alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mewaspadai Ceramah Provokatif Ulama
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c011f1654c07a287b8b4567/mewaspadai-ceramah-provokatif-ulama

Mewaspadai Ceramah Provokatif Ulama

Mewaspadai Ceramah Provokatif Ulama


Beredarnya video ceramah Habib Bahar bin Smith yang mengandung ujaran kebencian kini sedang menjadi perbincangan di seluruh kalangan. Video yang viral ini juga cukup membuat ramai media sosial. Dalam ceramahnya, ulama yang berasal dari kota Manado ini menyebut – nyebut nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sebagai pemimpin yang tidak baik. Bahkan habib ini memprovokasi jama’ahnya untuk mendiskreditkan Presiden Jokowi.
Dalam ceramahnya, Habib Bahar menyampaikan bahwa yang telah memilih Jokowi harus bertanggung jawab secara dunia akhirat karena telah menjadikannya pemimpin yang banci dan bodoh.
Menurut kacamata pemirsa video tersebut, kalimat – kalimat yang dilontarkan habib ini tidaklah patut dilontarkan oleh seorang ulama. Pasalnya, ujaran kebencian seharusnya tidak tertutur oleh siapapun, apalagi oleh seorang habib yang tahu betul soal adab dalam berkata – kata yang baik.
Pendiri pondok pesantren Tajul Alawiyyin ini dinilai sebagai penceramah yang telah memprovokasi dengan kata – kata yang cukup tabu untuk diucapkan. Kebenciannya terhadap pemimpin sendiri sepertinya menyulut Habib Bahar untuk terus mengeluarkan kata – kata yang tidak pantas. Bahkan dia menyuruh jamaahnya yang jika bertemu dengan bapak presiden kita Joko widodo untuk membuka celananya agar memastikan bahwa Jokowi mengalami menstruasi dan banci.
Kata – kata demikian sangatlah menyinggung martabat seseorang. Apalagi dia terang – terangan menyebut nama Jokowi. Padahal, Rasulullah mengajarkan kepada kita umat muslim untuk tunduk terhadap pemimpin. Sekalipun kita tidak suka, tentu masyarakat Muslim dapat menyalurkan kritiknya melalui jalur resmi tanpa harus merendahkan seseorang. Karena bagaimanapun, yang dikritik adalah gagasan, dan bukan fisiknya.
Ulama yang seharusnya menyebarkan salam perdamaian bagi umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia justru memecah kesatuan umat dengan kalimat – kalimat kebencian dan provokasinya. Apakah hal demikian patut untuk ditiru??
Untungnya, ada beberapa pihak yang cepat tanggap terhadap video penghinaan kepala negara tersebut. Pihaknya segera melaporkan isi ceramah yang mengandung kebencian dan hinaan tersebut kepada aparat kepolisian. Sebab, perilaku Habib Bahar ini memang pantas untuk disomasi karena memunculkan efek buruk dan perpecahan antar umat sehingga berbuntut kericuhan antar kubu.
Pihak pelapor Ketum Cyber Indonesia Muannas Alaidid menyatakan bahwa ceramah Habib Bahar bin Smith tersebut mengandung hinaan kepada Presiden RI Joko Widodo. Menurutnya juga, ceramah ini bukan ceramah yang beradab karena sampai melecehkan seorang figur.
Muannas juga meminta kepada polisi agar segera memproses kasus ini dan meminta polisi untuk tidak gentar memerangi kasus serupa. Tindak lanjut kasus ini adalah diterimanya laporan tersebut oleh pihak polisi dan akan ditangani oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri.
Ternyata, selain Muannas ada pelapor lain yang juga keberatan atas ceramah Habib Bahar, yaitu Sekjen Jokowi Mania Laode Kamarudin. Pihaknya merasa bahwa ceramah Habib Bahar tersebut sudah keterlaluan dalam menghina Presiden. Sekjen Jokowi ini melaporkan Habib Bahar dengan materi yang sama dengan Muannas, yaitu ceramah berisi hinaan.
Dengan adanya kasus ini, polisi diharapkan bisa menindak tegas kasus hate speech karena bisa menimbulkan perpecahan dan persatuan yang berujung ketidaknyamanan dalam kehidupan bernegara. Jadi, polisi tidak perlu lagi ragu untuk memproses hukum manakala ada kasus serupa yang berceramah, berpidato, vlog dan lain sebagainya namun mengandung ujaran kebencian dan meminta masa untuk mengikuti pendapatnya.
Apalagi undang – undang IT sekarang sudah jelas. Jadi, bagi orang yang menyalahgunakan IT dengan tujuan memperolok, menghina, dan menjatuhkan atau merugikan pihak lain bisa saja kemudian diproses hukum. Ketegasan pihak polisi dalam menangani kasus Habib Bahar ini sangatlah diminta oleh seluruh pihak yang dirugikan, mengingat isi ceramahnya yang sangat menghina pemimpin negara. Selain itu, kata – kata tersebut juga mengandung kalimat atau ujaran kebencian.
Dihimbau juga kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan video ceramah Habib tersebut. Hal ini agar masyarakat tidak terpecah belah dengan aksi pro dan kontra. Viralnya video tersebut cukup menjadi cermin saja bagi masyarakat bahwa publik figur bergelar ulama yang satu iini tidak patut dianut ajaran – ajarannya. Sebab, dalam bertutur kata saja termasuk kasar, bagaimana dalam bertindak? Apakah ucapannya itu mencerminkan seorang habib?
Masyarakat perlu untuk dewasa dan tidak menutup mata dengan adanya segelintir pemuka agama yang gemar memprovokasi. Sebagai masyarakat, kita tentu harus mampu memilah dan memilih kajian ilmu agama agar tidak terperosok ke dalam jurang radikalisme. Kita hidup di Indonesia ingin tentram dan damai bukan untuk saling membenci. Jika ulama kita saja sudah mengajarkan sebuah kebencian, bagaimana generasi kita selanjutnya? Siapa yang akan kita tiru dalam mengambil contoh kehidupan sehari – hari? Maka dari itu, ambillah intisari pendakwah kita yang benar – benar memegang teguh tali agama, bukan pendakwah yang cenderung berpolitik.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/amp/2018/11/30/dilaporkan-ke-polisi-karena-dianggap-hina-jokowi-dalam-ceramah-ini-4-fakta-habib-bahar
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Pelan-pelan sudah diajarkan utk membenci kaum lain sejak kecil emoticon-Turut Berduka
ya 11 12 lah ama panutannya

