alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Wish and Doom of Immortality [REBORN]
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0137d2dbd7701e1c8b4567/wish-and-doom-of-immortality-reborn

Wish and Doom of Immortality [REBORN]

Terimakasih Gan udah mampir di Thread sederhana ane. Ane disini mau share cerita gan.

Wish and Doom of Immortality [REBORN]

Quote:


 

Part 1 The End ?

The End ?
Hidup, masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tentang manusia, binatang, tumbuhan, dan sebagainya), Setidaknya hidup tersebut sudah didefiisikan di KBBI. Bagi gw sendiri hidup itu tidak ada artinya, sampai mereka semua datang memberi senyum khasnya dan pergi berlalu menikmati hari ini bersama. Iya hidup ini memiliki arti karena keberadaan sekitar kita, untuk apa kamu bernyanyi jika tidak ada yang mendengar ? untuk apa menggambar jika tidak ada yang menikmati ? Itu merupakan pandangan orang kebanyakan. Jujur saja untuk orang seperti gw yang tertutup, gw tetap membutuhkan pertolongan seseorang untuk keluar dari dunia ilusi yang gw buat sendiri, dan orang itu adalah keluarga.

Bodoh, sebuah kata yang sering gw dengar dan sering ditujukan ke gw sendiri. Hanya karena nilai ulangan matematikamu 50 maka kamu adalah orang bodoh, selamat datang di Indonesia. Melihat kebodohan dari sebuah angka, apakah itu bijak ? Hanya saja, kamu akan kesulitan mendapatkan kerja jika IPKmu 2 bahkan lebih kecil. Ironi dalam sebuah ironi. 

Quote:


Sudah malam, tubuh ini benar - benar tidak memiliki tenaga. Tapi cacian dan makian ini masih bisa gw layangkan kepada Tuan Di Atas sana. Apakah ini wajar ? membenci ketika semuanya di ambil, lupa ketika semuanya masih ada. Sungguh indah kehidupan ini. Tentu saja Kau yang membuatnya. Tidak, jangan remehkan orang bodoh ini, ketika sudah memiliki fokus, maka semuanya akan ditujukan untuk tujuan itu. Lihat saja ruangan ini. Ruangan 3x3 ini menjadi saksi betapa gilanya, kami para orang bodoh berusaha. Tumpukan kertas itu berbicara tidak kuat mengatasi keganasan kami, kasur ini sudah letih menghadapi semangat ini, dan para bidadari malam nampak tersenyum bahagia mengikuti gairah merah ini. Ini sebuah melodi, melodi kenangan yang abadi. Dengan sekali hempasan gw bangun, membawa secarik kertas, gw menuju ke luar kamar kost. 

Quote:

 

Untung gw masih memiliki ratio pemikiran yang belum gila. Sudah ada racun tikus, tujuan gw sudah terpenuhi, lalu selanjutnya adalah meninggalkan dunia ini. Itulah pemikiran gw hari sebelumnya. Namun hati ini berkata sebaliknya. Jika hidup ini bisa diambil dalam sekejap, apakah mungkin dapat mengembalikannya dalam sekejap ? Jika keluarga yang hilang kenapa kita tidak mencarinya ? Emosi, fikiran, dan hati bercambuk jadi satu, lalu apa ? Jujur saja gw bukan seorang pecundang, yang mengakhiri hidup dengan tidak elegan. Tiba - tiba saja mata ini terpejam, dan hasil keputusan malam itu.

"Bangkit dan Percaya"
Quote:



Sekilas lirik dari band SID ini memberikan makna yang sama dengan kondisi gw malam itu. Bagaimanapun juga gw harus tetap melangkah maju. Esoknya gw mulai berfikir dan menentukan langkah selanjutnya. Gw masih punya sisa sekitar 15 hari di kost. Setidaknya gw butuh pekerjaan. Dengan penuh semangat gw mencari - cari pekerjaan yang cocok dengan ijazah dan skill gw. Setelah gw lamar - gw tinggal menunggu. Setelah 1 minggu gw mendapat panggilan kerja. Tempatnya di Ubud. Bagi yang belum tau ubud bisa di cek di mbah google. Persiapan gw sudah matang, karna kemarin sudah gw siapkan. Prediksi pertanyaan interview juga gw sudah hafal. Tinggal eksekusinya saja. 

Gw berangkat ke ubud dari panjer denpasar jam stengah 8. Skitar jam 8 lebih 15 gw udah sampe. Gw merapikan pakaian gw di akamar mandi. Jadi tempat gw melamar ini merupakan cafe baru di ubud. Dari yang gw tau dari pelayannya. Biasa kalau liat cewe sexy dikit gw mah langsung gass. Namanya Dewi, dia merupakan pelayan di cafe ini. Dia mirip maya estianti, punya body yang prikitiew, dengan balutan tatto di paha, dan bahunya, menjadikan dia memiliki daya tarik tersendiri. Masih dalam lamunan gw dengan cewe cafe Dewi, seeorang cewe datang ke arah gw.

