alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Peternak Ungkap Penyebab Tingginya Harga Telur Ayam
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c00b121dcd770066f8b456b/peternak-ungkap-penyebab-tingginya-harga-telur-ayam

Peternak Ungkap Penyebab Tingginya Harga Telur Ayam



Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan harga jagung dinilai menjadi penyebab tingginya harga telur di pasaran belakangan ini. Pasalnya, jagung merupakan bahan baku utama pakan ayam ternak.

Presiden Forum Peternak Layer Nasional, Musbar Mehdi mengatakan, mekanisme harga telur yang melonjak di pasar disebabkan oleh biaya produksi yang meningkat. Biaya produksi tersebut berasal dari biaya pakan ternak.

"Salah satu bahan baku pakan adalah jagung yang juga mengalami kenaikan dan mengalami kelangkaan. Semua ini adalah rentetan dari harga telur yang naik,” ujar dia di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Menurut dia, ketersediaan dan keterjangkauan harga pakan oleh para peternak sangat penting. Jika para peternak sulit mendapatkan pakan karena harga yang melambung tinggi, maka berdampak pada kenaikan harga telur.

"Di mana bahan pakan penting harganya bisa dijangkau masyarakat. Bicara soal produksi tidak ada yang proteksi umum. Kepentingan masyarakat umum itu sama dengan kepentingan nasional. Biaya pakan 50 persen itu dari jagung," ungkap dia.

Oleh sebab itu, lanjut Musbar, pemerintah harus menjaga stabilitas dan ketersediaan pakan. Dia berharap agar jagung impor bisa secepatnya tiba di Tanah Air.

"Apabila tiba di Indonesia pada awal tahun 2019, bisa tidak dapat terserap oleh peternak mandiri karena bersamaan dengan panen raya, di mana harga jagung di petani lebih murah," kata dia.


Buka Keran Impor

Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Kementerian Kementerian (Kementan), Ali Jamil mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk membuka keran impor jagung hingga 100 ribu ton di akhir tahun. Hal ini dilakukan di tengah perhitungan produksi jagung di 2018 yang diperkirakan surplus hingga 12,98 juta ton.

Namun demikian, lanjut dia, Kementan tetap mendorong peningkatan produksi pertanian dalam negeri. Dengan harapan akan meningkatkan kesejahteraan petani lokal khususnya.

Menurut Ali, keputusan impor ini diambil sebagai upaya penyelamatan peternak ayam mandiri, serta menjaga stabilitas harga ayam dan telur.

"Sebagai upaya melindungi masyarakat konsumen dengan menjaga harga pasokan bahan pangan dan stabilitas harga di pasar. Sehingga angka inflasi terjaga sebagaimana yang ditargetkan pemerintah," tutur dia.


Jaga Stabilitas

Sedangkan Kasatgas Kordinasi dan Solusi, Satgas Pangan, Kombes Pol Krisnandi mengatakan, pihaknya akan selalu melakukan komunikasi, kordinasi dan kolaborasi dengan kementerian, asosiasi dan peternak dan petani untuk menjaga stabilitas harga jagung dan telur di Tanah Air.

“Stabilitas harga jagung, merupakan peran dari petani jagung, perusahaan pakan ternak dan pemangku kepentingan yakni Kementan, Kemendagri dan Perum Bulog. Tak hanya itu juga akan mengawasi kelancaran distribusi mulai dari hulu ke hilir sehingga tercipta ketersediaan jagung pakan dan harga jagung yang stabil,” tandas Krinandi.

sumber

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
nasbung bisa puasa makan indomie telor nih

emoticon-Traveller
Semoga cepat normal kembali atau beralih ke protein nabati sperti tahu dan tempe emoticon-Ultah
70% biaya produksi buat pakan. Kalo gak ngikuti harga pakan ya mati pelan2 itu peternak. Yang lebih ngenes lg peternak telur puyuh, komodistasnya jarang jadi perhatian.
ternak nasbung aja di dki.. beranak pinak udah ada kjp raskin dp 0% tenang aja di jamin surplus emoticon-Leh Uga
Untung kran impor jagung dibuka ya
emang naik lagi nih telor dipasar dkt rumah.cepat operasi pasar jgn sampe melambung model beberapa bulan sebelumnya.emoticon-Lempar Bata
disaat modal sebuah komoditas lebih tinggi dari harga jual komoditas tersebut...

emoticon-Thinking
Quote:


Kedelai ne impor dab
apa pun itu yang namanya pertenakan emang sengaja di kasih ke swasta, makanya kalau harga naik pemerintah cuma bisa pasrah, beda sama pertanian masih dikuasai pemerintah jadi mudah dikendalikan.emoticon-Sorry
Pantesan si nyak jarang masak telur lagi akhir-akhir ini emoticon-Hammer (S)
Semoga bisa normal lagi
Balasan post RivzGowtama
Hahahaa udah kemahalan gan
Balasan post petani.syusyu
Tapi kasian petani gan ga maju maju


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di