alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
3 Fakta Tentang Pejuang Perempuan Maria Walanda Marami
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c031223fcef8754488b4567/3-fakta-tentang-pejuang-perempuan-maria-walanda-marami

3 Fakta Tentang Pejuang Perempuan Maria Walanda Marami

3 Fakta Tentang Pejuang Perempuan Maria Walanda Marami

Infoindo.id –  Tanggal 1 Desember adalah hari kelahiran pahlawan asal  Minahasa, Sulawesi Utara Maria Walanda Marami.
Untuk memberikan perhomatan wajah maria di tampilkan Google Doodle  pada hari sabtu. Dalam keterangan gambar itu, tertulis, Maria Walanda Maramis 146 th Birthday.
Ia adalah seseorang perempuan indonesia yang selalu konsisten memperjuangkan nasib perempuan dalam dunia politik saat itu pada awal abad 20. Berikut fakta menggenai Maria Walanda
1. Yatim piatu pada usia 6 tahun
Maria dilahirkan di Kema, suatu desa kecil di Minahasa pada 1 Desember 1872 dengan nama lengkap Maria Josephine Catherine Maramis.
Maria merupakan bungsu dari tiga bersaudara anak pasangan Maramis dan Sarah Rotinsulu.
Di usia 6 tahun, Maria dan dua saudaranya menjadi yatim piatu setelah orangtua mereka meninggal dalam selang waktu berdekatan.
kemudian mereka dibesarkan oleh seorang paman bernama Rotinsulu. Kemudian Maria dan saudara perempuannya, Antje hanya bisa menikmati bangku sekolah hingga level dasar saja di Sekolah Melayu.
Pada zaman itu, perempuan tidaklah banyak di harapakn untuk bersekolah tinggi. Pasalnya pada sati itu kaum perempuan harus segera nikah dan mengurus rumah tangga.
2. Maria mendirikan PIKAT
Setelah pindah ke Manado, Maria mulai menulis di kolom sebuah surat kabar lokal, Tjahaja Siang.
Tulisan-tulisannya fokus pada pentingnya peran ibu, yang senantiasa berjuang untuk memastikan pendidikan dan layanan kesehatan, serta kesejahteraan keluarga
Tepat pada 8 juli 1917, maria mendirikan sebuah organisasi bernama  PIKAT. Organisasi ini di fokuskan ke pada hak – hak perempuan.
Singkatan PIKAT adalah “Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya”.
Dengan giat, ia mendidik anggota PIKAT untuk mengetahui keahlian dasar rumah tangga, seperti: memasak, menjahit, dan membesarkan anak-anak, serta berbagai peran lain.
Organisasi ini kemudian meluas. Diawali dengan cabang-cabang di  Minahasa, PIKAT kemudian melebarkan sayap hingga ke Pulau Jawa.
PIKAT kemudian hadir juga di Batavia / Jakarta hingga Surabaya.
3. Pejuang hak perempuan dalam politik
Sosok perempuan kuat ini mulai mengalihkan perhatian pada dunia politik dengan memperjuangkan hak perempuan agar suara mereka didengar.
Setidaknya dalam badan perwakilan Minahasa, yang dikenal sebagai “Minahasa Raad.”
Awalnya badan ini hanya berangotakan laki – laki, tetapi Maria berjuang keras  agar kaum perempuan dapat duduk di wakil bandan tersebut.
Perjuangannya membuahkan hasil ketika pada tahun 1921 pemerintahan di Batavia, sebutan pemerintah Hindia Belanda untuk “Jakarta,” mengizinkan perempuan ikut dalam pemilu.
Perjuangannya bagi emansipasi perempuan dalam dunia politik Indonesia, khususnya di Minahasa, diperingati pada hari ulang tahunnya.
Maria juga tetap aktif di PIKAT hingga dia meninggal di Maumbi, Sulawesi Utara, 22 April 1924.

Sumber : infoindo.id (cek disini).
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di