alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
4.94 stars - based on 17 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c02c1ba582b2ee3598b4568/berita-besar

Berita Besar

Berita Besar


•••


بِسْمِ اللّهِ


السلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Muqaddimah


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah tuhan semesta alam, dan hanya kepada-Nyalah kita menyembah dan hanya Allah tuhan yang patut disembah, tidak ada yang mampu menandingi kekuasaan-Nya dan tidak ada yang mampu untuk menyerupai-Nya. Semoga kita semua tetap berada di atas rahmat Allah ta'ala.

Sholawat juga tidak lupa kami sampaikan kepada Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wassallam, berkat beliau ajaran Islam yang sempurna ini sampai kepada kita semua.

Kami juga berdo'a agar kita semua mendapatkan lindungan Allah ta'ala dan kita semua tetap berada diatas hidayah dan bukan termasuk orang-orang yang tersesat, InsyaAllah.

Ada sebuah nasihat singkat dari penulis, sebelum memulai cerita. Nasihat singkat yang diambil dari kitab yang paling agung yang diturunkan untuk umat Islam di seluruh dunia, yaitu kitab Al-Quran. Semoga kita semua mampu mengamalkan isi-isi dalam Al-Quran dan Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dalam kehidupan kita sehari-hari.

Allah ta'ala berfirman :

يأَيهَا الذِينَ ءَامَنُوا اتقُوا اللهَ حَق تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُن إِلا وَأَنْتُمْ مسْلِمُونَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha haqqo tuqootihii wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 102)

Amma ba'du
Diubah oleh hudwah
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Post ini telah dihapus oleh sella91
Index


0. Muqaddimah

1. Pertanyaan?
2. Berita Besar
3. Berselisih
4. Mengetahui (1)
5. Mengetahui (2)
6. Bumi
7. Gunung
8. Pasangan!
9. Istirahat
10. Pakaian
11. Kehidupan
12. Langit
13. Matahari
14. Hujan
15. Benih
16. Kebun
17. Keputusan
18. Bersama
19. Pintu Langit
20. Fatamorgana
21. Pengintai
22. Kembali
23. Lama
24. Kering
25. Mendidih
26. Pembalasan
27. Perhitungan
28. Dusta!
29. Catatan
30. Rasakanlah!
31. Kemenangan
32. Kebun Buah
33. Gadis Remaja
34. Gelas
35. Kejujuran
36. Pemberian
37. Penjaga
38. Sejajar
39. Jalan Pulang
40. Tanah
Diubah oleh hudwah
Sesi Tanya Jawab


Pembaca : Apakah ini kisah nyata?

Penulis : Wallahu'alam

Pembaca : Kapan update?

Penulis : Seminggu 2-3 kali, namun penulis juga tidak bisa berjanji.

Pembaca : Apakah ini tulisan pertama?

Penulis : Alhamdulillah, untuk saat ini ada beberapa tulisan yang pernah ditulis penulis, bahkan beberapa ada yang pernah dipublikasikan di wattpadd dan kaskus, namun karena beberapa hal tulisan-tulisan tersebut dihapus dan sekarang sedang fokus untuk menulis ini.

Untuk sementara itu dulu, karena tangan penulis gak bisa terlalu lama menulis dikarenakan ada permasalahan pada kedua pergelangan tangan yang kanan dan kiri, kalau menulis terlalu lama akan terasa nyeri dan sakit. Semoga segala urusan dan hajat kita dimudahkan oleh Allah ta'ala. Aamiin.
Diubah oleh hudwah
1. Pertanyaan?


Awal 2010, Disebuah kota di Indonesia

Apa yang biasa dilakukan orang normal dipagi hari? Minum kopi, baca koran, menyiram tanaman dan masih banyak lagi. Tapi apa yang dilakukan olehku dipagi hari? Aku bukanlah orang yang normal dan kegiatan ku dipagi hari bukanlah kegiatan yang normal, tugas ku dipagi hari adalah memungut paku di jalan. Aku mempunyai sebuah alat yang terbuat dari magnet untuk mencari paku di jalan, aku menyisir jalanan dari pukul 3 pagi hingga waktu subuh, setelah itu aku mampir di masjid Al-Hidayah untuk menunaikan sholat subuh, seusai sholat aku melanjutkan mencari paku hingga matahari meninggi atau sekitar pukul 06.30 pagi.

