alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Urip Sajroning Pati, Mati Sajroning Urip ( Pencarian Jati Diri )
5 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfffeda582b2ed6208b4573/urip-sajroning-pati-mati-sajroning-urip--pencarian-jati-diri

Urip Sajroning Pati, Mati Sajroning Urip ( Sebuah Kehidupan, Sebuah Perjalanan )

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 8
Bgus nih ceritanya
Ijin nongkrong masnyaa
malam minggu kopi hitam menunggu....
Tamating y gan surya
emoticon-Cendol Gan

Pelet Cinta

"Kulanuwun mbah ... "


Ucapku saat menemuinya dalam pertapaannya.


" Monggo le... Ada apa? Gak biasanya kamu yang datang ke mbah "


" Mbah... Aku tadi siang mengalami sesuatu "


" Hahahaha.... Ealah le.. le... Kamu ini masih kecil kok ya wes tau masalah wanita "


" Lohh... " Bingung..


" Kamu itu sebenarnya suka sama putri itu kan ? " Tanyannya..


" Hehehe.. sedikit mbah " jawabku.


" Gak usah bingung le.. itu pusakamu sudah menyatu dengan hatimu.. seperti dirimu yang tidak mau kehilangan putri itu, pusakamu pun sama le. "


" Lalu bagaimana dengan dina mbah, apa yang terjadi sebenarnya? " Tanya ku..


" Pelet le.. si putri itu sedang terkena pelet. Namun untung saja dia bertemu kamu le. Pusakamu telah melakukan hal yang sudah seharusnya le. "

" Pelet? Siapa mbah yang berniat buruk itu ?"

" Ada le... Seorang laki laki yang menginginkan sesuatu yang ada di dalam tubuh putri itu, mirip seperti punyamu le " jawab mbah slamet.


Sedikit demi sedikit mulai kupahami tentang ghaib ini. Ilmu demi ilmu mulai menurun padaku.


" Sini le, mendekatlah " ucap mbah slamet.

Kemudian aku mulai mendekat, perlahan ia menempelkan tangan nya ke dahi ku. Dan terpintas sebuah ajian dalam pikiranku.

Aji tapak sewu


Yaa... Itulah ajian pertama ku dengan laku puasa 3 hari.

" Le.. gunakan ilmu mu untuk kebaikan. Jangan pernah berbuat diluar kehendak gusti , ati ati le dengan ajian itu "


" Untuk apa ini mbah ?" Tanya ku.


" Untuk membela yang benar le. Berjalanlah dijalan yang benar pula. Ajian itu berguna untuk menjaga dirimu, dari gangguan ghoib maupun manusia yang berniat buruk. Dan hanya dengan seizin gusti Allah le "


Aku mulai paham dengan yang dikatakan mbah slamet. Perlahan lahan aku pasti menemui sebuah permasalahan dan aku akan membutuhkan sebuah bekal untuk menghadapi hal itu.


" Kau ingin mencobanya? " Tanya mbah slamet.


" Boleh mbah.. "


" Kau lihat itu le ? ( Sebuah bongkahan batu gaib yang besar )


" Iya mbah.. "


" Fokuslah dan arahkan telapak tangan mu ke arah batu itu. Berniatlah, hanya seizin Allah lah batu itu akan melebur "


Blarrr.... Dan batu itu pecah berkeping keping. Sungguh dahsyat, dengan suara menggelegar, saya rasa suara itu sampai ke alam nyata seperti gemuruh.


" Cukup le, berlatihlah terlebih dahulu kau bisa membuat terkapar jin berusia ratusan tahun dengan pukulan tadi "

" Iyaa mbah.. "



Tak terasa pertemuan singkat dengan mbah slamet itu, telah memakan waktu 3 hari di alam manusia.


" Sur... Kamu sudah 3 hari ndak bangun le, ibu khawatir, sampek ibu panggil pak kyai le. "


" Aku tidak apa apa buk, apa kata pak kyai buk ? " Tanya ku


" Katanya kamu sedang gak dirumah le, kanu sedang main ke kerajaan "


" Memang benar buk, aku bertemu mbah slamet . Buk... Siapa sebenarnya aku ini ? " Tanya ku



" Kamu ya suryo le, anak ibuk. " Jawab ibu simpel dan segera beranjak dari kamarku



Aku masih bingung dengan semua ini. Siapa aku, mbah slamet, sukmo, dan ada hubungan apa aku dengan sebuah kerajaan di masa lalu?