Quote:

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
pertamax gan emoticon-Cendol Gan
lanjuttt..jgn kentanggggg
mantaap..asal kn jgn menanam bibit kentang aja nih kayak triit kebanyakan..emoticon-Cendol Gan
blom update lg ya 🙄emoticon-Cendol Gan
Part 2 Fast Forward

Gw mengikuti cewe tersebut ke sebuah ruangan di sebelah kasir, Bertuliskan "Office", masuk dan melihat 3 orang seperti seorang hakim yang menghakimi narapidana. Dari paling kanan, berpakaian putih, raut wajah sombong, kepala agak di hadapakan keatas, seperti terbiasa memandang orang lain rendah. Di tengah seorang wanita manja, caranya duduk seperti seorang majikan yang punya sebuah kuasa penuh. Paling kiri seorang cewe dengan tatapan tajam, muka tebal dengan topeng khasnya. Cewe yang mengantar gw undur diri keluar setelah mempersilakan gw duduk. Dia tersenyum sambil menutup pintu seolah berkata "Nikmatilah". Sedikit berat menceritakan apa yang terjadi di ruangan tersebut.

Quote:


Seperti sebuah pintu harapan yang putus, gw pamitan dan berjalan keluar pintu. Dua malaikat sedang bercakap - cakap satunya dewi, dan satu lagi cewe yang menyalami gw waktu akan interview. gw berjalan keluar cafe, sambil melayangkan senyuman yang memaksa. Fikir gw, gw tidak diterima di cafe tersebut. Baiklah ini hanya permulaan sambil mengambil motor yamaha yupiter z,gw mencoba menghibur diri. Gw mampir ke sebuah warung sambil membeli makanan, dan juga minuman. Masih ada beberapa interview lagi yang harus gw jalani, beberapa hari kedepan. Sambil makan gw mengingat kembali arah jalan ke air terjun dekat daerah sini. Entah benar atau salah gw memberanikan diri ke air terjun Tegenungan.

Setelah mumet lalu menikmati hiburan seperti ini, welcome to Bali. Menyatu dengan alam mungkin menjadi hal yang paling menyenangkan dilakukan jika dalam banyak masalah. Bahkan kesendirian ini terasa sangat nikmat. Entah sudah berapa lamunan yang gw lewatkan. Mungkin ini sudah saatnya kembali, menyusun rencana untuk interview yang akan datang kembali.

Gw kembali ke kost, sorenya. Gw masuk dan kembali menghirup beberapa nafas berat. Dia datang, dengan wajah dan senyum yang tulus, mengetuk pintu. Gw menganggukkan kepala karena karismanya, entah kenapa dalam sebuah serpihan memory yang bahkan gw ngga pengen buka apalagi di ingat, tapi untuk satu orang ini gw bisa mengalahkan ego.
Quote:


Orang yang dibicarakan datang, dengan rambut khas ponytail, dia datang dengan membawa sebuah bungkusan. Cantik, itu kata pertama kalau kalian melihat Ayu. Dia merupakan orang yang pintar, selalu minimal masuk 5 besar di kelas yang bergengsi para orang kaya. Bisa di katakan dia merupakan cewe yang populer di masanya. Dia masih menyimpan misteri, mereka berkata dia anak yang istimewa. Entah apa Istimewa yang dimkasud. Pak de memang ingin menjodohkan kami, dengan alasan mempererat keluarga. Tapi dia tetap menyerahkan kepada kami keputusan akhirnya.

Siapa sih gw ? seorang yang berlayar tanpa memiliki sebuah tujuan, disandingkan dengan seorang putri ? ahahaha sungguh indah dewa cinta mempersiapkan ini semuanya. Apa ini sebuah FTV ? Jangan bercanda !!! Semua ini hanyalah sebuah ilusi, ingat bagaimana seseorang wanita baik menolak mu ?
Quote:

Pakde Keluar dengan telpun yang berbunyi. Dan dalam kamar itu tersisa kami. Kami saling tatap namun tidak saling berbicara, seakan kami mengetahui bahwa kami tidak untuk saling mengusik satu sama lain. Suara kipas, suara Pak de, dan juga kesunyian Ayu bagaikan irama dalam sebuah ritme yang nikmat dan juga menenangkan.
lanjooot..ditunggu next part nya broo..emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Ngakak
Part 3 Diterima
Cepat atau lambat gw harus menghentikan ritme ini...
Quote:


