alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Urip Sajroning Pati, Mati Sajroning Urip ( Pencarian Jati Diri )
5 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfffeda582b2ed6208b4573/urip-sajroning-pati-mati-sajroning-urip--pencarian-jati-diri

Urip Sajroning Pati, Mati Sajroning Urip ( Sebuah Kehidupan, Sebuah Perjalanan )

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 8
Siap om.....Monggo dilanjoet....
wah blom update lg ya

nungguin ah emoticon-Cendol Gan
Ijin gelar tenda gan
jejak
Kalau boleh saran untuk awal2 jgn terlalu lama updatenya gan.. Hehehe
emoticon-Sundul emoticon-Sundul

Malam Yang Baru

Malam ini terasa lebih berbeda dari malam yang lalu.
Ya.. kedatangan seseorang yang belum ku kenal itulah yang ku tunggu tunggu. Gemerlap bintang di langit menemani penantian ini. Hingga aku merasa terpanggil oleh suara yang menyebut nama ku.

"Sur.... Suryo..." Begitu kurang lebih dengan hampir tak terdengar karena amat sangat halus suara itu.


Lalu kupejamkan mata ini, dan secara perlahan mulai kulihat seseorang dengan pakaian jubah putih bersorban hitam.


"Bagaimana le ?" Ucap orang itu yang ternyata adalah orang yang menemuiku sebelumnya.

Dia datang secara batin menemuiku..

"Mohon maaf, karena saya tidak tau kedatangan panjenengan, sedari tadi saya telah menunggu kedatangan panjenengan secara jasad." Jawab ku..

"Hehe... Iyaa aku lupa memberi tahumu perihal kedatanganku secara batin"


"Sebelumnya.. saya ingin tau siapa panjenengan? " Tanya ku..


"Aku?.... Hahahaha.... Belum saatnya kamu tau aku le.. panggil saja aku mbah slamet." Jawab mbah slamet..


" Lalu apa yang terjadi dengan wujudmu mbah ?"


" Yaa.. memang seperti inilah wujud ku yang sebenarnya le... Yang kubawa tadi adalah jasad yang kupinjam dari seorang manusia. Dan aku adalah seorang abdi dalem di keraton sana le.. aku kesini menemuimu karena aku ingin memberikan sesuatu yang sudah diwariskan secara turun temurun. Dan aku akan membimbingmu akan hal itu" ucap mbah slamet.




Tak lama kemudian, ku lihat mbah slamet mengangkat tangan kanan nya dan sebuah keris berwarna emas beserta sebuah kitab, melayang layang di atas tangannya.

Namun tak berselang lama aku hanya melihat cahaya saja. Aku tak mampu menembus cahaya itu.


" Apa yang kamu lihat le? " Tanya mbah slamet..


" Sebuah keris dan kitab mbah... Untuk apa semua itu mbah? "


" Ini adalah milikmu le. "


"Tapi aku tak bisa melihat lagi mbah, cahaya itu terlalu terang. "


" Sudah sewajarnya itu terjadi le.. sudah kubilang kamu perlu berlatih. Setiap manusia itu di bekali wadah masing masing agar jiwa dan ragamu tidak digoyangkan oleh apa yang kamu pelajari. "

" Lalu mbah ? "


" Untuk mendapatkan apa yang harus kamu miliki ini. Berpuasa lah le. Sebuah ilmu tak akan di dapat tanpa sebuah laku. Pasrahkan semua nya pada gusti Allah "

" Berpuasa mbah ? Artinya itu sama dengan berpuasa seperti halnya saat puasa ramadhan? " Tanya ku.


" Le.. setiap manusia itu dilahirkan berserta jin yang menemani hidup. Dan kita sebagai orang jawa, kakekmu, buyutmu, menyebutnya sedulur papat kelimo pancer. Dalam agama islam pun berbeda lagi penyebutanya le.. "


Aku mencoba menelaah apa yang dikatan mbah slamet.


" Pahami lah le... Puasa ini dengan niat mematikan api yang ada ditubuh mu, di jiwa mu, di pikiranmu. Dan islamkan lah jin kafir yang menemanimu selama kau hidup nanti "


" Kafir mbah? " Tanya ku


" Iya le.. manusia diciptakan berserta jin kafir yang selalu membisikkan hal yang dilarang oleh agama. Dan jika kamu sudah bisa menaklukannya. Maka semua akan terasa lebih mudah le. "


" Jadi lewat berpuasa itu aku bisa mengalahkannya mbah ? "


" Itu salah satu cara le. Sedangkan wadah pada dirimu tak akan sempurna tanpa ibu mu. Berbaktilah pada ibumu selama perjalanan ini, ibumu yang membawa separuh dari seluruh wadah di dirimu. Jangan sekali sekali kamu buat ibumu menangis "


" Kenapa hanya ibuku mbah? "


" Ibumu karena kamu seorang laki laki. Dan ayahmu jika perempuan. Namun disamping itu kamu harus mengabdikan semua nya untuk kedua orang tuamu. " Jawab mbah slamet



Tak berselang lama kulihat kedua cahaya itu mulai meredup dan mulai kulihat dua buah benda tersebut. Begitu indah dengan kilauan emas.


