alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Sports / ... / Berita Olahraga /
Revolusi PSSI Untuk Sepakbola Indonesia Lebih Baik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c00fcb3dad7700c768b4567/revolusi-pssi-untuk-sepakbola-indonesia-lebih-baik

Revolusi PSSI Untuk Sepakbola Indonesia Lebih Baik

Revolusi PSSI Untuk Sepakbola Indonesia Lebih Baik




Belakangan tangar #edyout banyak dilontarkan para pecinta sepakbola Indonesia, akibat mengundurnya prestasi timnas di kancah internasional, yang berisi tuntutan publik agar Bapak Edy Rahmayadi mengundurkan diri dari jabatannya. Tagar tersebut banyak ditemui di media sosial atau mungkin dalam berbentuk poster/pamflet. Ya, kita ketahui sendiri Bapak Edy Rahmayadi yang merupakan Ketua Umum PSSI. Kinerjanya menjadi Ketua Umum selama 2 tahun ini dinilai masyarakat kurang memuaskan dari 6 event internasional yang diikuti timnas Indonesia selama tahun 2018 timnas kita hanya sukses pada kejuaraan tingkat Asia Tenggara di bawah umur 16 tahun, Indonesia meraih juara 1 pada kejuaraan tersebut dan event - event lainnya bisa dibilang gagal baik dari kategori senior, maupun timnas di bawah umur 23 tahun atau 19 tahun. Puncaknya saat timnas senior gagal lolos fase grup pada piala AFF 2018, padahal timnas kita hampir selalu menjadi langganan babak final pada edisi - edisi sebelumnya. Belum lagi masalah pengaturan jadwal liga yang bisa dibilang buruk, liga kita masih bermain saat timnas senior sedang mengikuti kejuaraan dan itu hanya terjadi di Indonesia dan juga masih banyak penjahat mafia dalam tubuh PSSI yang membuat sepakbola kita semakin buruk. Oleh karena itu kegagalan timnas senior kemarin di Piala AFF 2018 harus jadi momentum PSSI untuk merubah sepakbola Indonesia menjadi lebih baik dan meraih kejayaan.


Banyak yang harus diubah atau diperbaiki dari PSSI mulai dari internal maupun eksternal. Tapi menurut penulis internal PSSI yang nampaknya menjadi hal yang terpenting untuk diubah, banyak anggota PSSI yang kurang kompeten dalam bidang sepakbola dan memiliki jabatan lainnya serta diketahuinya salah satu anggota yang terlibat dalam pengaturan skor hal seperti itu yang membuat ekosistem dalam tubuh PSSI tidak sehat dan harus dirombak dengan ditempatkannya orang - orang baru yang mengerti serta paham kultur sepakbola Indonesia dan memiliki keinginan yang besar untuk memajukan sepakbola Indonesia. Selanjutnya untuk eksternal PSSI, masalah terbesar yang baru - baru ini viral terbongkarnya beberapa nama mafia di sepakbola Indonesia. Mafia tersebut biasanya melakukan pengaturan skor untuk memenangkan salah satu klub yang telah membayarnya dengan kisaran angka yang cukup besar. Tidak hanya klub saja yang menjadi sasaran para mafia tersebut, pemain - pemain juga biasanya menjadi incaran untuk melakukan suatu perbuatan yang mencoreng sportifitas dalam sepakbola, klub - klub yang memiliki kondisi keuangan krisis yang biasanya menjadi incaran para mafia. PSSI dari tahun - ketahun sepertinya membiarkan saja mafia - mafia itu berkeliaran di lingkup sepakbola Indonesia tanpa adanya ketegasan sama sekali, sangat dibutuhkan seorang di PSSI yang berani dan tangguh untuk menghilangkan para mafia sampai ke akar - akranya.


Buruknya performa timnas pada AFF 2018 tidak lain dari kurangnya persiapan yang matang mulai dari pemilihan pemain yang menurut penulis kurang bervariasi karena ada banyak pemain yang memiliki statistik bagus di liga tetapi tidak dipanggil ke timnas, pemilihan pelatih yang mendadak dalam kurun waktu yang singkat hanya beberapa minggu sebelum AFF 2018 dimulai. Pelatihan pelatih yang mendadak tersebut dikarenakan timnas Indonesia baru saja ditinggalkan pelatih sekaliber Luis Milla setelah event Asian Games 2018. Perginya Luis Milla dari timnas Indonesia karena ketidak jelasan kontrak yang disetujui antara PSSI dan Luis Milla, seharusnya PSSI lebih profesional lagi dalam menyetujui kontrak seperti itu agar kedua belah pihak bisa saling menguntungkan tanpa ada yang dirugikan. Jadwal liga yang masih bergulir disaat timnas senior sedang bermain menjadi salah satu sorotan publik, keadaan seperti itu juga membuat pelatih kesulitan dalam memilih pemain, karena pemain masih membela klub nya masing - masing dan pastinya ada keinginan yang kuat dari pihak klub untuk mempertahankan pemainnya karena pihak klub membutuhkan pemain - pemainny yang penting, untuk menghadapi laga - laga yang krusial. Untuk kedepannya PSSI dalam menentukan pelatih timnas harus memikirkan dalam jangka waktu yang panjang jangan hanya menginginkan suatu prestasi yang instan dan lebih baik lagi dalam mengatur jadwal agar tidak bentrok antara timnas dan liga.


Revolusi PSSI sepertinya menjadi keharusan, karena dengan merevolusi PSSI menjadi lebih baik lagi, masa depan sepakbola Indonesia akan terlihat jelas dan cerah. Dengan adanya anggota - anggota baru yang kompeten dalam sepakbola Indonesia serta mempunyai keinginan yang kuat dalam memajukan sepakbola Indonesia, internal PSSI akan terlihat lebih sehat. Masalah mafia - mafia yang berkeliaran, jadwal yang tidak teratur, dll pasti akan mudah teratasi. Jika internal PSSI sudah sehat permainan timnas Indonesia dalam kejuaraan - kejuaraan internasional pun akan lebih baik dan kita rakyat Indonesia tinggal menunggu datangnya prestasi - prestasi.
Diubah oleh handiyooo
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di