alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c00b3efdac13e68748b4567/reinkarnasi-jiwa-jiwa

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa

#Interlude

Langit ketujuh merupakan tempat yang sangat indah dan diterangi cahaya berlipat ganda. Di sini, ia menyaksikan malaikat tingkat tinggi seperti Tahta, Kerubim, Serafim, Ofanim dan Archangel Agung. Ia juga melihat pasukan langit berkobar api tentara para Archangel. Para malaikat ini sujud disebuah singgasana, melantunkan kidung pujian. Malaikat pembimbing lalu meninggalkannya pada perbatasan langit ketujuh sehingga ia terjatuh dan merasa ketakutan. Untungnya, Gabriel segera muncul menangkapnya dan membawanya ke lapisan langit selanjutnya. Tidak banyak informasi tentang dua lapisan langit ini. Langit kedelapan disebut dengan Miuzaloth. Di sini, ia melihat “pergantian musim dan dua tanda zodiak”. Langit kesembilan (Kuchavim) merupakan tempat tinggal dua belas zodiak. Malaikat Michael mengantarkan ia ke langit ke sepuluh, dimana ia melihat Tahta yang sangat agung dan besar dan tidak dibuat oleh tangan siapapun, bukan oleh pasukan kerubim dan serafim, maupun lantunan kidung mereka.

Di langit ini, apa yang manusia bumi kemudian sebut sebagaiTuhan memerintahkan Michael untuk menanggalkan pakaian duniawi ia dan mengurapinya dengan minyak manis dan memakaikannya pakaian keagungan. Tuhan lalu memanggil malaikat Vrevoil untuk mencurahkan semua pengetahuan langit dan bumi pada ia, yang tidak lain adalah cucu Adam.Vrevoil memberikan kitab dan pena pada ia untuk menulis. Vrevoil mengajarkan rahasia kosmos selama 30 hari 30 malam tanpa henti. Dan selama itu, ia menuliskannya dalam 366 kitab. Ia menceritakan penciptaan semesta, Kejatuhan manusia, bahwa dunia manusia akan berakhir pada hari kedelapan penciptaan (setelah 8000 tahun) pasca Adam turun ke bumi. Dari 366 catatan yang kemudian disebut kitab, baru satu saja yang berhasil ditemukan, dan itupun baru setengah isinya yang berhasil diterjemahkan ribuan tahun kemudian, yang ternyata dilarang peredarannya di abad pertengahan masehi. Namun sebuah duplikat salinan itu kemudian menghebohkan karena beredar di abad 19 dalam bentuk terjemahan. Dimanakah sisa salinan lainnya, serta sisa kitab lainnya yang diyakini berjumlah 366 kitab.

#Henokh Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
#Indigo

Indigo itu mengedepankan sisi kemanusiaan, bukan karena salah satu kepercayaan. Inspirasi bagi kebanyakan manusia adalah bisikan Tuhan kepada mereka dalam bahasa Cahaya-Nya yang universal. Semakin tahu gelombang cahaya yang merekam pemikiran Tuhan, semakin akan dimungkinkan untuk berpikir bersama-Nya. Semakin berpikir dengan Tuhan, semakin akan tahu, karena Tuhan adalah semua pengetahuan dan pengetahuan-Nya akan menjadi pengetahuan manusia pada umumnya, melalui berbagai cara. Pengetahuan dan inspirasi yang tidak pernah didapatkan sebenarnya semua itu sudah memilikinya, hanya saja tidak menyadarinya. Yang perlu dilakukan adalah membangunkannya. Dan untuk membangunkan semua yang dibutuhkan adalah keinginan untuk membangunkannya. Saat memiliki keinginan dan biarkan Tuhan mengetahuinya, maka manusia akan mulai mengetahui bahwa bahasa Cahaya itu begitu mulia dan berderajat tinggi seharusnya tidak mengenal kesakitan, kejatuhan, penderitaan, dan kesepian, karena seharusnya juga manusia merasakan Cahaya-Nya.

Bahasa cahaya adalah "Suara Sunyi" di mana-mana yang diketahui lalu ditafsirkan menjadi gelombang cahaya pemikiran yang universal. Telepati, inspirasi & intuisi datang kepada manusia yang berkesadaran dan melintasi gelombang cahaya tak terlihat yang datangnya dari alam semesta. Mereka adalah kabel-kabel universal manusia, yang bekerja dengan cara seperti "Pikiran berbicara dengan Pikiran" Jika bahasa Cahaya itu berbicara, apakah peperangan adalah sesuatu yang datang karena keinginan Sang Sumber Cahaya itu sendiri ? Ada missing dimanakah jika manusia ini terdiri dari atom dan partikel semesta yang terhubung dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kesemestaan itu sendiri, yang seharusnya menciptakan sebuah keindahan dalam wujud perdamaian, keamanan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan. Sesuatu yang missing itu bukankah harus dicari dan diperbaiki, apakah membutuhkan revolusi ke-universal-an dalam berbagai sudut pandang dan aspek kehidupan, untuk menyadarkan "the missing universe rules" yang mewujud dalam bentuk manusia-manusia. Dan itulah sekelompok manusia yang haus kekuasaan, kekayaan, bahkan ingin menguasai dunia dalam genggaman yang dilakukan dengan berbagai cara ?

Yang dihadapi bumi saat ini bukan hanya tentang kemiskinan, kelaparan, pembodohan massal bahkan konflik antar persaudaraan seiman. Tapi ada yang lebih besar dari itu, yaitu manusia digiring ke dalam berbagai konspirasi yang akhirnya meskipun mereka satu jalur tapi akan berbeda visi misi. Misalnya banyak Indigo bukankah harusnya diantara sesama Indigo itu misalnya harus bisa berdiri atas satu misi dan visi ? Kenapa harus ada banyak grup Indigo, kenapa tidak satu saja dalam kebersamaan ? Hukum alam apa yang berlaku, dan ketidakseimbangan apa yang sedang terjad sehingga diantara sesama kaum Nila pun terjadi banyak perbedaan dan ideologi yang justru menjadi jarak yang memisahkan. Bukankah diantara sesama titisan keilmuan karena keturunan kerajaan itu harusnya bisa berdiri satu misi dan visi atas nama warisan leluhur baik sejarah dan budaya ? Tapi yang terjadi kemudian benturan dan benturan, egoisme yang dikedepankan, isme-isme yang berlebihan. Kapan saling berangkulan dan saling memberikan dukungan tanpa ada intrik dan taktik serta politik yang picik dibelakangnya ? Kapan bisa bersama atas nama Nusantara, bukannya atas nama suku dan trah Raja tertentu saja ? Bukan bersama karena kecocokkan dari segi sifat dan karakter saja, tetapi karena hal yang lebih luas yang memang harusnya bisa menyatukan dalam ikatan persaudaraan. Manusia era sekarang kebanyakan bukan saja sedang mengalami krisis terhadap nilai-nilai leluhur, atau Nabi Muhammad dan Nabi Isa misalnya, tetapi apa yang telah dibangun oleh Nabi Adam pun sudah jauh melenceng dari visi misi beliau sebagai pengganti (Khalifah) di muka bumi.

Kehancuran di depan mata, semua rata-rata melihat apa yang akan terjadi pada tahun 2024, lalu tahun 2054, angka-angka yang banyak diperbincangkan oleh mereka yang menyatakan diri datang dari masa depan. Ada kesadaran yang datang dari jarak, ruang dan waktu yang bahkan belum manusia sekarang singgahi, pesan-pesan yang ingin disampaikan begitu rumit, kata salah satu member yang cerita ke saya. Dan mereka mengacu pada sebuah simbol, sebuah mata dalam segitiga piramida yang memancarkan cahaya, yang dari masa ke masa selalu ada dan berganti nama, dan itulah dalang dari segalanya. Intinya adalah bagaimana cara untuk menyatukan dan untuk melihat bagaimana upaya manusia dalam kategori apapun, Indigo, Spiritualis, Starseed, Angelic dan lainnya berkontribusi pada kehidupan delapan miliar orang lain diseluruh dunia yang mungkin hanya akan tersisa seperempatnya.karena perang besar sedang menunggu di depan mata untuk meledak bak bom waktu. Turun naiknya kurs mata uang, perbedaan ideologi, ketidakcocokkan hukum, persaingan dagang dan bisnis, serta hal-hal lainnya selalu berujung konflik dan saling memberikan tekanan diantara negara-negara. Siapakah yang dirugikan ? Jawabannya adalah rakyat di seluruh dunia. Bukankah itu sebuah ketidakadilan yang kerap dibiarkan ?


Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Pengalaman-pengalaman dalam konteks spiritual dan supranatural bisa dijelaskan secara fisika dan metafisika.Transformasi kesadaran adalah koneksi jiwa sebagai mahluk cahaya dengan keseluruhan semesta yang saling berpararel dan mengikat, tidak ada loncatan-loncatan antar dimensi yang bisa dicapai melainkan jiwa mencapainya seperti menaiki anak tangga. Itu adalah cara yang tersedia bagi setiap jiwa untuk naik tingkat dengan tahapan-tahapan yang sebenarnya tersebar diseluruh dunia ini melalui ajaran-ajaran leluhur yang berbasis spiritual. Inilah alasan para guru spiritual mengajar dengan kisah-kisah bijak sebagai bantuan bagi jiwa-jiwa untuk melatih diri meningkatkan vibrasi pola pikir atau kesadarannya secara sistematis, memahami konsep kehadiran Budha, Siwa, Isa, Muhammad.Merekalah yang mewakili mahluk-mahluk berkesadaran tinggi hingga mampu mencapai lintasan antar dimensi dengan perilaku spiritual yang sudah mereka contohkan masing-masing.

Para guru spiritual mengajar dengan kisah-kisah bijak para jajaran Ascended Master karena pada dasarnya mereka memahami prinsip kerja semesta ini tidak terlepas dan selalu terkait dengan getaran pikiran baik secara vibrasi maupun frekuensi dari aliran energi itu sendiri. Sudah banyak fakta bahwa ada orang-orang yang memiliki kemampuan lebih dengan latihan-latihan spiritual tertentu, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan penginderaan manusia dapat ditingkatkan, hingga kemudian berkembang dengan istilah indera keenam. Manusia yang kerap menyatu dengan alam pasti digerakkan untuk menikmati kesunyian, mencoba menerka bahasa alam, mencoba memahami pesan yang ingin disampaikan, kenapa hembusan angin bisa dingin, hangat atau bahkan panas di waktu yang bersamaan.

Adakah gejolak alam sedang memakai konsep telepati sebagai bentuk komunikasi ? Semua itu bisa dipahami dalam ilmu spiritual. Secara ilmiah otak manusia bersifat plastis dan dimungkinkan dikembangkan kemampuannya dengan cara menaikan kesadaran dan frekuensinya secara teratur. Melalui pengalaman-pengalaman batin yang hanya bisa dirasakan dengan kegiatan spiritual, sederhananya adalah meditasi. Budha, Siwa, Isa, Muhammad adalah contoh yang rajin bermeditasi, mereka adalah contoh yang nyata dalam berperilaku spiritual. Pemahaman semacam ini akan membuka wawasan dan pemahaman baru, bahwa manusia dengan mengembangkan kemampuan kepekaannya kemungkinan besar akan menemukan "dunia" pararel atau dunia atau dimensi yang dianggap hilang atau tidak ada karena tidak pernah diajarkan atau dipopulerkan.

Kehidupan lain yang dikisahkan sebagai mitos kuno yang tersebar disetiap budaya itu sebenarnya nyata. Muhammad menjelaskan identitas jiwanya sebagai cahaya hingga mampu menjelajah langit yang lintas dimensi hingga bertemu dengan Malaikat dan kendaraan terbang bernama Buraq. Isa menjelaskan dirinya mahluk cahaya yang dikirimkan semesta tanpa pembuahan ala manusia. Budha dan Siwa mengajarkan pencapaian pada Nirwana melalui kebaikan dan sifat-sifat yang membumi meski sejatinya mahluk cahaya yang tidak pernah mati, dan justru akan terus bereinkarnasi. Melalui spiritual manusia bisa bertemu dengan saudara-saudara di dimensi yang lainnya, ini berdasarkan pemahaman bahwa bumi ini pernah dihuni oleh para leluhur yang bersifat interdimensional. Segala sesuatunya adalah energi dan itulah adanya semuanya energi. Selaraskan frekuensi (getaran pikiran) dengan frekuensi realita yang diinginkan, maka terciptalah dunia yang diinginkan, namun karena terbatas dalam wadah bernama raga, maka jiwa itu perlu diekspresikan secara nyata melalui gerak fisik dan kinerja otak.

Kita adalah tubuh Tuhan, kendaraan di mana Sang Pencipta membentuk esensinya yang tanpa bentuk sebagai sarana untuk secara langsung mengalami dirinya sendiri. Kita dibuat untuk menikmati suka cita, bukan memikirkan surga neraka yang hanya akan mempersempit jalannya menuju kesadaran yang lebih tinggi karena terbentur dengan dogma, juga perihal-perihal dosa. Karena dengan lebih berkesadaran tinggi maka manusia akan lebih bijaksana meski tiap manusia ada batasan dan kapasitasnya karena masing-masing akan berdasarkan pengalaman-pengalamannya. Dan juga akan bisa memandang mana kebenaran dan kesalahan yang tidak terpaku pada stigma dosa pahala sebagai wilayah pencapaian hidup yang lebih tinggi. Bukankah disini banyak yang sudah bisa mencapai titik pada satu getaran frekuensi dan vibrasi dari energi yang lebih tinggi ? Sehingga mereka merasa nyaman dalam satu lingkungan komunitas terbatas karena tidak semua mampu mencapai apa yang telah mereka capai secara berkesadaran universal. Dan percayalah bahwa setiap hal yang dianggap sebagai spiritual supranatural atau metafisika secara umum itu hanyalah peristiwa fisika yang belum dipahami seutuhnya.Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Berawal dari kedekatan karena teman semasa kecil di jaman sebelum kejatuhan Malaikat unsur api ke bumi, Djendra, Reksa juga Lenny sangat akrab, bahkan mereka selalu bermain bersama, terbang bersama dan menghabiskan waktu di awan serta pelangi. Sebagai wujud entitas non material, mereka tidak hanya bertiga, ada juga Galih, Ellieser, Eliyana, Rismala, Devie, dan Nopi. Intinya mereka semua berteman, tapi hanya Djendra yang entitasnya dari unsur api, sementara yang lainnya unsur cahaya, di wilayah yang sama, ada satu kawan seperjuangan Djendra, dia adalah Dyodic Frahm yang bertugas sebagai penjaga menara langit mengawasi bangsa Nisnas yang saat itu menjadi penghuni bumi di zaman awal penciptaan, salah satunya keturunan Nisnas adalah Kaien yang akrab di sapa Xen.

Setelah dewasa, pasca kejatuhan Azazil ke bumi, mereka pun turun ke bumi pada periode selanjutnya, dan mengalami kehidupan yang baru dengan wadah raga fisik serupa manusia. Lompat ke kehidupan di masa Lemurian pertengahan. Reksa, Lenny dan Djendra dipertemukan kembali, saat itu posisi Djendra adalah Ajudan sekaligus Panglima Utama serta tangan kanan yang paling di percaya seorang Raja yang bernama Reksa. Lenny menjadi seorang Puteri dari bangsa Peri keturunan manusia, punya istana sendiri dekat pegunungan. Akhirnya dalam satu perjalanan, Djendra dan Reksa bertemu Lenny yang sedang bermain dengan kupu kupu, karena tarikan energi dan vibrasi yang kuat dan rekaman memori masa lalu sewaktu masih di langit begitu kuat, akhirnya mereka satu sama lain saling mengenali.

Pertemuan dalam perjalanan itupun menjadi ajang melepas kerinduan, namun rupanya Reksa yang memang tipe pecinta wanita punya perasaan lain setelah melihat Lenny dalam wujud raga fisik manusia yang cantik, putih, bersayap transparan. Reksa jadi teringat ketika melihat Hawa pertama kali, jauh berbeda dengan Lilith yang bertanduk. Tanpa sepengetahuan Ajudannya, Reksa lalu mengajak Lenny jalan-jalan menyusuri sungai dipinggiran gunung sampai larut malam, disana mereka terhanyut perasaan, ketampanan dan kecantikan membuat mereka bercumbu, lalu bercinta dipinggiran sungai sampai menjelang pagi. Saat itu karena larut malam, Djendra pun mencari keberadaan mereka, dia adalah saksi dan melihat kedua temannya di masa lalu telanjang bulat beralaskan rumput basah karena keringat persetubuhan berulang kali yang membara. Saat itu Djendra kaget kenapa mereka melakukan itu, bukankah mereka adalah teman, sahabat yang tidak mungkin melakukan percintaan, tapi apa mau dikata, bunga telah layu sebelum berkembang, itu yang Djendra lihat dari wajah Lenny.