gw mengerti dengan apa yang di katakan Ayu, membutuhkan keyakinan yang kuat untuk itu. Biarlah seperti ini, jujur gw agak takut berdekatan dengan orang seperti ayu, ya alasannya karena gw itu banyak dosa, dan juga beberapa pemikiran kotor takut di baca. Tapi gw merasa sesuatu yang lain. Ayu juga bilang demikian, ada sesuatu yang dia tidak bisa katakan, namun ada disekitar gw. Entah apa "Sesuatu" itu, biarlah dia saja yang tau. Tak lama pak de kembali, Dia terlihat terburu - buru mengambil rokok, dan pulang. Pak de Bilang ada urusan yang mendadak. Tiba - tiba saja ingatan itu datang kembali, canda dan tawa itu. Inilah sebabnya gw nggak mau berurusan dengan segala yang berhubungan dengan keluarga. Kalau seperti ini terpaksa gw harus mencari udara segar dan beberapa pelampiasan sesaat.

Gw pergi dari kost menuju ke sebuah warnet XXX, masih saja memory indah terngiang ketika mengingat tempat seperti ini. Disini semuanya seperti sodara, dan beberapa orang didalamnya merupakan pelari yang handal. Pemiliknya bang Jo, merupakan eks narkotika, ketika hidupnya semua hancur bahkan keluarganya sekalipun, dia melihat ke arah lain sebagai pelarian. Dia dulunya pecandu berat, sampai akhirnya dia sadar bahwa dia tidak memiliki apa - apa lagi, dia mengekspresikannya dalam sebuah game online. Berawal dari memaki - maki di depan komputer, sampai akhirnya dia menikmati semua jerih payah dalam permainan ini. Gw beruntung kenal dengan bang Jo, dia merupakan orang yang baik, selalu mengerti dengan keadaan di sekitar kami.

Quote:


Rani merupakan seorang mahasiswi di salah satu Perguruan tinggi di sekitar sini. Jurusannya bahasa Inggris, dan gitulah, banyak orang memiliki masalahnya masing - masing. Gw kenal dia dari temen SMA yang satu kampus dengan dia. Awalnya gw biasa aja, gw tersetuh waktu dia nangis cerita kalau harus pinjam uang untuk melunasi beberapa keperluan kampus. Ibunya seorang pegawai kantin dan bapaknya dulunya pegawai Resto, namun semenjak adanya Bom Bali I, terpaksa harus kehilangan pekerjaannya dan sekarang mejadi seorang satpam di 3 sekolah. Alasan gw meminjamkan uang adalah karena dia seperti gw, ingin membuktikan pada dunia bahwa kami bukanlah orang lemah. Bermodalkan surat lulus dia berani mengambil resiko kuliah sambil kerja, namun tidak semulus yang dia pikirkan, semua uang yang dia kumpulkan harus habis untuk mengobati ayahnya yang kecelakaan motor malam hari lalu. Untuk uang kelulusan dan juga beberapa uang yang lainnya dia meminjam ke Gw. Sejak itu gw dan Rani menjadi dekat, dia sering main ke kost dan ke warnet ini untuk mencari gw. Sekedar buat ngeprint dan juga minta tolong ketik soal. Sebagai teman biasanya, dia juga menghibur gw.

Gw membuka Id Gw, Gw menikmati malam itu dengan kesendirian di dunia nyata. Tapi ketika di dalam Game, semuanya berubah. Gw merupakan Clan Master yang di hormati, kami menikmati permainan ini. Sudah jam 3 pagi, saatnya balik, untuk tidur. Sampainya di kost, beberapa memory itu masih terngiang - ngiang.

Selamatkan Aku
Quote:


Lagu dari ENDANK SOEKAMTI mengerti akan kesepian dan teriakan pertolongan gw malam itu. Satu sisi gw emang butuh pertolongan, namun disisi lain gw berusaha menghadapi semuanya sendirian, seperti apa yang sudah gw lakukan sebelumnya. Apakah salah orang seperti gw yang penyendiri ini berusaha meghadapi dunia ? Itu sebabnya gw gx menerima sepeserpun dari pak de, ataupun yang lainnya.

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Wikipedia mendefinisikannya dengan jelas. Sampai sekarang gw masih belum mengerti apa itu cinta ? Apakah hubungan gw dan Rani adalah sebuah cinta ? kami bertemu, bercanda, dan juga melakukan hal dewasa beberapa kali, gw selalu ikut menyelesaikan semua masalahnya, selalu ingat dia dengan semua tingkah konyolnya. Apakah gw perlu mempertegas hubungan gw dengan dia ? yang gw takutkan adalah ketika gw mencoba untuk keluar dari lingkaran ini, tidak ada lagi yang tersisa. Setidaknya hubungan gw dan dia adalah hubungan seperti Simbiosis Mutualisma, semuanya diuntungkan. Apakah perjodohan yang dilakukan pak de dapat menjadi cinta ? semua misteri yang Ayu berikan, dan juga kepeduliannya, apa itu harus gw perjuangkan ? Apa ketertarikan gw dengan Dewi, itu yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Hanya satu hal yang gw pahami, cinta adalah perasaan ego untuk dimengerti.

