alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Gak pake nyicil! cara ini bisa buat investasi properti jadi murah [cuma ratusan ribu]
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c02cb121ee5dff33a8b456b/gak-pake-nyicil-cara-ini-bisa-buat-investasi-properti-jadi-murah-cuma-ratusan-ribu

Gak pake nyicil! cara ini bisa buat investasi properti jadi murah [cuma ratusan ribu]



Quote:


Setuju gak sih kalau harga Property makin kesini makin mahal ?

Bahkan kalau kita ditawarkan buat investasi property, pasti mikir-mikir dulu, bahkan udah ada yang nolak duluan dengan persepsi 'pasti mahal' iya kan ?

Sekalinya ada yang murah, gak taunya cuma simulasi harga perhari alias cicilan kalau dihitung perHARI Rp X00.000 kalau bulanan X0.000.000, tetap aja cara kaya gini jatuhnya masih mahal ya gan ?

Sebenarnya ada konsep penjualan property yang lagi trend dan populer di dunia property secara global. Di Indonesia mungkin belum ada yang menerapkan.

Quote:


Ane juga baru tau ada cara jualan property se-unik ini gan

Jadi ane tau cara ini populer di Australia, ada di webnya bri**.c*m (saudara ane orang Ausy sering inves)

jadi mereka kerja sama dengan penyedia bangunan property untuk usaha seperti Restaurant, Hotel, Co-Working Space, dsb. disana, lalu bangunan itu gak dijual utuh alias dijual perbata atau per-bricks, minimal pembeliannya adalah 1 bricks dengan harga 50 dollar (gak sampai 1 juta) perbricks nya.

Nah setiap bricks yand dibeli itu memiliki kode unik dan bukti pengesahan dari notaris gitu.

Setiap bricks yang dibeli menghasilkan passive income, ya gak banyak sih paling cuma 10 - 20% pertahun (pembagian hasil dari penyewaan bangunan) tapi realistis dan menurut ane sangat aman

jadi kalau beli cuma 1 bricks 50dollar ya dapetnya cuman 5 - 10 dollar pertahun.


Tapi saudara ane bilang cara kaya gini lagi laku banget di australi, karena biasanya orang sana ngakalin biar bisa dapet perbulan.

jadi misalkan ada project baru yang dirilis, katakanlah hotel, buka slot 10.000 bricks, untuk dapat income perbulan di tahun depan, membagi membagi pembeliannya menjadi perbulan untuk 12 bulan, misalnya bulan pertama beli 100bricks, bulan ke dua 100, sampe bulan ke 12.

Nah di tahun depan dan seterusnya nya, dia udah dapet income 10-20% setiap bulan nya dari bricks yang ia beli.

Setiap tahun biasanya update project

terlebih lagi komunitas yang terbangun disana sudah sangat bagus, sehingga bricks-bricks tersebut bisa dijual lagi melalui marketplace ke pemain bricks lain maupun calon pemain bricks baru dengan harga diatas harga beli per-bricksnya.

Ane pikir, konsep ini bener-bener gila gan! bener-bener revolusi cara investasi property.

Ane yakin disini sudah banyak juga yang tau, dan pendapat ane kenapa konsep ini belum bisa digunakan di Indonesia? pastinya karena urusan perizinan yang ribetnya setengah mati, belum lagi mengedukasi masyarakatnya dan terlebih konsep yang terkesan baru di Indonesia ini hampir bisa dipastikan mendapat nyinyiran dari netizen yang gak ngerti investasi emoticon-Ngakak

Semoga suatu saat bisa ada di Indonesia deh emoticon-Ngakak




Quote:
Diubah oleh motivanjrit
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
pokoknya ditunggu lah di Indonesia
Quote:


Butuh keberanian buat jalanin ini di indonesia gan..
Secara bener yg agan bilang, secara konsep di lapangan masih buta banget..
Mungkin kalo ada yg berani buat kayak gini mesti punya modal gede dulu..
suer ini goks banget.
cuma ya gitu, di indonesia rawan gan.
rawan pencucian uang, penggelapan dsb.
dana umroh aja kek gitu.
apalagi yang kek gini?

tapi ane yakin bisa. kalo sungguh sungguh dan tak "tergoda" para pengelolanya.