Djendra sempat marah sama Reksa, Ajudan itu mengingatkan Sang Raja yang akan segera menikah dengan Puteri dari kerajaan di kota Atlantis, seorang keturunan Dewi yang juga cantik jelita, dia adalah jiwa tua yang sekarang bersemayam dalam tubuh Sasa. Saat itu Reksa menjadi arogan, dia tidak mengindahkan peringatan Ajudan utamanya, tangan kanan kepercayaannya, yang sekaligus teman entitas sebagai etheric di masa lalu. Melihat pertengkaran Djendra dan Reksa, lalu Lenny bangkit dan memakai pakaiannya yang lusuh setelah bersetubuh, dia sangat kaget mendengar penjelasan Djendra yang mengatakan Reksa akan segera menikah dengan seorang Puteri keturunan Dewa. Saat itu Djendra tidak sanggup menatap wajah Lenny yang mengeluarkan air mata sambil memegangi pakaiannya yang lusuh, tubuhnya gemetaran sambil terus menangis, Djendra lalu membalikkan tubuh agar Lenny bisa leluasa memakai pakaiannya. Sama sekali tak ada penjelasan apapun, Reksa yang tampan sekaligus arogan membuat Lenny hanya mampu diam dan menangis.

Hubungan Djendra dengan Reksa sejak itu mulai dingin, apa yang kemudian keduanya lakukan hanya sebatas profesionalisme kerja saja, dan Djendraa yang selalu teringat Lenny memutuskan berkunjung ke istananya, saat itu jaraknya dua bulan dari pertemuan pertama itu. Disana Lenny terlihat lebih kurus, dia menjadi tidak bergairah, bukan karena keperawannya yang direnggut teman semasa kecilnya, tetapi karena ia juga ternyata sedang mengandung benih bintang dari seorang Reksa. Usia kandungannya memasuki dua bulan, Djendra geram, sementara pernikahan Reksa dan Sasa akan segera dilangsungkan bulan depan, tidak mungkin mereka menggagalkan pernikahan, itu juga keinginan Lenny, karena dia merasa hanya seorang Peri dari keturunan manusia zaman Lemurian, bukan seperti calon isteri Reksa yang keturunan Dewa Dewi dari belahan kota Atlantis yang dikelilingi Pilar-Pilar Hercules. Djendra pun merasa iba tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Hari itu juga Djendra bergegas kembali ke pangkalan militer, langsung memberitahukan kabar kehamilan Lenny pada Reksa, tapi dia bersikap dingin, meski wajahnya terlihat kaget, dia menyembunyikan penyesalan, tetapi bukan Reksa Kalau tidak arogan yang selalu menunjukkan sikap kekejian, beberapa saat setelahnya dia pun menyuruh saya untuk menikahi Lenny, dia meminta Djendra menutupi kesalahannya dan menyelamatkan nama baiknya.

"Ini perintah seorang Jenderal perang keturunan Raja untuk Ajudannya." Begitu katanya dengan tegas, detik itu juga Djendra melihat sorot mata Reksa yang penuh harap, Djendra tahu dia membutuhkan bantuannya, dan Djendra tahu bahwa dirinya selalu bisa diandalkannya. Namun Djendra marah, geram, dan emosi. Detik itu juga Djendra menghantam wajah Reksa dengan kepalan tangan, ujung bibirnya berdarah. Dia menahan napas sambil juga menahan amarahnya, Djendra tahu, dia sadar bahwa Ajudannya berhak untuk mengeluarkan kemarahannya, karenanya dia diam saja. Djendra pun mendorongnya hingga jatuh tersungkur di lantai marmer, dan dia masih diam, hanya menahan emosinya. Djendra melihat setitik air matanya di pipi kiri, entah itu air mata kesakitan karena dihajar, atau air mata penyesalan karena telah merusak persahabatan. Djendra pun langsung pergi meninggalkan Reksa sendirian, Djendra juga menangis, bukan karena kebencian, tapi karena menangis dan menyesal kenapa harus terlahir dalam raga fisik manusia yang ternyata tidak lebih dan tidak lain hanya selalu berurusan dengan percintaan dan persenggamaan.

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Satu bulan kemudian, Reksa menikah dengan Sasa, sebuah kristal Lemurian berukuran raksasa menjadi persembahan bagi salah satu kerajaan di Atlantis bagian barat. Pernikahan yang meriah, beberapa Alien dari galaksi luar bumi mewakilkan undangannya dengan mengirimkan orang kepercayaan. Saat itu kami teman entitas di masa kecil kembali berkumpul, yang tidak ada hanyalah Lenny. Akhirnya dua kerajaan atau dua wilayah yang kerap berseteru kembali damai dan hidup berdampingan dengan aman dan nyaman, untuk satu masa, peperangan tak lagi menjadikan ketakutan. Setelah Reksa dan Sasa menikah, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai ajudannya, saya pensiun dini. Ada banyak percakapan yang sulit dijelaskan, tapi kami sempat berjabat tangan, dan berpelukan dengan erat karena sebenarnya kami sama-sama tidak ingin mengalami kejadian tak terduga itu. Sejak itulah kami mengenal apa yang namanya takdir.

Pada akhirnya Djendra pun menikahi Lenny, bertanggung jawab atas kehamilan perempuan yang makin membesar. Selama itu Djendra menemani Lenny dalam pernikahan yang menyedihkan karena tidak pernah sekalipun meniduri Lenny, Djendra tidak berselera, begitu juga dengan dia yang saat itu masih dihantui kegalauan yang luar biasa membuatnya menjadi pendiam dan pemurung. Kemudian lahirlah seorang anak, seorang benih bintang, dia adalah Îmmortal yang lucu, sejak lahir sudah didampingi seekor naga berwarna ungu, persis sama dengan salah satu naga milik Ayahnya, Reksa Bumi. Pasca kelahiran anaknya, Lenny meminta Djendra untuk mengurus anak itu, dan ia pun mengiyakan permintaannya, dia hanya ingin melanjutkan masa mudanya dan mulai berlatih perang, itulah keinginan Lenny. Djendra pun meninggalkan istana kecil itu, membawa Immo yang sudah dianggap sebagai anak sendiri itu ke belahan lain, ke pesisir Lemurian bagian timur. Selang beberapa tahun, Djendra mendapat kabar bahwa Lenny bertemu dengan pemuda seumurannya yang juga dari ras Peri keturunan manusia, tetapi yang istimewanya dia juga keturunan dari peranakan Dewa Zeus, dia adalah juga seorang benih bintang yang sudah kami kenal disini, yaitu Vajra Aum Soraya.

Dari menara langit entitas Dyodic Frahm melihat banyak kejanggalan yang terjadi di bumi, entitas bersayap itu kemudian mengadakan pertemuan dengan para penjaga menara langit lainnya. Dalam satu pertemuan lalu terjadi perdebatan ketika entitas berzirah emas yang mengepalai keseluruhan para penjaga langit muncul secara mendadak, dia adalah I'yana Arcadia. Entitas berzirah emas dari tingkat Seraphim itu memberikan pesan, bahwa pemusnahan akan segera dilakukan, bumi tak lagi layak untuk bangsa-bangsa yang melakukan peperangan, Atlantean dan Lemurian harus dibumihanguskan. Dyodic Frahm tercengang, ia sebenarnya keberatan, begitu juga para penjaga menara langit lainnya yang berjumlah banyak, salah satu diantaranya adalah Nopi Subiyanto, namun Dyodic dan Nopi berserta yang lainnya tak bisa berbuat apa-apa, siapa yang berani menentang keputusan Tuhan ? Mereka tak ingin di cap pembangkang seperti halnya Samael dan jajaran The Fallen Angel lainnya.

Jauh di bawah langit, di wilayah teritorial yang dilewati garis khatulistiwa, entitas bersayap transparan keturunan Peri, jiwa tua dari Lenny Diandra terlihat sedang berlatih menggunakan pedang perak untuk menghadapi peperangan, seorang pemuda entitas jiwa tua dari Vajra Aum Soraya yang juga dari bangsa Peri yang diam-diam mencintai Lenny begitu antusias mengajarinya tehnik berperang. Vajra tahu, bahwa Lenny belum sembuh dari luka hatinya beberapa waktu yang lalu, kisah tragis percintaan semalam dengan teman masa kecilnya sewaktu di langit yang membuahkan keturunan, yang membuatnya enggan mengakui anak itu sebagai takdir atas pilihannya karena setelah terlahir dalam raga fisik jelas mempunyai nafsu, diantaranya adalah birahi yang membara, seperti Adam dan Hawa, juga keturunan mereka yang lainnya, membuat Dewa Dewi pun penasaran dan memohon pada Tuhan untuk diberikan kesempatan menikmati kehidupan dalam bentuk raga fisik material, cikal bakal manusia dengan kekuatan setengah Dewa Dewi di kemudian hari.

Vajra yang setia pada Lenny mengajari tehnik berperang dengan segenap rasa cinta kemudian didatangi Puteri dari salah satu kerajaan Peri, entitas berupa cahaya yang tidak beraga fisik manusia, dia adalah jiwa tua dari Rismala Desi yang datang ke bumi seizin penjaga menara langit yang juga sudah mengetahui bahwa pemusnahan akan segera dilakukan. Dalam pertemuan yang singkat itu Rismala membawa pesan dari Ibu Suri, entitas jiwa tua dari Eliyana yang menganjurkan pada Lenny bahwa gunakan masa-masa hidupnya di bumi untuk kebaikan, dan menjauhi larangan, termasuk percintaan tanpa didahului pengesahan dari kepala Agung yang kelak disebut sebagai penghulu pernikahan. Dengan kata lain, Lenny diharuskan untuk segera menyatukan ikatan kebersamaan dengan Vajra yang setia menunggu cintanya berbalas cinta yang sama. Lenny hanya tersenyum, lalu mengalihkan wajahnya dan fokus menatap hamparan cakrawala, namun Rismala menyadari bahwa itu hanya sekedar untuk menutupi kegelisahannya, Rismala sadar, bahwa Lenny sebenarnya tidak mampu membunuh cintanya pada seorang Reksa Bumi, meski hatinya telah tersakiti pasca kejadian di malam itu dimana Reksa meninggalkan begitu saja seorang Lenny tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut seorang Raja muda pewaris salah satu kerajaan Lemurian di benua Atlantis belahan timur itu. Sekilas Vajra bertatapan mata dengan Rismala, sorot-sorot mata yang melukiskan kesedihan, namun keduanya tidak banyak bisa melakukan perubahan pada sifat egois dan keras kepala Lenny. Akhirnya Rismala memutuskan untuk kembali ke langit, karena izin dari penjaga menara langit sudah habis.

Apa yang terjadi dengan manusia-manusia berkemampuan supranatural karena raga fisiknya berentitas energi cahaya yang luar biasa yang mampu keluar masuk planet dengan mudahnya begitu mengetahui bahwa pemusnahan akan segera dilakukan, dan semua hanya tinggal menunggu waktu saja, entah kapan. Sama sekali peringatan itu tidak diindahkan oleh sebagian besar bangsa Atlantean yang justru kian gencar membangun armada dan mengumpulkan pasukan perang, pernikahan antara dua kerajaan kristal yang dilakukan antara Reksa dan Sasa ternyata hanya akal-akalan bangsa Atlantean yang tinggal di kita Atlantis untuk memiliki Kristal Lemurian yang dibawa dari Pleiades yang maha dahsyat kegunaannya. Sang Raja muda itu sangat dikendalikan oleh para petinggi Atlantean dan hidup dalam tekanan, perdamaian tak kunjung bisa dilakukan membuat hubungannya dengan istrinya menjadi renggang, padahal istrinya yang entitasnya diambil dari keturunan Dewa itu sangat mencintai suaminya. Namun pernikahan yang telah dikaruniai lima anak itu telah hilang keromantisannya, sehingga Reksa kerap berdalih untuk berkunjung ke kampung halamannya, ia rindu kawan lamanya, ia rindu ajudan setianya yang sudah terlalu lama menghilang tanpa kabar berita.

Di sebuah wilayah yang melintang di garis khatulistiwa, di sebuah istana kecil nampak seorang anak berusia 5 tahun yang sedang bermain dengan naga berwarna ungunya, membuat heran seorang Reksa yang tiba-tiba terpana, siapa anak kecil itu ? Kenapa warna naganya sama-sama berwarna ungu (kelak dengan campuran biru menghasilkan warna nila, warna dasar kaum elite benih bintang yang disebut Indigo). Kehadiran Reksa menjadi pusat perhatian anak kecil itu yang juga keheranan menatap sosok naga warna ungu besar dan bersayap lebar itu. Kemudian mantan ajudan Reksa muncul di pekarangan dan setengah berteriak.

"Îmmortal masuk ke dalam, cepat!" Kata orang itu dengan langkah yang juga cepat menuju pekarangan.

Dalam waktu singakat Immo kecil berlari ke dalam istana kecil diikuti naganya dengan perasaan ketakutan, karena sangat jarang sekali Immo kecil mendapati sosok yang disebutnya Ayah itu berteriak dengan keras kepadanya. Lalu Reksa pun bertatapan muka dengan mantan ajudannya, cukup lama keduanya saling menatap, segala kedinginan yang membeku ibarat es di kutub utara itu yang selama bertahun-tahun melanda persabahatan itu mendadak mencair karena kerinduan. Akhirnya keduanya pun berangkulan dengan hangat, seolah melupakan aksi-aksi saling mendiamkan yang lamanya sudah seumur Immo kecil itu.

"Apa kabar dirimu?" Kata Reksa.

"Baik, tapi apa yang membawa kedatanganmu kemari Reksa?" Kata mantan ajudannya dengan tatapan yang mendalam.

"Siapa anak itu? Siapa dia?" Tanya Reksa sedikit memaksa.

Mantan ajudannya sesaat diam dan hanya menghela napas. "Anakmu, dia anakmu dari Lenny." Katanya kemudian dengan tegas.

Reksa sudah menduganya, ia melihat ciri itu dari naga warna ungu kecil yang menemani anak kecil tadi." Lalu Reksa hanya diam, ternyata ada benih bintang lain yang dilahirkan wanita lain selain dari istrinya. Ia pun sesaat menutup matanya, sesaat yang membayangkan percintaan beberapa tahun lalu di pinggiran sungai di bawah sinar rembulan bersama Lenny yang begitu membara meluapkan cinta kasihnya lewat persenggamaan.

"Apa aku harus menemuinya?" Kata Reksa kemudian.

"Itu tidak akan membawa perubahan apa-apa, dia tetap tidak akan menjadi istrimu, bahkan peperangan bisa makin menjadi jika sampai kamu berpisah dengan Sasa, kamu harus ingat, bangsa Lemurian adalah bangsa yang cinta damai, beda dengan Atlantean karena di dominasi ras campuran Reptilian dan Nephilim, ini bisa menimbulkan peperangan besar tidak hanya di bumi, tapi antar galaksi. Ingat itu, kawan!" Kata mantan ajudannya dengan panjang lebar.

Namun Reksa begitu keras kepala, ia diam-diam hendak menemui Lenny, dan sejenak melupakan istrinya, Sasa. Menjelang malam Reksa sampai di istana kecil lainnya yang nampak sepi, tidak ada yang berubah dengan pemandangan yang dilihatnya, gemericik air sungai masih terdengar merdu, alirannya yang jernih mengundangnya untuk segera menuju sungai itu, dengan berjalan pelan akhirnya Reksa sampai di pinggiran sungai, ia terduduk setengah jongkok lalu membasuh mukanya dan meminum sedikit airnya untuk menghilangkan dahaga. Ketika Reksa hendak menyeka wajahnya, mendadak terlihat bayangan wanita bersayap transparan dari arah belakang yang menyodorkan sehelai sapu tangan dari pantulan cahaya bulan di aliran sungai. Reksa dengan cepat berdiri, ia sangat kaget mendapati sosok Lenny yang sudah tumbuh lebih dewasa, lebih matang dan tubuhnya terlihat lebih padat dan sintal. Reksa menelan ludahnya, kedua matanya berkaca-kaca. Kemudian Lenny menyeka wajah Reksa yang basah dengan sapu tangannya, penuh kelembutan dan kemesraan. Sesaat yang kemudian membangkitkan gairah, mengundang Setan dalam diri mereka masing-masing untuk segera membisikkan persetubuhan.

"Bukankah serupa liang itu hangat dan kamu merindukannya?" Kata sosok Setan serupa Ular hitam yang berkelebatan disekitar tubuh Reksa.