Paku-paku yang ku kumpulkan nantinya akan aku jual untuk biaya makan sehari-hari, aku tinggal hanya berdua dengan adik perempuan ku yang sekarang berada di pondok pesantren di pulau Jawa, paku-paku itu juga untuk menambah biaya pondok pesantren adik ku. Selain mengumpulkan paku dijalanan, pekerjaan ku adalah mengajar di sebuah SDTQ (Sekolah Dasar Tahfidz Quran) Ibnu Katsir, dengan gaji ku 600 ribu sebulan. Walaupun gaji ku tidak begitu besar namun cukup untuk kehidupan ku sehari-hari. Aku mengajar hingga waktu dzuhur setelah itu aku melanjutkan bekerja menjaga kedai makanan hingga waktu maghrib, di kedai makanan ini aku digaji 500 ribu sebulan.

Kegiatan ku ketika malam hari adalah membaca buku-buku karangan para Ulama atau kadang-kadang aku ikut kajian-kajian Islam rutin yang diadakan di masjid-masjid di kota ku. Waktu yang biasa ku pakai untuk belajar biasanya dari sesudah maghrib hingga pukul 09.00, setelah itu aku harus sampai dirumah untuk istirahat dan tidur. Kegiatan rutin ku seperti itu sehari-hari, tidak ada yang spesial memang, hanya sedikit berbeda dari kebanyakan orang.

Aku belum memperkenalkan diri ku, nama ku Arya dan umur ku sekarang 25 tahun, aku lulusan Universitas Negeri di Indonesia yang cukup terkenal, tapi setelah lulus dari sana aku menjadi pengangguran sekitar satu tahun, hingga aku mempelajari agama dan akhirnya aku mendapatkan sebuah pekerjaan, yaitu mengajar disebuah SD, karena kebetulan kepala sekolah SD itu adalah Ustadz ku. Ayah dan ibu ku sudah meninggal sejak aku masih berumur 10 tahun dan waktu itu adik ku masih berumur 8 tahun, ayah dan ibu meninggal karena kebakaran yang terjadi dirumah kami. Setelah itu, kami tinggal bersama kakek dan paman, namun hanya setengah tahun, kakek kami meninggal dunia dan akhirnya paman kami yang membesarkan kami. Paman kami bukan beragama Islam, namun beliau sangat menyayangi kami, hingga akhirnya dia juga dipanggil ketika aku berumur 17 tahun dan adik ku berumur 15 tahun. Semenjak saat itulah kami tak punya sanak saudara lagi yang harus dimintai pertolongan dan sejak saat itulah aku berjuang untuk mencari nafkah untuk melanjutkan sekolah ku dan sekolah adik ku.

Aku terkadang mengingat pesan kakek.

"Berbuat baiklah kepada sesama manusia, karena Rasulallah diutus untuk memperbaiki akhlak manusia."

Saat itu aku belum mengerti apa yang diucapkan kakek, namun aku sekarang paham, bahwa dengan berbuat baik kepada orang lain maka Allah akan membalas kebaikan juga kepada diri kita.

Sampai suatu hari, ada sebuah kejadian yang benar-benar membuat ku kaget bukan main, aku tidak pernah menyangka mendapatkan kejadian seperti itu. Aku sudah berbuat baik ke orang lain namun kejadian yang menimpa ku sungguh begitu berat, waktu itu aku berumur 22 tahun dan aku baru mulai belajar agama. Aku pulang kerumah dan melihat adik ku menangis.

"Ada apa?" tanya ku kepadanya.

"Aku hamil kak." jawabnya

Aku kaget bukan main dibuatnya, bagaimana mungkin adik ku yang kucintai hamil tanpa ada pernikahan, dan adik ku tak tahu siapa yang menghamilinya, karena dia mengaku sudah berzinah dengan banyak pria, aku merasa terpukul dan begitu sesak mendengarnya, namun itu semua adalah ujian dari Allah. Semenjak kejadian itu, rasanya adalah aib bagi kami berdua untuk tetap tinggal di tempat lama, hingga aku memutuskan hijrah ke tempat yang agak jauh dari tempat lama dan pergi ke tempat yang lebih baik. Di tempat baru, banyak yang bertanya tentang kami berdua, bahkan ada yang mengira kami pengantin baru, namun aku tak menghiraukan mereka dan aku tetap menjalankan kehidupan sehari-hari dan berbuat baik kepada mereka.

Setelah kelahiran anak dari adik ku, aku memberikannya kepada Ustadz ku, karena beliau tidak dikaruniai seorang anak. Anak yang lahir adalah anak perempuan yang sangat manis dan cantik yang diberi nama Zainab oleh Ustadz. Setelah itu, aku memutuskan untuk memasukkan adik ku ke pondok pesantren agar dia belajar ilmu agama dan bertaubat atas kesalahannya dahulu. Maka dari itu, aku harus berjuang untuk terus hidup dan aku harus bekerja keras agar kehidupan kami tetap berputar.

