alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jaminan Pakan Bagi Pengusaha Peternakan
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0154dcc0d77027648b4567/jaminan-pakan-bagi-pengusaha-peternakan

Jaminan Pakan Bagi Pengusaha Peternakan

Spoiler for bumerang:



Dalam berbisnis, segala hal harus dihitung. Bukan hanya peluang keuntungan, tapi juga potensi kerugian, ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Ada sedikit potensi membahayakan, atau bila ada risiko kerugian yang cukup besar, pelaku bisnis bisa angkat koper sebelum benar-benar berinvestasi di Indonesia.

Prinsip ini sepertinya harus jadi semacam peringatan pada pemerintah yang sedang ingin gencar-gencarnya menggenjot investasi demi menggerakkan roda ekonomi.

Tapi ada satu kebijakan pemerintah yang dianggap bisa membuat para pelaku bisnis ragu. Yakni aksi pinjam jagung oleh Kementerian Pertanian (Kementan) pada pengusaha pakan dalam negeri.

Kepada wartawan beberapa waktu lalu, Direktur Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, kebijakan pemerintah untuk meminjam jagung kepada pihak swasta dapat menjadi bumerang terhadap iklim investasi di Indonesia. (Sumur). 

Kebijakan untuk meminjam jagung itu bisa membuat para pengusaha atau calon investor di bidang peternakan berpikir dua kali atau lebih. Karena tidak ada jaminan kepastian pasokan bahan pakan. Pasokan bahan pakan yang tidak lancar, bisa berakibat fatal. Ternak bisa mati karena kelaparan. Siapa pula yang akan menanggung kerugian itu.

Pertimbangan pengusaha atau calon investor peternakan juga akan makin berat, karena sejak tahun kemarin, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan tidak akan merekomendasikan untuk impor jagung. Argumennya adalah, produksi jagung nasional sudah mencukupi. Bahkan berlebih. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman juga mengklaim bahwa produksi jagung kita surplus hampir 13 juta ton pada tahun ini.

Klaim itu tentu kontradiktif dengan kebijakan Kementan akhir Oktober lalu, yakni merekomendasikan impor 100 ribu ton jagung. Klaim surplus itu sendiri juga tak kalah meragukannya. Karena beberapa bulan terakhir, para peternak berteriak lantaran harga jagung untuk bahan pakan melonjak. Harganya mencapai hampir Rp 6000 per kg, jauh di atas harga patokan pemerintah sebesar Rp 4000 per kg. 

Klaim surplus itu juga dianggap sebagai omong kosong. Karena pengusaha pakan juga tidak bisa menemukan jagung sebanyak itu di pasaran. Padahal, tidak mudah untuk menyimpan atau menyembunyikan belasan juta ton jagung. 

Kebijakan yang kontradiktif, tidak konsisten, data, serta tata kelola yang buruk dari Kementan ini bisa menjadi catatan merah bagi setiap pengusaha atau calon investor yang ingin menjajal peruntungan di Indonesia. Agar negara ini makin menarik di mata dunia usaha, sebaiknya Kementan berbenah diri, mau mendengar saran dan masukan, serta tidak merasa benar sendiri.

Spoiler for judi:

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 08
sabar.


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di