendro Subroto, dalam biografi Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sintong Panjaitan Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009:28) menyebutkan: “Begitu powerful-nya, Prabowo dapat menggagalkan keputusan rapat Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti).”

Walhasil, posisi Danjen Kopassus diisi oleh Muchdi PR, yang terhitung senior Suwisma dan Prabowo sendiri.


Ketika Sang Nyoman Suwisma Gagal Jadi Danjen Kopassus karena Agama

Jabatan Danjen Kopassus yang diampu Muchdi PR memang tak fana, tapi nyatanya sementara saja, hanya dari Maret hingga Mei. Pada Mei 1998, Soeharto lengser dan karier Prabowo sebagai Pangkostrad tamat. Muchdi belakangan ditarik ke Badan Intelijen Negara (BIN) dan kelak dibui karena keterlibatannya dalam pembunuhan Munir.

Suwisma sendiri tergolong tenang hidupnya. Setelah jadi Kepala Staf Kostrad, ia menjabat Asisten Teritorial Kepala Staf Umum TNI dan sempat duduk sebagai anggota DPR fraksi TNI. Jenderal yang pernah aktif di FASI dan Pertina ini juga pernah duduk di kursi Direktur Utama Televisi Pendidikan Indonesia, selain menjadi Komisaris Global TV dan Gajah Tunggal.

https://tirto.id/ketika-sang-nyoman-...ena-agama-davw

Sakti ya Prabowo di jaman Orde Baru, bisa menggagalkan penunjukan Danjen Kopassus hanya via kisikan ke mertuanya sendiri emoticon-Cool
Diubah oleh iorveth
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Makanya jadi mualaf pak
kapir nggak usah banyak perotes, sudah untung masih diizinkan hidup di bumi allah emoticon-Blue Guy Bata (L)
sudah bukan info baru may kalo ini
Kalau dalam militer yang berhasil menjadi pemimpin tertinggi sebagai Panglima TNI pada era Soeharto yg beragama Kristen Ada Jendral Mangaraden Panggabean Dan Sang Fenomenal Jendral LB Moerdany

Kristen tidak terhalangi dalam prestasi oleh Siapapun emoticon-Cool

Gak kebanyang apa prestasinya negara ini kalau tidak ada umat agama Kristen
Bahkan medali Emas pertama Indonesia di olimpiade ditorehkan umat agama Kristen yaitu Alan Dan Susi Susanti emoticon-Cool

All England rekor tak terpecahkan oleh umat agama Kristen yaitu Rudi Hartono emoticon-Cool

Tidak ada Kristen , tidak ada Prestasinya Indonesia emoticon-Cool
Balasan post jonmind
Quote:


Betul,, berita lama emang ini

Cuma kaga ada salahnya ngingetin ke orang2 bahwa wowok itu rasis,, dan juga ngingetin ke saudara2 kita umat hindu bahwa kalo wowok jd presiden kalian akan bernasib sama, dipinggirkan karena agama kalian

emoticon-Cape d...
Balasan post fitriasarina
Quote:

ga ada muslim ga akan pernah ada indonesia..
4 founding father indonesia semuanya umat rasululah yang mulia...
lebih greget..
emoticon-Cool
Balasan post dungdungprets
emoticon-Cape deeehh
Ngidap schizophrenia ni nastak..
Quote:


Menurut catatan si Allah, bumi ini baru 6000 tahun.. Tapi kenyataannya bumi ini sudah ada jauh lebih lama daripada itu.... Jadi ini bukan bumi nya dia... Dia nya aja ngaku" kali.
emoticon-Cool
Balasan post fitriasarina
Quote:


bahkan yg paling fenomenal juga, alkisah ada seorang Mayor di Kopassus yg menggerakkan pasukan untuk menangkap dan mengkudeta pemimpin ABRI (Pangab) yg merupakan atasannya juga saat itu cuma karena perbedaan keyakinan emoticon-Amazed

untung aja di gagalkan sang DanYon yg seorang LetKol (LetKol Sintong Panjaitan) dan juga atasan langsung sang Mayor saat ketemu di gerbang Cijantung pasukan baru mau keluar emoticon-Malu
Balasan post biaozi
Quote:


udah crooott nih... ah...aahhhh..aahhhh....croootttt.

ente kapan.? katanya barengan.. 😂😂
NASTAK PADA KEJET
Balasan post Uthe18
Quote:


Psst..pstt jangan nype ada pensboy terguncang borok Wowo keluar...emoticon-Ngacir
Bagus juga ya karirnya.
Balasan post Uthe18
Quote:




Mungkin karena Sakit ati ama Pak LBM... karena Pak LBM memberantas Pemberontakan PRRI/Permesta... emoticon-Malu

Untung ada Pak Luhut dan Pak Sintong... emoticon-Ngacir


Balasan post KimaxKaw
Quote:


si Mayor jadi "bumper" pihak ABRI hijau yg rivalnya ABRI merah-putih saat itu
emoticon-Ngacir
Balasan post Uthe18
Quote:


Padahal dia sendiri Mulalap demi jadi Mantu... Keluarganya dan Adek-Beradek sendiri semuanya Non-M...

Kelakuan Dulu dan Sekarang tetap sama.... sengaja bikin Kubu "Hijau" untuk Napsu Politiknya...


Ketika Sang Nyoman Suwisma Gagal Jadi Danjen Kopassus karena Agama

emoticon-Swiss emoticon-Swiss emoticon-Swiss
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Sakti yah

Yg ngomong wiranto
Yg dituduh prabowo




emoticon-Traveller
Quote:


Ketika Sang Nyoman Suwisma Gagal Jadi Danjen Kopassus karena Agama
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di