alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Soal Reuni Akbar 212, Pengelola Gereja Katedral Saja Welcome
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c01b8cdfcef8721128b4567/soal-reuni-akbar-212-pengelola-gereja-katedral-saja-welcome

Soal Reuni Akbar 212, Pengelola Gereja Katedral Saja Welcome

Soal Reuni Akbar 212, Pengelola Gereja Katedral Saja Welcome

RMOL. Tidak ada yang perlu ditakutkan dari kegiatan Reuni Akbar Mujahidin 212. Kegiatan yang akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Minggu (2/12) itu disebut-sebut akan dihadiri kurang lebih 1 juta peserta.

"Tidak perlu dipertentangkan, dan memang harusnya tidak perlu juga ada yang menyebut acara ini menakutkan," kata Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS, Hidayat Nur Wahid, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum'at (30/11).

Hal itu disampaikan Hidayat menanggapi beredarnya ajakan agar umat Kristiani tidak melaksanakan ibadah di Gereja Katedral. Hidayat justru mengimbau untuk tidak terpancing dengan isu yang bisa memecah belah NKRI.

"Saya harus tegaskan, pihak pengelola gereja Katedral saja mereka welcome, lalu polisi sudah mengeluarkan rekomendasi izinnya. Kenapa yang lain menakut-nakuti?" sebut Hidayat.

Lebih lanjut dia menekankan bahwa acara Reuni 212 memiliki pesan bahwa umat Islam menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan semangat NKRI.

"Tradisi positif 212 yaitu aksi yang sangat besar tapi aman tertib dan damai. Bahkan rumput tidak ada yang diganggu. Ini bukti bahwa Islam mengajarkan demokrasi, tidak anarki dan tidak membelah NKRI dan justru menguatkan NKRI," pungkasnya.

Sumur

Pengelola Gereja Katedral mungkin sebenarnya ketakutan juga, cuma gak berani ngomong. Yat, mengenai Islam mengajarkan demokrasi, kenapa kalian menginginkan penegakan Khilafah? Bukankah sistem Khilafah itu menolak demokrasi? Yat, lo kalau mo ngibul pakai mikir dulu lah, Yat.  
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
Karena katedral tuh toleransi. Gitu aja kagak paham
Santai gan, mereka udah gak relevan kok.
Indonesia itu lagi fokus meningkatkan SDM, anak mudanya aja kebanyakan mulai produktif pula angkatan bekerjanya, pada fokus karir kok.
Jadi, menurutku ga mungkin maulah orang2 indo setuju negara ini disuriahkan, kagak laku kok.
Ini cuman laku di kalangan ex HTI dan FPI aja dan kebetulan oleh PKS biar dalam rangka pemilu dapet suara.
Ga bakal berani mereka itu, police sama tni juga nasionalismnya kuat.
Mahasiswa cuman segelintir doang mikir khilafah, area bogor doang kok.
PTN2 lain pada enggak kok.
ya harus welkom... Elu kalau nggak welkom, ya tau aja sndiri... emoticon-Mad (S)
Saya harus tegaskan, pihak pengelola gereja Katedral saja mereka welcome.

Mau terang2 an bilang nolak? Bisa2 digebukin massa tuh pengelola!

Dayat kalo ngomong saingan sama bool

Balasan post floriantito
Quote:


Masalah nya mereka silent majority, jadi gak kedengeran, harus mulai keluar sebelum semua terlambat
Ini ibarat hercules/jhon key ngomong..
"Pemilik ruko aja welcome kok" emoticon-Big Grin
Alhamdulillah
Quote:


Ada perbedaan toleransi sama ga punya pilihan emoticon-Ngakak
silakan aja polisi aja kasih ijin
kenapa warga biasa seperti netizen ribut
Quote:



Yg doyan isu ini kan org2 yg pendidikanny pinter tpi otakny downgrade jdi goblok macem duo F, beserta capres cawapresny, professor doctor longor si pucky garing. Selain itu diatas ane anggep goblok dari sperma (termasuk nasbung)
anggep aja skalian piknik k monas.. ane siap ikut.. emoticon-Traveller
Pemikiran yg paling dasar apa si? Islam ko berat sebelah, ngga ada ajaran islam kek gitu
Quote:


Oh dua fahri itu politikus gan, sama seperti Pak Amien.
Mereka menarik atau mencari suara dengan mengambil cara agak kontroversial, ya kan ngambil suara basis suara yang tifak suka petahana.
Pak Amien apalagi, itu bener2 rela banget ngambil jalan sangat frontal termasuk anak2nya .
Politikus emang gitu kan, harus tebal muka karena ya itu politik itu kotor.

Kalau kaum milenial yang cerdas ama jenius mah ngapain ikut2 politik, mending karir. Biasanya lulusan atau orang pendidikan tinggi larinya ke luar negeri langsung, lalu stay jadi warga luar atau tetap warga indo namun sesekalk pulang nengoj ortu.

Di indo katanya gaji kecil dan punya birokrasi jelek, kerja di Indopun ya paling masuk perusahaan bonafide.
Kasih pelajaran PMP aja orang2 kek gini emoticon-Ngakak
gak usah bawa bawa umat lain dah
kemaren bilang kafir dll..giliran ada maunya dibagus bagusin buat kepentinganya sendiri
Gak mugkin lah menolak mah.... gila aja
Mau dibakar apa
hmmmmmmm....
ya sudah sewajarnya buat welcome
Takut ga disholatin mayatna nih pengelola gerejanya emoticon-Jangan ribut disini


Quote:


Quote:


Ngga cuma bogor, gan.
Dan targetnya ngga cuma mahasiswa, tapi juga anggota masyarakat lainnya yg dicekoki pelan2 lewat berbagai ceramah & pengajian. Emang tidak terlalu kelihatan, tapi pasukan sedang dibangun.

Ingat para pengantin bom ? Mereka adalah hasil didikan selama beberapa tahun, bukan dalam waktu singkat. Bertahun2 di doktrin bahwa pemerintah adalah dzolim dan kafir, polisi adalah thogut, bom bunuh diri adalah jihad, jihad balasannya surga, dll. Jadi pas disuruh jadi pengantin mereka mau bahkan rela bawa keluarga.

Elit politik yg mengajarkan kebencian juga sebenarnya turut berpartisipasi dalam menciptakan teroris.
Democrazy teriak khilapah emoticon-Malu

Soal Reuni Akbar 212, Pengelola Gereja Katedral Saja Welcome
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di