Dan perlahan keduanya masuk kedalam tubuh ku. Tepatnya merasuk ke jantung.


" Kenapa ini mbah ? " Tanya ku


" Ya.. itu sudah menjadi hakmu. Namun kamu tak bisa menggunakannya sebelum kamu berlaku. Berpuasa lah dengan niat untuk melebur api dalam tubuhmu. Dan aku akan kembali lagi nanti setelah tubuhmu bersih le."

" Baiklah mbah, esok aku akan meminta restu ke bapak dan ibuku mbah " jawabku.


" Iyaa le.. mbah permisi dulu " mbah slamet pergi



Dan tak kusangka percakapan di alam gaib itu begitu lama di dunia nyata. Aku tertidur di depan rumah beralaskan tikar. Dan terbangun ketika ibuku membangunkan ku.


" Le... Bangun le... Kok tidur di luar sih. Katanya tadi malam ada yang mau datang? " Tanya ibuku..


" Iya buk... Sudah datang kok. Aku mau meminta restu dari bapak dan ibuk nanti sepulang sekolah " jawabku..


" Kok kaya mau nikahan aja le. Ya sudah kamu sholat subuh dulu sana. Keburu habis waktunya. Setelah itu siap siap buat sekolah nanti "



Percakapan dengan mbah slamet terasa masih terngiang dalam di telingaku. Dan aku mulai mencoba arahan dari mbah slamet.


Satu lagi .. bergantinya waktu lama kemudian seiringan dengan tumbuh nya aku... Yang dulu kusebut kucing kini menjadi besar. Ya.. dia seekor macan. Dengan nama sukmo.



Surabaya, 4 Desember 2018
profile-picture
profile-picture
callunk dan redbaron memberi reputasi
Diubah oleh botsakt1
ini nanti ada penjelasannya atau kita harus mencari sendiri makna dr setiap ceritanya gan?
dalem banget kayaknya emoticon-Hammer (S)
Calon top thread ini
wah yg gini ane demen nih
nitip sendal dah
Quote:


Saya akan kasih tau penjelasan gan tapi kalian juga bisa ambil setiap makna dengan pemikiran kalian sendiri. Karena setiap orang kan punya sudut pandang berbeda beda gan..
Quote:


jangan kaget apalagi mutung apdet ya gan kalau ada reader yg memaksakan pendapatnya, banyak dimari yg kayak gitu.

--------------------------------------------------------------------

kalau sudah menjalani laku biasanya tambah seru. lanjut gan apdet 3X sehari ya kayak minum obatemoticon-2 Jempol
kalau sudah menjalani laku biasanya tambah seru. lanjut gan apdet 3X sehari ya kayak minum obatemoticon-2 Jempol[/quote]

Komen yg kaya gni sih ane setuju bangat..emoticon-Sundul
mantab...semoga tidak kentang...salam bonexx bro...lanjuttttt

Sebuah Rasa

"Ilmu tinemu kanthi laku" ya itu lah kata yang selalu teringat. Sebuah ilmu hanya didapat dengan cara menempuh suatu ujian.


40 hari lamanya tanpa putus. Puasa ini terasa sangat berat. Selain berpuasa juga harus berjaga malam tanpa tidur. Apakah bisa? Bisa... Ibuku kuncinya setiap aku sudah mulai kelelahan dia lah yang menggantikan. Bergantian berjaga, hanya ibuku yang bisa membantu karena wadah yang kumiliki separuh ada di ibuku. Setiap malam tidur di pangkuan nya.

Ya... Puasa pertama ini disebut puasa pati geni.

Tepat pada hari ke 21 mbah slamet datang dalam mimpiku.


" Le... Sudah cukup le. Puasa pertamamu sudah berhasil. "



" Tapi kan masih belum genap 40 hari mbah ? "


" Kamu tidak perlu berpuasa terlalu lama le.. kamu adalah seorang pilihan. " Jawab mbah slamet.


Aku masih belum mengerti dengan perjalanan ini. Karena sebelumnya aku tak pernah melakukan hal seperti ini.


Ada yang berbeda dalam tubuh ini. Suatu ketenangan, ayem, tentrem, itu lah yang kurasakan setelah berpuasa ini.



