alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Napi buron dan motif gembong narkoba di Lapas Lambaro
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c031d3ddcd77006578b456f/napi-buron-dan-motif-gembong-narkoba-di-lapas-lambaro

Napi buron dan motif gembong narkoba di Lapas Lambaro

Napi buron dan motif gembong narkoba di Lapas Lambaro
Personel Brimob berpatroli di areal Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Banda Aceh, di Lambaro, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (1/12/2018). Memasuki hari ketiga pascakerusuhan di lembaga permasyarakatan itu kondisi keamanan mulai kondusif dan para napi sudah dapat dikendalikan serta aktivitas berangsur normal.
Hingga Sabtu (1/12/2018), Kepolisian Daerah (Polda) Aceh baru berhasil menangkap 36 dari 113 narapidana (napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banda Aceh, Lambaro, Aceh Besar.

Kuat dugaan, para napi telah berlari ke berbagai penjuru Aceh. Hal ini menyasar pada tiga napi terakhir yang diamankan dijemput dari area hutan dan pegunungan di Kabupaten Pidie--berjarak sekitar 155 kilometer dari Lambaro.

Kendati belum berhasil menangkap seluruh napi, namun enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka provokator. Dari enam napi yang ditetapkan sebagai tersangka, baru satu di antaranya yang sudah berhasil ditangkap kembali. Sementara, lima lainnya masih dalam pencarian, alias buron.

Kabid Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriyono dalam laporan Tribun Medan menyebut, enam napi tersangka itu terdiri dari empat napi kasus narkoba dan dua napi kasus pembunuhan.

"Kapolda telah memerintahkan jajaran kepolisian untuk membentuk tim gabungan yang bertugas melakukan pengejaran, penangkapan, serta tindakan tegas lainnya," sebut Ery.

Ery tidak memerinci peran masing-masing tersangka. Mengutip iNews, Ery hanya menyebut keenamnya sebagai otak dari kerusuhan hingga membuat pertahanan lapas bobol.

Pihak kepolisian masih enggan mengungkap motif di balik kerusuhan di lapas. Pun terkait kabar yang menyebut kerusuhan yang terjadi pada Kamis (29/11/2018) petang, hanyalah upaya untuk meloloskan gembong narkoba, Murtala Ilyas.

"Kalau masalah itu, itu tahanannya BNN (Badan Narkotika Nasional). Kita hanya membantu untuk mencari tahanan yang kabur," jawab Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh Kombes Muhammad Anwar dalam Liputan6.com.

Murtala Ilyas adalah terpidana pencucian uang (TPPU) dari hasil kejahatan narkoba yang divonis hukuman 19 tahun penjara dan denda Rp5 miliar, 28 Juli 2017.

Terkait hal ini, Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh Agus Toyib menegaskan kaburnya para napi sama sekali tidak berkaitan dengan Murtala Ilyas. Sebab, saat kejadian Murtala tidak ikut melarikan diri.

Meski Agus mengakui, dari seluruh napi yang kabur, kebanyakannya terjerat kasus narkoba. Saat ini Murtala telah dibawa BNN ke Jakarta untuk dilakukan pengembangan mengenai kasus yang menjeratnya, bukan terkait dengan kerusuhan di lapas.
Napi buron dan motif gembong narkoba di Lapas Lambaro
Dua anggota Polsek Ingin Jaya menggiring buronan napi yang tertangkap saat bersembunyi di gedung Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A, Lambaro, Bana Aceh, Sabtu (1/12/2018). Menurut Polisi, napi tersebut ditangkap dalam kondisi lemah karena kelaparan setelah dua hari bersembunyi di gedung SDLB atas laporan masyarakat, pasca kerusuhan Lapas Lambaro pada Kamis (29/11/2018), yang menyebabkan 113 napi kabur.
Selain napi narkoba, ada dua napi "berbahaya" lainnya yang diduga ikut melarikan diri. Keduanya adalah Edy Syahputra (29) dan Hamdani Rusli. Keduanya adalah terpidana dengan vonis hukuman mati karena kasus pembunuhan sadis.

Mengutip Serambi News, Edy divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan, Senin (8/11/2018), karena melakukan tindak pembunuhan berencana dan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan tiga nyawa hilang.

Korbannya adalah Winarlis (62), Habibi Askhar Balihar (8), dan Fakhrurrazi (12), dua anak dan mertua dari Mulyadi, pejabat di Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Abdya.

Sementara Hamdani divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Pidie, Senin (30/4/2018) karena tega menghabisi nyawa istrinya, Nursiah binti Ibrahim (42), yang berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Pembantu Cot Bada, Bireuen.

Selain membunuh sang istri, Hamdani juga mengambil gelang emas yang dikenakan korban saat peristiwa pembunuhan terjadi.

Polda Aceh belum mengungkap kebenaran kabar ini. Namun, kabar kaburnya Edy sudah ramai di media sosial dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar Aceh.

Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Dampak meminta semua warga binaan yang melarikan diri itu segera menyerahkan diri. "Kami minta dalam waktu 3x24 jam, warga binaan menyerahkan diri agar tidak terjadi hal yang tidak baik," sebut Rio.

Rio juga menolak tudingan yang menyebut penjagaan di Lapas Kelas II A Lambaro longgar. Sebab, pasca-kerusuhan yang terjadi awal tahun, pengamanan di lapas tersebut telah ditingkatkan.

Kendati begitu, pihaknya mengaku akan tetap melakukan evaluasi terhadap pengamanan di lapas.

Dalam kunjungannya ke Aceh pasca-kejadian, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami juga mengelak bahwa Lapas Kelas II A Lambaro kelebihan muatan.

Pasalnya, lapas tersebut memiliki kapasitas untuk 800 napi dan tahanan, namun pada hari kejadian jumlah yang menetap hanya 726 napi. Dengan jumlah tersebut, sambung Sri, maka komposisi 16 petugas seharusnya memadai.

"Jadi kemungkinan penyebab kaburnya warga binaan bukan karena kelebihan kapasitas," kata Sri kepada Kantor Berita Anadolu.
Napi buron dan motif gembong narkoba di Lapas Lambaro


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-lapas-lambaro

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Napi buron dan motif gembong narkoba di Lapas Lambaro Dari cekcok Pilpres, Lion Air, hingga denda Sari Roti

- Napi buron dan motif gembong narkoba di Lapas Lambaro Hari AIDS Sedunia 2018 masih melawan mitos

- Napi buron dan motif gembong narkoba di Lapas Lambaro Prancis menolak boikot sawit Indonesia

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di