"Dan juga, bukankah sekerat daging serta sebongkol biji itu selalu kamu rindukan gencatannya?" Sosok serupa Ular hitam lainnya juga kelebatan disekitar tubuh Lenny.

Birahi memang membutakan segalanya, ditambah kerinduan diantara keduanya yang memang tak pernah diungkapkan, tetapi terekspresikan melalui tindakan dalam sebuah pertemuan. Tanpa banyak kata, keduanya kehilangan kendali, di bibir sungai yang sama, keduanya kemudian melakukan percintaan yang kedua kalinya, dengan pasangan tanpa ikatan yang sama. Dan alam semesta seolah membiarkan persenggamaan itu terjadi, dan apa yang sedang dilakukan Reksa dan Lenny membuat geram entitas jiwa tua seorang penjaga menara langit yang kini bersemayam dalam tubuh Dyodic, ingin sekali ia menghentikan apa yang mereka lakukan, tetapi sebagai entitas tanpa raga, tugasnya hanya menjaga menara langit, jembatan penyampai pesan antara Malaikat dengan manusia. Hal itu juga membuat geram salah satu penghuni kerajaan Peri, sesosok entitas dari percikan cahaya yang sekarang bersemayam dalam tubuh Eliyana pun mendadak malu atas apa yang dilakukan percikan yang diambil dari cahayanya itu di bumi, begitupun Rismala dan Rin Nopiant. Ketiga entitas itu pun begitu takut, karena mereka pun sebenarnya hanya menunggu waktu untuk segera bergiliran turun ke bumi dan hidup dalamraga fisik manusia.

Selang beberapa jam, pemandangan yang memuakkan nampak di depan sepasang mata Vajra, pemuda keturunan ras Peri yang mencintai Lenny mendadak muncul amarahnya begitu mendapati wanita yang dicintainya itu dalam keadaan setengah telanjang bersama pria lain yang tidak lain adalah Reksa Bumi. Secepat kilat Vajra mengeluarkan pedang dari sarungnya, dengan kekuatan maksimal Vajra hendak menghunuskan pedangnya ke arah tubuh Reksa, tapi dengan kekuatan setengah Dewa, Reksa lebih cepat bertindak, dengan sekali lompat ia langsung meraih pedangnya, dan mengarahkan senjatanya untuk menangkal serangan Vajra. Kemudian suara desingan-desingan pedang beradu Cumiakkan gendang telinga, membuat Lenny berteriak histeris, ia takut keduanya saling terluka, sementara keduanya berasal dari bangsa yang sama, Lemurian.

"Hentikan, Hentikaaannn, kumohon hentikannn..."

Suara dan teriakan Lenny tak diabaikan Vajra dan Reksa yang terus saling menghunjamkan pedang, Vajra sadar, dirinya hanya keturunan Peri, kekuatannya tak seimbang melawan keturunan Dewa meski sama-sama dari bangsa Lemurian, tetapi dengan segenap cintanya pada Lenny, ia sadar, bahkan sangat sadar bahwa dirinya harus memaksimalkan kekuatannya untuk memenangkan pertarungan yang menyangkut harga dirinya. Lalu ada celah dimana Vajra mampu merobohkan Reksa dengan sekali hentakan, namun Lenny spontan berlari dan menghalangi tubuh Reksa ketika Vajra hendak menghunuskan pedangnya.

"Pergi, pergi kamu Reksa, jangan pernah temui aku lagi, tugasmu sudah sangat banyak, pertahankan Lemurian, tunda pemusnahan besar-besaran ini, temuilah para penjaga langit, minta izin untuk bertemu dengan petinggi Seraphim, melobilah agar Tuhan menunda keputusannya. Pemusnahan tidak akan merubah apapun, bangsa Nisnas terbukti masih ada, mereka hidup di bawah tanah, di Agartha. Sudahlah, pergi cepat, cepatttt..."

Lenny memohon Reksa untuk segera pergi, ia sadar kekuatannya terkuras habis karena percintaan berulang-ulang yang membara. Dengan sigap Reksa meraih pakaiannya, memanggil naganya dan langsung melesat secepat kilat. Sementara Vajra masih menahan emosinya, ia pun mengatur napasnya, lalu perlahan emosinya menurun, namun kemudian dirinya dilanda kesakitan dalam hati yang begitu luar biasa perihnya. Vajra menitikkan air matanya, ia merasa penantiannya selama ini sia-sia. Ia pun tersadar, bahkan teramat sadar, bahwa ia telah menaruh cinta pada wanita yang ternyata tidak pernah mencintainya.

"Aku pergi, dan takkan kembali..."

Tanpa berkata apa-apa lagi Vajra menyarungkan pedangnya, ia membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi tanpa pernah menoleh lagi ke belakang, ia berjalan dengan membawa luka, melangkah dengan kehancuran hatinya, dan berlinang air mata. Di atas langit, Eliyana segera memanggil entitas cahaya bawahan Gabriel dan Michael yang bersemayam dalam tubuh Galih Kusbiantoro, Eliyana meminta untuk segera diturunkan hujan yang lebat di wilayah dimana Lenny sedang terduduk lemas dan juga berurai air mata, Mohonkan permintaanku pada Gabriel, kata Eliyana saat itu juga pada Galih yang langsung mengiyakan dan melesat ke tingkatan langit yang lebih tinggi.

Kemudian langit malam mendadak tidak bersahabat, gumpalan awan yang terlihat menghitam langsung mempertemukan energi positif dan negatif, atau proton dan netron sehingga bertubrukan dan terjadilah hukum fisika, kilatan petir pun terdengar menggelegar, disambung dengan air hujan yang tumpah ruah dari langit membasahi tubuh Lenny yang terkulai lemas di bibir sungai dalam keadaan setengah telanjang, menangisi kepergian yang teramat menyiksa batinnya dalam waktu yang bersamaan, kepergian orang yang dicintainya, dan kepergian orang yang mencintainya...

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Sekumpulan benih-benih bintang (kelak disebut Starseed) berkumpul di altar suci, ada sekitar 140.000 ribu lebih di altar yang luas bernuansa kristal dan cahaya itu. Beberapa ribu diantaranya sedang menunggu waktu untuk terlahir ke dunia, sebut saja Vino Nior Paruki Galih Kusbiantoro Nopi Subiyanto Nico Jhosua Arnold Alexia Zilin. Mereka yang tergabung ke dalam satu kelompok itu mendapatkan keilmuan spiritual secara bergantian dari tiga Archangel secara berskala, Gabriel yang membidangi ilmu komunikasi, telepati, bahasa alam dengan intuisi lapis-lapis dimensi karenanya disebut penyampai dan pengirim pesan (kelak kaum indigo mengenalnya dengan istilah vision), Michael yang membidangi ilmu peperangan (kelak indigo mengenalnya dengan istilah fighter), dan Raphael yang membidangi ilmu penyembuhan (kelak indigo mengenalnya dengan istilah healer).

Di altar suci itu kemudian gempar karena kedatangan salah satu bawahan petinggi dari tingkatan Seraphim, entitas bersayap putih keemasan itu sepertinya bukan hanya datang dengan membawa berita penting, tapi Cadis Etrama Di Raizel itu juga ditugaskan untuk memilih sekelompok entitas yang sudah maksimal menguasai beragam keilmuan itu secara maksimal untuk diutus ke bumi menjalankan sebuah misi besar, yaitu pemusnahan massal bangsa Atlantis dan Lemurian yang tak henti-hentinya melakukan peperangan. Altar suci seketika gempar, dan kabar itu tersiar hingga ke hunian para Dewa Dewi, itu berarti sebentar lagi kaum elite unsur percikan cahaya Malaikat itu akan segera menggantikan kehidupan di bumi, kelak manusia mengenal peradaban Dewa Dewi di Yunani dan Romawi kuno, Mesir kuno, sebagian Timur Tengah, India dan daratan Cina.

Sembilan bulan pasca senggama kedua antara Lenny Diandra dan Reksa Bumi di pinggiran sungai itu kemudian keadaan bumi semakin genting, peperangan sudah melibatkan banyak ras Alien yang bercampur dengan ras manusia keturunan Adama (Adam). Lenny tak lagi menghuni istana kecilnya di dalam hutan, dia sudah diungsikan ke kerajaan utama bersama Ayahnya, betapa ia rindu rumah besar itu, seperti ketika berada di langit bersama kawan-kawan masa kecilnya, tetapi ia tidak merasa nyaman di kerajaan yang sekarang ia huni, semua yang terlihat hanya mengingatkannya pada sosok Reksa yang gagah perkasa, sosok yang mewakili kejantanan pria yang di damba banyak wanita, sebagai Raja muda dia terkenal tidak hanya di kalangan ras manusia, tetapi juga ras campuran dengan Alien, dan kaum Peri.

Banyak yang mendambakan kisah kasih dengannya karena kharisma dan pesona, yang kabarnya dia adalah satu dari sedikit entitas Ruh Suci generasi pertama keturunan Dewa yang dilindungi Malaikat yang diturunkan untuk hidup di dunia. Namun bagi Lenny, tak ada lagi tempat yang paling aman selain berada di dalam kerajaan penuh dengan penjagaan ketat dan ratusan ribu pasukan dari berbagai kerajaan dan berbagai ras yang dikumpulkan karena masuk ke dalam ras inti yang sama, yaitu Lemurian. Dalam kesendiriannya itu kemudian Lenny merasakan perutnya berkontraksi, ia merasa dirinya akan segera melahirkan anak keduanya, ia pun merintih kesakitan, berjalan tertatih di balkon tingkat lima di kerajaan pusat itu.

Dari atas udara tanpa sengaja Vajra Aum Soraya melihat Lenny yang berjalan tertatih dengan wajah merintih. Vajra memang telah berjanji dalam hatinya untuk tidak lagi menemui Lenny, tetapi apa mau dikata, ia pun termasuk ras lemurian yang ikut dikumpulkan, dan menjabat sebagai Panglima perang dari ras Adama 9Adam) campuran kaum Peri yang ahli dalam berperang karena entitas dan jiwa tuanya termasuk ke dalam golongan kaum cahaya yang pernah menjadi penghuni altas suci di langit sana, namun berbeda tingkatan altar dengan Reksa, sosok Raja yang dibencinya karena menjadi pesaing utamanya dalam memperebutkan cinta. Sisi kemanusiaan Vajra kemudian tersentuh, bagaimanapun ia adalah jiwa tua yang pernah mendapatkan pendidikan di altar suci, meski setengah dirinya sebagai manusia mempunyai dendam dan itu sangat membara, namun sekali lagi jiwa tuanya berperan sangat dominan, sebelah hatinya berkata "anak yang dikandungnya tidak bersalah, tolonglah anak itu agar lahir dengan selamat." Kata sesosok Malaikat bawahan Malaikat baik hati pencatat amal baik itu. Vajra pun sontak melesat turun ke bawah, ia menghampiri Lenny yang hampir satu tahun tidak ditemuinya.

Lenny pun terperangah, namun sekilas wajahnya memancarkan senyum indah yang merekah. Vajra pun berjalan mendekat, dalam hatinya ia masih mencintai wanita dihadapannya, namun berusaha menutupi itu semua karena tahu bahwa segalanya telah berujung pengkhianatan yang hanya memberinya luka. Mendadak langkah Vajra terhenti, ia mulai labil, lalu terdengar bisikan yang menyesatkan, "keluarkan pedangmu, itu wanita yang mengkhianatimu, bunuh saja wanita itu." Kata sesosok Setan yang juga bersemayam dalam hatinya. Itulah manusia yang lengkap dengan beragam entitas gaib dalam tubuhnya, Malaikat, Setan dari golongan Jin, Qorin dan juga empat unsur bumi yang berunsur Ruh energi alam (air, tanah, udara, api). Betapa rumit spiritualisme manusia yang harus dijalani hanya untuk mengenal jati diri, tetapi Vajra yang istimewa mampu dengan mudahnya membuka dan meretas memori jiwa tuanya itu karena sekat-sekat dimensi dengan mudahnya bisa ditembus karena saat itu belum ada penghalang gaib yang melapisi antara batasan langit dan bumi. Dalam sekejap Vajra pun mengalahkan bisikan Setan dalam hatinya itu, ia telah memenangkan kebaikan daripada kejahatan atas nama kemanusiaan.

"Vajra, bawa aku ke hutan, tak ada waktu lagi, aku harus segera melahirkan di dalam air dengan kristalisasi inkubator di istana kecilku, cepat..."

Tanpa berpikir panjang lebar lagi Vajra langsung memangku tubuh Lenny, ia mengepakkan sayap transparannya dan langsung melesat terbang menuju hutan rindang yang indah. dari atas menara langit, sesosok entitas Dyodic Frahm tak henti-hentinya mengawasi perjalanan itu, ia pun merasa ketakutan jika dalam perjalanan itu nanti di hadang bangsa Atlantis yang sedang menyiapkan pasukan besar-besaran untuk menguasai seluruh dataran Lemurian. Dalam pengawasan itu kemudian tiba-tiba sekelebat sosok Angelic bawahan petinggi Malaikat tingkat Seraphim muncul dihadapannya, entitas yang kelak bersemayam dalam tubuh Rosikhin Ma'shum itu yang mampu keluar masuk lima lapisan dimensi alam gaib dengan jabatan Jenderal Perang itu kemudian menghampiri Dyodic, komunikasi pun terjadi antara bawahan dan atasan dengan sangat singkat.

"Mahluk-mahluk luar bumi sedang menuju planet bumi, diperkirakan dalam jarak beberapa waktu kedepan mereka akan sampai ke bumi, peperangan tak bisa dihindari, perketat penjagaan, awasi setiap pergerakkan." Kata Rosikhin dengan tegas.

"Perintah diterima Jenderal, siap melaksanakan tugas." Kata Dyodic dengan cepat.

"Kamu masuk dalam list yang akan segera turun ke bumi, setelah peperangan usai. Kamu akan jadi salah satu entitas yang mendampingi manusia dalam tubuhnya kelak sebagai jembatan ilmu pengetahuan." Kata Rosikhin menjelaskan.

"Aku ? Aku akan hidup dalam fisik keturunan Adama ?" Tanya Dyodic meyakinkan.

"Iya, lebih tepatnya di zaman Henokh (Idris), ada beberapa entitas lain yang satu tingkatan denganmu, kelak mereka akan jadi satu kelompok yang sama, bekerjasamalah dengan baik. Aku tidak bisa lama, aku harus ke ribuan menara langit lainnya, memberitakan hal yang sama."

"Kenapa bukan Gabriel ? Bukankah ini tugasnya sebagai Archangel ?" Tanya Dyodic keheranan.

"Gabriel sedang mempersiapkan entitas-entitas di altar suci, lagipula aku harus ke Laut Merah, menemui Iblis (Azazil - Samael), dia terlalu banyak membangun kerajaan sesatnya, aku harus memperingatkannya, juga Lilith yang banyak menyebarkan hasutan percintaan dengan bebas, sudah terlalu banyak bayi manusia lahir tanpa ikatan kesucian.

"Bukankah itu kehendak Tuhan ? Itu perjanjian-Nya dengan Azazil dan Lilith selama manusia masih terus berada di bumi, sebenarnya apa tujuan Tuhan dengan menurunkan Adama (Adam) ke bumi ? Yang terjadi hanyalah peperangan berujung pemusnahan, ini kali kedua, setelah pemusnahan bangsa Nisnas sebelum Adama diciptakan." Ucap Dyodic panjang lebar.

"Bumi adalah tempat praktek pembelajaran para entitas Ruh dari beragam ras dan tingkatan cahaya untuk kelak bisa kembali pada yang sejati danhakiki, bumi adalah tempat pertarungan keturuan Adama dan Hawa dengan Azazil dan Lilith juga, itu hanya salah satunya, masih banyak lagi. Sudahlah, aku harus segera berangkat." Kata Rosikhin sambil berpamitan.

"Baiklah..." Ucap Dyodic.

