alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
"Sudah Tua Masih Nonton Anime, Gak Malu Tuh?"
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c008661fcef87544b8b4567/quotsudah-tua-masih-nonton-anime-gak-malu-tuhquot

"Sudah Tua Masih Nonton Anime, Gak Malu Tuh?"

Quote:

"Sudah Tua Masih Nonton Anime, Gak Malu Tuh?"

 sumber: wisebread.com

Pernah gak gan/sis membaca atau mendengar kalimat-kalimat seperti di atas? Kalau pernah, sama berarti. Budaya otaku memang tidak lepas dari anggapan miring para normies. Orang-orang yang suka dengan hobi jejepangan, serta gemar menonton anime maupun kartun, bisa jadi mendapatkan sindiran seperti di atas jika tidak menyembunyikan hobinya. Sebenarnya, tidak hanya di kalangan perotakuan saja yang mendapat sindiran sejenis. Apapun yang menurut para "orang normal" itu tidak lazim, maka paling tidak di pikiran mereka terbersit rasa nyinyir terhadap hal tersebut. Ini wajar, namun bukan berarti tidak perlu diluruskan.
Jadi gini, dalam dunia sastra,,,
"Lho kok nyambungnya ke sastra? Emangnya anime itu termasuk sastra ya?"
Lha ya iyalah. Wong film aja termasuk karya sastra, berarti anime ya sejenis dengan itu. Anime juga dibuat berdasarkan script dari director-nya. Ada kerangka terstruktur, dan draft dialognya. Nah dalam kesusastraan itu ada yang namanya genre. Genre anime itu kurang lebih sama luasnya dengan movie, hanya merambah ke ranah yang berbeda. Coba kita tengok sebentar gambar di bawah.
"Sudah Tua Masih Nonton Anime, Gak Malu Tuh?"
sumber: MAL

Bisa dilihat bahwa banyak sekali genre yang sangat spesifik. Ada anime bergenre horror, magic, drama, dll (gak usah hiraukan yang di-blur yah emoticon-Big Grin). Tentu saja yang paling banyak yaitu di genre action. Nah, ada juga yang bergenre kids. Anime-anime yang bergenre kids itulah yang memenuhi kriteria yang cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Kalau dalam peratingan film itu dapat rating "G", atau general, dimana siapapun dapat menontonnya termasuk anak-anak, tanpa pengawasan orang dewasa.
Sedangkan anime yang bergenre harem, ecchi, seinen, dll itu kalau tidak disertai label kids, maka sebenarnya ditujukan kepada audiens remaja dan dewasa. Masa iya sih mau nunjukin anime berdarah-darah kaya Corpse Party, Berserk, atau Attack on Titan kepada anak-anak? Atau anime dengan muatan filosofis dan berat seperti Monster, Fullmetal Alchemist, dan Death Note?
"Sudah Tua Masih Nonton Anime, Gak Malu Tuh?"

sumber: rabujoi.wordpress.com

Selama ane melewati bertahun-tahun hidup ane bersama anime, ane berani berpendapat bahwa jika suatu anime bertema mature, maka studio pembuatnya itu tidak akan memandang penonton sebagai anak-anak, serta karakter yang ada di animenya meskipun berwujud anak-anak, maka tidak seperti anak-anak di dunia nyata. Mereka bisa saja melontarkan pernyataan yang bagi ane pun terlampau dewasa untuk seumurannya. Coba saja amati di cerita-cerita shonen (ditujukan untuk audiens remaja), dimana ada karakter berumur 18-19 tahunan desain karakternya seperti umur 11-12 tahun.Ya itu sih hanya contoh dari desain style-nya saja.
Nah untuk anime for kids, banyak lha ya contohnya kayak Doraemon, Kemono Friends, Pingu in The City, atau bahkan Tayo yang sering diputar di RTV. Atau mungkin Upin Ipin emoticon-Big Grin. Meskipun ane gak dapat menyangkal bahwa anime-anime dari studio Ghibli dapat ditonton anak-anak sampai orang tua, dan semua bisa punya interpretasi yang berbeda-beda. Nah yang menjadi masalah adalah berbahaya atau tidaknya muatan yang diterima untuk pertumbuhan psikologis anak-anak. Jikalau memang gan/sis mendapati anak-anak yang menonton Highschool DxD, ya mbok dinasehati lho yaaa.. jangan malah ikut nonton dan mencoba memberikan apa amanat yang terkandung di dalamnya emoticon-Big Grin. Karena banyak juga kok shit anime yang beredar dan tidak membawa manfaat sama sekali bagi penontonnya. Jika memang ada anime yang ditonton oleh audiens yang bukan sasarannya, maka janganlah salahakan animenya, salahkanlah yang mendistribusikannya, dan juga pembuatnya. Namun terlepas dari itu lebih banyak lagi anime yang dapat memberikan pelajaran hidup (kalo bisa nangkepnya) dan dapat juga berfungsi sebagai hiburan pelepas penat, atau bahkan penghantar tidur! Selama gan/sis tidak terobsesi terlalu dalam ya monggo-monggo aja.
Di sini yang sering ane jumpai kadang ada stereotype orang yang mendapati temannya yang sudah bisa dibilang dewasa masih nonton anime, terus digosipin di belakang, itu sifat yang gak gentle dan berpikiran sempit. Karena manusia itu dinilai dari tindak-tanduknya kepada orang lain, bagaimana dia berinteraksi dan mengekspresikan diri di masyarakat. Selama otaku tersebut masih di batas wajar, ya perlakukanlah secara normal, dan bedakan dengan Weeaboo. Nah makhluk apa itu Weeaboo/wibu?
"Sudah Tua Masih Nonton Anime, Gak Malu Tuh?"

