alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kompensasi Rp 1,1 M dan Harapan Bebas Bos Cat Iwan Adranacus
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0093bc1854f7016a8b4595/kompensasi-rp-11-m-dan-harapan-bebas-bos-cat-iwan-adranacus

Kompensasi Rp 1,1 M dan Harapan Bebas Bos Cat Iwan Adranacus

Kompensasi Rp 1,1 M dan Harapan Bebas Bos Cat Iwan Adranacus
Solo - Proses persidangan bos pabrik cat Iwan Adranacus akan memasuki tahap pembacaan tuntutan pekan depan. Sejumlah usaha sudah dilakukan Iwan untuk meringankan tuntutan.

Usai peristiwa tabrakan maut yang menewaskan korban Eko Prasetio pada 22 Agustus 2018 lalu, Iwan segera melakukan usaha pertamanya. Dia menawarkan santunan untuk segala macam kebutuhan keluarga Eko.

Tak main-main, Iwan memberikan santunan dengan nilai fantastis, Rp 1,1 miliar. Angka tersebut digunakan sebagai uang duka, biaya hidup, biaya pendidikan dan kesehatan istri dan anak Eko yang masih bayi.

"Atas permintaan ahli waris korban, kami memberikan kompensasi kepada korban. Total 1,1 miliar," kata Iwan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surakarta, Kamis (29/11/2018). 

"Sudah diserahkan kepada ahli waris korban, Mbak Dahlia (istri Eko)," ujarnya melanjutkan.

Dalam proses persidangan, kuasa hukun Iwan mendatangkan saksi ahli yang diharapkan bisa memperingan tuntutannya. Guru besar hukum pidana Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Eddy O S Hiariej, hadir menjelaskan tentang uang ganti rugi.

Menurutnya, hukum modern kini bergeser menjadi lebih menekankan pada ganti rugi. Namun ganti rugi tidak serta merta menghapus sanksi pidana bagi pelaku. Besaran ganti rugi hanya dapat meringankan hukuman pelaku.

"Jadi bisa menjadi pertimbangan hakim dalam memberikan vonis. Semakin besar ganti rugi, semakin kecil tuntutannya," kata Prof Eddy, Rabu (28/11/2018).

Kuasa hukum Iwan meyakini uang ganti rugi tidak hanya memperingan tuntutan. Bahkan bisa sampai membebaskan terdakwa dari segala tuntutan.

"Sebetulnya kalau saya memandang ini hanya sebatas kecelakaan lalu lintas. Dalam hukum modern, seharusnya kalau santunan itu bisa diberikan sebelum persidangan, itu bisa menghentikan (proses pidana)," kata kuasa hukum Iwan, Joko Haryadi, Kamis (29/11/2018).

Ayah kandung korban, Suharto, tidak bicara banyak mengenai harapannya terkait sidang pembacaan tuntutan 6 Desember 2018 nanti. Dia mempercayakannya kepada hukum.

"Sesuai dengan hukum yang berlaku saja," kata Suharto yang rutin mengikuti proses persidangan.

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surakarta, Satriawan Sulaksono, enggan berkomentar mengenai rencana tuntutan pekan depan.

"Tunggu saja nanti pas sidang tuntutan," katanya. (bai/sip)

https://m.detik.com/news/berita-jawa...iwan-adranacus

Masih berharap bebas emoticon-Cape d... (S)
Kudunya bersyukur kagak dihukum 20 tahun. 1,1 M menurut gw juga masih terlalu sedikit mengingat anaknya masih bayi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
anak mat dani bisa bebas tanpa dipenjara ya ?
Enak bener bayar 1m bisa giles orang seenaknya emoticon-fuck2
Bentar2...itu motor kasusnya apaan??
Bisa ikut di sidang emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Beda kasus

Si Dul kagak sengaja, jd cukup bayar uang duka. Bokap gw jg nabrak orang kakinya patah, cukup bayar biaya operasinya
Quote:


Itu kayaknya motor korban gan. Buat barang bukti
Diubah oleh stealth.mode
7jt Onta idiot siap demo
Balasan post stealth.mode
Quote:



jangan disamakan korban meninggal dengan yg tidak meninggal .... juga beda kasus itu
Quote:


Kasusnya dkt Manahan nih emoticon-Big Grin rame bgt dah pas kejadian tp sayang ane ga liat kejadiannya cuma pas rame2annya aja emoticon-Turut Berduka
Dalam proses persidangan, kuasa hukun Iwan mendatangkan saksi ahli yang diharapkan bisa memperingan tuntutannya. Guru besar hukum pidana Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Eddy O S Hiariej, hadir menjelaskan tentang uang ganti rugi.