Setelah seminggu gw menunggu dan interview dari beberapa tempat, gw akhirnya mendapatkan panggilan.
Quote:


Jadi sudah diputuskan, gw akan bekerja di ubud untuk beberapa bulan ataupun tahun kedepan. Gw berencana mencari tempat kost sekitar sukawati, agar dekat ke Denpasar, dan juga agar dekat ke Ubud. Uang gw masih cukup untuk sewa kost dan makan 1 bulan kedepan. Gw melangkahkan kaki menuju beberapa tempat di sukawati, untungnya harga kost disini murah, dan juga beberapa makanan yang dijual lebih murah di bandingkan hidup gw di panjer. Gw nego sedikit dengan tuan rumah untuk harga yang miring. Ketika semua deal selesai gw balik ke panjer untuk mengkemas barang. Lagi asik kemas barnag, tiba - tiba Ayu datang dengan keceriaannya.

Quote:


Setelah semuanya selesai, pak de datang dengan mobil pickup. Setelah semuanya masuk, kita menuju ke kost yang baru. Gw mengabari beberapa teman kost, dan juga teman yang lain termasuk Bang Jo. Semuanya terasa begitu cepat. Mulai dari Sd, SMP, SMA, Kuliah, dan juga sekarang Bekerja, rasanya gw nggak punya waktu untuk istirahat. Besok permulaan untuk tempat baru, gw gx ingin merusak hari pertama, oleh sebab itu, Tidurlah!!!

I wish yah,
penat interview ke Tegenungan,
penat dari panjer ke Sanur.
meeting di Uluwatu.
emoticon-Malu
dari panjer ke ubud jauh juga gan.
Part 4 First Day

Entah jam berapa gw tertidur, dan sekarang jam 8 pagi gw bangun. Gw segera mengambil minum dan juga mencuci muka. Setelah mengumpulkan jiwa, gw membuka jendela, dan pintu kamar kost. Apa Kau bercanda ? Seorang remaja cewe lewat depan kamar kost gw, meski sudah di halangi tembok, namun tinggi tembok yang begitu pendek, dan juga tinggi lantai kamar kost gw membuat gw melihat dengan jelas, setiap lekuan tubuh remaja ini. Dia berjalan hanya dengan handuk yang menutupi usus, dan juga sedikit pahanya. Berjalan dengan cepat, sementara gw masih tertegun dengan pemandangan indah itu "Nice view" emoticon-thumbsup . Entah kenapa gw menjadi semangat kala itu, gw berangkat lebih awal jam 9, sampai disana jam 9.20.

Gw memarkir motor, lalu menuju ke dalam. Masih pagi, jadi belum ada orang yang datang. Pintu juga masih terkunci, gw mencari satpam, juga tidak ada. Sekitar 10 menit menunggu seperti orang bego, seseorang datang menuju ke arah cafe. Dia menggunakan masker, dan helm putih. Dialah si cewe cantik yang mengantar gw ke ruangan office, dan meninggalkan gw dengan para eksekutor ganas.
Quote:

Kita berdua masuk ke dalam. Vani cewe yang putih cantik, seperti keturunan cina pada umumnya, dari tingkah lakunya sepertinya dia seumuran dengan gw. Dengan body yang langsing, wajah agak tembem, mirip seperti anak kecil yang udah gede. Gw berjalan dibelakang vani menuju ruangan office. Penataan ruangannya berbeda dengan waktu gw interviiew. Jadi disini sekarang ada 4 meja. Vani memberikan gw pisisi meja di depannya. "Asik nih setiap kerja liat Vani terus" itu kata hati gw. Gw menaruh tas di sebelah tempat duduk, sambil ngeluarin laptop. Vani berdiri lalu menuju ke arah gw.

Quote:


Gw membaca tentang kontrak kerja, semuanya merancu ke bagaimana kesepakatan setelah bekerja disini. Gw juga menekankan tentang pengunduran diri dan juga tentang penghentian sepihak. Intinya ini sesuai dengan apa yg gw harapkan. Nggak lama, cewe muka tebal datang jam 10 tepat.