Aku hanya mencoba untuk menjalani apa yang sudah ditakdirkan. Aku tak bisa melawan semua ini.


Beban apapun akan ku tanggung jika ini sudah tanggung jawabku.


Semakin lama, semakin bertumbuh pula sukmo yang selalu menemaniku. Aku memang jarang sekali berbicara dengan sukmo. Kutahu jika dia berada disampingku itu sudah cukup bagiku.


Kini akupun bertambah umur, dan ilmu yang diberikan dari mbah slamet pun juga sudah banyak. Berbagai laku kujalani menyiksa raga dan mendapat imbalan ilmu batin .


Bertumbuh tidak seperti halnya remaja lainnya membuat aku mengerti apa yang mereka pikirkan ketika menemui seseorang sepertiku.


Banyak yang meminta tolong, meminta sebuah pusaka, meminta amalan. Tapi, aku bukan lah tuhan yang harus dimintai sesuatu, mintalah apa yang kamu inginkan hanya kepada tuhanmu, dan akupun meminta sesuatu pada tuhanku. Itu membuatku sangat kesal hingga aku memutuskan untuk sedikit menjauh dari mereka.


Tentang dina, kini dia sudah menampakkan wujud keturunan seorang raja. Cantik anggun dan kharismatik.

Tentunya aku pula yang mendapatkan hatinya.

SMP sudah satu kelas, dan ini SMA pun juga satu kelas.


Yahh... Kuyakin aku dan Dina tidak hanya ditakdirkan hanya untuk satu kelas saja.








Malam minggu kelabu. Surabaya, 8 Desember 2018
profile-picture
redbaron memberi reputasi
Quote:


Aku bukan suryo gan. Nanti pasti akan tau, siapa suryo dan siapa aku.


Jika diizinkan gusti Allah saya ingin cerita ini segera selesai.


Yang saya ceritakan disini hanya poin poin penting saja gan.. mengenai hal hal yang menyangkut laku dan segala sesuatunya tidak saya ceritakan secara detil.
lanjutkan gan
muantabbbb cak...lanjuttt..lam bonexxxx
Quote:


Brarti ini agan sukmo donk 😁✌
Quote:


Hahaha bisa jadi bisa jadi...
gan, mau nanya nih.. ini di thread aku kok ada gambar kenapa ya?

boro2 mau kasih gambar, profilku aja gk ada foto nya.
Cerita yang sangat menarik, lanjutkan Gan..
izin nitip sendal..
emoticon-Traveller emoticon-Shakehand2
lanjuuuuuuut gan emoticon-Cendol (S)
Lanjut lagi gan ... Pengalaman hidupnya pasti keren keren , tolong dishare gan ...
Lanjjuttt gan.....
btw selamat sudah menjadi HT....
ijin nitip sendal gan
ntar malem setelah lembur gan aku update.
mantap kang suryo . salam kenal .

keep it up

Pertempuran 1

" Berhati hati lah pangeran, ada yang sedang mengawasi dan akan berniat buruk " ucap kosim.


" Tenang lah.. aku bisa menjaga diriku. Tak perlu khawatir "


" Tapi pangeran, dia sangat kuat, pesanku berhati hati lah. Aku akan bersamamu "




Sebuah percakapan kecil dengan kosim sebelum sebuah pertempuran terjadi.


Hari ini adalah hari yang aneh bagiku. Berangkat sekolah serasa diawasi terus menerus, firasat apa ini?


" Hai, bud.. bagaimana pagimu ? " Tanya Dina


" Suram Din.. " jawabku.


" Aku pun merasakan sama bud, kaya nya ada yg gak beres. "


" Kenapa, ? "

" Horror bud, tadi waktu aku bangun tidur ada yang panggil panggil namaku " ucap nya.


" Udah gak usah di gubris, itu orang yang mau nyakiti kamu "


" Loh kok kamu tau? "


" Iya.. kemarin aku lihat kamu ada yang ngikutin "


" Jangan nakut nakutin, gak lucu ah "



Setelah percakapan itu, seorang guru masuk kedalam kelas. Namun ada yang aneh pula dengan guru itu. Dengan mata batin terlihat dia diselubungi makhluk gaib. Sangat kuat.



Saat itu pula aku tersedot ke dimensi makhluk itu.


" Hahahahahaa... Tamatlah riwayatmu bocah " ucap sesosok jin.


" Kenapa kau bawa aku disini ? "


" Aku mau menghabisi nyawamu "



" Tidak usah basa basi, siapa tuan mu? " Ucapku.


