alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Awal Kehancuran ISIS, Wilayah Kekuasaannya hanya 1%
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0205fdd89b0987268b4567/awal-kehancuran-isis-wilayah-kekuasaannya-hanya--1

Awal Kehancuran ISIS, Wilayah Kekuasaannya hanya 1%

Awal Kehancuran ISIS, Wilayah Kekuasaannya hanya 1%

ISIS. Dok. Ist

Sebuah laporan intelejen Amerika Serikat baru-baru ini mengatakan masih ada 14.000 militan ISIS dan 17.100 di Irak serta di kawasan yang sudah tidak lagi mereka kuasai sepenuhnya. Selain itu, para ahli PBB memperkirakan bahwa masih ada pula kantung besar militan ISIS tersebar di berbagai negara, seperti di Libya (antara 3.000 hingga 4.000 orang) dan Afghanistan (sekitar 4.000 orang).


Kelompok ini juga memiliki militan dalam jumlah yang tidak sedikit di Asia Tenggara, termasuk sejumlah pendukung di Indonesia, Afrika Barat, Semenanjung Sinai Mesir, Yaman, Somalia, dan Sahel. Di Irak dan Suriah banyak militan mengubah taktik dengan kembali ke akar pemberontakan mereka, yakni melakukan pemboman, pembunuhan dan penculikan, sembari mencoba untuk membangun kembali jaringan mereka.
Ada pula individu-individu yang terinspirasi oleh ideologi kelompok itu, lalu melakukan berbagai serangan di Eropa dan di tempat lain.

Hasil penelitian pada bulan Oktober 2017 oleh kelompok intelijen strategis yang berbasis di New York,Soufan Center, memperkirakan  ada 5.600 anggota ISIS yang kembali ke daerah asalnya di 33 negara di dunia. 
Yang terbesar, sekitar 900 orang, telah kembali ke Turki. Sementara sekitar 1.200 orang telah kembali ke Uni Eropa - antara lain 425 orang ke Inggris, dan sekitar 300 pulang ke Jerman dan 300 lainnya kembali ke Perancis.

Ratusan petempur asing lainnya sudah ditangkap dan masih ditahan oleh SDF di kawasan Suriah timur laut yang dikuasai Kurdi. Amerika Serikat menyerukan negara-negara lainnya untuk membawa pulang warga negara mereka yang bergabung dengan ISIS, untuk diadili.

Aliansi yang didukung AS dari para pejuang Kurdi Suriah dan Arab makin mendekati kantong terakhir wilayah di Suriah timur yang dikuasai oleh kelompok jihad yang menamakan diri Islam Negara (ISIS). Empat tahun yang lalu, kaum militan ISIS menyerbu banyak wilayah Suriah dan tetangganya Irak, memproklamirkan pembentukan 'kekhalifahan', dengan khalifah Abu Bakar al Baghdadi, dan memaksakan pemerintahan brutal mereka pada hampir delapan juta orang.
Awal Kehancuran ISIS, Wilayah Kekuasaannya hanya 1%

Sekarang, mereka hanya menguasai sekitar 1% dari wilayah yang pernah mereka kuasai. Betapa pun, militer AS memperingatkan bahwa kendati para jihadis berada "dalam pergolakan penghabisan ambisi jahat mereka", tetap saja "mereka belum sepenuhnya dikalahkan".

Antara 1.500 hingga 2.000 militan diperkirakan masih bersembunyi di daerah di sekitar kota Hajin, di Lembah Sungai Eufrat Tengah, Suriah. Di kawasan itu, menurut AS, terjadi berbagai pertempuran paling sengit selama lebih dari satu tahun.
 
Kampanye militer untuk mendorong ISIS keluar dari Irak dan Suriah sudah menelan ribuan nyawa dan jutaan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Di Suriah, pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad memerangi kelompok jihadis dengan bantuan serangan udara Rusia dan milisi yang didukung Iran. Sementara sebuah koalisi multinasional pimpinan AS mendukung aliansi Demokrat Suriah (SDF) yang didominasi suku Kurdi dan beberapa faksi pemberontak.

Di Irak, pasukan keamanan didukung oleh koalisi pimpinan AS dan pasukan paramiliter yang didominasi oleh Mobilisasi Rakyat, sebuah kelompok milisi dukungan Iran. Koalisi pimpinan AS, yang mencakup pasukan Australia, Bahrain, Prancis, Yordania, Belanda, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab dan Inggris, mulai meluncurkan serangan udara terhadap posisi-posisi ISIS di Irak pada Agustus 2014. Koalisi serangan udara terhadap ISIS di Suriah dimulai sebulan kemudian.