Quote:


Setelah gw tanda tangan, dan membereskan beberapa berkas. Muka tebal keluar, pamit undur diri. Ternyata dia nggak stay di cafe. Gw memandangi keindahan di depan mata gw. Vani ini orangnya agak ceroboh, suka hilang kepercayaan dirinya, dan juga agak manja. Dari kecantikan dan sifatnya, sebenarnya dia ini tipe gw banget. Gw suka polos - polos tapi mau ahahahaha, apaan sih ni otak, kerja woy - kerja. Setelah lama mengamati Vani dan dia juga ngerasa.
Quote:


Gw bahagia banget, apalagi yang diapakai blouse putih yang agak memperlihatkan tumpukan bukitnya. Sesekali gw mencuri melihat - lihat ke dalam. "Merah agak gelap !!!" itu warna penutupnya. Hhhmmm sudah kuduga dia cewe pemalu tapi mau. Hari pertama sungguh nikmat, itu fikir gw, sampai pada jam 2 siang, sang Cewe Manja datang. Dia memberikan gambaran mengenai pekerjaan gw. Yang pertama gw membuat jaringan internet untuk pelanggan dan juga untuk kantor ini. Jadi gw ajukan 2 mbps dedicated. Lalu selanjutnya beberapa peralatan seperti AP, dan juga kabel - kabel yang dibutuhkan. Karena kebanyakan membawa laptop, jadi gw menyarankan hotspot saja untuk office di tambah satu lan untuk 1 pcyang terkoneksi printer. Lalu untuk kasus berikutnya yaitu sound, gw memakai 4 speaker passive untuk di bagian cafe, dan juga mengajukan satu mixer yamaha yang kecil saja, untuk input lagu. Selain itu gw juga menyarankan Lcd proyector, dan mic agar nanti jika ada ingin menggunakan event untuk rapat kita sudah siap. Total belanjaan yang gw estimasi sekitar 20 jutaan. Gw masih ragu waktu itu, tapi kisarannya sekitar segitu. Berat di sound.

Quote:


Gw berlalu, dan menyapa beberapa teman di depan yang lagi kerja menerima tamu. Basa - basi sedikit, gw pergi ke warung depan, lucunya satu-satunya warung di antara cafe dan juga restoran. Gw ambil nasi bungkus, krupuk, dan juga jos susu. Sambil liat, para warga, dan juga turis lewat, gw menikmati makanan ini. Ramai juga, baru tumben pernah main ke sini. Ternyata begini ramainya, apalagi kalau malam. Gw menyampaikan aspirasi gw kepada cewe manja. Dia hanya mengangguk saja, ntah mengerti atau tidak. Dia hanya berkata besok mungkin sudah ada uangnya. Gw melanjutkan memantau sedikit, akhirnya dia lewat. Benar - benar indah, tatto dengan tubuhnya benar - benar menyatu, mungkin ini yang dinamakan seni di dalam tubuh.
Quote:


Dia lalu berlalu, cukup tau, dia memiliki rahasia di balik semua tattonya yang indah. Cepat atau lambat gw pasti mengetahuinya, entah kenapa gw yakini itu. Gw kembali menghitung, dan meletakkan dimana posisi yang pas untuk menaruh AP. Gw kembali ke office, lalu membantu Vani. Dia memang memiliki daya tarik yang kuat. Gw kembali ke kost pukul 6 sore. Mandi, dan sembahyang, itulah rutinitas hari pertama bekerja. Gw gabung dengan pemuda di depan kost. Mereka welcome dengan gw. Ternyata wanita pagi itu anak bapak kost Dayu, sudah kelas 3 SMA. Kami di Bali memang memiliki yang dinamakan Kasta. Bukan berdasarkan kaya ataupun miskin, tapi berdasarkan keturunan. Dayu memiliki kasta yang lebih tinggi di banndingkan gw, yang hanyalah orang biasa. Biasanya mereka gx akan mau untuk menikah dengan orang lebih kecil kastanya dari mereka, jadi setidaknya Dayu akan disandingkan dengan Ida bagus. Entahlah, kenapa sistem ini ada sampai saat ini. Jika kalian berfikir Kebudayaan yang mengikat kami, kalian salah. Ada sesuatu yang lebih Tinggi dari itu. Entah itu hanya sebuah kebetulan, atau memang benar, tapi gw akan bersyukur jika itu sebuah kebetulan.



Part 5 Reset

Gw masih penasaran, kenapa beberapa ingatan yang benar ingin kita hapus malah terus terbayang bahkan susah untuk dilupakan. Jika saja, manusia punya tombol reset, mungkin akan lebih mudah dalam menjalani hari - hari tanpa takut adanya sebuah kenangan masa lalu yang menghantui. Iya itu lah mengapa judul kali ini adalah reset. Setidaknya gw ingin agar beberapa ingatan ingin gw lupain begitu saja, terutama perasaan. Sudah seminggu gw bekerja disini, entah kenapa rasanya berat. Beberapa kali gw teringat Rani yang biasanya datang dan menghiasi kost gw yang dulu. Dengan sifat manjanya, dia bisa membius gw yang tak peduli ini menjadi sebuah pelayan setia. Setidaknya kalau ada dia gw nggak merasa sendirian, tapi itulah hidup, terkadang beberapa orang hanya datang membawa luka, lalu pergi begitu saja. "Kadang Hidup Selucu itu".