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Di wilayah Lemurian periode pertengahan (Pulau Jawa sekarang), seorang Putra mahkota, anak dari adik Raja yang berkuasa itu berusaha menghindari peperangan dengan bangsa Atlantis, Putera mahkota itu masih satu keturunan dengan Reksa Bumi, dari satu bibit leluhur yang sama, sebut saja ia, Zilin (old soul). Bersama rombongannya, ia melakukan perjalanan yang sangat jauh menggunakan Vihama, atau kendaraan terbang serupa UFO. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ia dan rombongannya sampai ke wilayah India Kuno, dan mulai membangun kerajaan baru dengan tekhnologi yang canggih dan tinggi, setelah selesai dalam waktu hitungan bulan, Zilin menamai kerajaan itu dengan nama, Kumari Kundam. Sebuah kerajaan baru kemudian berdiri megah, membuat sebagian besar para Dewa tertarik untuk turun ke bumi, para Dewa itu kemudian memang ditugaskan oleh Tuhan, untuk menciptakan peradaban baru, yang juga di wilayah yang baru. Kemudian para Dewa mulai turun dari kahyangan, dua diantaranya adalah Khirsna dan Siwa yang kemudian eksistensinya dikenal luas dalam peradaban Ramayana dan Mahabharata. Untuk waktu yang cukup lama, Zilin dan para bawahannya menikmati kehidupan baru, yang jauh dari peperangan. Banyak pernikahan dilakukan, banyak wanita didatangkan dari wilayah Lemurian yang setelah ribuan tahun kemudian dikenal sebagai negara Sri Langka, Mongolia dan juga Sundaland (Nusantara).

Di wilayah Timur Tengah, seorang pemuda berusia 500 tahun lebih bernama Henokh, cucu Nabi Adam generasi ketujuh ternyata mewarisi kecerdasan yang luar biasa, dan itu membuat gempar seluruh jagat raya di kota Atlantis dan benua Lemurian, juga jadi perbincangan hangat diantara jajaran Archangel di surga. Henokh (Idris) dianggap terlalu banyak membocorkan rahasia langit, dan itu membuat ras-ras di bumi menjadi kehilangan akal dan spiritual secara berlebihan, selain itu Henokh terlalu membiarkan banyak Dewa Dewi keturunan Samael dari ras campuran Adam itu keluar masuk alam kahyangan, terlalu banyak anak-anak lahir ke dunia lewat cara perzinahan, dan sebagian besar anak-anak yang sudah dewasa justru makin ekstrim karena mampu menguasai ilmu-ilmu sihir dengan sangat cepat dan banyak digunakan untuk hal-hal yang tidak tepat. Namun Gabriel (Jibril) melihat hal lain, ia menaruh harapan pada anak lelaki Henokh yang masih kecil, dia adalah Nuh (kelak menjadi seorang Nabi).

Dari menara penjaga langit, Dyodic Farm, Galih Kusbiantoro, Nopi Subiyanto, Vino Nior Paruki dan ratusan entitas cahaya lainnya sudah siap untuk mengamankan Ruh-Ruh dari dua bangsa besar yang mati karena peperangan agar tidak tersesat ke dimensi lain, sebuah dimensi alam tak kasat mata dimana para Jin bermukim. Di atas langit barisan entitas cahaya itu begitu panjang dan membentang, kemudian muncul Angel dari tingkat Seraphim, kemunculan mereka tidak disangka-sangka oleh barisan entitas cahaya itu, karena adalah hal yang langka, ketika jajaran Angel dari tingkat Seraphim muncul dan turun ke perbatasan antara langit dan bumi. Dua diantaranya adalah entitas yang mewakili Cadis dan Rosikhin, entitas cahaya Dyodic kemudian mengenali salah satunya, dia adalah Rosikhin yang beberapa waktu lalu menyebarkan berita menggemparkan, bahwa pemusnahan massal umat manusia di bumi akan segera dilakukan. Karena merasa sudah ada keakraban sebelumnya, Dyodic pun memberanikan diri bertanya pada Rosikhin.

"Apakah diantara mereka semua akan ada yang selamat ?" Tanya Dyodic.

"Ada satu pemuda, dia bernama Nuh, kelak akan menyelamatkan mereka-mereka yang patuh pada titah-Nya. Termasuk kalian nantinya, itu sudah termaktub (tertulis)." Jawab Rosikhin.

"Lalu apa yang membawa kalian datang kemari, bukankah kami sudah ditugaskan untuk bersiap-siap menyelamatkan entitas-entitas cahaya yang dipenjara dalam tubuh manusia-manusia itu ketika mengalami kematian ?"

"Kami ada tugas lain, kami akan segera mengangkat Henokh ke surga, bukan dengan jalan kematian." Ucap Cadis dengan tegas.

Kemudian semua entitas cahaya yang berjajar rapih berkilauan itu mendadak diam sediam diamnya. Mereka justru tercengang, bukankah itu akan menjadikan berita yang lebih menggemparkan lagi di bumi? Itulah pertanyaan yang kemudian dengan cepat tersapu hembusan angin. Sesosok Dewa Angin kemudian menyebarkan berita itu kepada mahluk bumi yang dengan konsentrasi ajnanya mampu meretas informasi itu lewat sebuah visual vision.

Dan waktu berlalu begitu cepat, dua anak Reksa yang bernama Bagas dan Immortal sudah tumbuh besar, perbedaan usia mereka hanya terpaut 2 tahun, kedua anak itu tumbuh dengan beragam skill yang kemampuannya diatas rata-rata anak-anak seumuran mereka, dan mereka menguasai ilmu sihir, mampu merapal mantra, juga menaklukkan naga-naga, dan menjadi anak-anak yang cepat populer di wilayah Lemurian bagian Sundaland (Nusantara).Kedua anak kecil sedang bermain dengan naga-naga ungu mereka masing-masing ketika sebuah bom meledak disekitar istana kecil kepunyaan Djendra. Mantan ajudan sekaligus tangan kanan Reksa itu bergegas keluar, dengan jangkauan pandangan matanya, ia melihat dan meretas informasi bahwa serangan dari pihak Atlantis akan terulang lagi dalam waktu cepat, ia langsung memanggil naga kepala limanya yang muncul dari dalam tanah, dari inti bumi. Tanpa banyak berpikir lagi, ia langsung meraih dua anak kecil itu, dan mendudukan mereka dibelakangnya, lalu melesat dengan naga Hybrid-nya, diikuti dua naga kecil berwarna ungu dan dua warna emas yang masing-masing milik Bagas dan Immo.

Dari ketinggian, sebuah bom kembali meluncur, dan istana kecil milik Djendra porak poranda dalam hitungan menit. Masih dalam tunggangannya, ia pun melihat ke daratan, banyak bangunan megah porak poranda, banyak kendaraan terbang berupa piramida dan candi hancur. Sementara sekumpulan manusia ras Lemurian yang terlatih untuk peperangan berusaha mengerahkan energi tenaga dalam untuk disalurkan ke kristal besar berwarna putih kebiruan untuk kemudian digunakan sebagai senjata pemusnah massal, atau yang kemudian dikenal dengan sebutan astral weapon. Kristal itu diisi energi dari alam yang diserap manusia di olah dalam raga untuk disalurkan kembali ke kristal itu, yang juga dijadikan bahan bakar untuk menerbangkan piramida dan candi yang terbuat dari bebatuan alam itu.

Djendra, Immo dan Bagas kemudian sampai di kerajaan pusat, suasana begitu genting, sepertinya Lemurian akan mengalami kekalahan, kekuatan memang tidak seimbang, kata Djendra dalam hatinya. Lalu muncul Lenny, dan Djendra tidak banyak berkata apa-apa, ia hanya menitipkan Immo dan Bagas pada Lenny yang berusaha menahan air matanya, ia dilarang untuk memberitahukan siapa dia sebenarnya, karena anak-anak itu terlalu kecil untuk mengetahui kebenaran yang sebenarnya sangat menyakitkan, bahkan bisa menimbulkan dendam, terlebih lagi konflik yang terjadi diantara Lenny dan Reksa.

"Waktuku tidak banyak, aku harus menemui Raja." Kata Djendra.

"Raja kita sudah terlalu tua, karena anaknya lebih memilih menjadi Raja di kerajaan musuh, yang ternyata menyerang wilayah kita. Raja macam apa itu itu si Reksa ? Dia menyandang gelar Reksa Bumi (penjaga bumi), tapi dia sibuk bercinta, dia tidak memikirkan rakyatnya dalam bahaya." Teriak Lenny dengan nada ketus.

Kemudian Vajra muncul ditemani dua panglima perangnya yang sama-sama dari ras kaum Peri, Fahreza Ali dan Giovanni.. "Samprazaan" Ucap Vajra.

"Rampiaza" Jawab Djendra dan Lenny bersamaan. Sekilas Vajra dan Lenny saling berpandangan mata, ada kesedihan yang memancar dari sorot mata Lenny, dan kebencian dari sorot mata Vajra. Namun Djendra yang menangkap energi berbenturan itu langsung memecah keheningan dengan kembali bersuara.

"Kita butuh tambahan pasukan, kita harus meminta bantuan dari mahluk penghuni inti bumi, kalau tidak salah dikepalai oleh Arnold." Kata Djendra.

Lalu Vajra membalikkan wajahnya. "Aku tidak pernah sepaham dengan Arnold. Mereka mahluk setengah Alien yang sulit dipahami pola pikirnya." Ucap Vajra sambil menghembuskan napasnya.

"Tidak ada waktu lagi, kita butuh kekuatan yang besar, untuk menyelamatkan bangsa kita dari kekalahan dan kehancuran." Kilah Djendra.

"Bukankah kita semua memang akan musnah ? Bukankah itu yang ditulis Henokh dalam catatannya karena kerap membocorkan rahasia langit yang diretasnya dari alam Akasha ?" Kilah Vajra.

Lalu hening, ada kebisuan yang terjadi diantara yang hadir dalam ruangan aula kerajaan itu. Masing-masing memikirkan catatan Henokh, yang bermukim di wilayah Timur Tengah, yang rekapan-rekapan tulisannya yang digurat dalam berbatang-batang lapisan kayu itu memang dengan cepat menyebar ke seluruh wilayah Atlantis dan Lemurian, peredarannya seperti sebuah kitab yang masih berupa kepingan-kepingan.

"Kita harus melakukan perubahan, Raja harus segera mewariskan tahtanya pada orang yang tepat." Kata Vajra sambil jalan mendekat ke arah Djendra."

"Baiklah soal itu aku setuju, aku akan mengajukan agar Zilin segera menjadi Raja kita." Balas Djendra.

"Tidak bisa, dia sudah mengungsi jauh dari sini, dia sudah membangun kerajaan bernama Kumari Kundam. Baik Raja dan adik Raja tidak punya lagi keturunan, yang tersisa hanyalah kamu, Djendra. Kamu anak dari adik Raja, trah terdekat yang pantas menggantikan Raja sekarang." Balas Vajra sambil menepuk bahu Djendra dengan kuat, sebagai tanda dukungan moral pada orang yang menurutnya sangat tepat.

Kemudian Djendra menatap dua anak kecil yang duduk dipojokan aula, Djendra menatap tajam, bahwa seharusnya salah satu diantara Immo dan Bagaslah yang berhak menjadi Raja, tetapi mereka masih kecil, mereka bahkan belum tahu siapa orangtua mereka yang sesungguhnya. Benar-benar kisah yang sangat tragis, dan tanpa bisa lagi ditahan lagi, Lenny pun menangis, ia merasa sangat bersalah, atas kekacauan silsilah dan trah yang terjadi di dalam lingkungan internal kerajaan.

Sesosok Dark Elf terbang dengan visual sayap transparan siluet hitam yang mengkilat, dia baru saja tiba di salah satu kerajaan Mu. Sebelum kedatangannya itu, dia disibukkan dengan pertarungan singkat yang akhirnya berhasil mengusir sisa-sisa ras Nisnas untuk kembali ke dalam perut bumi, ras Nisnas itu awalnya hendak menjadi sekutu bangsa Atlantis untuk menghancurkan bangsa Mu di wilayah timur, namun dengan pasukan Dark Elf yang tergolong banyak, ras Nisnas berhasil dibuat mundur. Sebenarnya tidak ada kepentingan ras Dark Elf itu untuk membantu kerajaan utama bangsa Mu, akan tetapi ras Dark Elf memang punya sejarah buruk akan hubungannya dengan bangsa Atlantis, karenanya salah satu petinggi ras Dark Elf itu memutuskan untuk membantu kerajaan Mu, karena bagaimanapun mereka tinggal di wilayah yang sama, di benua Atlantis bagian timur (Nusantara sekarang).

Kemudian Dark Elf itupun sampai di kerajaan Mu, disambut baik oleh pihak kerajaan karena kabar kemenangan ras Dark Elf melawan ras Nisnas beredar dengan cepat. Dark Elf itu kemudian memperkenalkan 22 Jenderal Perang yang dibawanya, namun berhubung Raja terdahulu sudah diungsikan ke Pleiades beserta jajaran keluarga intinya, maka saat itu kedatangan ras Dark Elf itu disambut hangat oleh perwakilan kerajaan yang ditunjuk sebagai pemegang kendali kerajaan dalam situasi genting, fungsinya sebagai otoritas tertinggi yang berhak menentukan keputusan keputusan atas keberlangsungan kerajaan, dia adalah anak tertua dari adik Raja, umurnya setara dengan Putera Mahkota yang harusnya memimpin kerajaan, namun karena pernikahan kemudian memutuskan untuk menjadi pembesar di kerajaan pusat bangsa Atlantis.

Anak adik Raja itu, sebut saja Firman aka Giovanni Farrel, entitas bersayap 4 bawahan Gabriel itu kemudian menjabat tangan petinggi ras Dark Elf itu. Ketika waktu makan siang telah tiba, lalu muncul Imo dan Bagas dengan masing-masing naga ungunya, ada yang menarik perhatian petinggi ras Dark Elf itu, bukan Imo dan Bagas dengan naga ungunya, tetapi sosok cantik nan jelita yang kepalanya berhias tiara yang berbalut dedaunan, wanita yang juga sama-sama dari ras Elf (Peri), tetapi dari garis murni keturunan kaum Bidadari, yang awalnya juga adalah keturunan para Dewi. Petinggi ras Dark Elf keturunan jiwa-jiwa The Fallen Angel dan Lilith itu terpesona dan spontan merasa bergairah mendapati ras Elf murni yang cantik itu. ras Dark Elf itupun berjalan mendekat dengan langkah kakinya yang gagah karena memakai jirah, dengan tanpa malu-malu dia lalu memperkenalkan dirinya.

"Aku Fahreza Jr. Patih Utama dari kerajaan Vendera, satu-satunya kerajaan Dark Elf yang tersisa di wilayah Mu." Katanya dengan bangga.

Lalu perkenalan itu disambut hangat oleh wanita itu yang langsung mengulurkan tangannya, "Aku Lenny, dari kerajaan Elf Putih yang sudah hancur, aku dari bangsa Niranthea yang diturunkan ke bumi." Katanya sambil tersenyum. Sekilas terlihat Fahreza menghembuskan napasnya dengan berat sambil menatap tubuh Lenny dari atas ke bawah, sungguh pemandangan yang indah, dan itu membuatnya ingin bercinta dengan segera, maklum karena sebagai kaum Dark, tentu birahi adalah senjata utama yang digunakan sebagai pesona dan kharisma, secara misterius aura-aura Incubus sudah menyatu dalam pancaran auranya, sehingga Lenny pun bergejolak, timbul pula keinginan yang sama, ia seperti terhipnotis dan ingin segera bercinta, benteng pertahanannya pun kembali seolah akan runtuh, tidak hanya oleh kaum Angelic, tapi juga oleh ras Dark Elf.

Hasrat membara yang tercipta kemudian buyar seketika karena kedatangan Vajra Aum Soraya, sosok Elf dari bangsa Niranthea, bangsa ras kaum cahaya pembuat bulan yang juga diturunkan ke bumi sehingga mempunyai raga. Langkah kaki Vajra kemudian terhenti begitu mendapati sosok Dark Elf dihadapannya, sosok yang juga sangat dikenalnya, sosok yang ketika masih di langit pertama pernah sama-sama memperebutkan sosok Rismala Desi, yang juga dari ras Niranthea. Dulu Fahreza dan Vajra sama-sama dari Niranthea, tetapi Fahreza terkena hasutan keturunan Lilith yang sejak jatuh ke bumi menebarkan virus Sucubus, banyak ras keturunan Bidadari dan Dewi yang kemudian terkena virus itu, salah satunya adalah golongan pria dari ras Elf, sehingga menjadi Dark lalu mendapatkan hukuman dan diturunkan ke bumi untuk menjalani karma, hanya karena melakukan percintaan bebas diatas gumpalan-gumpalan awan. Hal itu membuahkan mitos, bahwa ketika awan menghitam itu pertanda Zeus marah karena mendapati ras Elf bercinta dengan kaum The Fallen Angel, sehingga gumpalan awan menangis dan menjatuhkan air mata, yang kemudian dikenal sebagai hujan. Fahreza dan Vajra sontak berpandangan mata, namun ketegangan segera diredam oleh kemunculan Djendra, dua anak kecil langsung berlarian kearahnya.

