alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Reaksi Muslim Terlapor Dugaan Pelecehan Baiq Nuril, setelah Diperiksa 8 Jam di Polda
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c020f6914088dd43c8b4568/reaksi-muslim-terlapor-dugaan-pelecehan-baiq-nuril-setelah-diperiksa-8-jam-di-polda

Reaksi Muslim Terlapor Dugaan Pelecehan Baiq Nuril, setelah Diperiksa 8 Jam di Polda

Reaksi Muslim Terlapor Dugaan Pelecehan Baiq Nuril, setelah Diperiksa 8 Jam di Polda


Mantan Kepala Sekolah SMA 7 Mataram, Muslim, akhirnya diperiksa tim penyidik Polda NTB, pada Selasa siang (27/11/2018).

Muslim adalah mantan atasan Baiq Nuril Maknun, yang kini menjadi terlapor dugaan pelecehan terhadap pelapor.

Muslim hadir lebih awal dari jadwal yang ditentukan Polda NTB, yakni pada Rabu (28/11/2018).

"Ini coba-coba saja datang lebih awal, ternyata bisa jalani pemeriksaan. Besok (Rabu) tidak bisa karena ada kegiatan. Kami sebenarnya mau lapor tidak bisa menjalani pemeriksaan besok (Rabu) tapi hari ini langsung diperiksa,” kata Karmal Maksudi, pengacara Muslim dari Kantor Pengacara Low Office 108.

Melansir kompas.com, Muslim hadir dalam pemeriksaan sebagai terlapor atas kasus dugaan pencabulan terhadap Baiq Nuril Maknun.

Menurut Kamal, kliennya menunjuk dia dan timnya di Low Office sebagai kuasa hukum pada Selasa pagi dan mereka telah menandatangani surat kuasa sebagai kuasa hukum Muslim.

Ditanya terkait materi kasus yang melibatkan Muslim, Kamal mengaku baru mempelajari dan belum bisa berkomentar.

“Nanti saja kita lihat hasil BAP, pak Muslim juga sehat dan siap menjalani pemeriksaan tim penyidik Ditreskrimum Polda NTB," katanya.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP I Komang Suartana mengatakan bahwa memang benar pemeriksaan atas Muslim sebagai terlapor akhirnya dilakukan pada Selasa. Sebelum pemeriksaan Muslim, tim penyidik telah memeriksa tiga orang saksi.

“Saya kira tidak ada masalah meskipun kita jadwalkan Rabu besok, karena hampir semua materi dan bukti bukti sudah dikantongi tim penyidik, termasuk memeriksa SMA 7 Mataram dan Hotel Puri Saron untuk melengkapi data data dan bukti,” jelasnya.

Muslim diperiksa penyidik Polda NTB dari pukul 15.00 WITA hingga 22.00 WITA.

Muslim yang kini menjabat kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Kota Mataram tersebut hanya melihat sekilas ke arah wartawan yang berkumpul saat keluar dari ruangan Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, Selasa malam (27/11/2018).

Saat diperiksa, Muslim didampingi tiga kuasa hukumnya.

Muslim sebenarnya telah selesai diperiksa pukul 22.00 WITA, tetapi keluar ruangan tim penyidik pukul 22.50 WITA lantaran dia membaca dengan seksama Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya sebelum menandatanganinya.

Kepada wartawan yang berkumpul, Muslim hanya tersenyum dan meminta wartawan bergeser untuk memberinya jalan.

Dia tak mau berkomentar seputar kasusnya dan mengatakan mengantuk usai diperiksa 8 jam. "Ayolah, jangan dihadang, kita ngantuk ini," kata Muslim.

"Silahkan sama pengacara saya," lanjutnya sembari memisahkan diri dengan tim kuasa hukumnya.

"Saya tidak akan membantah apapun yang dikatakan itu, saya tidak mau berkomentar apapun,” kata Muslim yang terus didesak wartawan sambil menuju mobilnya.

"Cukup sudah saya mau pulang ini,” tegasnya.

Karmal Maksudi, salah seorang kuasa hukum Muslim, mengatakan kliennya membantah semua tuduhan yang ditimpakan Baiq Nuril.

"Tidak ada seperti yang dituduhkan itu.. apa yang dituduhkan itu tidak benar, tidak benar," kata Karmal.

Berulang kali Karmal menyebut tidak ada pelecehan seksual yang dilakukan Muslim terhadap Baiq Nuril, termasuk pelecehan secara verbal, "Kami tidak mengenal pelecehan verbal," pungkasnya.

Pemunculan terlapor Muslim ke publik setelah dilaporkan Nuril, merupakan yang pertama.

Muslim saat ini menjabat sebagai kepala Bidang Pemuda dan Olahraga pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram. Namun, usai dilaporkan Nuril ke polda, Muslim sulit ditemui wartawan.

Saat sejumlah wartawan mendatangi kantor Muslim, beberapa rekan kerjanya di Dinas Pendidikan dan Olagraha Kota Mataram di Jalan Lingkar Selatan, mengatakan Muslim mulai tidak terlihat sejak 4 hari lalu.

Rekan Muslim pun menolak untuk menjelaskan lebih banyak tentang keberadaan Muslim.

“Saya tidak tahu pasti ya, karena saya di bagian sini (ruangan yang berbeda). Jadi tidak begitu perhatikan, tetapi tiap hari di kantor, biasa saja seperti yang lain-lainnya," kata Maryani, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pemuda dan Olahraga Kota Mataram.