sumber: aminoapps.com

Wibu merupakan spesies asing yang baru-baru ini ditemukan. Mereka bersifat toxic, dan butuh diruqyah supaya dapat di-reborn sebagai manusia asli. Mereka punya budaya, namun tidak menghargainya. Mereka punya negara, namun mengidolakan negara lainnya. Mereka adalah makhluk yang belum sadar akan jati dirinya. Nah makhluk-makhluk seperti inilah yang butuh konseling ke guru BK, dan patut dikasihani.
Anyway, sekian dari ane selaku newbie yang mencoba menjadi otaku bijaksana.
"Sudah Tua Masih Nonton Anime, Gak Malu Tuh?"

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
Ane masih nonton kok Gan...
Trit bagus gan, coba rapihin aja tulisannya biar enak dibaca.

btw, ane dah 32 tahun dan punya anak satu tapi tetap penggemar anime dan lagu jepang. Sempet disindir istri tapi pas kasih liat koleksi ane, eh malah ngga berani nonton. Ane penggemar genre yg crot darah dimana-mana...
karena kebanyakan otaku dan vvibu rata-rata culun, kelakuan kya bocah dan introvert emoticon-Leh Uga tp ada sisi positif dari mereka yg orang normal gak punya emoticon-Big Grin
Quote:

Sama gan, asal tetap pada takarannya aja. emoticon-Ngakak kalo tiap musim ditontoni semua gak bakalan kuat
Quote:

makasih gan buat kritikannya emoticon-Shakehand2
penggemar gore nih,sama ganemoticon-Cool
Quote:

iya rata-rata mereka nerd sih ya, ya namanya juga stereotype mereka gan. maklumi aja ahhaha
Ane 26 tahun jg masih nonton anime n baca manga gan.. entah knp hobi yg ada hubungannya sama anime tu kyk hina bgt d mata orang lain. Padahal klo dipikir2 nonton harry potter, narnia, atau genre2 fantasy gitu terus film2 disney itu kan jg sama buat bocah. Main tamiya, RC, game itu jg buat bocah. Bahkan yg sempet dulu booming pokemon go itu jg buat bocah.
udah kerja, udah berkeluarga, anak udah dua, masi suka main game dan baca manga, emoticon-Embarrassment


ngga aneh kok, cuman pandai bagi waktu aja, emoticon-Malu
sepertinya malu gan emoticon-Leh Uga
Anime mah udah ada segmen umur nya, jadi mau udah tua juga nyantai aja.
Ga perlu malu, toh sekarang nonton bisa pake media apa aja & di tempat mana aja.
Yg penting kalo ane sih, jangan berlebihan, seperti pasang poster loli, pake sarung bantal ecchi dan Cosplay di waktu & tempat yg bukan semestinya.
emoticon-Ngakak
Diubah oleh amnessterz
Smejak udh lulus w udh tobat e..
Pling cmn ngikutin snk sma tg
Skrng mlh klo ad acara2 wibu samping rmh mlh rada2 cringe w emoticon-Malu
Quote:

mungkin karena bentuknya yang animasi gan. mindset orang itu udah menganggap kalo yg animasi ya diperuntukkan buat anak2. sehingga yg lainnya gak masalah. gak tau yah kalo buat yang lain macem tamiya dkk itu kok enggak dianggap sama emoticon-Bingung
Quote:

iya gan yang penting masih ngerti prioritas ya gan emoticon-2 Jempol
Quote:

kalo yg ditonton anime yg norak2 sih ya patut malu gan emoticon-Ngakak
seharusnya sih malu, kalau sudah tua masih nonton anime berarti tidak tahu malu, terkecuali Tom & Jerry emoticon-Ngakak (S)
Quote:

yang penting pada porsinya yah gan. super sekali. kalo udah sampe koleksi merch yg mahal2 mah itu udah kudu dikonselingemoticon-Big Grin
Quote:

ane juga kalo ada event cuma buat liat2 aja gan. cosplay2 itu kalo gak totalitas kebanyakan norak emoticon-Entahlah
Quote:

Level sarkasmenya tinggi banget gan emoticon-Ngakak
ane udah umur kepala 3 masih suka anime
Diubah oleh arpat
tergantung genre nya emoticon-Leh Uga
ga ada mesti malu justru malu tu nonton sinetron cinta-cinta lebay ,ane aje umur 31 taon masih demen nonton spongebob,sichan ,anime one piece
lah, mending nonton anime daripada gosip.
gosip settingan si V**** , ah sudahlah..
ane mash ntn, beberapa anime kn critany memang bkn buat bocah,
Ane justru kasian ama bocah2 yg dtntn acra gosip, sinetron lebay dgn jalan crita yg muter2 ruwet ga jelas.
Msh terselamatkan dgn adanya upin ipin, tayo, spongbob, teletubies
Ane masih nonton anime, well gak terlalu sering banget, cuman genre ane kaya Pokemon sama Doraemon. Yah anime yang lawas gitulah pas ane masih bocah emoticon-Leh Uga
Kalau anime yang baru2 gak ane ngikutin emoticon-Hammer (S)
Ane aja masih nonton pokemon gan, yg bisa dibilang genre nya anak2 emoticon-Hammer (S)
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di