alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dijadikan Tersangka, Ini Respons Kades yang Kampanye Sandiaga
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0103b6c0d770be6c8b4568/dijadikan-tersangka-ini-respons-kades-yang-kampanye-sandiaga

Dijadikan Tersangka, Ini Respons Kades yang Kampanye Sandiaga

Dijadikan Tersangka, Ini Respons Kades yang Kampanye Sandiaga

Kades Nono (baju putih, jambul pirang) saat kampanyekan Sandi (Foto: tangkapan layar video)

Mojokerto - Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto Suhartono ditetapkan sebagai tersangka pidana Pemilu karena terlibat dalam kampanye Cawapres Sandiaga Uno. Terkait status dirinya sebagai tersangka, Kades yang akrab disapa Nono itu merasa dizalimi oleh pemerintah.

"Dengan ditetapkan saya sebagai tersangka, ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena bola akan ada di kita nantinya. Bola akan ada di Pak Sandi dan Pak Prabowo. Karena apa? Masyarakat Mojokerto, masyarakat Indonesia biar tahu semuanya bahwa saya ini korban rezim, korban kezaliman. Jadi, pemerintah ini sudah zalim," kata Suhartono seperti dikutip detikcom dari akun youtube Islam Peace 212, Jumat (30/11/2018).

Video komentar Suhartono itu diunggah pada 19 November 2018. Dalam video ini, Kades bergaya nyentrik tersebut mengomentari soal penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Mojokerto.

Jika pidana Pemilu yang menjeratnya terus berlanjut, menurut Suhartono, masyarakat akan menilai siapa pihak yang layak disebut sebagai politisi gendruwo dan sontoloyo.

Baca juga: Dilimpahkan ke Jaksa, Kasus Kades Kampanye Sandiaga Siap Disidangkan

"Masyarakat akan menilai sendiri pemerintahan sekarang pemerintahan yang zalim. Perlu diganti dengan pemerintahan yang baru. Yaitu Pak Prabowo sama Pak Sandi," ujarnya.

Belajar dari kasus yang menjerat dirinya, Suhartono mengajak kades di seluruh Indonesia untuk tidak takut menentukan pilihan politik.

"Jadi, biar masyarakat tahu, biar Kepala Desa seluruh Indonesia tidak takut. ngapain takut? Kita bukan kriminal, kita bukan orang yang bersalah, kita ini memperjuangkan. Nah ini termasuk bentuk-bentuk penekanan pada masyarakat, pembodohan yang artinya hukum ini tumpul ke atas, tajam ke bawah," terangnya.

Baca juga: Sandiaga Terenyuh Kades yang Ikut Kampanye Dijadikan Tersangka

Kendati begitu, di akhir klarifikasinya Suhartono berjanji bakal mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

"Mari kita lanjutkan saja, kita ikuti prosedur hukum ini biar berjalan dan masyarakat bisa menggarisbawahi, siapa yang sontoloyo, siapa yang gendruwo. Masyarakat akan tahu sendiri bahwa kita itu orang-orang yang benar. Kita memilih presiden pilihan ulama, bukan ulama pilihan presiden," tegasnya.

Penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Mojokerto menetapkan Suhartono sebagai tersangka dalam kasus pidana Pemilu. Tindakan yang dilakukan tersangka dinilai menguntungkan salah satu calon di Pilpres 2019. Perkara ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Tindak pidana Pemilu yang dilakukan Suhartono nampak dilakukan secara terang-terangan. Tersangka menggalang massa ibu-ibu di kampungnya untuk menyambut Sandiaga Uno di Jalan Desa Sampangagung, Minggu (21/10). Capres nomor 2 tersebut dalam perjalanan untuk berkampanye di Wisata Air Panas Padusan, Pacet.

Jumlah massa yang dikerahkan Suhartono, mencapai 50 orang. Tersangka menghabiskan Rp 20 juta untuk memberi uang lelah ke para ibu-ibu yang bersedia ikut menyambut Sandiaga. Saat penyambutan Sandiaga, Suhartono juga berfoto selfie dengan Cawapres nomor 2 tersebut. Selain itu dia juga memasang spanduk dan banner berisi dukungan untuk Sandiaga.


Sebagai Kades yang seharusnya tidak ikut berkampanye selama masa kampanye Pilpres 2019, Suhartono justru terang-terangan berkampanye mendukung Sandiaga. Akibatnya, dia dijerat dengan Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 1 tahun dan denda Rp 12 juta.

https://news.detik.com/jawatimur/432...panye-sandiaga

Kades bego, masih ga nyadar udah money politic. mampus aja lo wkwk
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
kampret memang menjijikkan
mantap,,,moga ga terulang lagi.
mejeng dulu gan..emoticon-Shakehand2
Dijadikan Tersangka, Ini Respons Kades yang Kampanye Sandiaga
udah keluar 20 jt, dijadiin tersangka ..

ya paling enak bilang aja dizolimi.. emoticon-Big Grin
kalo ada kubu sebelah yg berbuat salah terus ketangkep pak pol pasti lansung bilang terdolimi..
dimana ini 7 jt umat ada anggotanya yg terdolimi kok pada diem..emoticon-Bingung
Quote:


genderuwo berjambul pirang gann...
emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak
yg bikin peraturan bukan rezim no .... nono si jambul pirang emoticon-Ultah
ora mangan nongko kenēk tlutuh'e...

golekno lungko pak.. gek sawatno raine...
Kendati begitu, di akhir klarifikasinya Suhartono berjanji bakal mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

"Mari kita lanjutkan saja, kita ikuti prosedur hukum ini biar berjalan dan masyarakat bisa menggarisbawahi, 
kades goblok

itu sudah

emoticon-Wkwkwk
Kadess Begog emoticon-Cool
goblok, dan kebiasaan malahan menyalahkan pihak lain, tholol udah ke ubun2
klo ngadepin orang yg salah tapi ngerasa benar ya susah
monggo diproses saja
jambulnya pirang. unik juga pak kades satu itu
yah maklum jaman rzim kodok oposisi disikat lha wong bupati gubernur yg dukung dan melibatkan warga aja kgk kena pasal. contoh seno bup boyolali. Jadi yakin tahun depan ganti presiden✌
Uang 20 juta itu asalnya dr mana? Gak mungkin dr kantong pribadi dia.
Kena banyak pasal berlapis nih
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di