Djendra langsung menggendong Bagas Laksmana dan meraih tangan kanan Immo Djenar Jr. dia hendak membawa kedua anak itu untuk masuk ke dalam kamar mereka, sambil berjalan cepat dia pun bersuara, "Hentikan kekonyolan kalian, ini bukan saatnya menebar kebencian diantara sesama ras Elf, aku tidak peduli kalian Half atau murni, kalian tetap Niranthea." Kata Djendra dengan tegas. Lenny pun segera berlalu, dia keluar dari ruangan itu menuju balkon. Sementara Vajra memang tidak ingin menunjukkan rasa cintanya kepada Lenny yang masih membara, ia sudah terlanjur sakit hati, tetapi anehnya tetap ingin mencintai, sebegitu rumitkah ketika sebuah Ruh berisi jiwa kemudian mempunyai raga ? Pikirnya dalam hati. Namun ia memang harus menutupi kecemburuannya, setelah pamit pada Firman, ia pun berlalu dan meninggalkan kerajaan. Kesempatan itupun dimanfaatkan oleh Fahreza untuk menyusul Lenny yang sedang berdiri di balkon kerajaan pusat itu. Pemandangan dari kerajaan yang berdiri diatas bukit itu nampak menyedihkan, gumpalan asap menghitam membumbung ke langit, sisa-sisa peperangan yang masih saja terjadi, dan sebagian kota hancur, sementara kabar pemusnahan sudah tersiar dari langit ketujuh, melalui para penjaga menara langit. Kemudian Lenny teringat pesan Kakaknya, yang masih berupa wujud entitas Ruh yang bertugas menjadi kepala menara langit pertama, pesan yang mengatakan bahwa ia harus bisa menahan segala macam bentuk nafsu termasuk birahi, hanya untuk memperkecil karmanya di dunia.

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Dalam pandangan matanya yang miris melihat kehancuran wilayah huniannya, Lenny bertanya-tanya dalam hatinya, kenapa ia diturunkan ke bumi ? Apakah ia sudah tidak murni ? Bahkan sebagian besar ingatan dalam memorinya belum bisa ia retas, ia masih belum mampu mengingat sepenuhnya, seperti apa kehidupannya ketika di langit dulu ? Ketika menghuni kerajaan di langit pertama bersama ribuan cahaya lainnya yang tanpa raga. Kemudian Fahreza mendekati Lenny, dengan kekuatan ajnanya, ia mampu meretas apa yang sedang dipikirkan Lenny, ia pun segera memainkan perannya, karena sebagai bangsa Mu dari ras Dark Elf, ia termasuk sosok yang sudah mampu awakening seutuhnya. Kehadiran Fahreza memang membuat Lenny bergairah, begitupun sebaliknya.

Keduanya sama sama merasakan kehangatan, menumbuhkan benih-benih percintaan, ada keinginan tak tertahankan untuk segera melakukan perkimpoian, persenggamaan. "Apa yang kamu lamunkan ? Kenapa wajahmu sedih begitu ? Kamu adalah Puteri dari salah satu kerajaan Mu di wilayah Timur, kamu adalah sosok cahaya yang kemudian ditugaskan ke bumi. Kamu punya misi." Kata Fahreza panjang lebar. "Misi ? Apa misiku ? Bahkan aku sama sekali tidak ingat kehidupan macam apa yang membuatku harus ada di bumi. Aku sudah berusaha mengingat semaksimal mungkin, tapi aku selalu kesulitan untuk awakening." Jawab Lenny dengan nada yang kedengarannya berusaha untuk menahan isak tangis. "Misimu adalah membesarkan dua kesatria langit, memang perkimpoian-perkimpoian itu adalah jalannya, sebuah retorika, sandiwara, kita semua memang dibuat bersalah, itu sudah suratan. Jalani saja." Balas Fahreza sambil menatap tajam wajah Lenny.

"Lalu bisakah kamu membantuku awakening ? Djendra selalu sibuk dengan urusannya, dia sama sekali tak pernah punya waktu luang untukku. Vajra juga tidak pernah mau melakukan itu, dia hanya sebatas mengajariku berperang..." Kata Lenny.

Dan dia mencintaimu bukan, Vajra ?" Balas Fahreza yang memalingkan wajahnya, ia tahu, Lenny akan merasa terganggu jika harus terus menerus ditatap dengan tajam seperti yang beberapa saat lalu dilakukannya dengan mendalam.

"Dia mencintaiku, tapi aku mengkhianatinya, aku merasa bersalah." Kata Lenny dengan suara pelan.

"Tapi dengan pengkhianatan itu maka kedua anak itu lahir, mereka adalah kesatria langit, kelak, mereka akan kembali terlahir sebagai bintang jatuh yang bercahaya di bumi, dalam wujud fisik lain."

Lenny kemudian bergantian menatap tajam wajah Fahreza, ada pertanyaan lain timbul dalam hatinya.

"Lalu kenapa aku diturunkan ke bumi ? Apa yang sudah kulakukan sehingga karmaku sebegitu parah ? Aku banyak melukai hati pria, dan juga tidak pernah punya kesempatan merasakan kehangatan cinta yang sesungguhnya, padahal aku seorang Puteri." Kata Lenny setengah berteriak.

"Kamu yakin ingin tahu ? Kamu yakin ingin tahu apa membuatmu diturunkan ke bumi pada saat itu ? Ini bahkan kehidupanmu yang kedua di bumi, perjalanan Atlantis - Lemurian sudah memasuki angka ratusan bahkan puluhan ribuan tahun, dan aku dengar sekarang sudah ada kehidupan baru di wilayah baru, sekitaran Timur Tengah, disana sedang gencar dengan berita kehadiran sosok istimewa, dia mengetahui seluruh kehidupan langit, bahkan dia ingat segalanya." Kata Fahreza dengan berapi-api.

"Siapa dia ? Timur Tengah itu dimana ?" Tanya Lenny penasaran. "Kita bisa kesana dengan cepat menggunakan Vimana, sampai ke daratan padang pasir yang indah, dan orang itu bernama Henokh, keturunan Adama di bumi." Lenny terperangah." Keturunan Adaman di bumi ? Apa maksudnya ? Apa Adaman itu ada banyak ?" Tanyanya lagi dengan keheranan. "Adama ada disetiap planet dengan wujud, unsur dan entitas yang berbeda-beda, bumi hanyalah dominan unsur tanah, seperti halnya raga kita. Beda dengan bulan yang terbuat dari Platinum, atau Venus yang campuran emas dan perak dengan tanah." Kata Fahreza dengan semangat, dengan menceritakan itu semua, dia sedang pelan-pelan juga membantu Lenny untuk mengingat kehidupan sebelumnya, dengan merangsang gelombang frekuensi dalam kepalanya untuk bisa naik lebih tinggi.

"Ada ruangan bernuansa kristal kah ? Tunjukkan padaku, akan kubuat kamu awakening dengan cepat." Kata Fahreza dengan menggebu-gebu.

"Ada, tentu saja ada, mari kita kesana." Ajak Lenny yang langsung menuju ruang bawah tanah kerajaan pusat itu.

Fahreza dan Lenny kemudian memasuki sebuah ruangan tanpa cahaya dari luar, penerangan yang ada semua dari kristal yang berfungsi seperti obor, lalu dengan menekan tombol-tombol pada salah satu dinding, sebuah pintu besar terbuka menjadi dua bagian, sebuah kristal biru yang sangat besar langsung menjadi pusat perhatian Fahreza, iapun mendadak teringat masa lalunya, di kehidupan sebelumnya ketika masih murni menjadi ras Niranthea.

"Baiklah, ini akan sangat cepat dan tubuhmu akan mengalami gejolak luar biasa, juga memori-memori dalam kepalamu akan hilir mudik, sekarang duduklah dan relaks, pejamkan kedua matamu." Fahreza langsung menggiring Lenny untuk segera melakukan tahapan awal meditasi. "Tangan kiri buka telapaknya, rapatkan jarinya, lalu taruh jempol tangan kanan diarea telapak kiri, posisi tangan sebatas dengan dada, lalu tarik napasmu yang dalam, dan bayangkan dalam tarikan napas itu kamu sedang menyerap energi dari kristal biru, tahan di dada beberapa saat, rasakan aliran napas yang mengandung energi dari kristal biru itu menjalar keseluruh tubuhmu, menyentuh titik-titik utama cakramu, lalu hembuskan perlahan-lahan dari hidung, lakukan terus hingga aku rasa cukup meditasi ini." Kata Fahreza memberikan bimbingan dengan cara duduk sila di belakang Lenny.

Lenny sangat bersemangat melakukan apa yang diperintahkan Fahreza dengan sangat antusias, iapun sadar, bahwa dirinya sedang mengikis karma buruk di masa lalu, dengan cara berbuat kebaikan, meski hasrat untuk kimpoi terus membara setiap saat dan itu tidak bisa dipungkiri.

"Setiap tarikan napasmu adalah kehidupanmu, napas yang memberimu hidup, seperti halnya udara yang mampu menggerakkan tanah, ditambah unsur cahaya yang terpenjara dalam raga, karena raga kita adalah seonggok daging yang tidak bisa ditembus cahaya, matahari pun hanya diserap oleh jiwa melalui pori-pori tubuh kita, semua unsur bekerja sama, hanya saja kita tidak menyadarinya, kecuali dengan jalan spiritual, inilah Lanterha Lemurian. Fokuslah, rasakan udara yang kamu hirup menyapa jiwamu, menyelami titik-titik cakramu, rasakan sensasinya, rasakan ketika udara itu bersinergi dengan titik energi dalam cakra-cakramu, saling menyinkronkan satu sama lain, sampai akhirnya nanti aktif, dan unsur cahaya dalam dirimu mampu bekerja sesuai fungsinya, seperti tanpa raga, seperti itulah yang namanya meraga sukma, cahaya butuh ijin dari raga untuk bisa keluar masuk, kita ini berbeda, kita adalah mahluk generasi ke sekian yang menjadi penghuni bumi meski masih dalam peradaban Atlantis - Lemurian." Kata Fahreza dengan dengan semangat. "Energi dari kristal kurasa cukup berkumpul di dada, tubuhmu lebih hangat yang aku rasakan, dan harum birahi. Pusatkan energi itu dan bayangkan menjadi sebuah gumpalan seperti gelombang yang berbentuk bola, lalu gunakan kekuatan pikiran untuk mengalirkan energi itu ke cakra atas, ke ajna. Kata Fahreza lagi dengan perasaan berdebar-debar.

Lalu Lenny mendadak mendapatkan visual gambar-gambar yang hilir mudik di salah satu ruang di dalam kepalanya, ajnanya yang mulai mampu bekerja kemudian seperti mendapat aliran energi, itu semacam arus telepati yang sedang bekerja, padahal ajnanya sedang melakukan percobaan pengaktifan.

"Proses awakening ini tidak akan secepat ini jika tanpa kristal biru, kristal itu sudah menjadi semacam Ruh bagi bangsa Lemurian, kristal itu pula yang digunakan untuk berkomunikasi dengan leluhur di planet lain. Baiklah terus rasakan getaran-getaran partikel langit dalam tubuhmu yang sedang mengakses berita informasi dari langit, apapun itu terima saja, ini berhubungan dengan masa lalumu, entah kehidupan pertamamu di bumi, entah kehidupan sewaktu di langit dulu." Ucap Fahreza dengan menghembuskan napasnya yang sudah mengandung nafsu birahi, kejantanannya bangkit seiring dengan hawa hangat yang memancar dari dalam tubuh Lenny yang mulai merasakan keanehan, namun ia menikmatinya.

Kemudian ada visual wujud energi yang menjelma sosok serupa wanita bertanduk merah yang cantik yang melebur ke dalam wujud entitas sesosok Dewi, lalu sosok Dewi yang sudah terkontaminasi virus Sucubus itu merasuk ke dalam tubuh mahluk besar serupa manusia jenis wanita, lalu mulai merayu-rayu, menebarkan hasrat birahi untuk melakukan percintaan. Dan dengan mudahnya beberapa mahluk takluk dan tunduk, sehingga mazi keluar dimana-mana, tetesannya mengotori tanah, membuat tanah merasa hina, dan Ruh Bumi menjadi marah, tidak terima dengan perlakuan yang dilakukan mahluk-mahluk pertama bumi itu yang sudah dipengaruhi entitas-entitas langit lapis pertama yang tak bertanggung jawab.

"Apa-apaan ini ?" Teriak Lenny. "Siapa Dewi itu ?" Mendadak Lenny histeris mendapati pemandangan yang tak karuan.

"Itulah dirimu, seorang Dewi, percikan cahaya Angel di masa lalu yang pernah bekerja sama dengan jutaan ras sesamamu dalam menciptakan bulan, jutaan cahaya tahun yang lalu." Kata Fahreza sambil menghembuskan napas yang berat, bersamaan dengan itu virus Incubus dalam dirinya pun bereaksi, sisi Dark Elf dalam dirinya dominan menguasai. "Kamu telah disusupi energi Lilith, sehingga dulu kerap merasuk ke dalam tubuh mahluk-mahluk pertama bumi serupamu, lalu melakukan percintaan." Kata Fahreza dengan degup jantungnya yang berdebar kencang, untuk sesaat ia hanya menelan ludah, namun kejantanannya sudah bereaksi, sebongkol biji dan sekerat daging di bawah pusarnya telah menjelma bak umumnya pusaka para pria. "Sesungguhnya kamupun adalah seorang Dark Elf, hanya saja semua mahluk tidak mau mengatakan kebenaran itu, karena itu adalah aib kerajaan langit, terlebih kamu keturunan Dewi yang jiwanya berasal dari percikan cahaya Angel." Fahreza mendadak merangkul tubuh Lenny,

Detik itu juga virus Sucubus dan Incubus seperti tertawa terbahak-bahak. Virus-virus itu bekerjasama membangkitkan dan memaksimalkan nafsu birahi.

"Jadi karena itu aku diturunkan ke bumi ?" Tanya Lenny dengan napas terengah-engah. Dadanya turun naik, lalu Fahreza mendorong sedikit tubuh Lenny, kini mereka saling bertatapan, dan nampak jelas dalam pandangan Fahreza, ketika dada Lenny turun naik karena gelisah sekaligus terperangah.

"Sudahlah, kita ditakdirkan menjalani karma yang sama." Tangan kanan Fahreza mengusap rambut Lenny yang berwarna kuning keemasan itu dengan bergetar. Lalu Lenny dengan refleks menyeka kening Fahreza yang basah karena keringat. Kedua tubuh Dark Elf yang berangkulan itu makin membara, meditasi menyelami diri sendiri yang sejenak lalu dilakukan mendadak hilang entah kemana arahnya. Kecupan pertama pun mereka lakukan dihadapan Kristal Biru Utama bangsa Mu, dan gelap sudah menguasai pikiran ketika keduanya kemudian saling merengkuh, mengaduh dan berpeluh.

Tangan kanan Fahreza mengusap rambut Lenny yang berwarna kuning keemasan itu dengan bergetar. Lalu Lenny dengan refleks menyeka kening Fahreza yang basah karena keringat. Kedua tubuh Dark Elf yang berangkulan itu makin membara, meditasi menyelami diri sendiri yang sejenak lalu dilakukan mendadak hilang entah kemana arahnya. Kecupan pertama pun mereka lakukan dihadapan Kristal Biru Utama bangsa Mu, dan gelap sudah menguasai pikiran ketika keduanya kemudian saling merengkuh, mengaduh dan berpeluh.

Braakkkk...

Pintu terbuat dari batu setinggi 20 meter itu mendadak terbuka, Djendra berjalan cepat, ia mengikuti intuisinya, ia menangkap gelombang yang frekuensinya menaik yang menyebabkan energi dari kristal biru di ruangan bawah tanah menjadi tidak seimbang, ia sempat berpikir ada penyusup yang hendak mencuri kristal biru setinggi 10 meter itu yang hampir setengah ukuran badannya. Ternyata dugaannya meleset, tetapi instingnya tidak salah, ada mahluk lain dalam ruangan itu, dan ia tidak menyangka itu ternyata adalah Lenny dan Fahreza, keduanya dalam keadaan setengah telanjang, sayap-sayap mereka nampak basah, begitu juga tubuh mereka, berpeluh. Energi keduanya berbenturan dengan energi positif yang selama ini dikumpulkan dan diserap ke dalam kristal biru sebagai power plan. Djendra terbelalak, tak menyangka dengan pemandangan yang tersaji dihadapannya.

"Apa-apaan ini? Apa yang kalian lakukan ditempat sakral ini? Kalian bercinta? Bahkan kalian baru saja bertemu." Teriak Djendra menahan emosinya.

Fahreza dan Lenny nampak sibuk memakai Armornya masing-masing. Keduanya gelagapan, merasa bersalah karena bercinta ditempat yang salah.