emoticon-Toast
ada tutorial cara invest nya gan? bisa tolong bikin thread terpisah bt bahas lbh lanjut?
moga aja ada di Indonesia emoticon-I Love Indonesia
emoticon-Leh Uga Butuh effort Ekstra kalau mau diterapin di Indonesia tapi bukan berarti gak bisa
disini ngga bisa karena pakenya batako emoticon-Hammer2
trs kita kasih panggilan apa para investor kek gitu? bata kolektor? emoticon-Leh Uga
Quote:


iya gan, ane juga nunggu banget

Quote:


betul, harus punya modal yang gede

Quote:


yup, ane biasa nyebut birokrasi di Indonesia birokrasi merepotkan

Quote:


Coba nanti saya riset lebih dalam

Quote:


iya, semoga gan

Quote:


bisa, tapi sulit... itu lebih tepatnya sih

Quote:


disini bata udah jadi brand buat sendal gan haha
Masalah terbesarnya ialah mendapatkan "trust" dari masyarakat.
di indo belum ada ya??
Ane tungguin.semoga di indonesia ada
Indonesia menunggu gan
Quote:


iya betul, salah satu cara daptkan trust dari masyarakat dan agar bisa awet ya burn money, kaya yang dilakuin perusahaan besar pas masih merangkak dulu, macam goj*k, tok*ped, buk*lakapak

Quote:


sepertinya belum gan, ane bayangin kalau ini ada di Indo, ane bisa beli 10-30 bricks tiap bulan, daripada tuh duit ditabung atau di deposit.

Quote:


siap, ane juga menunggu

Quote:


entah sampai kapan menunggu
Keren ya caranya...
Selamat gan
Harapannya terkabul emoticon-shakehand

Sebenarnya sudah ada di indo gan
kami yang membawanya ke sini

untuk perizinan memang aga sulit apalagi legalisasinya gan. Tapi akhirnya kita menemukan notaris yang bersedia untuk mengurus legalitas kepemilikan bricks

kemarin kita sudah berhasil menjual rumah kost di bali dengan konsep bricks seperti ini , untuk tahun ini kami ada project capsule hotel di kuta, bali yang kita jual dengan konsep perbata gan dengan slot 30.000 bricks.

Kami berani membawa konsep ini ke Indonesia karena konsep ini dapat merubah cara investasi property yang tadinya sangat mahal menjadi sangat murah.

Dulu sebelum ada konsep ini investasi property yang termurah ada di apartemen, yang dp nya saja sudah harus puluhan juta, belum lagi nunggu serah terima yang bisa makan waktu lama baru bisa disewakan.

di kami, cuma modal 200rb sudah bisa punya property

konsepnya sama kaya yang agan jelaskan, memang kita adaptasi dari australia dan big boss kita juga orang australia.
Quote:


ealah serius udah ada, namanya apa gan ? kantornya dimana ?
Balasan post motivanjrit
kita baru merambat di dunia online dengan brand idbrix, kantor pusat kita ada di bali, dan kemungkinan bulan depan kita sudah open project di jakarta


Blog ini dibuat sebagai sharing oleh tim admin independen untuk korban penipuan developer Djoko Purwoko dan Mulyani Sri Utami (istri) yang tidak ada kaitannya secara personal dengan konsumen Villa Puncak Ciomas Bogor, Karang Ploso Townhouse dan 555 Island Villatel Bali (Group Mughnii Land) ataupun developer dan Djoko Purwoko maupun istrinya, Mulyani Sri Utami, serta tidak terkait dengan Tim Pengacara maupun Lembaga Bantuan Hukum manapun, termasuk YLKI, Kepolisian, dll.


KRONOLOGI


24 September 2018

Proses ditempuh mulai dari pembuatan Surat Kuasa oleh Konsumen VPC kepada Tim Kuasa Hukum (tim pengacara) yang dilanjutkan kepada pihak Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD).



Djoko Purwoko dipanggil oleh pihak KOSTRAD hari itu juga, langsung dijemput oleh POM KOSTRAD, saat yang bersangkutan sedang pendidikan. Pihak KOSTRAD menginfokan bahwa pihak Djoko Purwoko berencana melakukan pencairan tanggal 10 Oktober 2018, namun rencana tersebut belum pasti.