Sejak saat itu pesawat-pesawat yang dikerahkan sebagai bagian dari Operation Inherent Resolve telah melakukan lebih dari 13.400 serangan udara di Irak dan lebih dari 16.100 di Suriah. Rusia bukan bagian dari koalisi, tetapi jet-jet tempur mereka mulai melancarkan serangan udara terhadap apa yang disebut 'teroris' di Suriah pada September 2015 untuk membantu pemerintahan Presiden Assad.

Kementerian pertahanan Rusia melaporkan pada Agustus 2018, bahwa pasukannya telah melancarkan 39.00 serangan udara di Suriah sejak 2015 lalu dan menghancurkan 121.000 sasaran teroris serta menewaskan lebih dari 5.200 anggota ISIS.
  Awal Kehancuran ISIS, Wilayah Kekuasaannya hanya 1%

Kemajuan awal dalam kampanye koalisi pimpinan AS terhadap ISIS antara lain direbutnya kembali kota Ramadi, ibukota provinsi Anbar di Irak, oleh pasukan pro-pemerintah Irak pada Desember 2015. Direbutnya kembali Mosul, kota terbesar kedua Irak pada bulan Juli 2017 dilihat sebagai terobosan besar bagi koalisi, tetapi pertempuran 10 bulan untuk merebut kota itu menyebabkan ribuan warga sipil tewas dan lebih dari 800.000 lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka di kota itu.

Pada bulan Oktober 2017, kota Raqqa, yang oleh ISIS disebut 'ibukota kekhalifahan,' jatuh ke tangan SDF dengan dukungan serangan udara koalisi, mengakhiri tiga tahun pemerintahan ISIS di kota itu. Setelah empat bulan pertempuran, ribuan tentara ISIS diizinkan meninggalkan kota itu di bawah kesepakatan dengan para pejabat Suriah, tetapi dengan pengetahuan Pasukan Demokratis Suriah, sebuah aliansi pejuang Kurdi dan Arab serta koalisi pimpinan AS.

Bulan berikutnya, tentara Suriah menguasai lagi kota Deir al-Zour, dan pasukan Irak merebut kembali kota al-Qaim yang terletak di perbatasan. Namun semua hal itu dibayar mahal dengan jumlah korban baik dari sipil maupun kedua belah pihak.
  
Hingga saat ini memang belum ada angka yang pasti untuk jumlah yang tepat dari korban perang menumpas ISIS. The Syrian Observatory for Human Rights, kelompok pemantau HAM yang berbasis di Inggris, mencatat bahwa sejak perang saudara di Suriah dimulai pada tahun 2011, setidaknya 364.792 orang tewas, termasuk 110.687 warga sipil.

Sementara PBB mencatat setidaknya 30.839 warga sipil tewas dalam aksi terorisme, kekerasan dan konflik bersenjata sejak 2014. Namun, Irak Body Count, sebuah organisasi yang dikelola oleh para akademisi dan aktivis perdamaian, mencatat bahwa jumlah korban sipil yakni 70.000 orang. 

Sumber
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
pertamax
Balasan post adirembang
Quote:


Di sini gak main pertama dsb
Di sini saling adu rasis
Modar
Quote:


Ya mau gimana lagi gan...udah jelas warga Indonesia bnyk yg dukung ISIS.
Ini contohnya di fb bebas upload lambang ISIS. Awal Kehancuran ISIS, Wilayah Kekuasaannya hanya 1%
sadis jg yah?
Suatu saat sjarah trcatat "militer AS mengalahkan ISIS".... Dan dijadikan buku pelajaran.... Parah...
Balasan post rooney007
Quote:


iraq, rusia, suriah, iran g dianggep emoticon-Ngakak
Post ini telah dihapus oleh gembaladomba13
bagus kalau benaran ISIS hancur

taliban,al qaeda saja sampai skrg masih eksis
Quote:


Ntar kalo diblokir facebook, geng petamburan bakal terikak dizolimi.

Padahal mereka mau boikot starbak emoticon-Leh Uga
Kok bisa hancur? Apa gak diberkati ya?
Semoga cepat punah ni anjing2 peradaban emoticon-Big Grin


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di