Bersambung...
Diubah oleh hudwah
Nice Description, saran : tambahin sedikit percakapan karena model-model pembaca dikaskus lebih suka percakapan dari pada description emoticon-Big Grin
Nenda dulu ya, di trit bau bau matahari. emoticon-Ngacir
Quote:


Baik gan, nanti akan diusahakan.

Quote:


Kok bau matahari?
oalaahh.. trit2 lama pada dihapusin, malah bikin trit baru emoticon-Nohope

Tak kasih bintang 3 dulu, nanti kalau tamat baru kasih bintang 5 emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh ucln
Quote:


Agak agak mirip sama Playstore ya emoticon-Confused
cerita baru nih, ijin singgah membangun tenda ya gan... kayanya cerita agan menarik. semoga ada pelajaran yang bisa ane petik. emoticon-Sundul
trib baru
spertinya seru nih

izin gelar tikar gan 😊emoticon-Keep Posting Ganemoticon-Cendol Gan
2. Berita Besar


Pertengahan 2011, Disebuah kota di Indonesia

Pagi hari itu matahari tampak tidak terlihat tertutup oleh awan hitam yang sangat pekat, sepertinya mau hujan. Tidak berselang lama benar saja, hujan turun membasahi bumi, aku menelpon Ustadz untuk izin tidak mengajar karena hujan yang turun cukup deras. Kegiatan ku pada pagi itu hanya membaca buku-buku yang ada di lemari buku-buku ku, aku ambil buku yang berjudul al ushul ats tsalatsah karya Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah yang di syarah oleh Syaikh Utsaimin rahimahullah. Aku muroja'ah bab tafsir surat Al-Asr. Setiap aku membaca bab ini, rasanya hati ingin menangis karena aku terlalu banyak sibuk mengurusi hidup orang lain, padahal amalan ku sangatlah sedikit untuk berhadapan dengan Allah ta'ala nanti. Isi dari tafsir surat Al-Asr adalah, dimana kita harus berilmu terlebih dahulu, lalu mengamalkan ilmu tersebut dan yang terakhir baru mendakwahkannya, sedangkan untuk tahap pertama dan keduapun diri ku masih sangat jauh, dibilang berilmu pun aku masih sangat bodoh, untuk mengamalkannya pun aku masih sangat jarang, astaghfirullah, betapa hinanya diri ku ini hingga aku terlalu sibuk mengurusi hidup orang lain.

Setelah selesai, aku kembalikan buku tersebut di tempatnya. Setelah itu, aku berjalan ke dapur untuk menyeduh secangkir kopi. Tak berselang lama aku mendengar handphone ku berdering. Aku berlari kecil untuk melihat siapa yang menelpon, ternyata yang menelpon adalah adik ku.

"Assalamualaikum ka." katanya dari seberang telepon

"Wa'alaykummussalam, ada apa dek? Pagi-pagi menelpon?" tanyaku

"Aku mau kabarin ke kakak, kalau ada yang nadzhor aku."

MasyaAllah, siapa pria yang begitu jantan yang berani untuk nadzhor adik ku.

"Tapi, bukankah kamu harus mondok terlebih dahulu?" tanyaku

"Iya ka, tapi yang nadzhor aku itu Ustadz Abdullah."

Cukup tercengang aku mendengar kabar ini, ini benar-benar berita yang mengejutkan dan benar-benar berita yang menggembirakan. Adik ku yang linglung dan bodoh seperti itu, bisa-bisanya dinadzhor oleh seorang ustadz yang namanya cukup terkenal di Indonesia, bahkan beliau termasuk pemilik pesantren tempat adik ku menimba ilmu.

"Bukankah dia sudah memiliki istri?" tanya ku lagi

"Aku siap berbagi madu dengan istri pertamanya."

"Ada baiknya kamu pulang dulu dan suruh Ustadz Abdullah kerumah." kataku

"iya ka."

Lalu adik ku mematikan teleponnya, tak henti-hentinya aku mengucap syukur kepada Allah ta'ala, karena Allah telah memberikan nikmat yang begitu besar kepada hambanya. Jika benar seorang ustadz yang berilmu seperti beliau mau menjadikan adik ku sebagai istrinya, artinya pekerjaan ku sudah selesai terhadap adik ku dan aku bisa fokuskan diriku untuk menimba ilmu, aku percaya kepada beliau bahwa beliau bisa menjadikan adik ku menjadi seorang istri yang sholehah, InsyaAllah.

Seminggu kemudian adik ku pulang kerumah dengan wajah yang cukup ceria, dia sangat senang karena seorang ustadz ingin menjadikan dia istrinya. Namun, ada beberapa hal yang harus ku tanyakan terlebih dahulu untuk memastikan kesiapan dari adik ku.

"Dek, duduk sini." aku memanggil adik ku untuk duduk disebelah ku di ruang tamu.