" Itu bukan urusanmu bocah. Lawan aku "


Aku terdiam sejenak mengumpulkan energi. sangat sulit jika bertarung dalam alam gaib, karena tidak sepenuhnya kekuatan dalam diriku terbawa.


Setelah mengamati sejenak, ada yang disembunyikan di sebelah bahu kiri jin itu. Dan itu lah kelemahannya.


" Buat pagaran yang kuat, kau yang menginginkan aku menyerangmu " ucapku.


" Heheheh, sombong sekali kau. Cepat serang aku "


Dia membuat pagaran gaib yang amat kuat, bahkan sangat kuat.

" Ya Allah, jika aku sudah kau takdirkan untuk mati dalam pertempuran ini, aku sudah ikhlas " ucapku dalam hati.


Jari telunjuk ku sudah mengeras berisi kumpulan energi, perlahan ku tempelkan ke pagaran gaib itu.


Perlahan namun pasti pagaran itu mulai retak, dan akhirnya pecah. Saat itulah ku cabut tepat di kelemahan jin itu.



" Arrghhh... Kau licikkk " ucap jin itu.


" Apa kau tidak licik pula ?, Dimana tuan mu. Suruh datang padaku jika memang bernyali. Secara batin ataupun jasad. "
profile-picture
redbaron memberi reputasi
Diubah oleh botsakt1

Lanjutan Pertempuran 1

" hahahah... Jangan berpuas dulu bocah "

Dia merubah wujudnya mencoba melepaskan pusaka ku dari badannya.


" Cobalah jika memang kau mampu, kau yang membawaku kemari, rasakan ulahmu "


" Aarrrghhh. ... " Mengerang kesakitan .


" Baiklah, kurasa kau tak mampu akan hal itu. Kembalilah ke tuan mu dan beritahu tuanmu, Suryo sudah menunggu. Dan sebelum kau kembali, akan ku ambil semua milikmu. Dan bertapalah jika kau menginginkannya. "


Tak perlu waktu lama untuk melucuti jin kafir itu, namun energiku sudah mulai habis, dan aku harus kembali ke jasadku.




" Bud... Bangun bud " Ucap Dina, terisak tangis


Pertama kali ku buka mata ini yang kulihat adalah Dina, dia menemaniku sambil menangis di ruang uks. Guru guru terlihat sudah mulai tenang dari kepanikannya.


Namun badanku terasa sakit, dan kulihat badanku memar merah memanjang seperti ada tali yang mengikat badanku.


Apakah tubuhku diserang, disaat aku berada di alam gaib? Sepertinya begitu.


" Maaf pangeran aku tidak bisa melindungi tubuh pangeran " ucap Kosim


" Apa yang terjadi dengan tubuhku? "


" Tubuh pangeran tadi di ikat oleh tali gaib yang dibuat orang itu, banyak sekali serangan dari ribuan pasukan gaib pangeran. Aku masih bisa mengatasinya, namun aku lupa dengan tubuh pangeran " terang Kosim


" Terimakasih sudah melindungiku, " balas ku.


Tak kusangka, bahwa jin yang membawaku tadi hanyalah pengalihan. Untung saja Allah masih melindungiku.



" Kamu gapapa kan bud? " Tanya Dina



" Hehehe.. tenang lah . Aku tidak apa apa " jawabku


" Kamu tadi tiba tiba tidak sadarkan diri, aku panik. Dan kamu dibawa ke uks. Tapi malah terjadi hal aneh bud, badanmu bergetar hebat " ucap Dina


" Tak usah khawatir, aku gapapa kok " ucapku sambil mengusap air mata nya.



Sesampai nya di rumah, betapa kaget nya aku. Ratusan bahkan ribuan pasukan mengawal di sekililing rumahku, dengan di komando oleh mbah slamet.


" Tenanglah mbah.. aku tak apa apa. " Ucapku


" Baiklah le.. beristirahatlah. Akan kujaga kediamanmu "


Pertempuran ini adalah yang pertama, yaa pertama kali pertempuran hebat yang kualami. Namun, ini adalah sebagian kecil dari perjalanan hidupku.


Kini aku harus berlatih lagi untuk menyiapkan serangan dari dukun itu. Ku tahu dukun itu sudah menyiapkan ilmu nya untukku.


Dan jin yang ku lucuti tadi, kuharap kau tidak sakit hati. Karena itu sudah pilihanmu menjadi jin kafir.



Surabaya, 10 Desember 2018
profile-picture
redbaron memberi reputasi
Halaman 3 dari 8


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di