Menurutnya, hukum modern kini bergeser menjadi lebih menekankan pada ganti rugi. Namun ganti rugi tidak serta merta menghapus sanksi pidana bagi pelaku. Besaran ganti rugi hanya dapat meringankan hukuman pelaku.
Quote:


Kan sama2 ga sengaja emoticon-Nohope
Lagipula keluarga korban ga lapor polisi mo gimana lagi.

Inget ga waktu si Dhani ngasih uang duka, tetangganya malah pada minta foto bareng? emoticon-Big Grin
Bayangkan kalo ada orang kaya uangnya 10 Trilyun..

Berarti bisa aja kan tiap bulan nabrak orang ..tinggal bayar aja 1 M 🙃
lah anaknya si rajasa juga ilang gitu aja kasusnya
1.1 M itu engga cukup buat bayar denda subsider.

harusnya minta triliunan macam kata bang hotman paris.
Inti nya jaga emosi aja lah klo udah di jalanan, udah banyak bajingan di jalan, gak perlu jadi salah satu nya.

Ngebunuh nya memang kejahatan, tapi gw bisa maklum kenapa pelaku nya bisa sampe emosi. emoticon-Angkat Beer

Diubah oleh baka1412
Quote:


Ga semua orang bs dibeli dengan uang bre.
Kecelakaan lalu lintas? Kalo dari berita dulu lebih mirip pembunuhan tidak terencana, tp ga tau gimana fakta persidangan.

Kalau di Islam mungkin dianggap uang diyat, yg jadi hak keluarga untuk menerima atau nolak. Tapi hukum Indonesia nggak ada mekanisme menghilangkan hukuman delik biasa dengan permaafan & ganti rugi.
Balasan post PikuPikuHammer
Quote:


Betul, walaupun semua orang butuh uang
Balasan post appple
Quote:


Kalo lakalantas yang paling jadi pertimbangan juga unsur kesengajaan
Korban md aja bisa kok g sampe pengadilan
Kamis 29 November 2018, 17:29 WIB
Terungkap! Isi Cekcok Bos Cat Iwan Adranacus dan Korban Tabrakan
Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Share 0Tweet Share 047 komentar

Sidang kasus tabrakan bos cat Iwan Adranacus. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Bos pabrik cat Iwan Adranacus menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Kamis (29/11/2018). Sidang tersebut mengungkap percakapan Iwan dengan korban, Eko Prasetio, sebelum insiden tabrakan.

Sesuai kronologis kejadian, cekcok pertama dimulai di simpang empat Pemuda, Solo. Saat lampu merah mobil Iwan berhenti di sisi kiri jalan, sehingga membuat Eko yang berada di belakangnya tidak bisa berbelok ke kiri.

Kemudian Eko mendekati kaca Iwan yang menjadi sopir lalu mengucapkan kata-kata yang tidak terdengar jelas. Namun terlihat wajah Eko sedang marah-marah.

"Saya buka kaca, yang saya dengar dia bilang 'ini lebaran, kambing!'. Omongannya cepat sekali, saya jawab 'saya bukan kambing'," kata Iwan.

Baca juga: Peluk, Tangis dan Pemberian Maaf Ayah Korban pada Iwan Adranacus

Tiga orang teman Iwan yang ada di dalam mobil kemudian turun dan mengejar Eko. Eko sempat berhenti dan mengacungkan jari tengah ke arah Iwan dan kawan-kawan.

Peristiwa tersebut, menurut Iwan, sempat tidak dihiraukan olehnya karena korban sudah kabur. Namun karena korban kembali muncul di depan rumah Iwan dan menendang mobil, Iwan marah dan mengejar Eko.

Bertemu di ujung selatan Jalan KS Tubun, keduanya kembali cekcok. Mereka sempat saling berkomunikasi.

"Kamu mati kamu, saya sudah catat plat nomer kamu," kata Iwan menirukan ucapan Eko.

"Saya terus bilang dan memberi arahan gerakan ayo ke kantor polisi. Pintu kaca semua saya buka," jawab Iwan.

Baca juga: Kasus Iwan Adranacus Pascadamai dengan Keluarga Korban

Di situ, Eko kembali menendang mobil Iwan hingga membuatnya emosi. Iwan mengaku mengejarnya untuk meminta penjelasan tujuan Eko melakukan itu.

"Hanya ingin mengklarifikasi apa tujuannya. Kalau ada maksud jahat kepada kami, kalau di dekat kantor polisi kan bisa langsung terang benderang," ujar dia.

Namun yang terjadi justru mobil Iwan menabrak motor Eko hingga membuat korban terjatuh. Nyawa Eko pun melayang di tempat kejadian.
(bai/mbr)
iwan adranacus pengendara mobil tabrak pemotor pn surakarta solo
semoga segera tuntas deh kasusnya,dan santunan segera diberikan
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di