"Iya ka, kenapa?"

"Apa Ustadz Abdullah tau kalau kamu sudah punya anak?" tanyaku

"Dia sudah tahu semuanya dan dia siap untuk membesarkan anak ku ka."

"Apa kamu sudah tahu hak-hak seorang suami dan kewajiban seorang istri terhadap suaminya."

"Yang aku tahu, aku harus ta'at kepada suami ku selama suami ku tidak mengajak maksiat."

"MasyaAllah Tabarakallah, baiklah kalau begitu InsyaAllah kamu harus banyak belajar lagi, kamu harus siap untuk jadi istri yang sholehah, seandainya suami mu marah buatlah dia ridho, karena ridho suami mu adalah surga bagi mu."

Setelah obrolan yang cukup panjang, adik ku kelihatan sudah siap dan matang untuk menjadi istri yang kedua bagi Ustadz Abdullah.

Pada hari kedatangan Ustadz Abdullah ke rumah ku, sebelumnya aku menelpon Ustadz Ahmad untuk memberikan kabar tersebut dan menyuruh beliau untuk datang kerumahku. Ustadz Ahmad adalah ustadz ku dan beliau adalah kepala sekolah di SDTQ tempat ku mengajar dan beliau juga yang mengurus Zainab, anak dari adik ku.

Ustadz Abdullah telah datang dengan beberapa keluarganya dan beliau juga datang dengan istri pertamanya. Acara nadzhor dibuka oleh Ustadz Ahmad, dengan pujian kepada Allah dan sholawat kepada Rasulallah shallallahu 'alaihi wasallam. Setelah itu acara dimulai, dengan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Ustadz Abdullah kepadaku, karena aku adalah mahram dari adik ku, sedangkan adik ku duduk di kamar bersama istri dari Ustadz Abdullah. Setelah beberapa pertanyaan, akhirnya diputuskan kapan waktunya untuk khitbah dan akad agar tak terjadi fitnah.

Akhir 2011, Disebuah kota di Indonesia

Hari akad telah tiba, dengan walimah sederhana akad dilangsungkan di kediaman ku, hari ini aku melihat adik ku mengenakan gaun merah hati dan cadar merah hati yang sangat sederhana, tanpa riasan apapun di kelopak matanya, di acara ini pun hanya makanan sederhana yang bisa kami siapkan, seperti sayur bayam dan tempe orek, sungguh jauh dari pernikahan pada umumnya. Sebelum acara dimulai aku menyempatkan diri ku untuk menemui adik ku terlebih dahulu di dalam kamar.

"Setelah semua ini, semoga kamu bisa menjadi istri yang sholehah ya, jangan pernah melawan kepada suami mu."

"Iya ka."

Air mata ini tak tahan untuk menetes, jatuh air mata ini dari kelopak mata ku. Begitu deras mengalir, adik ku satu-satunya telah menemukan seorang pria yang akan membimbingnya ke surga-Nya Allah ta'ala kelak. Aku berjuang untuk membesarkan nya dan hari ini lah dia akan menjalani hidup baru nya, hari ini lah lepas tanggung jawab ku terhadapnya. Ya Allah, jadikanlah keluarganya menjadi keluarga yang engkau berkahi dan engkau rahmati sebagaimana engkau merahmati keluarga Rasulallah shallallahu 'alaihi wasallam. Aku kembali ke depan dan menemui tamu-tamu undangan yang menunggu di depan, tak selang lama Ustadz Abdullah datang dan disegerakan untuk akad nikahnya dengan aku sebagai walinya.

Sebelum memulai aku menatap wajah Ustadz Abdullah, begitupun beliau menatap wajahku. Aku tak tahan untuk memeluknya sembari berbisik kepadanya.

"Jaga adik ku ya Ustadz." kata ku

"InsyaAllah." jawab beliau

Akad dilaksanakan, aku duduk berhadapan dengan Ustadz Abdullah, tangan kami bersalaman dan kami berdua mengucapkan akad. Adik ku meminta mahar Mushaf Madinah dan seperangkat alat sholat. Setelah akad selesai kami memakan hidangan seadanya, dihari itu aku merasa sangat senang bercampur sedih dan dihari itu aku percaya kehidupan adik ku akan lebih baik kedepannya, InsyaAllah.

Bersambung...
Diubah oleh hudwah
Izin nenda ya gan di cerita baru emoticon-Paw
lanjutkan gan
Nenda bre emoticon-coffee
Siraman rohani bre emoticon-flower
Wooo, dari mantan pezina jadi istri ustadz emoticon-Embarrassmentemoticon-Stick Out Tongue
bangun tenda dan memantau duluemoticon-Kaskus Banget emoticon-Kaskus Banget emoticon-Kaskus Banget


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di