alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Perjanjian Breda, 350 Tahun Kemudian
5 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c033b51de2cf2fa668b456a/perjanjian-breda-350-tahun-kemudian

Perjanjian Breda, 350 Tahun Kemudian

Perjanjian Breda, 350 Tahun Kemudian
Peta Pulau Run tertanggal 1623. Foto dari Wikimedia

Ada banyak sejarah Indonesia yang semakin hari semakin terkubur. Sedikit anak muda saat ini yang mau mempelajari sejarah karena dianggap kuno. Padahal, sejarah bisa membuat kesatuan semakin erat dan rasa bangga yang tinggi.

Salah satunya mengenai Perjanjian Breda yang terjadi pada 1667. Disebut Perjanjian Breda atau Treaty of Breda karena perjanjian ini ditandatangani di Kota Breda, Belanda.

Perjanjian ini sebagai bukti bahwa Indonesia pernah menjadi tempat penting dalam perekonomian dunia. Lebih jelasnya, berikut fakta mengenai Perjanjian Breda.

Alasan terjadinya Perjanjian Breda

Pada 1603, Belanda mendatangi Pulau Run yang terletak di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, untuk membeli rempah-rempah. Berharganya rempah-rempah kala itu membuat bangsa Eropa, termasuk Inggris, berlayar menuju timur untuk mendapatkan rempah rempah pula.

Hingga pada 1616, Inggris sampai di Pulau Run dan melakukan kontrak dengan penduduk setempat. Awalnya, perjajian ini hanyalah perjanjian ekonomi yang menyatakan Inggris membeli rempah-rempah, khususnya pala, di pulau tersebut.

Namun, pada akhirnya Inggris menyatakan bahwa Pulau Run merupakan wilayah koloni mereka. Sayangnya, Belanda yang kala itu sudah menguasai Maluku tidak rela melepaskan Pulau Run kepada Inggris. Terlebih dengan banyaknya pala yang dihasilkan oleh pulau tersebut.


Perjanjian Breda, 350 Tahun Kemudian
Warga menunjukkan buah pala yang telah matang di Banda Neira. Foto oleh Fanny Octavianus/Antara

Pala sendiri merupakan buah yang banyak dicari oleh seluruh dunia kala itu. Salah satu fungsinya sebagai bahan pengawet. Saking berharganya buah yang satu ini, bahkan ada yang menyebutkan bahwa kala itu pala lebih berharga dibandingkan emas.

Perebutan pala oleh bangsa Inggris dan Belanda ini terus terjadi, mereka berperang demi mendapatkan Pulau Run sekaligus palanya. Hingga akhirnya mereka mengangkat bendera putih pada 31 Juli 1667.

Isi perjanjian Pulau Breda

Perjanjian ini ditandatangani oleh pihak Belanda dan Kerajaan Inggris di Kota Breda, Netherland.

Isi utama dari perjanjian ini adalah kerajaan Inggris harus angkat kaki dari Pulau Run, dan sebagai gantinya Belanda menyerahkan Pulau Manhattan yang menjadi koloninya kepada Inggris.

Belanda sendiri menjajah Pulau Manhattan pada 1624. Manhattan kala itu dinamai ‘Nieuw Amsterdam’ oleh Belanda. Setelah Belanda memberikan pulau Manhattan kepada Inggris untuk ditukar dengan Pulau Run, Inggris mengubah nama ‘Nieuw Amsterdam’ menjadi ‘New York’.

Belanda rela menukar Pulau Manhattan dengan Pulau Run karena pala memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Bahkan kala itu, Belanda memiliki peran peting dalam ekonomi dunia karena memiliki Pulau Run.

Keadaannya terbalik saat ini

Perjanjian Breda, 350 Tahun Kemudian
Kota New York / Kompas.com

Sempat dipuja-puja pada abad ke-17, ternyata keadaan Pulau Ruun saat ini sudah jauh berbeda. Tidak lagi diperebutkan, tidak lagi menjadi pusat ekonomi dunia, pala tidak lagi menjadi buah yang diincar.