Iya, gw nggak bisa memungkiri gw mempunyai rasa terhadap Rani. Gw merasa begitu kehilangan waktu pertama bekerja. Gw fikir dengan beberapa kesibukan ketika bekerja dapat melupakan semuanya. Nyatanya gw merasa kesepian, meski ada Ayu, namun karena hati ini masih tidak ingin terbuka, hanya Rani yang bisa mencairkan suasananya. Gw menajali seminggu bekerja dengan perasaan hampa. Gw mengerjakan proyek Internet cafe, karena hanya itu saja yang di ACC oleh anak manja. Hari ini gw mendapat libur. Masih pagi, itu yang gw katakan ketika jam sudah menunjukan pukul 10. Tidak ada rencana hari ini, tidak ada penghakiman hari ini, tenang seperti ada seusatu yang salah. Hp gw berbunyi membuat mata ini kembali terbuka.

Quote:


Seketika gw menjadi bersemangat menerima pesan dari Rani. Gw lalu memutar lagu cinta, dengan irama yang indah. Mandi bernyanyi, berpakaian bernyanyi, diatas motor juga gw bernyanyi bahagia. Betapa indah dunia ketika jatuh cinta. Sekitar setengah jam, gw sampe di tempat Es Teler yang dimaksud Rani. Tepat siang hari memang enak makan Es. Setelah mengabari Rani lewat Sms, dia datang dengan gaya casualnya. Kaos, celana pendek, dan gaya nyeleneh. Benar - benar cewe yang menariik. Dia duduk sambil senyum - senyum.

Quote:


Happy ending ya kisah gw, semuanya adalah kebenaran. Kebenaran dalam hati, sayangnya tidak pernah terwujud. Dengan begitu gw dan Rani hidup bahagia selamanya. Sama seperti cerita Ftv yang sudah tahu endingnya. Begitu juga kisah gw.... Tadinya di Mimpi.... Kenyataanya hubungan gw dan Rani berstatus "Complicated". Semacam kita saling mencintai tapi tidak mungkin bersatu. Rani sudah memiliki pasangan, dia dan keluarganya sudah dekat dengan pasangannya. Ketika mereka sudah dekat, barulah muncul gw. Di tengah kesibukan pacarnya, dan juga kerapuhan hubungan mereka. Gw hadir memberikan harapan pada Rani. Rani tidak ingin menghianati pasangannya, keluarganya, dan juga dia sebagai cewe. Gw hargai itu, kesetiaan memang mahal. Sisi lain dia juga tidak memungkiri perasaannya dengan gw yang di jelaskan oleh dia beribu kali.

Dia masih tertidur pulas di sebelah gw. Gw memeluk dia erat, lalu mencium keningnya. Gw bangun mencuci muka, mengambil sekaleng bir, gw memandangi setiap lekuk tubuh Rani. Rani merupakan cewe yang langsing dan tinggi. Dia begitu sangat mempesona dengan kulit putih dan wajahnya yang cantik. Setelah menenggak habis satu kaleng bir, gw membersihkan sisa semalam. Gw gak ingin dia bangun, sedikit demi sedikit sampah yang ada gw kumpulkan. Setelah semuanya bersih, akhirnya dia terbangn dari mimpi indahnya. Dia bangun dengan telanjang, hanya selimut yang menutupi bagian bawahnya. ingin rasanya gw cumbui dia lagi - dan lagi, namun cumbuan dengan nafsu tidak pernah terasa nikmat.

Dengan telanjang dia menuju kamar mandi, membersihkan diri, sedangkan gw membersihkan kasur, dan juga membuka pintu, agar hawa segar masuk ke ruangan penuh dosa ini.
Quote:

Gw membeli sate ayam, dan juga es minuman. Balik langsung Ke kost dia masih dengan peraatan kecantikannya. Gw nawari dia makan.
Quote:

Karena kemarinnya gw bertempur dengan keras, sisa hari itu, gw habiskan dengan mengobrol ringan sambil sentil - sentil sedikit gunungnya. Begitulah hari pertama bekerja, dan di akhir mingg ditutup dengan libur, seorang wanita, dan bir.

