alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Data Pangan yang Bombastis
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c028e9bfeef8748588b4567/data-pangan-yang-bombastis

Data Pangan yang Bombastis

Spoiler for blackpink:



Segala sesuatu yang berlebihan, tentulah mencurigakan. Apalagi bila sudah masuk kategori bombastis, yang akhirnya dirasa mustahil. Alias too good to be true.

Untuk urusan data pangan, sajian data yang berlebihan apalagi bombastis sangatlah berbahaya. Karena data itu menjadi tolok ukur acuan dalam menentukan kebijakan. Dan kebijakan itu menyangkut perut, hajat hidup orang banyak.

Masalah fatal yang saat ini terjadi adalah, ada anggapan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memberikan data-data pangan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Khususnya untuk komoditas padi dan jagung. 

Beberapa kalangan yang terdiri atas organisasi petani, akademisi, dan pengusaha menilai Amran berbohong terkait data pangan. Karena data pangan yang disajikan Kementan, berbeda jauh dengan yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik. 

Sebagai contoh adalah pernyataan surplus beras yang disampaikan Amran tidak terbukti dengan data BPS. Bahkan perbedaan data beras antara Amran dengan data BPS pada 2018 mencapai 43 persen. Akibat pembohongan data ini, petani, peternak dan kementerian terkait salah melihat kondisi dan mengambil kebijakan perberasan saat ini. 

Kalau kita lihat surplus produksi beras yang disampaikan Kementan, selama 2016 sampai 2018, total surplus 44 juta ton. Kalau benar kita surplus sebanyak itu, kita bahkan tidak perlu lagi menanam padi. Tapi faktanya, ada impor 1,7 juta ton per tahun. 
Sumur 1

Klaim data yang bersifat bombastis oleh Mentan Amran Sulaiman juga terjadi di komoditas jagung. Meski BPS belum mengeluarkan data jagung, tetapi faktanya impor jagung dan peternak ayam kesulitan mencari sumber jagung yang berkualitas.
Sumur 2

Kualitas pakan ternak sapi juga setiap waktu semakin memburuk. Bahkan, kandungan kualitas jagung di pakan ternak menurun, yang dari 50 persen menjadi 25 persen. Akibatnya, produktivitas ayam milik peternak jadi terhambat. Para peternak ayam berteriak lantaran harga jagung semakin tinggi. Kondisi ini semakin sulit karena peternak tidak diizinkan menjual ayam dengan tinggi. Sebab, peternak akan ditekan oleh Satgas Pangan saat itu juga. 

Sekarang, kita semua baru sadar kan ada efek negatif yang sedemikian besar akibat klaim data yang bombastis itu?

Spoiler for sing sabar:


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
nyebar hoaks itu kena pidana ngga sih?
apaan sih


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di