" Sekarang berlatihlah mengendalikan tenaga dalam mu le, " perintah mbah slamet.


"Bagaimana mbah ? "


" Tenangkan jiwa mu, rasakan yang mengalir di tubuhmu. Fokuskan untuk mengumpulkan energi dalam dirimu. Terserah dimana saja. Pahamilah setiap pori pori kulitmu, mampu mengeluarkan energi yang kamu miliki "


Dalam mimpi ku, aku duduk bersila ditemani sukmo namun sukmo tidak berwujud macan saat dalam mimpi ku dia seperti halnya manusia biasa.


Aku mencoba untuk mengumpulkan energi di genggaman tangan ku. Secara perlahan namun pasti, aku mulai merasakan pergerakan energi ini.


"Jangan kuat kuat le, sedikit-sedikit saja. " Ucap mbah slamet menasehatiku


Tak lama kemudian, aku mulai merasakan suatu energi yang silih berganti. Aku berpikir, energi siapa ini? Panas, dingin, bercampur menjadi satu yang sangat rumit.


" Itu adalah energi yang dimiliki mahkluk lain le. Berhati hatilah dengan energi yang begitu tipis, bisa itu memang mahkluk yang lemah, bisa juga itu mahkluk yang mempunyai kekuatan besar hingga dia mampu menyamarkan energinya setipis mungkin "



" Mbah, bagaimana jika aku tertipu ? " Tanya ku.


" Setiap pandangan masih bisa di alihkan, setiap bau masih bisa di samarkan. Tapi jika kamu rasa dengan batin. Maka itu lah yang sebenarnya. Itulah yang disebut ilmu rasa le. " Jawab mbah slamet



" Latihlah rasa mu, ingat le sekuat apapun pedang jika tidak di asah akan lapuk juga " terusnya.



Semenjak malam itu, penuturan mbah slamet tentang ilmu rasa, memang benar kurasakan. Jin bisa menyerupai apapun, memiliki tabir, namun semua itu akan mudah jika Allah sudah mengehendaki.




Pagi ini terasa sejuk sekali, suasana pegunungan menghantarkan mentari pagi menuju ke singgasana nya.


Hari ini di sekolah ku ada sebuah acara reuni akbar. Walaupun para siswa tidak diwajibkan datang, aku akan datang ke acara itu. Hanya ingin tau saja.


Dina : "lho bud, kamu datang juga ? "

Aku : " yo iyo lah, aku di rumah gak ada kerjaan, jadi aku datang kesini..yaa sekedar untuk melihat saja bagaimana suasana reuni kali ini "

Dina : " ayo ke kantin bud ? "


Aku : " walahh ... Kamu ini wong masih pagi juga udah laper, belum sarapan kah? "


Dina : " hehehe... Sarapan'e kamu yang traktir "


Aku : " sudah kuduga "


Dina : " bud, kamu kok jadi beda sih ? "

Aku : " beda apanya? "

Dina : " kok jadi tambah cerah gitu, padahal kan kamu jelek bud "

Aku : " lho lho lho.... Jangan sembarang berbicara anak muda.. suryo ini sudah ganteng bersertifikat "


Dina : " cantik an aku kalii bud "


Aku : " ya iyalahh.. kamu cewek dan aku cowok, bego jangan di pelihara non "


Dina : " huuu... Bocah bodong "


Ada yang sedikit aneh dari dina kali ini. Tidak seperti biasanya dia memiliki aura yang sedikit memudar dan mulai di selimuti seperti kabut.

Apa yang sebenarnya terjadi padanya. Aku mulai menajamkan rasa ku. Namun masih saja pandanganku masih belum bisa menembus. Aku selalu terpental saat mulai menyentuh selimut kabut itu.

Aku bingung apa yang harus ku lakukan. Di selang kebingunganku, sebuah keris keluar dari dada sebelah kiri dan aarrrgh... Rasanya amat sakit.


Pedang itu bercahaya sangat menyilaukan. Perlahan cahaya itu melenyapkan kabut yang menyelimuti Dina.


Kenapa keris ini melakukan hal ini tanpa seizin aku? Apakah ada hubungan silsilah tersendiri antara Dina dan keris atau dengan ku?


Ya... Sebaiknya aku bertanya pada mbah slamet. Semoga mbah slamet memberi jawaban yang memuaskan.



Surabaya, 6 Desember 2018
profile-picture
redbaron memberi reputasi
lanjutttttt
Akhirnya update jugaa... lanjuttt gan...
argh...
agan TS parah
makin bikin nagih
lanjutken.....
emoticon-Hammer (S)
Jejak
Gurih keknya
lanjutnooo cak...
Mantul gan..lanjut..
Halaman 2 dari 8


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di