alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Apakah reuni 212 bermotif politik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c007d0fddd770fa3b8b4579/apakah-reuni-212-bermotif-politik

Apakah reuni 212 bermotif politik

Apakah reuni 212 bermotif politik
Aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada 21 Februari 2017. Kelompok 212 bakal menggelar aksi reuni di Jakarta pada Minggu (2/12/2018).
Gabungan organisasi massa (ormas) muslim akan menggelar reuni aksi 212 di Silang Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Panitia membantah ini adalah aksi yang bermuatan politik, melainkan hanya ajang silaturahmi.

Hal itu disampaikan Forum Syuhada Indonesia (FSI) dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) yang menjadi bagian dari kelompok 212 ini.

"Saya, kami di sini, hanya ingin merekatkan tali ukhuwah kita, saudara sebangsa dan seiman, tanpa tendensi politik, saya tegaskan, tanpa tendensi politik, juga tendensi calon presiden," kata Panglima FSI, Diko Nugraha, di Jakarta dalam lansiran detikcom, Kamis (29/11).

Hal senada disampaikan Penanggung Jawab Reuni 212, Slamet Maarif, dalam Tempo.co, Rabu (28/11). Slamet mengatakan ini hanya aksi silaturahim tokoh lintas agama. "Bukan ajang politik praktis atau kampanye paslon tertentu," katanya dalam konferensi pers di Gedung Dewan Dakwah Islam Indonesia, Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Itu sebabnya, acara yang diklaim akan diikuti oleh sekitar empat hingga tujuh juta orang ini juga mengundang Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno -- calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2019.

"Kita bukan dukung-mendukung tapi demi merajut ukhuwah persaudaraan," ujar Ketua Panitia, Bernard Abdul Jabar.

Acara yang akan berlangsung sejak pukul 03.00 hingga 12.00 WIB ini bakal berisi salat tahajud, salat subuh berjamaah, zikir, dan salawat. Panglima Laskar FPI, Maman Suryadi, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/11), mengatakan persiapan sudah 95 persen.

Namun, aroma politis memang tak bisa dihindari. Para tokoh politik nasional dalam kapasitas pribadi bakal hadir, misalnya Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Fadli yang berasal dari Partai Gerindra, partai pengusung Prabowo-Sandiaga, tidak akan membawa bendera partainya. Demikian pula sejumlah partai lain yang membebaskan para kader untuk menghadiri reuni tersebut.

"Itu murni kegiatan masyarakat. (Partai) Demokrat tak mengerahkan kader, tidak melarang, dan membiarkan kadernya yang ingin hadir," ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, kepada Tirto.id, Kamis (29/11).

Satu-satunya partai yang menyatakan siap hadir dan mendukung adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, Presiden PKS Sohibul Iman pun menyatakan para kader tak perlu hadir dengan atribut partai.

"Demi menjaga kebersamaan dan menghindari tuduhan yang tidak perlu yang akan merusak tujuan acara," kata Sohibul

Di sisi lain, tudingan bahwa acara ini bermuatan politis tetap tak bisa dihindari. Arsul Sani, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, menilai konteks aksi berbeda dibanding pada 2017 yang berlandaskan perasaan umat terhadap agamanya.

Apalagi, menurut Sani, aksi-aksi kelompok ini terdahulu pun selalu bermuatan politis. "Terakhir itu apa ya, yang katanya terus ada pidatonya pilih Prabowo-Sandi? Aksi bela tauhid. Kan itu saja begitu," katanya dalam Kabar 24.

Ma'ruf Amin yang turut membidani Gerakan 212 mengatakan tak ada lagi alasan untuk menggelar aksi serupa dalam bentuk apapun. Ma'ruf mengatakan bahwa gerakan ini dibuat untuk mendesak hukuman bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, eks Gubernur DKI Jakarta dalam kasus penistaan agama.

Kini Ahok sedang menjalani hukuman penjara dua tahun akibat kasus itu dan menurut Ma'ruf segalanya sudah selesai. "Tapi oleh kelompok tertentu dihidupkan lagi, (namanya) PA 212, tidak jelas tujuannya, malah jadi kegiatan politik," kata Ma'ruf di Yayasan Al-Jihad Assalahuddin Al Ayyubi, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (24/11), seperti dilansir Merdeka.com.

Aroma politik juga tak bisa dihindari karena akan ada acara yang disebut "tandingan" bernama Kontemplasi 212 dan Pencerahan Anak Bangsa. Lokasi dan harinya pun akan sama dengan Reuni 212.

Lantas penggagas acara ini pun eks jebolan Gerakan 212, Kapitra Ampera, yang kini menggunakan seragam Forum Silaturahmi Aktivis 212. Kapitra sekarang berada di kubu Jokowi-Ma'ruf.

"...kami keberatan aksi itu diselenggarakan. Tetapi kalau aksi itu diselenggarakan, kami tadi sudah mengajukan surat kepada Kepolisian Republik Indonesia melalui Direktorat Intelkam Polda Metro, akan juga mengadakan aksi yang sama, aksi Kontemplasi 212 dan Pencerahan Anak Bangsa," ujar Kapitra dalam Berita Satu, Rabu (28/11).

Seperti halnya Reuni 212, Kapitra menargetkan acaranya bakal dihadiri sekitar empat juta orang. Kapitra menegaskan bahwa acaranya tak akan mendukung capres-cawapres tertentu, termasuk kubu Jokowi-Ma'ruf.

"Nggak ada ya. Kita nggak mau agama dibawa ke situ, jadi rendah," imbuhnya.

Sedangkan Ketua umum DPP Garda NKRI, Haris Pertama, menilai aksi 212 tak bisa dihilangkan dari muatan politik. Aksi seperti ini disebutnya sudah menjadi gerakan politik untuk mendukung salah satu capres-cawapres.

"Hal ini jelas memanfaatkan ruang publik untuk kepentingan politik dalam momentum pemilu 2019 . Jadi sekarang susah untuk kita menilai ini sosial murni atau tidak," ujarnya dalam Tribunnews.
CFD tetap berlangsung
Dua agenda itu membuat pusat kota Jakarta akan sangat ramai. Selain kedua agenda tersebut, kawasan Monas dan sekitarnya juga akan tetap memberlakukan Car Free Day (CFD) seperti lazimnya pada Minggu pagi hingga siang.

Polda Metro Jaya pun tetap akan mengamankan seluruh agenda, baik dua aksi 212 dan CFD. "Yang terpenting Polda Metro Jaya akan mengamankan semua aksi, semua kegiatan dan kita berharap masyarakat sama-sama jaga Jakarta," tukas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada Suara.com.

Selain tiga agenda tersebut, Masjid Istiqlal di sebelah Monas juga akan menggelar Maulid Nabi pada hari yang sama. Acara ini menurut rencana bakal dihadiri Presiden Jokowi dan Argo lagi-lagi mengatakan tak ada masalah dengan kesiapan pengamanan.
Apakah reuni 212 bermotif politik


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rmotif-politik

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Apakah reuni 212 bermotif politik Rompi khusus KPK untuk jaksa, hakim, dan advokat

- Apakah reuni 212 bermotif politik Budaya merawat alat musik tradisional

- Apakah reuni 212 bermotif politik 10 Sektor perkasa lambungkan IHSG

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di