alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Bogor melarang tas keresek, Jakarta dan Bandung menyusul
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c00bdc2e0522766378b456b/bogor-melarang-tas-keresek-jakarta-dan-bandung-menyusul

Bogor melarang tas keresek, Jakarta dan Bandung menyusul

Bogor melarang tas keresek, Jakarta dan Bandung menyusul

"Para pelaku usaha saya lihat sudah siap bahkan di minimarket itu mereka sudah memasang tanda larangan pemakaian kantong plastik," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya pekan ini (26/11/2018).

Mulai besok (1/12/2018) Kota Bogor, Jawa Barat, melarang pertokoan modern dan pusat perbelanjaan menyediakan kantong plastik sekali pakai yang oleh awam disebut tas keresek karena bunyinya. Landasan hukumnya adalah Peraturan Wali Kota No. 61 Tahun 2018, yang terbit 23 Juli lalu.

Menurut Bima, "Banyak pesan yang masuk, 90% berisi dukungan dan 10% pertanyaan." Pertanyaan itu seputar kantong alternatif tersedia di mana. Dia jelaskan, kantongnya bisa diperoleh di beberapa toko (h/t AyoBogor.com).

Bima juga bilang, ada toko yang menyediakan tas belanja dari bahan daur ulang. Hal itu bagus, menumbuhkan usaha kecil dan menengah. "Toh zaman dulu orang tua kita kalau berbelanja ke pasar membawa tas belanja sendiri dari rumah, itu tinggal kita gaungkan lagi," katanya (h/t Republika.co.id).

Lalu apa sasi bagi pelaku usaha yang tak taat? Perwali tidak mengaturnya. Hanya menyebutkan pembinaan, pengawasan, dan sosialiasi.
Jakarta, Bandung, dan Denpasar
Pemprov DKI Jakarta baru berencana melarang tas keresek dan akan berlaku tahun depan. Peraturan gubernurnya pun belum ada. Sedang disusun, kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji pekan ini (h/t SinarHarapan.co).

Adapun Kota Bandung, Jawa Barat, juga masih mempersiapkan larangan. Padahal pada masa kewalikotaan Ridwan Kamil , 2016, kota ini sempat akan melarang penjual makanan memakai stryrofoam – tapi tak kesampaian.

Kepada Pikiran Rakyat, Oktober lalu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Mohamad Salman Fauzi bilang, "Kajiannya belum selesai, perwalnya belum selesai, masih diskusi di tim."

Kota selain Jakarta dan Bandung yang bersiap melarang plastik adalah Denpasar. Mulai 1 Januari 2019 toko modern dilarang menyediakan tas keresek. Perwali No. 6 Tahun 2018 sudah terbit.

"Kami menargetkan bulan Juni 2019, 90 persen toko modern dan pusat perbelanjaan sudah tidak menggunakan kantong plastik lagi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar I Ketut Wisada pekan lalu (h/t NusaBali.com).
Di Ambon bayar Rp2.000.
Pengurangan kantong plastik; bukan pelarangan plastik. Itulah tajuk peraturan di sejumlah kota. Kota Bogor begitu. Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, juga. Peraturan Wali Kota Balikpapan No. 8 Tahun 2018, yang diundangkan April lalu, melarang toko modern menyediakan tas keresek. Ada sanksinya.

Pasal 3 ayat 4 perwali menyebutkan, pemkot dapat menghentikan sementara kegiatan usaha dan bahkan mencabut sementara izin usaha.

Pencabutan sementara izin usaha diterapkan jika selama tiga bulan setelah penghentian sementara kegiatan itu pengusaha tak memperbaiki diri.

Balikpapan bukanlah kota pertama di Kalimantan yang melarang plastik. Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sudah lebih dulu, Maret 2016. Perwal Banjarmasin No. 18 tahun 2016 itu menggantikan perwal sebelumnya yang melarang toko menyediakan tas keresek gratis. Mulai 1 Juni 2016 pemkot melarang toko menyediakan tas keresek.

November ini Banjarmasin menerapkan percontohan di 3SDN Kebun Bunga 6 dan SMPN 15 Banjarmasin. Murid harus membawa wadah makanan dan wadah minuman dari rumah. Tidak boleh memakai kantong plastik dari penjual jajan.

Mulai 1 Januar i 2019, wajib bawa wadah sendiri akan diberlakukan di lima SMP negeri dan 208 SD negeri di Banjarmasin. Sejak pemkot melarang toko menyediakan tas keresek, dari 112 toko modern di kota itu telah tercatat pengurangan 0,085ton sampah plastik per hari (h/t Prokal.co).

Saat uji coba tahun lalu, tak semua warga Banjarmasin mendukung jika belanjaan tak diwadahi tas keresek. "Kalau mereka yang bermobil sih enak. Tinggal masukkan bagasi, beres," ujar Lina mewakili para pengendara sepeda motor.

Adapun Kota Ambon, Maluku, masih seperti sebagian dari 27 kota yang pada 2016 melakukan diet plastik. Tak ada tas keresek gratis. Konsumen harus bayar Rp2.000, seberapa pun ukuran tasnya. Demikian menurut Perwali Kota Ambon No. 7 Tahun 2017. Tak ada sanksi jika pengusaha melanggar.
Pengusaha tak setuju
Terhadap langkah sejumlah daerah melarang tas keresek, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tak sepakat.

Pekan lalu, dalam jumpa pers di Jakarta, Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey dalam jumpa pers beralasan, pelarangan tak disertai edukasi dan sosialisasi.

Roy berkata, "Dua kata ini, pengurangan dan pelarangan ini tentunya suku kata yang jauh berbeda dan tidak memiliki kesamaan. Kalau pengurangan tentunya kita berupaya untuk mengontrol (penggunaan plastik)...."

Sedangkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta ada keseragaman aturan di daerah. Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo mengingatkan, "Kita harus mengurangi penggunaan sampah plastik, tetapi tidak bisa langsung melarang." (h/t Katadata.co.id)
Bogor melarang tas keresek, Jakarta dan Bandung menyusul


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ndung-menyusul

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Bogor melarang tas keresek, Jakarta dan Bandung menyusul Terbongkarnya penjualan cula badak ilegal

- Bogor melarang tas keresek, Jakarta dan Bandung menyusul Apakah reuni 212 bermotif politik

- Bogor melarang tas keresek, Jakarta dan Bandung menyusul Rompi khusus KPK untuk jaksa, hakim, dan advokat

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di