alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Green Lifestyle /
Ingin Hidup Go Green? Ini Masalah Yang Harus Agan Hadapi
4.43 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c02d0c854c07adb468b4568/ingin-hidup-go-green-ini-masalah-yang-harus-agan-hadapi

Ingin Hidup Go Green? Ini Masalah Yang Harus Agan Hadapi

Ingin Hidup Go Green? Ini Masalah Yang Harus Agan Hadapi

Hallo Gan Sist..,

Sudah tahu belum kalau salah satu restoran cepat saji di Indonesia sudah tidak lagi menyediakan sedotan?

Yep, kalau dari yang ane baca sih, restoran cepat saji ini ingin mengurangi sampah pelastik.

Mungkin sebagian Agan Sista berpikir bahwa sedotan itu Cuma sampah yang kecil dan yaahh cukup remeh, tapi tahu ngga, ternyata sedotan plastik menyumbang angka yang cukup tinggi dari total sampah pelastik di dunia. Ngga percaya? Coba cek trit ane yang ini.

Ingin Hidup Go Green? Ini Masalah Yang Harus Agan Hadapi

Nah, langkah yang dilakukan oleh restoran cepat saji tersebut termasuk go green, tapi apa sih yang dimaksud dengan go green?

Go green kalau boleh ane sederhanakan memiliki pengertian tindakan penyelamatan bumi dengan mengurangi hal-hal yang mampu merusak bumi. Contoh tindakan go green sendiri seperti mengurangi penggunaan energi yang tidak tergantikan, lalu mengurangi sampah, mengurangi polusi udara, ada juga langkah penghijaun dengan menanam pepohonan.

Tujuan dari go green sendri adalah menyelamatkan bumi yang sudah mulai mengalami kerusakan, demi kelangsungan hidup manusia.


Nah, belakangan ini go green sudah jadi gaya hidup loh Gan Sist. Banyak orang yang kini mulai sadar dan beralih berperilaku ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara ekologis, yahh tentunya bertujuan untuk melindungi lingkungan dan mempertahankan sumber daya alamnya untuk generasi saat ini dan juga di masa depan. 

Namun, gaya hidup go green atau ramah lingkungan juga bisa menemui beberapa masalah. Nah, berikut beberapa masalah yang akan kita temui saat ingin beralih ke gaya hidup go green :

1. Minimnya ketersediaan produk ramah lingkungan

Berbeda dengan banyaknya produk yang tidak ramah lingkungan, produk ramah lingkungan justru jarang tersedia. Dan biasanya, kalaupun tersedia, harganya terlalu mahal untuk dibeli.

Spoiler for organic food mahal:

2. Masih jarang yang sadar go green

Walau sudah mulai menjadi gaya hidup, tapi biasanya kita akan kesulitan menemui teman-teman yang memiliki pemikiran yang sama. Pasti di saat kita mencoba hidup lebih ramah lingkungan, ada saja ayang nyinyir. Contohnya nih; “Menggunakan tas kain pas belanja ngga akan menyelamatkan planet ini deh.” “Yaelah, lu ngga mau pakai sedotan plastik? Di luar sana ratusan juta orang minum pakai sedotan plastik. Tetap aja sampah plastik berserabaran di mana-mana.”

Sebel yah Gan Sist? 

Spoiler for sering diketawain:

3. Orang yang membuang sampah sembarangan masih banyak

Di saat kita sudah membuang sampah pada tempatnya, lalu di pisahkan antara sampah organik dan anorganik, ehh ada aja orang yang lempar sampah ke kali. Ada aja orang yang buang sampah dari dalam mobil ke jalanan, dan lain sebagainya yang bikin kesel hati. 


4. Supermarket dan minimarket tidak mendukung go green

Beberapa tahun yang lalu, Pemerintah sempat mengenakan biaya untuk penggunaan kantong pelastik. Namun sayangnya, peraturan tersebut tidak dilanjutkan, dan kini orang tetap saja menggunakan banyak pelastik. Gimana mau bebas pelastik??

Spoiler for belanjaan masih banyak yang pakai plastik:

5. Minimnya dukungan pemerintah

Seperti yang kita tahu, walau Pemerintah sudah menghimbau agar mobil pribadi tidak menggunakan bahan bakar premium, tapi tetap saja masih banyak yang menggunakan.

Lalu, eksploitasi lahan hutan ilegal juga masih banyak terjadi. 

Kalau menurut ane sih, Pemerintah bisa tegas dalam hal-hal ini, demi membuat Indonesia tetap hijau.