"Aku, aku tidak sengaja..." Kilah Lenny berusaha meredam emosi Djendra.

"Aku yang salah." Ucap Fahreza sambil berjalan mendekati Djendra.

"Keterlaluan. Pantas saja dulu Nisnas dimusnahkan, karena selain peperangan, bangsa itu juga menggilai percintaan. Apa kalian tidak sadar? Kita sedang dihadang peperangan." Djendra meluapkan kekesalannya.

"Kita juga keturunan Nisnas, tidak baik bicara seperti itu, Djendra. Sudahlah, lupakan apa yang barusan kamu lihat." Kata Lenny sambil mendekat.

"Diam! Jangan berkelit, memang itu kenyataannya, Nisnas memang seperti itu. Kalian buktinya!" Teriak Djendra sambil membalikkan badannya dan berjalan keluar dari ruangan bawah tanah itu.

"Djendra..." Teriak Lenny.

"Sudahlah, dia tidak apa-apa. Biar aku nanti yang bicara dengannya." Kilah Fahreza sambil membelai rambut Lenny yang sedikit berantakan.

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Sebuah nuklir mendarat di wilayah ujung timur Lemurian. Kemudian terdengar lagi sebuah ledakan. Lalu yang ketiga, hingga yang kelima. Ledakan yang terdengar begitu dahsyat, suara dentumannya menggelegar kemana-mana. Kobaran api dengan seketika membumbung ke atas langit. Dari kejauhan sambaran api itu seolah ingin membakar langit. Suasana kerajaan pusat Mu mendadak genting karena terjadi gempa berkekuatan dahsyat, beberapa bangunan megah setinggi hampir seratus meter sebagian besar runtuh karena guncangan yang super dahsyat itu. Dan kabar dengan cepat tersiar. Sepuluh Vimana dari kejauhan terlihat mendekat. Kesepuluh pengendaranya kemudian turun dengan cepat dan melaporkan sesuatu yang sangat tidak terduga. Vajra dan Arnold segera menuju area lapangan. Mereka tak menghiraukan keributan diluar kerajaan karena rakyat yang panik. Kemudian Djendra berlari cepat menyusul Vajra dan Arnold. Satu dari sepuluh panglima perang kerajaan pusat itu kemudian berlari untuk segera mengabarkan keadaan diluar sana.

"Lapor Jenderal, daratan diujung wilayah timur terbelah, perkiraan kami daratan seluas 10.000 kilometer persegi terbelah dan hancur, lalu tenggelam. Penduduk disana dipastikan mati. Kita kehilangan banyak rakyat." Kata salah satu panglima perang itu.

Seluruh tubuh Vajra, Arnold, Djendra dan Fahreza yang baru saja berlari cepat ke area lapangan merinding dengan seketika. Mereka membayangkan luas daratan 10.000 kilometer persegi hancur dan tenggelam dalam hitungan menit. Ledakan nuklir super dahsyat telah meluluhlantahkan wilayah Mu bagian timur. Djendra mengepalkan kedua tangannya. Ia geram, ingin rasanya membalas serangan itu, tapi ia sadar, balas dendam bukan hal yang tepat, terlebih lagi kekuatan Mu jauh di bawah Bangsa Atlantean. Dari kejauhan Lenny mengucurkan air mata, disaat sebagian besar rakyat Mu sedang meregang nyawa, ia justru bersama Fahreza sedang bercinta. Lenny pun memejamkan matanya, ia teringat pesan Rismala Desi beberapa waktu lalu yang datang menemuinya melalui ijin penjaga menara langit utama yang berpesan agar dirinya segera mensucikan diri, karena karma dari masa lalunya belum seutuhnya ditebus, yang dilakukannya justru hanya makin menambah beban karmanya. Detik itu juga ia langsung menuju area kendaraan perang, Lenny mengepakkan sayapnya dan langsung menaiki Vimana.

"Mama, Mama mau kemana..."

Kemudian terdengar teriakan anak kecil yang berlarian di anak tangga, terlihat Immo dan Bagas saling berlari cepat, namun Bagas terjatuh, tangan kirinya memegang badan Immo yang mendadak kehilangan keseimbangan, detik itu juga kedua anak kecil itu terjatuh berguling-guling dari anak tangga. Djendra langsung berlari menghampiri kedua anak kecil itu. Sementara, Fahreza yang panik melihat tindakan Lenny langsung menaiki Vimana salah satu panglima perang yang baru saja mendarat. Entah kenapa hati Vajra pun tersentuh, ia merasa khawatir pula dengan tindakan gegabah Lenny, rupanya ia masih memendam rasa cinta, meski telah tersakiti berulang kali, entahlah, wanita berunsur api, campuran manusia dan Nephilim yang kimpoi silang dengan kaum Peri, menjadikannya seorang wanita berjenis Dark Elf. Sekilas Djendra mendengar desingan Vimana yang melesat di udara, ia melihat Fahreza dan Vajra menyusul Lenny. Tapi ia lebih mengkhawatirkan Immo dan Bagas, Putera-Putera keturunan Raja kerajaan pusat Mu.

Setelah sekian lama menunggu, Djendra dan Arnold merasa panik karena Lenny dan dua Putera Mahkota dari dua kerajaan kecil Dark Elf belum juga tiba di kerajaan pusat, entah kemana mereka. Namun kemudian Arnold bersuara memecah keheningan.

"Aku yakin mereka tidak apa-apa. Kita butuh strategi perang atau bagaimana, Djendra?" Tanya Arnold.

"Strategi perang? Kita adalah bangsa yang cinta damai, kita bukan Atlantean, meski kita ada di benua Atlantis. Kita adalah Bangsa Lemurian, kita punya semangat Wisnu, Shiva, Ashura. Kita harus ingat cerita leluhur Sri Rama, peradaban yang hancur karena peperangan ribuan tahun yang lalu, juga Nisnas di era sebelumnya lagi." Kata Djendra geram.

"Bukankah memang ini yang dikisahkan Henokh (Idris) dalam catatannya? Henokh keturunan Adam, yang menceritakan keturunan Adam banyak mengungsi keluar bumi dan tidak pernah kembali." Kata Arnold Panjang lebar.

"Henokh memang terlalu banyak bicara tentang rahasia langit, sampai-sampai beliau ditarik dari bumi dan ditempatkan di planet lain, mungkin untuk meneruskan misi Adam membangun peradaban alam semesta. Lagipula, misiku untuk menyebarkan cinta damai, keseimbangan alam, bukan peperangan dan melanjutkan karma. Sebenarnya aku muak terlahir kembali. Jiwaku ini memang temperamental, gemar berperang, tapi itu dulu, itu masa lalu, itu di masa Nisnas." Kata Djendra dengan geram.

"Aku mengerti, kamipun sama, kami di Agartha juga menciptakan peradaban yang baru, hidup dengan kedamaian, dan menghindari peperangan, tapi dasar memang sebagian besar Atlan memang berkembang pesat, keturunan Nisnas yang gemar berperang justru selalu lebih dimudahkan segalanya, apa dikira inti bumi itu enak? Sama sekali tidak, untungnya kami punya tekhnologi yang dikembangkan dengan kecerdasan, itupun berkat bantuan leluhur yang kini tinggal di planet lain, sayangnya kami ditetapkan untuk menetap di bumi, untuk mengawasi keadaan mahluk hidup bumi selanjutnya, yang ternyata memang harus berakhir dengan peperangan." Arnold pun tersentuh hatinya, dan teringat kehidupan masa lalunya yang porak poranda karena peperangan. Dia merasa betapa pengulangan hidup itu begitu cepat, padahal kisaran waktunya sudah berlalu ratusan ribu tahun silam.

Kemudian Arnold dan Djendra dikejutkan dengan kedatangan Putera-Puteri Mahkota dari berbagai kerajaan kecil di wilayah timur Lemurian. Ada Nopi dari bangsa Elf Witch, dan belasan lainnya. Ada dua yang paling cantik, dua sosok manusia bersayap keturunan ras Peri murni, White Crystal Elf dari golongan ras pembuat cahaya, dia adalah Angela dan Dewi, yang didampingi Rajanya, Anggra, sosok-sosok bersayap putih transparan bersiluet kristal, leluhur mereka adalah kaum Niranthea, yang jutaan tahun lalu menciptakan bulan. Setelah saling menyapa, suasan mendadak seperti pertemuan akbar yang begitu luar biasa. Kemudian Djendra dan Nopi berjalan keluar ruangan, mereka hendak bercakap-cakap namun tertahan begitu melihat Vajra yang berdarah menahan kesakitan, dan Fahreza yang membopong Lenny yang kelihatannya tak sadarkan diri. Detik itu juga Angela bertatapan mata dengan Fahreza, ada getaran energi yang bertubrukan, energi yang menimbulkan aura panas ke segala penjuru ruangan. Fahreza tidak menyangka, sosok White Crystal Elf yang dulu dicintainya namun terlarang untuk bersama karena perbedaan golongan ras antara Dark dan White Crystal itu berada di ruangan yang sama, setelah sekian lama tidak bertemu dan bertatap muka. Dan Angela menunjukkan kecemburuan dari energi yang memancar dari sorot matanya melihat Fahreza membopong seorang wanita keturunan Dark Elf.

"Apa yang terjadi?" Tiba-tiba Arnold bersuara.

"Kami di serang Nephilim." Kata Vajra.

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Seorang Peri Hutan, yang pernah hidup di masa Adam turun ke bumi, di sekitar wilayah Papua sekarang, bagian paling timur wilayah Benua Atlantis yang melewati garis khatulistiwa. Peri adalah tingkat ke tiga setelah alam Dewata, Bidadari, lalu Peri. Mereka eksis sebelum Adam, dan awalnya sezaman dengan Nisnas. Eksistensi Peri Hutan di bumi sejak masa Henokh berada di bumi, Peri juga berhubungan dengan Ras Niranthea (mempunyai kekerabatan) di masa lalu. Peri Hutan adalah ras Elf yang sudah tercampur pengaruh The Fallen secara seksual sehingga mereka diturunkan ke bumi dan menghuni alam pegunungan sekitar laut atau pantai, ciri khas hunian Elf adalah gunung yang tinggi, karena di darat terdapat manusia berkemampuan interdimensional pada saat itu yang bercampur dengan mahluk lain semisal Nephilim, Hybrid, Nimfa, Nimphidya dan semacamnya,sementara di dalam bumi terdapat sisa-sisa kaum Nisnas, dan sementara di langit mereka tidak punya lagi akses ke Kahyangan, itulah awal mula istilah Peri Hutan yang tidak banyak diketahui orang banyak. Scan PLR ini berdasarkan jenis entitas Elf yang mendampingi yang di scan. Peri ini juga berhubungan erat dengan para Bidadari yang turun ke bumi, misalnya dalam kisah Nawang Wulan, Dayang Sumbi, Ken Dedes, dan banyak lagi entitas entitas interdimensional yang pada zamannya menitis pada fisik fisik manusia sebagai jelmaan. Mereka jenis entitas yang punya raga fisik yang kemudian disekat dimensinya sehingga untuk saling terkoneksi dengan manusia umumnya menggunakan tubuh etheric.

Peri Hutan yang awalnya tinggal di sebuah pulau besar di dunia, di mana matahari selalu terbit dari arah timur yang melewati garis khatulistiwa. Sebuah hunian alam hutan yang indah, dipenuhi dengan berbagai pohon yang langka dan tinggi-tinggi, pelangi hampir tiap hari muncul di pulau itu, disana juga ada berbagai jenis hewan baik yang bertubuh besar dan kecil. Serombongan Elf yang masuk kategori Dark Elf kemudian didatangi oleh sepasukan manusia bersayap yang mengabarkan peperangan sedang terjadi, mereka bermaksud untuk menjalin koloni agar kekuatan bertambah besar, karena Elf meski bertubuh kecil tetapi punya kekuatan sihir yang luar biasa, dan bisa merubah wujudnya serupa dan seukuran manusia. Ras Elf di masa lalu punya kemampuan membentuk cahaya-cahaya di bulan, sewaktu leluhurnya dari Ras Niranthea masih eksis sebelum pindah koloninya ke bulan planet-planet lain karena di bumi terjadi pemusnahan massal. Ras Elf sezaman dengan Nisnas, sebuah masa dimana Matahari dan Bulan belum diciptakan.

Sebut saja inisial FW, Peri Hutan yang punya kemampuan sihir hebat dan energinya yang besar hanya dengan mengucapkan mantra-mantra. Dia sudah tahu tentang peperangan itu, dan memang mau tidak mau harus terlibat tak peduli ukuran fisik yang kecil tapi mereka kekuatan spiritual yang tinggi karena bersifat interdimensional. Setelah disepakati, maka dikumpulkanlah pasukan Peri dan dikelompokan ke dalam Kesatria Peri, tugas mereka adalah menjaga energi dalam beberapa kristal yang berbeda-beda warna yang ada di bawah Piramida-Piramida yang tersebar di seluruh penjuru wilayah Lemurian, selain itu sebagian besar yang mampu merubah wujudnya ke fisik normal manusia pada saat itu akan ikut berperang. Disinilah awal mula kaum Dark Elf ikut andil dalam peperangan melawan bangsa Atlantean. Selain itu mereka sepakat untuk menebus karma atas leluhur yang dulu bercampur dengan para The Fallen di masa yang lebih tua lagi.

FW yang punya kemampuan mengalirkan energi melalui tongkat saktinya kemudian memimpin sekitar seribu Dark Elf, di wilayah Mu pusat dia kemudian bertemu dengan ras sesamanya yang ternyata juga masih ada dan selama ini kehilangan jejak, karena komunikasi tidak mungkin dilakukan sesering mungkin karena takut keberadaan mereka diketahui bangsa kaum pemburu yang ingin memusnahkan Ras Elf, karenanya suatu keuntungan bisa bergabung dengan para Kesatria dari kerajaan pusat Mu. Di sekitaran Jawa - Kalimantan yang pada saat itu masih menyatu. Keadaan sudah sangat genting, ada sedikit rasa malu yang ditunjukkan pada Ras Light Elf (Peri dari golongan cahaya putih), namun saat itu juga FW bertekad untuk bisa memaksimalkan kinerjanya membantu kerajaan Mu ini agar aksesnya ke kahyangan bisa dibuka kembali. Rasa malu itu kemudian terlihat oleh Anggra Hidayat Ras Elf dari kaum Eldar (Cahaya Bintang), dia mencoba untuk menenangkan FW dengan mengulurkan tangannya, dia berkata bahwa segala kesalahan leluhur di masa lalu tidak usah di ungkit, yang penting adalah bagaimana caranya berbuat baik, meski kemudian digolongkan sebagai Peri Hutan. FW sangat senang atas simpati yang datang, saat itu dia sudah merubah wujudnya ke rupa manusia dengan kekuatan sihirnya.

Kemudian terdengar dentuman nuklir yang meledak bertubi-tubi, energi yang ditembakan dari Kristal Mu untuk menghalau serangan nuklir banyak yang tidak sampai karena energi yang melemah, detik itu juga FW mendapat tugas untuk segera menyuplai energi alam dengan bantuan sihirnya untuk diserap lalu disalurkan ke Kristal Mu yang ada di bawah Piramida. Sekitar seratus Dark Elf wanita kemudian menuju ruang bawah tanah dengan komando FW, sementara Fahreza Jr. ke kembali ke lapangan untuk menghalau pasukan Atlantean agar tidak melewati perbatasan. Dengan rapalan mantranya, FW membuka penutup kubah Piramida, dan matahari tepat berada di atas kubah itu, dengan koneksinya pada Ra, FW mulai menghimpun energi matahari dari atas langit dan mengarahkannya pada Kristal Mu yang berwarna putih. Aliran demi aliran mulai merambat, sekitar 12 Dark Elf bertugas mennyaring energi negatif dari sisa-sisa nuklir yang berterbangan di udara, karena bagaimanapun Kristal Mu harus diisi dengan energi alam yang murni. Dari atas pelataran kerajaan, Lenny Diandra sedang bersama Immo Djenar Jr. dan Bagas Laksamana. Seluruh istana dilanda kepanikan, dari pelataran itu pula, mereka melihat ratusan Vimana berseliweran hilir mudik dan menjauh, jumlah yang kembali tak pernah sebanyak jumlah yang pergi, artinya begitu banyak korban berjatuhan di medan perang dari Ras Mu.