Mewaspadai Ceramah Provokatif Ulama
saya cebong iq 200 sekolam
saya bhineka saya pancasila
saya nipu, saya korup, ada kerusuhan saya kabur
bentuk memeq mamaknya habib Bahar gimana ya, sampel bisa lahirin onta hybrid model habib Bahar bin Smith emoticon-EEK!
ohhh umat agama yg itu
sudah biasa begitu kelakuannya
emoticon-Traveller
Khotbah Jumat tadi siang aja diselipkan politik! emoticon-Cape d...
waspadalah waspadalah waspadalah
Quote:


Mewaspadai Ceramah Provokatif Ulama
Balasan post youdoyouknow
Quote:


sholat jumat di mesjid pondok salafy aja mas bro..
dijamin bersih dari politik..
tp yg ustadznya ga pernah nongol di tv atau youtube..
yg suka nongol di tv atau youtube mah salafy abal abal..

ane merasakan juga, niat sholat jumat mau ibadah.. eh khutbahnya soft selling, provokatif..
padahal gelar khotibnya DR, MA, Lc..
isinya sampah wkwkwk..

mau ditinggal pergi, ga sholat jumat..
kalo didengerin, syubhat masuk merusak pemikiran.
serba salah..

akhirnya gw sholat jumat ke pondok.
alhamdulillah adem.. sesuai sunnah.. dengan dalil yang jelas menurut pemahaman para sahabat..
td siang, tentang "jangan meremehkan sholat".

cuma sekedar sharing ya mas bro, ga ada maksud lain..
Balasan post rajakadall
Quote:


dungu emoticon-Ngakak (S)
krusuhan kabur lah..tetangga gua ga kabur ya perut sobek usus keluar emoticon-Big Grin
Quote:


Kaga provokasi dan politik maka ustad dan ulama akan susah makan enak ya akhi emoticon-Leh Uga
wis jarno....!
When Negativity too much, Positivity will counter back, and vise versa....!
emoticon-Travelleremoticon-Ngacir
...nanti ya kualat dengan sendirinya ...
emoticon-Hansip
"Kebenciannya terhadap pemimpin sendiri sepertinya menyulut Habib Bahar untuk terus mengeluarkan kata – kata yang tidak pantas. Bahkan dia menyuruh jamaahnya yang jika bertemu dengan bapak presiden kita Joko widodo untuk membuka celananya agar memastikan bahwa Jokowi mengalami menstruasi dan banci."

Mabok popularitas modal bacot, akhirnya keprosok juga.
Quote:


Idem gan.
Banyak khotib sekarang kek gitu, apalagi yg udah kena pengaruh.
Untung masjid sebelah ane biasa2 aja. Kyai2nya ndak provokatif, NU soalnya.
Balasan post ..L.
Quote:


Quote:


Beeuuh.....kirain ane doang yang ngalamin gitu

Jaman sekarang ane sering banget denger jamaah ngeluh terhadap isi khutbah yang provokatif. Yang ngeluh bukan hanya pendukung Jokowi, yang ngga peduli politik juga ngeluh. Akhirnya orang jadi banyak yang milih2 mesjid.


gw heran kenapa mau2nya mendengarkan nasehat politik dari pemuka agama?
dia sama2 awam ama lu, apa yg diketahuinya nggk lebih banyak dari lu...kenapa gak cari tau sendiri, itung2 sendiri pihak mana yg bakal kasih keuntungan lebih banyak ke lu?

obrolan politik praktis masuk warung kopi bikin bisa saling musuhan antar teman, kalo masuk rumah ibadah bakal lebih gawat...seakan ngajak orang lain memusuhi pihak lain dgn izin tuhan
Quote:


Karena mereka sudah dibutakan oleh yang namanya DOKTRIN AGAMA. Harus patuh, harus! Sama yang namanya ulama. Kalau gak konsekuensinya dosa besar, neraka, azab, bla bla bla.

Tapi herannya dari sekian banyak ulama yang beres kok jatuhnya percaya ke ulama macam Bahar Smith ini. emoticon-Bingung
Mewaspadai Ceramah Provokatif Ulama
Mewaspadai Ceramah Provokatif Ulama
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di