alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
G20 di tengah tensi perang dagang dan politik dunia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c010412902cfe835d8b4597/g20-di-tengah-tensi-perang-dagang-dan-politik-dunia

G20 di tengah tensi perang dagang dan politik dunia

G20 di tengah tensi perang dagang dan politik dunia
Para Menteri Keuangan bertemu dalam forum investor G20, sebelum dimulainya KTT Pemimpin G20, di Buenos Aires, Argentina, 29 November 2018.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, akan menghadiri ajang tahunan kelompok negara ekonomi 20 terbesar di dunia atau G20 di Argentina akhir pekan ini (30/11/2018). Kalla akan memimpin delegasi Indonesia di beberapa sesi perundingan pimpinan negara dan beberapa pertemuan bilateral dengan negara sahabat.

Ia tiba di Bandara Aeroparque Jorge Newbery, Buenos Aires, pada Kamis dini hari waktu setempat (29/11/2018) didampingi oleh istrinya, Mufidah Kalla, serta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin.

Pertemuan di Buenos Aires itu adalah KTT ke-13 G20 dan menjadi yang pertama diselenggarakan di negara Amerika Selatan.

Wapres yang akrab disapa JK itu akan memimpin Indonesia untuk menyuarakan potensi kerja sama ekonomi global yang lebih besar di tengah isu perang dagang global.

Bagi JK, kerja sama antar negara akan meningkatkan jumlah investasi sangat penting, karena hubungan baik antar negara adalah jaminan bahwa investasi berada di tempat yang aman.

Terkait bidang ekonomi ini, JK dan tim kemungkinan akan membahas perang dagang yang saat ini sedang memanas. Bagi JK, perang dagang manifestasi kebebasan sebuah negara untuk melindungi ekonomi lokalnya, namun kerja sama juga harus dijalin.

JK menyatakan bahwa misi Indonesia pada pertemuan 20 adalah agar membuat perdagangan dunia menjadi lebih baik.

“Yang perlu dipahami bersama adalah kunci dari permasalahan ekonomi saat ini adalah bagaimana mencari jalan keluar dari perang dagang antara dua raksasa ekonomi yakni Amerika dan Tiongkok. Diakui, perang dagang keduanya menyebabkan ekonomi dunia melambat termasuk di Indonesia” ujar JK dalam keterangan resmi dikutip Jumat (30/11).

“Akibat perang dagang ini sekarang saja harga-harga komoditas dunia menurun karena permintaan barang-barang produksi juga menurun khususnya di China yang menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia," ujar JK.

Karena itu, jika tidak segera dicarikan solusi, JK menegasan bahwa maka akan ada korban dari negara lain yang sebenarnya tidak ikut campur dalam perang dagang ini. Negara-negara lain yang selama ini bekerja sama dengan dua negara adidaya tersebut misalnya, juga terkena efek negatif dari melemahnya perekonomian dunia.

Sementara untuk yang nonfisik, kerja sama di bidang pendidikan menjadi agenda penting Indonesia sebab erat kaitannya dengan pembangunan manusia Indonesia berbasis revolusi mental yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Di sela acara tersebut, JK juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS).

"Ya, saya akan melakukan pertemuan dengan Erdogan dengan MBS (Muhammad Bin Salman), tentu pembicaraan belum bisa diungkapkan sebelum berbicara," ucap JK dilansir dari Detikcom, Jumat (30/11/2018).

JK hanya menyebut kemungkinan pertemuan itu akan membahas hubungan bilateral antara RI dengan negara tersebut. Dia belum menyebut apakah ada isu lain yang bakal dibicarakan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tiba di Buenos Aires lebih awal, menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia dalam keadaan baik dan menarik untuk investasi dalam forum investor yang digelar Kamis (29/11)

Ia menjelaskan beberapa strategi pemerintah Indonesia dalam menarik investasi jangka panjang. Pertama, menurutnya, kebijakan publik harus dirancang secara baik dan stabil agar terdapat kepastian hukum dan investasi.