Energi matahari yang diserap dengan bantuan sihir perlahan-lahan mulai mengisi Kristal putih Mu, dibutuhkan hingga sekitar 3 jam untuk mengisi full, dan itu mustahil karena matahari terus bergerak seiring bumi yang berputar. FW lama kelamaan mulai terkuras energinya, ditambah ia menggunakan cadangan energinya untuk merubah wujudnya ke rupa manusia. Sementara ada instruksi dari penjaga Piramida lain yang mengirimkan telepati yang sudah terhubung dengan Piramida pusat, dan isi berita mengatakan bahwa suplai energi dari pusat sangat dibutuhkan untuk mengisi bahan bakar guna menembak nuklir-nuklir agar meledak di udara dan tidak sampai pada daratan, karena telah diterima bahwa ada serangkaian nuklir yang diarahkan langsung ke kerajaan pusat Mu, dan itu tidak bisa dihalau dengan tembakan biasa. FW segera memutar otaknya, ia sedang memikirkan hal tergila yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, ia sedang memikirkan untuk mengarahkan energi dari kristal putih itu sendirian untuk ditujukan langsung pada nuklir yang sedang mengarah ke kerajaan pusat Mu, karena tidak mungkin energi matahari akan diserap sementara waktunya tidak cukup lagi. FW segera mensosialisasikan niatnya pada sekumpulan Dark Elf lainnya, "Ini semua demi menebus karma leluhur." Katanya meyakinkan, "Waktunya sudah tiba, kita akan bertemu lagi nanti." Kata FW sambil berlinang air mata.

Detik itu juga, ia menyiapkan diri semaksimal mungkin untuk mensinkronkan pakaian perang (Armor) berwarna emas mengkilatnya, posisinya sudah melesat keatas kubah Piramida, kepakan sayapnya sangat indah, bening dan transparan, sekilas ia menatap ke bawah, menatap teman-temannya sesama Peri Hutan, setelah beberapa detik, ia mulai mengarahkan energi dari Kristal putih Mu itu sejurus dengan tehnik Healing seorang Healer di masa sekarang, gumpalan energi itu di alirkan dan diposisikan dibadannya sehingga tubuhnya nampak berkilau cahaya kuning keemasan tak ubahnya sinar matahari. Sementara dari arah barat, sebuah nuklir sedang menuju kerajaan pusat Mu, tepat wilayah pertengahan daratan Mu, nuklir itu dihantam oleh FW yang membawa gelombang energi matahari dalam kisaran yang tidak maksimal, terdengar dentuman luar biasa di atas langit, dan mendadak langit gelap, dalam kegelapan itulah terlihat setitik cahaya putih serupa bintang yang terbang ke atas menjauhi asal ledakan, diatas langit itulah muncul sesosok cahaya lain, biasa disebut Eru Illuvatar, kaum yang menghidupkan Ras Peri. Cahaya ini membawa FW ke bulan, pada asal usul leluhurnya dari Ras Niranthea.

Daratan yang telah hancur dan menyebabkan belasan kastil menjadi rata dengan tanah itu kemudian dihujani partikel nuklir yang meledak di udara, sebuah ledakan teramat dahsyat mengguncang daratan Mu itu, yang sebagian besar sudah terendam air mencapai beberapa meter. Sesosok Fairy yang berhasil menyelamatkan Kastil utama dengan cara meledakan nuklir diatas udara itu berhasil menghimpun energi matahari yang dipusatkan pada sebuah kristal besar, yang dalam waktu singkat kemudian diarahkan ke udara, tepat mengenai sasaran, dan tubuhnya pun hancur, tubuh Fairy itu menjadi kepingan serupa debu yang jatuh ke daratan yang mulai tenggelam. Namun tidak bagi jiwanya, seberkas cahaya berwarna putih dengan siluet pelangi kemudian melayang-layang di udara. Ada jeda yang terlihat hanyalah partikel-partikel atom yang terurai. Fairy itu kemudian dengan leluasa menyesuaikan tubuh halusnya yang telah kehilangan raga.

“Inikah aku, dalam wujud cahaya?” Katanya bertanya-tanya.
Dalam jeda waktu yang begitu melambat itu kemudian Fairy melihat gambaran sebuah hologram yang terdiri dAri garis-garis cahaya yang membentuk kubah serupa jaring begitu luas, sebuah matriks yang tak berujung, yang menjadi pondasi alam dunia tempat dimana sebelumnya ia menjadi salah satu penghuninya. Kemudian ada rambatan cahaya dari ujung dihadapannya, cahaya itu menyilaukan, dan perlahan-lahan menjadi dinding pembatas antara dirinya dengan dunia yang sempat ia huni sebelumnya.

“Inikah sekat dimensi?” Katanya lagi.

Dan sebelum ia banyak bertanya lagi, sesosok Angel menghampirinya, wujud cahaya itu bersinar terang, ribuan kali lipat dari wujud cahayanya. Kemudian ia ingat, itulah sosok Angel yang pernah ditemuinya dulu, sangat dulu sekali entah kapan. Ia terkesima, tak ada visual wajah maupun tubuh yang bisa tergambarkan, hanya berupa cahaya saja, wujud asli sang Angel yang kemudian menyerap ia untuk menyatu dengan tubuh cahaya Angel itu. Dalam detik itu, yang ia lihat kemudian daratan Mu yang makin tenggelam, terlihat ribuan kepanikan dibawahnya, diantara wajah-wajah raga fisik yang terlihat itulah ia melihat sosok-sosok yang dikenalnya, teman-temannya sesama Fairy, mahluk-mahluk lain yang juga bersayap namun bertubuh lebih besar, juga yang setengah manusia setengah binatang, dan hewan-hewan, juga sisa-sisa bangsa Nisnas. Dalam pandangannya ke arah lain, ia melihat Piramida yang mulai tenggelam dan daratan terbelah dua, disisi lain tertutup lahar panas yang keluar dari mulut-mulut gunung berapi yang terlihat sedang marah. Lalu barisan-barisan prajurit langit berjajar dan siap melesatkan anak-anak panah cahaya, dan sebagian besar menyala api. Kemudian ia melihat tetesan air dari langit, dari cawan-cawan raksasa yang ditumpahkan para Dewi, namun tetesan air itu tak membasahi dirinya melainkan terlindungi karena berbeda dimensi. Bagaimana hujan bisa tidak membasahi dirinya sementara air itu ditumpahkan para Dewi dari dimensi yang sama dengannya sekarang dan bisa mengguyur bumi, bagaimana cara kerja alam semesta itu sebenarnya? Dan beragam pertanyaan lain muncul, meski ia sudah tak lagi beraga, tetapi telah seutuhnya menjadi tubuh cahaya. Lalu ia makin melebur ke dalam tubuh cahaya yang memang lebih besar darinya dan mulai mengaburkan pandangannya dari alam dunia, hingga ia tak lagi melihat apa-apa.

Sebuah proses kembali ke asal, ke titik semula, dari cahaya ke cahaya. Sebuah ikatan semacam plasenta menghubungkan ia dan Sang Sumber Cahaya, seperti embrio dalam sebuah kandungan, namun ini sangat besar, terdapat banyak pecahan cahaya yang berasal dari awal yang sama. Lalu dalam wadah kandungan semesta yang terbuat dari cahaya itu mengalir banyak ingatan tentang sebuah penciptaan. Kandungan berupa cahaya itu berasal dari sebuah energi, sama halnya dengan “jiwa” karenanya manusia adalah mahluk cahaya yang berasal dari energi yang punya hukum kekekalan, karenanya energi tidak pernah mati, hanya mengalami perubahan bentuk, dan karena alasan itulah jiwa mampu menempati berbagai lapisan dimensi. Ia dan banyak cahaya (jiwa) lainnya kemudian dialiri sebuah ingatan, tentang semesta, tentang Adhama, bahwa Adhama bukan berasal dari manusia, melainkan dari ledakan kandungan serupa proses kelahiran bayi, yang terjadi di semesta yang kemudian ditugaskan ke bumi, namun Adhama itu mahluk cahaya yang berpetualang lama di semesta, karenanya ketika turun ke bumi sudah memiliki pengetahuan tentang alam semesta, dan tahu bagaimana menciptakan peradaban untuk para manusia.

Adhama pun melalui proses yang sama pengulangan jiwa, tiap semesta memiliki satu Adhama, dan tiap Adhama pada satu semesta mengalami regenerasi dari satu masa ke masa, dari peradaban awal hingga ke peradaban manusia, tetap ada Adhama dari jenis cahaya yang sama, namun dengan wujud yang berbeda. Yang membentuk Adhama adalah universe yang terbuat Dari Zalzoli, atau embrio alam semesta. Dalam Zhanura itulah segala pengetahuan kesemestaan diberikan, persis seperti proses ketika janin dalam kandungan Ibu bertemu dengan Angel yang memberitahukan siapa dirinya, kelak akan menjadi apa, dan seperti apa misinya di dunia, yang umumnya setelah lahir ke dunia sama sekali lupa tentang itu karena jarang menyelami diri sendiri. Namun ia berbeda, karena sebagai wujud cahaya terpilih yang proses turunnya ke bumi melalui perhitungan dan tempaan bintang serta ada ritual sakral dari jajaran Archangel yang tidak tersurat, namun nyata adanya bahwa mereka mewakili rasi bintang dan menjaga planet tertentu sebagai penghasil apa yang kemudian disebut ‘Benih Bintang” manusia manusia dengan tubuh etheric yang bersayap, yang sudah ada sejak zaman Nisnas, zaman dimana pertama kali entitas cahaya memiliki raga fisik.

Ia kemudian terjaga di sebuah lembah perbukitan, disebuah dimensi yang lebih indah dari alam dunia materi, namun ia pun bersifat mempunyai raga, akan tetapi dalam wujud energi, tubuh etheric. Ada sayap yang tetap transparan, juga tubuh yang terbalut kain putih kebiruan, dan lagi-lagi dalam bentuk energi. Ia terbangun dan mulai memandang kearah sekelilingnya. Seperti kampung halamannya, gumamnya dalam hati. Dan satu persatu ia melihat sosok-sosok serupa dirinya yang bermaterikan energi, hilir mudik mengepakkan sayap dalam jumlah yang banyak, seperti lukisan zaman Renaisance dimana ketelanjangan adalah kejujuran, dimensi inilah yang kemudian akan diporak porandakan oleh kaum The Fallen Angel di kemudian hari, di masa dimana para penduduk langit itu bersetubuh dengan sekumpulan Angel yang berontak karena pembelaan pada Azazil yang tidak digubris. Sebuah masa, yang kemudian diberitakan oleh Hemokh pada masa Adhama selanjutnya.

Ia sebagai Fairy kemudian diajak sesosok yang sama dengannya untuk berkelana, ada hamparan rumput hijau yang luas, ada Piramida emas dimana-mana, ada hewan-hewan yang dikemudian hari dianggap mitologi. Ia bertanya pada sesamanya itu,

“Dimanakah ini?”

“Dulu pun kamu pernah disini, jutaan tahun silam.”

“Lalu kamu siapa?”
“Aku adalah Kakakku dimasa lalu, dan pasanganmu dimasa depan nanti, setelah selesai istirahat ditempat ini.”

“Lalu apa nama tempat ini?”

“Shangrila, dalam ruang waktu yang berbeda, kamu ada di masa depan...”

Lalu keduanya melintasi sebuah keindahan dalam batas tak terbakar dalam konteks fenomena diatas cakrawala, keduanya melihat Arkhydar, yang dikemudian hari manusia bumi menyebutnya, Lailatul Qadar.

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
Tiga gadis dari ras Elf Zya Rai II, Lenny Diandra, Rismala Desi, kemudian mendapatkan vibrasi energi, pedang perak mereka mendadak beresonansi, lalu intuisi bekerja mengarahkan ketiganya untuk membentuk lingkaran, dan mengangkat pedang masing-masing untuk dijulangkan ke atas. Mereka berdiri diatas reruntuhan bangunan yang hancur karena peperangan, terutama serangan nuklir. Disekeliling yang terlihat hanya asap mengepul kehitaman, tak terdengar lagi isak tangis, juga jeritan. Mayat dimana-mana, dari berbagai ras mahluk hidup yang tak lagi bernyawa.

"Apa cahaya ini berasal dari tubuhku? Tapi kenapa rasanya sakit sekali ?" Kemudian terdengar sesosok mahluk bertubuh raksasa berteriak dari dalam tanah yang mendadak menyeruak keluar dan menimbulkan sedikit gempa.

Zya terlihat gelisah, tetapi ia meyakinkan yang lainnya untuk tetap fokus pada energi yang mengalir pada pedang masing-masing. Kemudian dari aliran air sebuah pulau yang mendadak bergelombang itu muncul cahaya berwarna nila. Dan membentuk pusaran air yang menjulang keatas, diujung pusaran itu muncul sebuah cahaya bulat bersinar putih bias nila.

"Ada sosok di dalam cahaya itu" Kata Lenny terperangah. "Sepertinya tidak asing, tapi itu siapa ?" Tanya Rismala penasaran.

Ketiga ras Elf itu takjub menyaksikan keajaiban, sebuah fenomena supranatural yang muncul ditengah-tengah kehancuran.

"Apa ini sebuah evolusi dari satu entitas ? Atau reinkarnasi yang dipercepat ?" Kata Zya yang terlihat sekujur tubuhnya merinding sejadi-jadinya.

Bulatan cahaya itu membesar seiring pergerakan tubuh menyerupai fisik manusia, yang dengan cepat memvisualkan wujud memakai Zirah warna nila dan memegang tombak setinggi empat meter yang terbuat dari Platinum, bahan yang sama yang digunakan pada pembuatan bulan, ribuan tahun lalu.

"Saya adalah utusan dari jurang kematian. Dilindungi oleh bulan dan planet-planet, juga mewakili penjaga keheningan malam bangsa Peri dari ras Niranthea, kaum pembuat cahaya, leluhur para pekerja cahaya, di masa depan nanti. Saya mewakili sifat-sifat cahaya atas sebuah tubuh etheric, proses evolusi, reinkarnasi, dan juga kebangkitan atas kesadaran diri, atas jiwa-jiwa interdimensional."

Tiba-tiba sosok wanita bertubuh cahaya itu berdiri di atas angin, tingginya sekitar tiga meter dengan rambut hitam panjang sepinggang, seperti seorang Puteri, atau Dewi dari negeri Shangrila. Zya yang takjub terlihat meneteskan air matanya, begitu juga yang lainnya.

"Jadi inikah proses maksimal awakening dari sebuah tubuh etheric ?" Tanya Zya penasaran. Sosok wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.

"Apa ini kehancuran yang dipersiapkan para Malaikat diatas sana ? Inikah tujuannya diturunkan mahluk ke bumi ?" Tiba-tiba ada sesosok pria muda dengan zirah emas yang kotor oleh tanah dan darah karena peperangan, dialah Bagas Laksamana seorang Light Warriors di masa depan bumi.

"Bagas, kamu masih hidup ?" Tanya Zya yang langsung wajahnyya terlihat memerah tanda hatinya mendadak berbunga-bunga. "Aku hanya tertimbun reruntuhan bangunan. Aku tidak apa-apa, Zirah dari Zeus ini sangat kuat melindungi tubuhku." Ucap Bagas sambil berjalan mendekati Zya.

"Dimana yang lain ?" Tanya Rismala kemudian dengan tatapan mata yang berharap jawaban yang akan keluar dariu mulut Bagas adalah jawaban yang menggembirakan. "Entahlah, tapi aku rasa mereka masih hidup, mereka menyebar hingga ke perbatasan Atlantis." Kata Bagas.

"Saya merasa bahwa kehancuran ini pernah terjadi belum lama ini, mungkin ribuan tahun lalu tepatnya. Sejak saya dipanggil dengan menarik triger emas, sepertinya saya selalu menjadi tamu yang tidak diundang, termasuk keberadaan saya disini, di saat yang sangat tidak terkendali. Dewa Dewi mengirimkan saya kesini, padahal saya sedang berada di Pleiades, dan itu jauh dari bumi, jauh sekali. Serangkaian pemikiran perlahan-lahan terakumulasi dan mengubah cakrawala peristiwa, sehingga sejarah tampaknya telah menjadi sedikit bengkok tanpa kita sadari. Dan ini sudah kesekian kalinya, sejak zaman Adam yang pertama, hingga peristiwa pemusnahan bangsa Nisnas yang lalu. Saya diberi waktu istirahat yang abadi karena kecelakaan itu, karena peperangan dan pemusnahan era Nisnas dulu. Dan bagi saya, yang mengejutkan baik tubuh dan jiwa ini tidak pernah bisa bangkit secara spiritual karena terkontaminasi residual negatif akibat peperangan. Tubuh saya terkena radiasi nuklir hingga partikel atomnya meresap kedalam aliran darah, sejak itu saya mulai menjalani kehidupan yang tak terduga sebagai Cyborg, bahkan sebagian besar yang selamat tersiksa sebagai Mutant. Pikiran terbelenggu, dan para Profesor menarik kesimpulan, bahwa "monster" ini harus dimusnahkan dari bumi, meski tanah yang kalian pijak telah terkontaminasi darah, lendir, racun, residu bom, bahan kimia, juga derita. Semua menyatu dalam tanah, dalam tanah yang kandungannya akan diambil untuk pembentukan unsur Adam selanjutnya, karena itulah manusia zaman Adam selanjutnya akan kesulitan memulai kebangkitan. Etheric mereka akan terkurung dalam raga yang "kotor" sehingga untuk mampu awakening maka sangat membutuhkan proses spiritual yang tinggi, untuk kemudian bisa memulai hidup dengan tubuh etheric cahaya ini seutuhnya." Kata sosok wanita bertubuh cahaya itu dengan panjang lebar.