Buah pala yang tadinya dianggap lebih berharga dari pada emas seperti ditinggalkan. Merosot termakan zaman dan buruknya pengelolaan.

Adanya teknologi mesin pendingin membuat masa kejayaan pala turun perlahan-lahan. Hingga hari ini, petani pala harus memeras keringat hari demi hari agar buahnya bisa terjual dengan harga yang sesuai dengan kerja kerasnya.

Berbeda dengan New York saat ini, kota besar yang menjadi pusat ekonomi dunia. Warganya bisa menikmati kejayaan dan pemandangan gedung-gedung bertingkat. Padahal pulau ini pernah menjadi pulau yang tidak diinginkan oleh para penjajah.

SUMBER : https://www.rappler.com/indonesia/ay...rjanjian-breda
Diubah oleh matthysse76
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
dunia berputar sodaraku
Inggris emang pinter kok, bukan cuma tuker Maluku ma Manhattan New York, tapi juga menukar Bengkulu sebagai penghasil teh terbaik langganan untuk di hidangkan ke keluarga kerajaan Buckingham dengan wilayah Singapore emoticon-Big Grin

Inggris visi nya kedepan banget, kalau Belanda cenderung lihat di saat itu aja emoticon-Big Grin
Numpang gelar tiker juragan.. kemaren ane baru aja nonton dokumenternya di siaran tv kabel saat buah pala jadi primadona di pulau tersebut. mantap nambah wawasan emoticon-Cendol (S) +1
Wah beginilah dunia, roda berputar
Balasan post Uthe18
Setuju gan
Balasan post Uthe18
Quote:


mgkn, krn visi & misi orang2 belanda saat itu hny sebatas jangka pendek, demi meningkatkan kekayaan kerajaan belanda dlm waktu yg tak lama, gan ?? alia,s kelaurga kerajana butuh uang panas tuk cepat2 mmbangun negara nya seegera mgkn ... ??
Belanda Republik Tujuh Provinsi banyak yang pro Inggris, berseteru dengan Belanda Holland yang anti Inggris. dan Belanda VOC banyak yang pro dengan Holland dan anti Inggris atas alasan nasionalisme. pengaruhnya sampai ke koloninya.
Terbukti sampai sekarang.. Semua negara bekas jajahan belanda dan inggris juga beda nasib..

wah gitu ya gan kok ane baru tahu yaa hmmm, btw ane tungguin hujan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan hihi
belanda dulu sejajar ama inggris ya berarti.

tapi kenapa sekarang seolah tengelam ya kejayaan belanda. ya nasib jajahan belanda sama lah ama negara belandanya sendiri. sama2 redup dan termakan oleh jaman
ternyata begitu
jaman nau lg laku susu murah gan emoticon-Shakehand2

Ini sih perumpamaan aja, kita bisa liat juga seperti apa jadinya pulau Sipadan dan Ligitan setelah dikuasai Malaysia.....emoticon-Malu
Dua negara itu emang penjajah handal

Coba bayangin belanda megang kendali peredaran pala sedunia kala itu,seberapa kayanya tuh bangsa
Belanda masa itu bangsa agraris, yang penting produksi bahan mentah buat dijual. Sementara visi Inggris ya untuk berdagang, jadi terserah siapa yang produksi, yang penting membangun perdagangan. Makanya jajahan Inggris umumnya walau nggak semua, maju secara ekonomi karena dijadikan pasar untuk produk inggris, artinya dibuat punya daya beli, tapi semua barang diproduksi Inggris.
Bertambah pengetahuan ane nih... makasih ya Ts
siapa yg tau, roda berputar itu akan berputar lg? Siklus.
Nyimak gan
lumayan gan
thanks emoticon-Cendol Gan
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di