alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Forex Broker /
Analisa Trading 291102018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c003ea21cbfaac3508b4568/analisa-trading-291102018

Analisa Trading 291102018

Analisa Trading 291102018


Indeks Dolar AS (DXY) malah menguat tipis 0.09% dan diperdagangkan pada level 96.92. Sebelumnya, DXY jatuh hampir 1% setelah pidato Ketua The Fed, memupuskan harapan akan kenaikan suku bunga AS tahun 2019 mendatang. Dalam pidatonya di Economic Club of New York, Powell mengatakan bahwa suku bunga acuan The Fed sudah "persis di bawah" level netral. Artinya, bank sentral AS sekarang sudah sangat dekat dengan poin dimana mereka tak perlu lagi mengerem ataupun mengegas tingkat suku bunga. Padahal, bulan lalu Powell masih hawkish dengan mengatakan bahwa level suku bunga "masih jauh" dari netral.

Akibatnya, para investor pun khawatir jika kenaikan suku bunga memang akan menghalangi pertumbuhan, seperti isu yang berhembus selama ini. Selain itu, pernyataan Powell tersebut muncul sehari setelah keluhan Presiden AS Donald Trump atas kenaikan suku bunga. Pasar saham pun melonjak, sementara Dolar AS jatuh. Menurut para analis, penguatan tipis Dolar AS ini terjadi karena fokus investor beralih ke G-20 Meeting akhir pekan ini, dengan harapan agar konflik perdagangan AS-China dapat mencapai solusi.

Melihat fenomena ini, para analis buru-buru memperingatkan bahwa reaksi para investor terlalu berlebihan dalam menafsirkan pernyataan Powell. Padahal, jika isi pidato itu dipelajari secara keseluruhan, sangat sedikit bukti yang menunjukkan bahwa ketua bank sentral AS tersebut bermaksud untuk mengubah rencana, khususnya mengenai rencana Rate Hike bulan depan. Namun, untuk rencana kenaikan suku bunga pasca Desember mendatang, proyeksi para ekonom kini terpecah. Goldman Sachs Group dan JP Morgan Chase & Co. memprediksikan empat kali kenaikan, sedangkan Morgan Stanley dan Citigroup memprediksi hanya dua kali kenaikan di tahun 2019.

Private Capital Expenditure Australia (Capex) kuartal ketiga 2018 turun sebanyak 0.5% dalam basis kuartalan. Data tersebut memang lebih tinggi dibandingkan dengan Private Capital Expenditure kuartal kedua yang turun 2.5% (direvisi menjadi -0.9). Namun, lebih rendah daripada ekspektasi kenaikan sebanyak 1.1%, serta masih berada dalam teritori negatif. Penyebab penurunan ini adalah merosotnya expenditure di sektor bangunan dan struktur sebanyak 2.8%.

AUD/USD tetap menguat meski data Private Capital Expenditure di bawah ekspektasi. Hal ini karena data tersebut berdampak medium. Faktor lain yang berdampak lebih tinggi, termasuk melemahnya Dolar AS pasca pidato Powell dan ekspektasi meredanya tensi perdagangan AS-China jelang KTT G-20, sepertinya lebih ditanggapi oleh Dolar Australia sehingga AUD/USD tetap menguat. AUD/USD dalam time frame harian masih melanjutkan kenaikan 0.15 persen menuju level 0.7315.

Net Lending to Individuals di Inggris bulan Oktober 2018 naik tipis ke 5 miliar pound, dari sebelumnya di 4.9 miliar pound (revisi naik dari 4.7 miliar pound). Data yang dilaporkan pada hari Kamis sore ini tersebut, jelas mematahkan ekspektasi penurunan ke 4.5 miliar pound dan menjadi data pinjaman ke individual yang tertinggi dalam empat bulan terakhir. Indikator ekonomi tersebut normalnya dapat membuat Poundsterling menguat. Namun, isu perkembangan Brexit seringkali lebih berdampak bagi pergerakan Pound. Prediksi ekonomi terbaru dari Bank of England (BoE) dan Kementerian Keuangan Inggris menunjukkan pesimisme.

BoE memperingatkan bahwa No Deal Brexit dapat melemahkan Pound dan memicu resesi yang lebih buruk daripada kondisi ekonomi Inggris saat krisis finansial. Perekonomian Inggris diprediksi akan menyusut sampai 8% apabila tidak diadakan periode transisi. Peringatan BoE tersebut muncul setelah Kementerian Keuangan Inggris mengeluarkan analisis bernada sama. Mereka memprediksi bahwa ekonomi Inggris akan lebih menyedihkan pasca Brexit dalam bentuk apapun, dibandingkan dengan saat Inggris masih bergabung dengan Uni Eropa. Kedua prediksi bernada pesimis tersebut menekan Poundsterling meski Dolar AS sebenarnya juga sedang melemah. GBP/USD turun 0.38 persen ke posisi 1.2775.

Untuk trading instrumen yang kami pilih hari ini 29/11/2018 adalah sebagai berikut;

GBPJPY
Analisa Trading 291102018

GBPUSD
Analisa Trading 291102018

USDCAD
Analisa Trading 291102018

USDCHF
Analisa Trading 291102018

USDJPY
Analisa Trading 291102018

Terima kasih,
Salam opit.

Peringatan risiko: CFD Trading, merupakan produk leverage, mengandung risiko tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya semua investasi Anda. Sebaiknya jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap untuk kehilangan. Sebelum memutuskan untuk melakukan trading, harap memastikan terlebih dahulu bahwa Anda memahami semua risiko yang terkandung dengan trading CFD OTC dan pertimbangkan tingkat pengalaman Anda. Silahkan mencari saran independen jika diperlukan. Kinerja CFD pada masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk memperkirakan hasil masa depan.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di