alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Prancis menolak boikot sawit Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c022455c0d770fc4f8b4569/prancis-menolak-boikot-sawit-indonesia

Prancis menolak boikot sawit Indonesia

Prancis menolak boikot sawit Indonesia
Aktivis Greenpeace beraksi mengadang kapal tanker berisi minyak sawit milik perusahaan Wilmar International di perairan Bitung, Sulawesi Utara, 25 September 2018.
Pemerintah Prancis menolak memboikot produk minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) asal Indonesia dan mendukung penggunaan minyak sawit di Uni Eropa. Prancis juga menilai kampanye boikot sawit bukanlah solusi tepat.

Hal ini diungkapkan Menteri Muda pada Kementerian Eropa dan dan Luar Negeri Prancis Jean-Baptiste Lemoyne dalam temu media di Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, Kamis (29/11/2018). Sebaliknya, Lemoyne menilai akan lebih baik mendukung pengembangan minyak sawit berkelanjutan.

"Boikot sawit tidak tepat. Solusi yang dapat diambil dengan menjalankan perkebunan sawit berkelanjutan dan sertifikasi ramah lingkungan," kata Lemoyne dalam CNBC Indonesia, dilansir Sabtu (1/12).

Ia menyadari betul pentingnya kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia. Namun, Lemoyne juga mengatakan pada saat bersamaan Indonesia dan negara-negara penghasil kelapa sawit lainnya harus bisa mempromosikan kebijakan yang berkelanjutan untuk melawan deforestasi.

Namun pemerintah Prancis mengapresiasi upaya pembenahan tata kelola sawit di Indonesia seperti moratorium dan sertifikasi. "Kami menghargai upaya tadi. Karena itu, boikot sawit tidak akan memberikan solusi. Jawaban tepat dengan mengembangkan sustainability," kata Lemoyne.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, melunaknya sikap pemerintah Prancis terhadap produk sawit Indonesia tidak lepas dari upaya negosiasi keras yang ditempuh oleh pemerintah selama ini.

Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan ancaman untuk tidak lagi mengimpor pesawat pabrikan Prancis, Airbus, apabila pemerintah negara itu ikut dalam gerakan menolak sawit yang dilakukan oleh Uni Eropa.

Luhut mengatakan kebutuhan impor pesawat Indonesia hingga 20 tahun ke depan sangat besar. Dalam hal ini, Luhut mewanti-wanti bisa saja RI mengalihkan pembelian pesawat tidak lagi dari Airbus, tetapi dari pabrik lain untuk memenuhi kebutuhan.

Apabila Prancis ikut memboikot sawit, negara pimpinan Emmanuel Marcon itu terancam kehilangan devisa sekitar $30 miliar-$40 miliar AS.

Kerugian tersebut bakal datang dari pembatalan pembelian pesawat oleh Lion Air Group kepada perusahaan pembuat pesawat Airbus sebanyak 234 unit. Seluruh pesanan Lion Air Group itu terdiri dari 109 pesawat A320neo, 65 pesawat A321neo, dan 60 pesawat A320ceo. Total dana pembelian adalah $24 miliar AS.

"Kemarin saya bicara sama Menlu Prancis. Kami sampaikan, Indonesia butuh 250 pesawat terbang selama 20 tahun ke depan. Kami butuhkan Airbus tapi kita bisa alihkan Airbus ke Boeing," tegas Luhut dilansir dari Kumparan.

Prancis merupakan salah satu negara yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan maupun kebijakan Uni Eropa, selain Jerman dan Polandia.

Pada pertengahan tahun ini, pemerintah Indonesia memenangi gugatan atas iklan minyak kelapa sawit Indonesia di Lyon, Prancis. Sesuai keputusan resmi komisi etika periklanan Prancis (Jury de Deantology Publicaire/JDP), iklan minyak kelapa sawit Indonesia yang dipublikasikan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) tak melanggar aturan.

Putusan tersebut merupakan lanjutan dari kasus sebuah media Prancis, ITPC Lyon, yang mempublikasikan iklan dengan informasi 'L'huile de palme Indonésienne est plusdurable et plus écologique' (Minyak kelapa sawit Indonesia lebih berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan).

Iklan minyak kelapa sawit ini diadukan ke JDP. Pelapor mengklaim pernyataan dalam iklan adalah tidak benar dan tidak berdasar.

Pemerintah menekankan terus berjuang melawan deforestasi dan pemanasan global, salah satunya dengan cara mendukung produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Di tingkat internasional, Indonesia adalah anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang dibentuk tahun 2004 dan berperan mendefinisikan minyak kelapa sawit lestari serta mendefinisikan sistem sertifikasi minyak kelapa sawit (certified sustainable palm oil/CSPO).

Selain itu, Indonesia membuat komitmen kepada Uni Eropa pada 2015 melalui proyek Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan Eropa (European Sustainable Palm Oil/ESPO) yang membantu meningkatkan kepatuhan terhadap standar sertifikasi sesuai definisi RSPO.

Pada 2011, Indonesia memperkenalkan sertifikasi ISPO, yang juga menjadi upaya mengawasi produksi dengan lebih baik. Sertifikasi ISPO ini melengkapi panel praktik manajemen yang baik, seperti praktik pertanian dan cara pembuatan yang baik, Standar ISO 9001, 14000, 2600, serta Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3).
Prancis menolak boikot sawit Indonesia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...awit-indonesia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Prancis menolak boikot sawit Indonesia Mengenal ciri-ciri fintech pinjam meminjam ilegal

- Prancis menolak boikot sawit Indonesia Debat Pilpres bakal digelar lima kali

- Prancis menolak boikot sawit Indonesia Pemerintah akan tetapkan tarif kebersihan pada wisatawan

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di