Well, kalau menurut ane sih memang perubahan itu ngga bakalan terjadi dalam waktu singkat. Jangan menyeraha Gan Sist, untuk mencoba gaya hidup go green, walau kita sendirian yang melakukannya. Karena dengan melakukannya dengan konsisten, kita bisa kok menularkannya ke teman-teman terdekat kita. Dan bisa jadi efeknya jadi makin luas.

Yah kalau soal dukungan Pemerintah, ane rasa kalau sudah semakin banyak yang aware dengan gaya hidup go green, pastinya bisa bikin perubahan ke jajaran pemerintahan sih.


Nah, itu dia Gan Sist, 5 masalah yang bakal paling sering kita temui pada saat kita ingin beralih ke gaya hidup go green. Menurut Agan Sista, masalah apa lagi sih yang bakalan kita temui dengan gaya hidup go green??

Ingin Hidup Go Green? Ini Masalah Yang Harus Agan Hadapi

sumber tulisan : pengalaman ane

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Hal yang paling mudah yaitu kalo belanja bawa kresek sendiri, ane kalo belanja ke supermarket lebih sering bawa tas sekolag daripada pake kresek dari supermarketnyaemoticon-Malu (S)
tahapan belum ke arah itu

kalo di Eropa Skandinavia Australia udah berpikir lingkungan

Indonesia masih tahap buang sampah pada tepatnya masih banyak yang melanggar emoticon-Big Grin
Di sini orang orang pada ngeluh banjir. Tapi tingkat kesadaran buang sampah pada tempatnya masih rendah.. 😥
Quote:

Wakakak
Ehh pas musim hujan, trus banjir, malah nyalahin Pemerintah.
Hihi, kesadaran bangsa kita masih rendah terhadap lingkungan..

Quote:

Iyes
Betul tuh Gan...
Kenapa yah bisa seperti itu?
Pendidikan yg rendahkah?
Quote:


Itu udah keren kok Gan..
Tinggal menularkannya aja ke orang2 sekitar
emoticon-Monggo
Quote:


Iya mungkin. Terus gak ada rasa sadar juga. Kadang buang di sungai atau di jalan yang sepi.. 😥
Quote:


Ada yang nyalahin Anu ada yang Bela bela2in Anu. Sama sama gak waras emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin karena yang bener nyalahin air emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin wakakaka
klu ane sih lebih berasa negak klu minum gan..berasa megang tuak aja aku tuh emoticon-Goyangemoticon-Goyang..jadi istilah go green sudah tertanam dalam hati ganemoticon-Siap Gan
Quote:


Trus aer ngambek...
emoticon-Malu
Quote:


Yaahhh kalo situ kan barbar
emoticon-Ngakak
Quote:


Sedih kalo ketemu yg kek gitu Gan..
Padahal kalo lingkungan rusak, kan yg rugi dia sendiri
Quote:


Aer ngambek jadi Banjir emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Bener Gan ha ha
Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa kerusakan di darat atau di laut sesungguhnya merupakan ulah dari kita sendiri. Ulah manusia. Sayangnya, pelaksanaan ayat Qur'an ini sangat kurang / minim. Terutama dari organisasi, partai politik, dan pemerintah dari pusat sampai unit terkecil. Sebab, penyelamatan atau memelihara lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kerja sama yang luas dengan pihak lain.

Tetapi, semua itu harus dimulai dari yang terkecil. Dari diri sendiri. Jangan buang sampah sembarangan. Hijaukan lingkungan (di sekitar rumah). Tanami apa saja. Syukur tanami tanaman yang menghasilkan. Jadikanlah gerakan menghijaukan lingkungan sebagai hobi. Membuang sampah di tempatnya sebagai kebiasaan. Kurangi penggunaan plastik, dsb, dsb, dsb.

Pokoknya, selamatkan lingkungan biar bumi aman. Tidak banyak bencana seperti banjir, tanah longsor, gempa, dsb. Jika lingkungan terpelihara dengan baik, kita pun jadi sejahtera, lahir dan batin. Tentu saja, pemanfaatan teknologi sangat penting di sini. Bukan sebaiknya, kemajuan teknologi malah merusak lingkungan.
yapp go green 😮
Quote:


mantul bre
kalau ane dan sekeluarga

sedang melakukan pengurangan penggunaan plastik

untuk kesalamatan bumi tercinta

emoticon-Cool
dimulai dari diri sendiri dulu
ane sekarang sebisa mungkin menghindari menggunakan tas plastik atau sedotan
Gerakan go green tapi orangnya buang sampah saja masih sembarangan. Kadang malah suka buang sampah di sungai, agak sulit sepertinya buat direalisasikan kalau sudah begini. Harus dimulai dari kesadaran masyarakatnya terlebih dahulu sebelum mulai program go green lainnya
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di