Kedua, pemerintah harus dapat menjadi institusi publik yang dipercaya dengan reputasi yang baik. Ketiga, pemerintah harus memiliki dan menguasai risiko politik yang sering terjadi di negara berkembang.

"Melalui ketiga hal tersebut, pemerintah Indonesia dapat merancang instrumen dan kebutuhan atas Public Private Partnership (PPP) untuk memenuhi kebutuhan atas pembiayaan infrastruktur," ujar Sri Mulyani dalam siaran pers.
G20 di tengah tensi perang dagang dan politik dunia
Polisi Buenos Aires bersiaga mengamankan Kirchner Cultural Center dimana Ratu Belanda Maxima dan Presiden Argentina Mauricio Macri menghadiri acara seminar pemberdayaan perempuan di forum G20 Buenos Aires, Argentina, 29 November 2018Tensi perang dagang dan politik
Pertemuan KTT G20 sendiri berlangsung di balik bayang-bayang konflik politik dan isu keamanan dunia.

Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman saat ini tengah menjadi sorotan dunia karena diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis Washington Post, Jamal Ahmad Khashoggi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga turut meyakini adanya kekuatan besar yang melindungi pembunuh Khashoggi.

Reuters melaporkan, ada kemungkinan kedua tokoh negara tersebut akan menggelar pertemuan di sela acara G20.

KTT G20 juga digelar di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela KTT disebut-sebut bakal menentukan nasib perang dagang kedua negara ke depannya.

Sejak September silam, ekonomi dunia dirundung potensi bahaya dari guncangan perang dagang Trump. Dengan moto "America First", Trump mencederai konsensus yang telah disepakati negara-negara G20 selama satu dekade dalam menjalani perdagangan internasional.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, perang dagang hanya akan menimbulkan mudarat bagi negara-negara berkembang. Indonesia akan memperjuangkan perdagangan yang adil bagi seluruh negara-negara di dunia.

"Menurut hemat kami, trade war itu jangan pula berkepanjangan, karena itu merugikan kita semua, dan terutama pasar negara berkembang akan banyak kena di situ," tuturnya di Jakarta Selasa (27/11).

Konflik ini diproyeksikan akan menuju titik terang pada KTT G20 di Argentina mendatang. Pasalnya, Trump dan Xi Jin Ping akan bertemu di konferensi G20 ke-13 tersebut.

Belum reda api konflik perang dagang, agenda lain sudah menanti untuk dibahas di KTT G20 mendatang. Trump mengancam akan membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Trump memang dijadwalkan akan bertemu dengan Putin di sela-sela pertemuan G20 mendatang. Keduanya akan membahas berbagai isu mulai dari pengendalian senjata, konflik Timur Tengah, hingga masalah Ukraina.

Namun New York Times mengabarkan rencana pertemuan tersebut batal setelah Trump mencuitkan pernyataan pembatalan pertemuan dalam Twitternya.
Based on the fact that the ships and sailors have not been returned to Ukraine from Russia, I have decided it would be best for all parties concerned to cancel my previously scheduled meeting....
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) November 29, 2018
Namun Trump menyatakan masih ada kemungkinan dirinya bertemu dengan Putin tapi tidak di forum G20 Buenos Aires 2018.

KTT Ini rencananya dihadiri 19 negara G20 dan Uni eropa, serta tujuh negara undangan dan 10 wakil organisasi internasional.
G20 di tengah tensi perang dagang dan politik dunia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-politik-dunia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- G20 di tengah tensi perang dagang dan politik dunia Harga minyak dunia anjlok, harga Pertamax pun patut turun

- G20 di tengah tensi perang dagang dan politik dunia Perda Pariaman ancam denda waria dan LGBT

- G20 di tengah tensi perang dagang dan politik dunia PMP sedang ditinjau untuk kembali masuk kurikulum

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di