Sejumlah wartawan mencoba mencari Keberadaan Muslim di rumahnya, di Kampung Bugis, Pondok Perasi, Ampenan, Kota Mataram. Rumahnya yang berjarak sekitar 7 kilometer dari kantornya tampak sepi.

Pintu rumah berwarna cokelat tertutup rapat. Hanya pagar rumah yang juga berwarna cokelat masih terbuka. Di teras tersedia air mineral yang tersusun rapi. Bahkan karpet untuk para tamu sudah digelar.

Namun Kompas.com yang menunggu Muslim tak juga ditemui, hingga akhirnya tersambung melalui ponsel bahwa dia belum bersedia berkomentar. “Nanti salah bicara, maaf ya,” katanya singkat.

Sementara itu, salah satu saudara Muslim yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, Muslim tak akan berkata apapun kepada jurnalis.

“Sudah dibujuk banyak wartawan, dia ndak akan bicara, dia ndak mau. Banyak yang sudah datang, tapi dia ndak mau,” katanya.

Sosok Muslim di mata rekan Baiq Nuril

Polda NTB juga memeriksa saksi lain yakni NR yang merupakan rekan sekantor Baiq Nuril di kantor Tata Usaha SMA 7 Mataram.

Kepada Kompas.com, NR mengaku sudah siap diperiksa dan memberi kesaksian pada penyidik terkait kasus Baiq Nuril. “Saya tidak pernah menyangka kasus ini bakal seperti ini,” katanya singkat.

NR mengatakan, saat masih jadi rekan sekantor Baiq Nuril di SMA 7, dia sering melihat LN dan Baiq Nuril bertemu Muslim di ruang kerjanya.

“Saya tidak tahu banyak apa yang terjadi di sana, saya juga tidak hitung berapa kali Nuril atau LN masuk ruangan Muslim. Kalau saya tahu akan berkasus begini mungkin saya hitung," katanya.

NR juga mengatakan bahwa Muslim sebagai seorang kepala sekolah merupakan pemimpin yang disiplin.

Bahkan karena terlalu disiplin, Muslim sering tidak peduli alasan bawahannya terlambat masuk kerja di SMA 7.

"Dia itu tidak peduli kalau kami telat karena urus anak yang sakit atau apa, padahal saat bekerja kami kan ingin suasana yang nyaman,“ lanjut NR.

Seperti diberitakan sebelumnya, Baiq Nuril Maknun melaporkan bekas atasannya atau sang mantan kepala sekolah SMA 7 Mataram, Muslim Senin (26/11/2018) lalu.

Laporan itu dilayangkan Nuril setelah menerima putusan MA bahwa dia dinyatakan bersalah melanggar Undang-Undang ITE, merekam dan mentransmisikan rekaman percakapani telepon dengan Muslim yang berbau asusila.

Nuril melaporkan Muslim, yang memperkarakan rekamannya dan membuat Nuril harus menjalani kurungan penjara selama persidangan tahun 2017 silam, dan saat ini terancam hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta rupiah, sesuai putusan kasasi MA.

Namun eksekusi putusan ditunda Kejati NTB dan Senin (19/11/2018), Baiq Nuril dan kuasa hukumnya mendatangi Polda NTB untuk melaporkan Muslim, mantan kepala SMA 7 Mataram.

Muslim dilaporkan berdasarkan Pasal 294 KUHP terkait dengan perbuatan cabul antara atasan dan bawahan.

"Sanksi pidana maksimal tujuh tahun. Itu yang sudah kami laporkan Senin kemarin," ujar kuasa hukum Nuril, Joko Jumadi, di Kompleks Parlemen, Rabu (21/11/2018).

Nuril diperiksa penyidik Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih dari sembilan jam, Jumat (23/11/2018).

"Pemeriksaan Ibu Nuril baru selesai dengan 53 pertanyaan," kata penasihat hukum Nuril, Yan Mangandar Putra, melalui pesan singkat, Jumat. Nuril mulai diperiksa tim penyidik sekitar pukul 14.00 WITA dan selesai sekitar pukul 23.00 WITA.

Sumber

Uclim Oh Uclim emoticon-No Hope
Jangan jangan ini konspirasi Yahudi emoticon-Marah
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Sudah siap masuk kandang Pak?
Cuma di rejim koplak, korban bisa jadi tersangka, ulama difitnah, dikriminalisasi, didzolimi..!!
Jangan gadaikan iman dan akidah bersekutu dengan mereka..saatnya perubahan, pilih presiden pilihan ulama, bukan ulama pilihan presiden..!!

#2019GantiPresiden
#PrabowoForNKRI
pas di penjara kek mantep bgt tuh sambutannya emoticon-Big Grin
Aku ingin menurunkan bulan
Lenganku pendek
Pertolongan app yang bisa kuharapkan
komuknya saja macam itu ya ahhh... sudahlah
Muslim mau dipenjarain, tp yg kafir mau dibebasin... makin manteb ganti rezim
doi yang suka bini orang itu ya? emoticon-Takut
Makanya lu olang pny kntl ttp simpang lu olang pny pinggang, jgn di bawa ke otak mulu, bawaanya pgn cabuli2n bawahan, dah ketauan malah lbh galak, korban ternyata dpt simpati bny, oskadon kn lu
Balasan post Xaruduy.dua
Quote:


hajar duy, mereka minta digilesin pake honda jazz vtec biar nyahok emoticon-Cool
Kalo diliat dr mukanya sih seperti penganut penganut zoroaster yah
Diubah oleh beyoungcarerock


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di