"DUUAAARRRRR..."

Kemudian kembali terdengar dentuman nuklir yang dahsyat, Zya, Lenny, Rismala dan Bagas mendadak tiarap, sementara sosok wanita bercaya itu bersiap dengan tombak platinumnya, untuk menyerang Atlantis.

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa
#Starseed

Manusia yang sejak lahir diberi kesempatan hidup di alam gaib luar angkasa (bukan di bumi namun diluar dimensi yang ada di bumi), sehingga ketika di usianya memasuki usia remaja dan dewasa muda mampu beraktifitas gaib secara harfiah meninggalkan badan dengan seenaknya, dan ini kadang tidak disadarinya, mereka selalu merasa apa yang terjadi hanya sebatas mimpi belaka, tetapi kemudian berpikir ulang bahwa itu semacam perjalanan astral tubuh etheric, tapi bagaimana bisa ? Sementara mereka banyak terjebak dengan statement "aku tidak belajar meraga sukma, aku tidak belajar tentang dimensi, alam gaib dan semacamnya." Itulah kebimbangan yang kerap mereka alami, tapi kembali ke statement di atas, bahwa Starseed adalah manusia yang memiliki dasar DNA dan RNA dari campuran ras-ras mahluk hidup yang pernah ada di bumi, yang faktanya sebagian dari ras-ras itu berasal dari luar bumi, terbawa secara turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya hingga embrio itu meretas dalam tubuh manusia beraura dasar nila, dan aura nila ini tidak hanya disekitar cakra ajna, tetapi melapisi seluruh tubuhnya. (ini kesimpulan pertama yang paling mudah dipahami).

Kemampuan-kemampuan dasar Starseed yang paling banyak bisa dilakukan diantaranya adalah berteleportasi/komunikasi dengan mahluk gaib yang hidup di luar angkasa, juga yang ada di dalam perut bumi. Mereka memiliki cakra yang bekerja seperti magnet, filter dan penyalur bersifat spontanitas yang telah terbuka sejak lahir dan mampu bersinergi dengan benda antariksa seperi bintang dan meteor, juga peradaban bumi yang berhubungan dengan itu semua. Mereka juga memiliki shield/pelindung menyelubungi tubuh mereka secara misterius, bisa berupa hijab/energi yang membuat lawan tidak bisa menyakitinya/menelisik ke dalamnya. Karenanya sebenarnya Starseed tidak mudah diserang, ditembus, dan ditelisik kecuali oleh sesama Starseed itu sendiri. Karena sesama Starseed itu seperti dua magnet yang bisa saling tarik menarik, juga bisa saling bertolak belakang, ini juga karena tiga hal, kesatu: ada tipe Starseed hanya berentitas Angelic, kedua: ada tipe Starseed yang hanya berentitas Demonic, ketiga: ada tipe Starseed yang bisa berentitas keduanya, seimbang antara Angelic dan Demonic, untuk yang ketiga ini kemudian tergantung dominan penggunaan yang mana, itupun juga tergantung pribadi, sifat, karakter, dan bakat serta ketertarikannya ke arah mana.

Starseed adalah manusia yang "ingat" atau diberi ingatan ke dalam memorinya semasa dulu waktu masih hidup di zona energi Tuhan sebagai jiwa tanpa raga, sehingga mampu mengingat bagaimana sifat Tuhan yang maha pengasih dan penyayang. Sekuat apapun mereka mencoba patuh dengan agama, saat mereka jenuh mereka tidak akan beribadah sesuai anjuran agama tersebut, sesekali bahkan tidak akan menyesali sebab sangat percaya akan ketentuan Tuhan bahwa hukuman tuhan juga wujud kasih sayang-Nya, namun mereka juga tidak akan semena-mena karena mereka memiliki dasar keuniversalan yang juga berasal dari Sang Pencipta. Sekali nyaman dengan suatu agama maka mereka akan perjuangkan penegakan ibadah dalam agama tersebut. Starseed ketika masuk suatu agama semata-mata karena merasa nyaman dengan metode agama tersebut, bukan karena iming-iming pahala yang Tuhan jamin dari agama tersebut, ada hal-hal yang lebih dari itu, mereka selalu merasa bahwa mencintai langit dan bumi adalah kesejatian itu sendiri, karena mereka sebagai wujud etheric percaya, bahwa Ruh mereka berasal dari cahaya-Nya, dan itu tidak pernah akan mengalami yang namanya kematian seperti halnya raga fisik belaka.

Bagian dari Starseed Pekerja Cahaya atau istilah populernya Lightworker, yang merupakan bagian dari Benih Bintang atau Starseed, adalah orang-orang yang merasakan jiwa mereka secara keseluruhan adalah sebagai misi global yang Ilahi untuk membantu dunia melalui cinta, pendidikan, kesadaran yang lebih tinggi, dan penyembuhan. Mereka yang menganjurkan cinta, cahaya, dan kesejahteraan planet telah diakui secara khas memiliki ciri-ciri umum tertentu yang secara alami masuk dalam kelompok tertentu yang cenderung bersifat rahasia, atau bergerak secara personal sesuai dengan kapasitas dan misinya. Kecenderungan ini telah dikategorikan ke dalam dunia "Malaikat Bumi" atau Earth Angel Realm - Malaikat yang menjelma. Earth Angel Realm - Starseed - Starpeople - Soulstar. Kebanyakan awalnya berasal dari planet lain dan galaksi namun telah berinkarnasi di Bumi dengan misi untuk menyebarkan kebaikan sesuai dengan instruksi dari leluhur mereka yang berasal dari masa lampau yang terkoneksi dengan bintang-bintang di alam semesta. Mereka mungkin mengungkapkan kerinduan pada planet luar bumi sebagai rumah mereka, dan memiliki hubungan dengan kelompok bintang seperti Pleiades atau Sirius. Minat orang bintang meliputi UFO, teknologi, dan perangkat elektronik. Mereka rata-rata memiliki aura pelangi pada tubuh etheric dan sering bekerja sebagai penyembuh dengan menyalurkan energi, atau yang populernya disebut Healer.

Wilayah orang bijak termasuk manusia yang pernah menjadi praktisi seperti dukun tradisional kuno yang bisa ditemui literasinya dalam berbagai peradaban kuno seperti Mesir, Yunani, Romawi, India, Cina, bahkan Nusantara terkait catatan sejarah Atlantis - Lemurian, juga kisah-kisah penyihir yang pandai menggunakan ilmu alkemis, telekinesis, yang dipadukan dengan mantra-mantra, mereka juga bisa bersifat seperti rohaniawan secara universal tanpa memandang agama dan ajaran tertentu yang berkesan mengelompokkan. Mereka banyak merasakan hubungan dengan agama dan filosofi berbasis Bumi seperti halnya Gaia (Ibu Bumi - Mother Earth). Sangat intuitif, atau sering menggunakan intuisi, mereka cenderung memiliki sikap serius meski dipandang aneh oleh kebanyakan orang diluar kelompok mereka, bisa dari perilaku, percakapan, kecenderungan membahas yang diluar akal dan nalar. Sebagai cara untuk menghormati silsilah sejati mereka, mereka mungkin memiliki keinginan untuk mengenakan pakaian seperti zaman Renaissance atau Dewa Dewi karena mereka punya akses secara etheric pada dimensi yang lebih halus seperti katakanlah alam Wentira atau Shangrila - Shambala. Mereka cenderung mempercayai energi-energi yang bervisual hewan mitos seperti naga, phoenix, singa bersayap emas, dan lain-lain, mereka juga banyak yang terteraik dengan dunia penyihir karena pada dasarnya ilmu sihir adalah penggunaan unsur elemental dan tehnik telekinesis yang beragam, mereka juga mempunyai banyak minat dan ketertarikan pada peradaban masa lampau karena terkait dengan jiwa tua mereka pada jiwa dan pengetahuan leluhur yang berasal dari seperti Atlantis, Avalon, dan Lemurian.

Starseed sedang diaktifkan untuk benar-benar bekerja secara pararel dalam berbagai dimensi, kemampuan di sini sementara di bumi, sebagai Warriors untuk mengalahkan bentuk dan praktik kejahatan. Mereka memiliki sifat 'Alien' alias: Kemampuan spiritual untuk melakukan banyak hal: pandangan jarak jauh, fokus & niat dalam penggunaan intuisi, berbagai kemampuan psikis, kekuatan pikiran dan semacamnya. Kesadaran Ilahi tentang "Kemanusiaan" telah mengalami banyak kerusakan, harus disembuhkan untuk maju & menuntut kematangan serta kesadaran bahwa Sekarang memimpin kemanusiaan ke depan dalam "Cinta Ilahi" (semesta) untuk kebesaran semua, menjauhkan peperangan dan menebarkan perdamaian. Ada begitu banyak Ascended Masters yang bekerja sangat keras sekarang untuk memutar roda kembali pada relnya yang semestinya di era peradaban ini, percayalah bahwa apa yang sering disebut sebagai Tuhan itu ada sebagai tumpuan dan harapan.

Hal-hal besar baru saja terjadi di alam fisik dan itu menyangkut aliran-aliran energi yang keluar masuk dari dalam dan luar bumi itu sendiri, banyak rangkaian koneksi yang datangnya tidak terprediksi, tapi itulah sesuatu yang perlahan-lahan membantu proses kebangkitan kesadaran yang bisa dirasakan oleh Starseed itu sendiri, bekerja berkali lipat dengan potensialnya masing-masing yang akan mengubah dunia untuk perbaikan semua di segala bidang yang nyata, ada yang banyak bicara soal peradaban, itu membantu menyalurkan energinya pada mereka yang diluar sana sedang memperjuangkan untuk merubah keadaan, karena ada yang lebih berhak dengan posisi akademisnya dan kecerdasan intelegensinya untuk mengupayakan semuanya menjadi kenyataan.

Perbincangan-perbincangan memberikan semangat pada mereka yang menyimak, menghilangkan rasa kantuk karena antusiasme yang membludak, pemikiran dan masukan sangat mereka terima dengan baik, ini menandakan bahwa semua kelas pun ada tingkatannya, semua Starseed seperti berlomba lari estafet, saling memberikan bantuan, ada yang membuka percakapan, ada yang memperhatikan, ada yang membuat dan merangkum catatan, ada yang menganalisa dan menyimpulkan, ada yang membuat dokumentasi, ada yang menyodorkan file-file, ada yang membahas di forum tertutup secara rahasia, ada yang memberikan ceklis tanda persetujuan, ada yang menghimpun pergerakkan, ada yang menjalankan misi, ada yang saling menghubungkan koneksi, semua itu bermula dari frekuensi dan kesamaan energi, semua bekerja seperti kru atau tim meski satu sama lain tak slaing mengenali, tapi merasakan betapa kerjasama ini sangat luar biasa dan akan terlihat hasilnya nanti.

Banyak kesejajaran yang terjadi pada tahun 2018, kenangan hidup masa lalu datang dengan kuat dalam banyak bentuk visual dan koneksi, banyak yang berhubungan dengan kenangan itu satu sama lain, banyak kebangkitan baik perorangan & kesadaran kelompok secara alamiah berubah menjadi asal mula, asal keberadaan jiwa tua. "Lima Dimensi" adalah ambang batas dari banyak dimensi di dunia spiritual, tetapi memegang makna dari zaman keemasan dari awal kebangkitan. Saya memposting ini untuk menakut-nakuti kekuatan jahat pergi, semua yang saya tulis dalam TS ini dapat memiliki beberapa makna dalam kajian spiritual yang berbeda untuk membantu dan menjaga agar getaran energi kosmik yang memancar dari awakening jiwa-jiwa tua itu tetap tinggi dan mampu terkumpul dalam wadah besar yang super bernama kristal Mu disebuah tempat yang memang dirahasiakan keberadaannya, tapi saya yakin siapapun pernah terkoneksi dengan kristal itu meski via alam bawah sadar ataupun sekedar mimpi yang tak ubahnya bentuk lain dari sebuah perjalanan jiwa - soul traveler.

Dibutuhkan sangat banyak Pekerjaan Batin berupa cahaya untuk merubah sesuatu menjadi kesadaran yang tinggi secara massal dan universal. Kolaborasi All Stars, Lightworkers dan Lightwarriors dari alam tinggi yang Inkarnasi telah hadir untuk membantu dalam perubahan & proses awakening itu sendiri, bukan hanya di Indonesia atau Asia, tetapi juga di seluruh dunia, teruntuk 144.000 benih bintang yang tersebar, mati satu tumbuh lagi satu, selalu begitu posisinya, selalu seimbang dalam distorsi yang kerap menganggu proses kebangkitannya. Raihlah Kemuliaan Itu, karena ada di sana untuk semua yang berpendar cahayanya satu sama lain, tidak ada rasa takut bagi mereka yang disebut golongan Watcher, Darkness, Iluminati, Freemanson dan semacamnya, jangan biarkan beragam teror yang mereka ciptakan itu menjatuhkan mental, pertahankan getaran yang tinggi yang membantu menghilangkan rasa takut bagi banyak orang lain di luar sana, sampai mereka terbangun untuk saling membantu pertumbuhan jiwa-jiwa tua.

Jangan hidup dalam ketakutan akan hal yang tidak diketahui yang tidak dapat dilihat, atau yang tidak dapat diakses dengan ajna maupun anahata, keluarlah dari cara-cara halus yang menyesatkan itu, biarkan etheric dengan segala potensialnya mengendalikan setiap situasi dari segi emosi & izinkan "Iman" untuk masuk dan memimpin. Itulah Kebenaran Universal yang mampu menerima apa yang semesta berikan yang tidak mampu terpikirkan oleh mereka diluar bagian dari generasi benih bintang, kalian punya cara tersendiri, para kaum spiritual lain pun punya cara dan kesempatannya tersendiri yang sudah sesuai dengan porsinya masing-masing, apa yang kita semua jalankan dalam bentuk kegiatan spiritual berbasis supranatural sebenarnya adalah sesuatu yang natural, jika dianggap janggal itu karena bukan bagian dari mereka, seperti saya bilang semua sudah ada porsinya masing-masing.

Starseeds yang dibangkitkan, unduhan yang telah diterima telah memperkuat medan energi magnet Starseed internal dalam diri masing-masing. Ini adalah bagaimana cara akan dapat memfokuskan niat yang terdalam dengan penuh hasrat dan gairah untuk mewujudkan, meningkatkan getaran tinggi, menghancurkan getaran negatif, entitas jahat dan lain sebagainya, semua bahkan telah dilengkapi, Healer, Scanner, Fighter, Informer, dan kategori-kategori lainnya yang akan terasa tidak masuk akal jika diperbincangkan. Kalian tidak di sini untuk diaktifkan tanpa alasan apapun. Kalian secara Spiritual diaktifkan untuk menjadi individual yang berbeda dari basis agama maupun identitas mainstream lainnya yang menyangkut dunia ke-batin-an. Starseeds berbeda dengan Pasukan Panji Hitam, berbeda dengan Kesatria Yang Di Pingit, tetapi semuanya adalah pejuang yang kuat yang telah dipersiapkan selama transisi peradaban masa depan yang akan memasuki zaman peperangan dan kegelapan.

Perhitungan kalender Suku Maya sudah berakhir lama, perhitungan zaman Kaliyuga sudah hampir mendekati batas akhir, perhitungan tahun Hijriyah tidak sampai 1500 tahun Hijriyah, percayalah semua tanda-tanda sudah diberikan oleh para Ascended Master, semua adalah warning, sebuah peringatan, hidup bukan lagi tentang surga dan neraka, tetapi bagaimana berguna bagi sesama membawa pada perubahan yang ujungnya berbuah kebaikan bagi para keturunan umat manusia di dunia, juga keberlangsungan pohon dan hewan, serta sumber daya alam, dan tentunya semesta secara keseluruhan.

Reinkarnasi Jiwa-Jiwa



×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di