Besoknya gw kembali, bangun dan bekerja seperti biasanya. Minggu pertama gw menyelesaikan jaringan internetnya, entah apa pekerjaan gw selanjutnya. Gw menuju ke cafe, jam stengah 1, biasanya gw ksana jam setengah 3. Hari ini gw dimintai Vani untuk ikut training mengenai sistem akuntan dan beberapa sistem purchasing. Gw dimintai tolong sebagai backup jika Vani lupa, ataupun tidak mengerti. Gw ngeliat Vani dengan seseorang di dalam cafe. Gw masuk lalu menyapa mereka berdua. Vani ngenalin gw dengan Pak Angga, dia merupakan training program Penjualan. Ilmu gw kebanyakan di lapangan, tapi kalau belajar masalah begini gw berani di adu. Kami bertiga memasuki ruangan office. Gw dan Vani mendengarkan ocehan dari Pak Angga. Hanya satu hal dalam benak gw saat itu. Gila !!! sistem inputannya ada 2 dikarenakan report kita ke pusat memakai program yang berbeda dengan program penjualan. Sedangkan menurut gw program penjualan ini sebenarnya sudah mumpuni, namun karena tidak bisa di Scyn jadi kerjaannya dikerjakan 2 kali.

Gw pulang sekitar jam 9 malam, Gw ijin ke Anak Manja, langsung Cus, pergi ke kost. Gw mampir sebentar membeli roti bakar, dan juga es campur. Sampai di kost, gw belajar lagi yang di berikan oleh Pak Angga tadi. Sedikit gw sudah mengerti sistem penjualan disini. Besoknya gw mencari udara segar dengan olahraga ke Gor di daerah Gianyar. Gw hanya sekedar main, kerumah teman SMA yang kebetulan didekat sana. Dia bekerja di penerbangan, sebagai seorang petugas bandara. Sekitar jam 9, gw di telp oleh Ayu
Quote:


Ayu emang suka makan baso, ennth kenapa kalau Rani tidak bisa ke kost karena mengajar, Ayu lah yang datang. Gw curiga apa mereka kenalan trus kompakan, yang jelas porsi Rani datang lebih besar dari pada Ayu. Gw pamitan dengan teman gw, lalu menuju ke Bakso Solo. Gw beli baks kesukaannya Ayu dan juga Jus Alpokat untuk gw. Dateng di kost, Ayu duduk di depan pintu, gw bukain pintu, langsung kita masuk bareng.

Quote:


Seketika kami pandangan kek sinetron, ahahaha, "inget sodara woy !!!" "Gpp, kan udah diijinin ama bapaknya, udah sikat aja" itulah 2 pikiran gw yang beradu dan akhirnya di menangkan oleh sudut biru. entah kenapa gw sayang dengan Ayu tapi mungkin sebatas Adik yang ingin gw lindungi. Gw bantuin Ayu dengan laporannya, sesekali kita bercanda agar suasananya cair. Hari besoknya gw hanya bengong, dengan sesekali sistem penjualan mengalami error di transfer ke online yang sudah biasa gw handel, berkat Pak Angga juga yang Fast Response. Hari minggunya gw main ke rumah sohib gw. gw sama dia ke Lapangan yang sekarang sudah di rehab menjadi megah nan Indah. Lagi sekedar nongkrong. dari sekian banyak yang lewat pandangan gw tertuju ke Dayu. Iya Dayu dengan penampilan casual tiba - tiba aja masuk ke pinggir . Entah kenapa gw punya firasat gx enak. Gw ijin ke temen buat liat - liat. Disana ada Dayu dan juga 3 Pemuda, yang nampaknya mereka akrab.
Part 6 Faceb**k

Masih mengamati mereka ber4, tiba - tiba temen gw datang. Agak kaget sedikit, gw tetap memperhatikan Dayu dan 3 pemuda itu. Tiba - tiba aja salah satu pemuda menarik tangan dayu, 2 lainnya merangkul dayu dari belakang, seperti memaksa Dayu untuk mengikuti mereka. Bangs*t!!! gw berlari ke arah mereka, melihat kayu di sekitar sana, langsung gw ambil. Gw pukul dengan kayu pemuda yang menarik tangannya Dayu. Temen gw mengikuti gw langsung menendang 2 orang lagi. Ternyata dayu sudah teriak, dan wargapun datang. Ketiga pemuda tersebut berlari, salah satunya yang kepalanya bocor ditinggal di sana. 2 berhasil kabur, dan satu lagi di hajar oleh warga. Dayu menangis dan agak ketakutan.
Quote:


Warga langsung membawa cowo tersebut, entah kemana di bawa. Ada 6 orang warga selain gw yang mengawasi Dayu. Gw pergi dari sana, sambil gandeng Ayu. Dia Bener - bener takut. Gw arahin ke warung yang ada tempat duduknya, dia gw beliin air.
Quote:


Setelah dia agak tenang, dia gw antar pulang ke rumah. Disana gw ketemu Bapak Kost. Gw ceritain semuanya, tentu aja bapak kost marah - marah. Dayu masuk ke kamar setelah itu, gw masih ngobrol sama bapak Kost. Gw nggak ngerti dengan sepak terjang Dayu. Sekilas waktu itu gw ngliat dia akrab, namun kenapa bisa kejadian seperti ini. Motor gw di antar oleh Bagus ke kost, dia sama temennya, mereka ada keperluan di dekat sini.
Quote:


Bagus balik dengan temennya. Sementara itu Bapak kost nelp seseorang. Bapak kost lalu berterimakasih kepada gw, karena sudah mengantar Dayu. Setelah itu gw balik molor. Malemnya 3 pemuda itu datang dengan orang tuanya masing - masing. Meski mereka minta maaf, Bapak Kost tetap mencaci maki mereka dulu. Semua kata serapah dikeluarkan oleh bapak Kost, sedangkan gw, nggak akan melewatkan kesempatan ini untuk ikut dan menyaksikan sambil menikmati Fan*a merah kesukaan gw. Mungkin sudah ber Bab - bab sabda dari bapak kost. Sangat lucu kejadian ini, rasanya Fb sudah membuming tahun lalu, tapi ini kok kasusnya terjadi sekarang. Gw heran tololnya Dayu begitu natural. Sampe sekarang keknya kasus seperti ini terus terjadi. Berita kemarin juga kasusnya hampir mirip, kenalan di FB langsung di ajak jos. Tapi gw nggak nyalahin sih, karena terkadang orang - orang di dunia Maya lebih peduli dari pada di dunia nyata.

Besoknya gw kembali bekerja seperti biasa. Hari ini agak sibuk karena ada pemasangan sound yang mendadak. Gila bener ya kerjaan, sukanya mendadak - mendadak. Ada 2 orang teknisi yang memasang sound. Konsepnya tetap sama seperti gw, namun ada seidikit perbedaan dalam merek yang digunakan. Mungkin untuk menghemat biaya. Lagi sibuk masang - masang, Hp N73 gw berbunyi.
Quote:


Dengan semangat yang diberikan dayu, gw memompa adrenalin dalam pekerjaan ini. Gw balik jam 10 malam, setelah semua belum beres ahahaha. Di kost gw di sambut hangat bapak kost di teras rumahnya. Minum dengan beberapa botol arak, kita berdua bertarung kepercayaan. Sloky demi soloky dituang. Sebuah ritme lambat nan nikmat. Inilah hidup gw, kotor penuh dosa. Larut malam, gw berjalan ke kamar kost. Bapak kost kayaknya tidur di tempat pertempuran.

Malam yang indah waktu itu. Gw tidur dengan lelap. Besoknya gw bangun jam 8, Dayu membangunkan gw dengan mengetuk pintu kamar.
Quote:

Dayu berlalu dengan pantat ketatnya. Setidaknya gw masih mabuk pagi hari itu. Tapi gw ngliat sesuatu yang aneh dengan diri dayu. Entahlah seperti sebuah hawa jahat yang terus mengikutinya. Sudahlah mungkin perasaan gw. Tiba - tiba si cantik Rani datang, dengan gaya casualnya dia main masuk aja. Dengan muka cemberutnya dia mengoceh sendirinya. Sedangkan gw yang masih agak berat menyumpal mulutnya dengan sebuah ciuman. Dia agak kaget, tapi denga irama dari sisa semalam gw mencumbunya pagi - pagi. Setelah itu gw tertidur, jam 1 siang gw bangun. Dia sudah mengenakan pakaian rapi.

Quote:


Gw mandi, dan bersiap untuk pergi kerja. Ya begitulah hubungan gw dengan Rani. Gw kembali melanjutkan pekerjaan gw, memasang sound. Memang agak sulit karena masih awam, tapi gw lumayan bisa. Gw memfokuskan diri setelah naik, masang kabel. Sampai akhirnya Dewi mendekat dan berbicara dengan gw.
Quote:

Dia berlau begitu saja, lihat saja Dewi, gw pasti bisa masuk dan hadir dalam hidup lu. Gw balik malamnya, di kost ternyata ada beberapa orang kumpul. Gw gabung dan ikut minum bersama mereka. Inilah para penghuni neraka dengan air suci nya masing - masing. Setelah bercakap - cakap gw balik dengan keadaan sempoyongan lagi. Besoknya gw mendengar kabar tidak enak. Bapak kost ternyata di pukuli orang, gw mendapat inffo dari tetangga sebelah kost. Setelah itu sekilas gw melihat sesuatu di sana, seperti orang yang gw pernah liat sedang menunggu gw untuk berduel. Sepertinya akan ada hal menarik yang akan terjadi, gw masih melihat ternyata dia menunggu di pohon beringin di sekitar sukawati. Gw kesana ? enggak lah gw takut kali kesana sendirian ahahahaha. Bukan seperti itu tapi ini adalah sebuah penghinaan. Gw masih belum mengerti kenapa dia menunggu gw, dan dimana posisi tepatnya dia berada. Yang jelas dia bukan orang yang biiasa saja, dia memiliki sebuah kekuatan lain.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di