9 Oktober 2018

Beberapa konsumen VPC dihubungi pihak KOSTRAD dan Tim Kuasa Hukum (Pengacara) untuk mewakili konsumen lainnya, untuk hadir di KOSTRAD. Diinfokan bahwa hasil dari pertemuan 10 Oktober dengan Asintel KOSTRAD, Danpom, Kajas (atasan Djoko Purwoko langsung) dan Kakum Bp. Zahran, Djoko Purwoko menyatakan belum siap dana dan masih meminta waktu 14 hari kerja karena mereka sedang mengajukan pinjaman ke Bank Bukopin di Malang per hari itu (10 Oktober).



10 Oktober 2018

Saat dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh POM, Djoko Purwoko sempat berkelit dengan mengatakan bahwa ia tidak tahu-menahu urusan VPC yang merupakan perusahaan keluarga istrinya. Konsumen kemudian menyodorkan bukti yang sudah disiapkan berupa data-data screen shot dari Instagram dan medsos lainnya terkait info dan pernyataan yang bersangkutan sebagai owner.



Akhirnya yang bersangkutan mengakui betul mempromosikan VPC namun mengaku tidak tahu aliran dana konsumen kemana (mungkin hanya alasan saja untuk berkelit).



31 Oktober 2018

Seluruh konsumen VPC yang melapor secara kolektif (44 orang) diminta hadir di markas KOSTRAD untuk mediasi dengan pihak Djoko Purwoko dan keluarganya, termasuk mertua, istri (selaku Dirut PT Mahakarya Evelyn-Almeera Mughnii Development (Mughnii Land) dan kakak iparnya (tercantum dalam Akta PT), didampingi Kuasa Hukum Konsumen dan Panglima KOSTRAD.



Pertemuan ini merupakan tahap pendahuluan sebelum kearah pencairan atau pengembalian dana 100% kepada konsumen VPC, sesuai konsep Syariah yang dijanjikan pihak Developer VPC (tanpa bunga, tanpa riba, tanpa denda). Konsumen VPC meminta agar uang dikembalikan, karena kesepakatan diubah secara sepihak oleh Developer dari Syariah ke KPR Tanpa Tolak, yang mana hal ini merupakan cedera janji, yaitu "dari Syariah menjadi riba".



Dalam pertemuan ini dilakukan data ulang atau cross check karena ada data konsumen yang double, tidak/belum lengkap/tercatat.



Pertemuan 31 Oktober ini atas gagasan Pangkostrad sendiri, mengingat sebelumnya pada tanggal 13 Oktober pihak Djoko masih meminta waktu sekitar 1 bulan untuk pengembalian uangnya atau kurang lebih tanggal 13 November.



Hal tersebut telah dilaporkan kepada Pangkostrad, namun beliau dengan tegas menolak dan meminta uang segera dikembalikan secepatnya kepada konsumen VPC. Sehingga pertemuan 31 Oktober dilaksanakan.



Pangkostrad tidak tinggal diam dan berniat membantu mengawal kasus ini sampai tuntas. Dipastikan bahwa Djoko Purwoko tidak akan bisa kemana-mana dan terus diupayakan agar uang konsumen kembali.



KOSTRAD sudah membentuk tim untuk menyelesaikan kasus ini. Jadi apabila Djoko Purwoko tetap mangkir atau berkelit akan punya cara dan upaya untuk tetap mengupayakan uang konsumen kembali. Pangkostrad sudah menginstruksikan kepada tim yang dibentuk, diketuai oleh Asintel KOSTRAD untuk tidak percaya apapun lagi pembelaan yang disampaikan oleh pihak Djoko Purwoko.

Quote:


Kalo kata ane ya gan. Sistem model ini ada yg udah menerapkan tapi objeknya Pohon Jati Jabon bukan Bata.

Investasi pasti ada Risk ya gan tetep itu ukurannya. Tapi kebetulan di Indonesia kekuatan hukum bukti kepemilikan dari notaris sangat jauh dari kuat dibandingkan bukti kepemilikan yang dikeluarkan negara contoh Sertifikat.

Opini ane, sistem diatas kalo kebetulan pelaksananya kayak agan yang di bali tadi, secara professional mengelolanya it's oke. Hanya kalau pas nemu pengelolanya kayak si travel, tiba-tiba aset yang bata-nya punya kita dijaminkan ke Bank trus wanprestasi, disita, habis gan uang hanya diganti selembar surat notaris.

Jadi kalo kata ane sih perlu kajian lagi gan, karena hukum di kita belum secara langsung mengarah ke sana.

emoticon-Blue Guy Cendol (L)



×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di