alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Soal 'Soeharto Guru Korupsi', Golkar Minta Hentikan Politik Saling Tuduh
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c00efe9fdef873d2b8b4568/soal-soeharto-guru-korupsi-golkar-minta-hentikan-politik-saling-tuduh

Soal 'Soeharto Guru Korupsi', Golkar Minta Hentikan Politik Saling Tuduh

Soal 'Soeharto Guru
Korupsi', Golkar Minta
Hentikan Politik Saling
Tuduh

Soal 'Soeharto Guru Korupsi', Golkar Minta Hentikan Politik Saling Tuduh
indra bambang utoyo. ©2017
Merdeka.com/golkarbali.or.id

POLITIK | 29 November 2018
18:52
Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Partai Golkar
ikut gerak melihat polemik
Soeharto guru korupsi yang
dilontarkan Wasekjen PDIP
Ahmad Basarah. Pilpres 2019
seharusnya diisi oleh hal-hal
yang substantif bermanfaat
bagi rakyat.

Ketua Pemenangan Golkar
wilayah Sumatera, Indra
Bambang Utoyo mengatakan,
harusnya Pilpres 2019 tidak
masuk pada hal-hal seperti ini.
Seharusnya, kata dia, dalam
berkampanye lebih baik yang
bersifat menjual program.

"Karena makna kampanye kan
untuk menjual diri yang positif,
sehubungan dengan janji
berbuat untuk kemashalatan
publik yang akan memilih," kata
Indra saat dihubungi
merdeka.com, Kamis (29/11).

Indra minta pertarungan saling
tuduh di Pilpres 2019 segera
disudahi. Sebab, hal demikian
hanya membuat perpecahan
bangsa saja.

Dia pun mengajak kubu Jokowi
dan Prabowo membahas hal-
hal yang substantif demi
kepentingan rakyat.

"Rasanya terbaik kita hentikan
saling tuduh menuduh itu,
malah membuat perpecahan
saja. Ini harusnya berlaku pada
2 kelompok peserta pilpres.
Jadi kita tutup saja diskusi-
diskusi yang seperti ini, tidak
ada gunanya untuk
kepentingan bangsa ke
depan," kata Indra.

Dia mengajak Jokowi dan
Prabowo bersama timnya
fokus membahas program
kerja. Dia pun mengajak media
untuk mengingatkan agar para
capres dan cawapres
bertarung membahas program
saja.

"Kan kita sudah berjanji
sebelum kampanye akan bicara
program," tutup dia.

Diketahui, polemik soal kasus
korupsi mencuat seiring calon
presiden Prabowo Subianto
menyinggung dan menyebut
tingkat korupsi sekarang ini
layaknya kanker stadium
empat.

"Isu utama di Indonesia
sekarang adalah maraknya
korupsi, yang menurut saya
sudah seperti kanker stadium
empat," tegas Prabowo.

Hal ini direspon okeh kubu
Jokowi-Ma'ruf. Yang
memandang bahwa korupsi itu
memang marak terjadi di masa
pemerintahan Soeharto, yang
notabenenya mantan
mertuanya Prabowo.

"Jadi, guru dari korupsi
indonesia sesuai TAP MPR
Nomor 11 tahun 1998 itu
mantan Presiden Soeharto dan
itu adalah mantan mertuanya
Pak Prabowo," kata Basarah
usai menghadiri diskusi di
Megawati Institute, Menteng,
Jakarta, Rabu (28/11).

Ini disanggah oleh Ketua DPP
Partai Berkarya, Badaruddin
Andi Picunang, yang
menempatkan sosok Soeharto
sebagai tokoh ideologi
partainya.

"Bahwa korupsi sudah ada
sejak jaman Hindia Belanda,
maka julukan Bapak Korupsi
tidak pantas dialamatkan pada
HM Soeharto Presiden RI ke-2
yang punya jasa membangun
bangsa ini. Beliau tidak pernah
mengajarkan korupsi, justru
sebaliknya di jaman beliau
jarang ada korupsi seperti saat
ini," pungkasnya.
(mdk/rnd)

https://m.merdeka.com/politik/soal-s...k-saling-tuduh
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Saran dan himbauan yang baik
kalau memang iya sukses kali guru nya skrng macam ternak babi ajah banyak kali koruptor
krn ujung2nya nyenggol beringin kuning juga....
Kalo dibilang pak Harto gurunya korupsi maka arahnya ke Golkar juga.
Nama pak Harto dan Gorkar tidak bisa dipisahkan sudah bagian dari sejarahm, mending Golkar ganti nama saja menjadi Partai Kuning atau Partai Beringin.
PDIP menghina pak Harto Golkar memang diam saja tapi telinganya lama2 panassa..
satu guru satu ilmu
gag boleh saling mengganggu
Balasan post HillmanAdhi
Quote:


Wkwkwkw
Jadi inget zaman dulu PNS wajib milih Golkar
golkar gerah juga uyutnya di obok obok emoticon-Big Grin
golkar ikutan keseret jadinya emoticon-Big Grin
Diubah oleh kentutwangi22


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di