alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / B-Log Personal /
#opinisotoy: SOLIDARITAS ITU APA
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0125bf5a5163a01b8b4568/opinisotoy-solidaritas-itu-apa

#opinisotoy: SOLIDARITAS ITU APA

"Dasar apatis! Mana solidaritasnya?!"
Begitulah kira-kira kalimat yang sering diteriakkan kakak tingkat kepada adik tingkatnya yg enggan "muncul ke permukaan". Jadi apatis memang buruk, solidaritas memang penting, tapi terkadang orang-orang yg menggaungkannya tidak begitu paham tentang apa yg sedang mereka bicarakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, solidaritas adalah sifat (perasaan) solider; sifat satu rasa (senasib dan sebagainya); perasaan setia kawan. Sedangkan apatis berarti acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh. Dari pengertian di atas, kedua kata tersebut ada kemungkinan untuk bisa dihubungkan menjadi lawan kata. Tapi tidak secara mentah-mentah. Harus ada situasi dan kondisi yg mendukungnya.

Orang yang apatis pasti memiliki alasan mengapa mereka bersikap demikian. Atau bisa jadi mereka bukannya tidak peduli, hanya memilih untuk tidak vokal. Kita semua tau, ada ekstrovert, ada juga introvert. Tidak semua orang dengan nyaman melenggang kesana kemari mengobrol sana sini. Ada tipe yang pemalu atau merasa perlu berbicara hanya di saat-saat tertentu saja. Nah, jadi, menurut saya tidak adil jika kalian menuding seseorang apatis tanpa tahu latar di belakangnya.

Kemudian kita lompat ke topik solidaritas. Seseorang menjadi "solid" terhadap lingkungan sosialnya, juga pasti ada alasannya. Entah itu merasa nyaman, aman, sejalan, sevisi, semisi, sepenanggungan dan lain sebagainya. Jika seseorang lahir atau masuk ke dalam suatu lingkungan, tidak serta merta ia akan langsung menjadi kesatuan dengan mahluk sosial lain yang ada di tempat tersebut. Selalu ada proses. Dan suatu proses itu hasilnya beragam. Bisa jadi ia merasa tidak nyaman, aman, sejalan, sevisi, semisi atau sepenanggungan sehingga akhirnya tersingkir dari lingkaran. Hal tersebut lazim terjadi. Yg menjadi tidak wajar adalah ketika orang-orang di dalam lingkaran mempermasalahkan orang yang "tidak bisa" bergabung ke dalam lingkaran mereka.

Contoh kasusnya begini. Saya berkuliah di suatu universitas. Saya sendiri orangnya ambivert. Dan saya terbuka untuk menjadi teman bagi siapa saja "yang mau" berteman dengan saya. Singkat cerita, saya akhirnya menemukan zona nyaman di kampus. Beberapa orang baik yang alhamdullilah bisa menerima mahluk aneh bernama Della. Jika ada zona nyaman, pasti ada zona tidak nyaman. And that's totally okay. Tidak ada kewajiban untuk menjadi nyaman di setiap tempat. Menjadi fleksibel memang merupakan nilai plus. And am trying to being that, too. Tapi kadang sulit untuk menembus dinding standard pertemanan suatu lingkaran. Dulunya saya bawa perasaan dalam menghadapi hal yg demikian. Pikiran pikiran seperti "kok mereka tidak menyapa saya?" "saya juga ingin bersendagurau bersama mereka." "apa yg sebenarnya salah dengan diri saya?" Tapi kemudian saya berada di titik kesadaran, bahwa tidak perlu untuk disukai semua orang. Dan akhirnya saya memilih untuk hidup damai dengan orang-orang yg sudah dikirim Tuhan untuk berada di sisi saya. (Wadrigidaw)

"Jadi masalahnya itu dimana dell?" Masalahnya timbul ketika saya sudah memutuskan untuk berdamai dengan lingkungan yg "pilih kasih", tiba-tiba saja ada tuduhan bahwa saya pilih-pilih teman. Mungkin memang tidak secara terang-terangan oknum oknum ini memberikan tuduhan. Tapi dilihat dari sikap, perlakuan, dan suatu forum (yg tidak akan pernah saya lupakan sampai kapanpun), saya menjadi semakin tidak nyaman berada di antara oknum oknum tersebut.

Kasus saya tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan kasus korban lainnya. Korban? Ya, dengan pelaku yang sama. Sayang sekali saya tidak memiliki izin untuk menceritakan kisah yg akan membuat kalian berkata "yang kamu lakukan itu jahat, ferguso".

Inti dari curhatan panjang kali lebar ini adalah, mayoritas dan minoritas wajar adanya. Tapi kalau yg mayoritas mulai mengusik kehidupan yg minoritas, kurang ajar itu namanya. Silahkan tanamkan rasa solidaritas segencar-gencarnya. Tapi tidak perlu memaksakan dan memberikan hukuman sosial yg membunuh citra dan psikologi seseorang.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di