alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Undang Investasi, Jangan Dipalak Lagi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c013c13dcd770b6328b4567/undang-investasi-jangan-dipalak-lagi

Undang Investasi, Jangan Dipalak Lagi

Spoiler for bully:



Dalam kondisi perdagangan dunia yang sedang memanas akibat perang niaga Amerika Serikat dengan Cina, semua pihak harus tetap optimistis. Karena dalam setiap kesulitan, pasti ada peluang yang bisa dijalankan atau dimanfaatkan. 

Semangat dan harapan itu disampaikan Presiden Joko Widodo di hadapan chief executive officer perusahaan-perusahaan dalam negeri, beberapa waktu lalu. 

Ia tidak menakut-nakuti para pengusaha dengan ancaman dari perang dagang. Alih-alih, ancaman perang dagang itu ia ingin jadikan sebagai gudang peluang.

Presiden Jokowi mengungkapkan, salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan tersebut adalah tingginya minat pelaku usaha global untuk memindahkan pabrik-pabriknya ke negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Migrasi ini dilakukan agar terhindar dari hantaman tarif impor dari mitra perang dagang ini, baik Cina maupun Amerika Serikat. Selain itu, ada potensi untuk mengisi pasar yang tadinya diisi oleh negara yang kini terlibat dalam perang dagang. Misalnya, Amerika Serikat dulu mengekspor dari Cina, tapi karena perang dagang, Amerika Serikat mencari alternatif dari negara lain.

Untuk itu, Presiden berjanji bahwa pemerintah akan mendukung kesempatan-kesempatan dalam pemanfaatan peluang-peluang yang ada. Di tengah kisruh global dan regional saat ini, Presiden mendorong para pengusaha untuk tidak lengah dan fokus pada peluang yang ada di depan mata. 

Sayangnya pesan Presiden itu seperti tidak sampai ke pembantunya sendiri. Karena Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman baru saja mengeluarkan kebijakan yang terkesan tidak business friendly. 

Di saat terjadi kelangkaan jagung untuk pakan, Amran memerintahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk meminjam jagung dari pengusaha pakan.

Sumur

Pengusaha mungkin tidak akan menunjukkan perlawanannya. Karena buat mereka, cari masalah dengan pemerintah, sama saja dengan bunuh diri bisnis. Tapi siapa yang bisa mencegah bila kekhawatiran muncul di kalangan pengusaha pakan, pengusaha asing, dan investor lain. Lantaran sikap pemerintah yang semena-mena seperti itu.

Atas nama kebutuhan dalam negeri, seorang Menteri bisa seenaknya meminjam stok jagung dari pengusaha pakan. Padahal di balik itu, pengusaha bisa saja menderita rugi. Karena jagung yang mereka beli dari petani seharga Rp 6000 per kg, dihargai Rp 4000 per kg oleh Menteri Pertanian.

Nah, perilaku 'pemaksaan' ini juga menyisakan pertanyaan buat akuntasi perusahaan. Coba, mau dijadikan mata anggaran apa dalam akuntansi perusahaan? rugi karena CSR? atau jual rugi? Kan ajaib jadinya.

Lebih parah lagi, pengusaha bisa merasa dikerjai. Kalau sudah begitu, percuma saja Presiden yang sudah repot-repot mengundang investasi dan merevisi regulasi. Percuma ada deregulasi, insentif, dan gula-gula usaha lainnya, bila pada akhirnya, investor di dalam negeri bisa dikerjai menteri.

Spoiler for pusing pala:

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Setan emoticon-Big Grin rezim mafia

Kalo ga dikasih,pengusaha diteriakin nimbun stok,atau di cap mafia/kartel pangan emoticon-Big Grin

Parahnya lagi di sumpahin dan di cap ga nasionalis sama alay2 flashmob pendukung sidongo
menteri kan setor hasil malak rente ngepet ke bossnya


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di