alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Urip Sajroning Pati, Mati Sajroning Urip ( Pencarian Jati Diri )
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfffeda582b2ed6208b4573/urip-sajroning-pati-mati-sajroning-urip--pencarian-jati-diri

Urip Sajroning Pati, Mati Sajroning Urip ( Sebuah Kehidupan, Sebuah Perjalanan )

Mula Mula...

Sinopsis : Ini adalah sebuah cerita kehidupan, pencarian jati diri, seorang pemuda yang berasal dari keluarga sederhana. Ia lahir di sebuah kota kecil di jawa timur, seorang anak ingusan yang tumbuh besar menjadi seorang pendekar, dan dititipkan sebuah karunia dari tuhan yang tak semua orang memilikinya.
Kegelapan... Kesepian... Rasa takut yang selalu mengiringi hidup membawanya menjadi orang yang selalu kebingungan. Tetes air mata mengiringi setiap renungan malam.

Hingga suatu hari.. ia menemukan seseorang yang dapat membimbingnya. Hingga mampu mengendalikan dirinya dan menemukan jatidirinya.

Dan dari sanalah sebuah perjalanan hidup akan dimulai...



Sekilas tentang aku, aku lahir di pesisir selatan di pulau jawa, tepatnya jawa timur , aku yang menulis cerita ini. Jika kalian menganggap bahwa ini cerita yang nyata, maka itu hak kalian, nikamti alur cerita dan ambil hikmahnya. Jadi jangan bertanya ini cerita nyata atau fiksi, jangan tanya siapa tokoh di dalam cerita. Karena suatu hari nanti pasti akan kalian ketahui sendiri. (Biarlah semua yang tertutup tetap tertutup hingga saatnya terbuka)

Ambil yang positif buang yang negatif. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tempat, dan lain lain.


Surabaya, 29 November 2018
TS.
Diubah oleh botsakt1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Kayak nya enak ngadem disini
Titip sendal dulu gan
Lanjut gan
Lanjut gan,
titip rombong batagor sek cak.....emoticon-Shakehand2
Mejeng pejwan

Kehadiran Seorang Putra

Blarrrrr..... ( Suara petir menggelegar ) hujan disertai angin, mengiringi rintihan seorang ibu yang hendak melahirkan, semua keluarga berkumpul menunggu kedatangan seorang anggota keluarga baru.

Sehari sebelum hari kelahiran itu, dia (Ayahku) bermimpi, dimana dalam mimpi itu ia dihampiri oleh seorang kakek yang menitipkan seekor ayam jantan. Namun ada yang aneh pada ayam itu, ayam tersebut memiliki jalu pada kaki yang sangat panjang sehingga membuat ayam itu kesulitan berjalan...

Dan kakek itu berkata..

"Le, jogonen opo seng wis dititipne. Syukuri, ojo gresulo, openono pitik iki kanthi becik mbesuk awakmu bakal ngunduh ". ( Jagalah apa yang telah dititipkan. syukuri, jangan pernah mengeluh, jaga ayam ini dengan baik suatu saat nanti kamu yang akan mengunduh)


" Opo iki mbah ? " (Apa ini mbah)
Lalu kakek itu pergi sembari tersenyum.


Tepat pada jam 3 pagi terdengar tangisan bayi yang diringi suara menggelegar petir. Semua orang tersenyum bahagia menantikan kehadiran anggota baru ini.
Beberapa saat kemudian seorang wanita setengah baya keluar dengan menggendong bayi.


Wanita : " pak ini anaknya sudah lahir, laki laki pak. Anaknya diberi kelebihan. "
Bapak : " benarkah bu? , Boleh saya gendong sejenak? "
Wanita : " oh.. monggo pak "
Kemudian bapak mengumandangkan adzan disamping telinga anak itu. Ya.. anak itu adalah aku.
Bapak : " semoga kelak engkau menjadi laki laki yang berbakti kepada orang tua dan berguna untuk bangsa "



Dan saat itulah aku di beri nama "Suryo Setyobudi"


Aku hidup di kalangan menengah kebawah, tak tau arti kemewahan. Rumahku berada di pegunungan kanan kiri berupa hutan. Disanalah aku tumbuh besar.



Usiaku kini menginjak 5 tahun kemampuan yang kumiliki ini mulai terlihat, kemana mana selalu ada seekor kucing berwarna putih mengikutiku. Seperti anak kecil lainya aku suka bermain, tak suka sekolah, bermain di hutan terasa lebih baik bagiku dari pada harus bermain bersama teman teman di kelas.


Setiap sepulang dari sekolah (TK) aku selalu ke hutan. Disana aku menemukan banyak hal. Dan itu bukan dari golongan manusia. Bagi orang yang memiliki kemampuan ini akan sulit membedakan manusia dan jin.aku pun begitu walaupun setiap hari bermain dengan mereka aku tak tau itu apa. Karena yang ku tau hanya bermain dan kesenangan saja.

Seperti itu terus menerus hingga aku sendiri lupa bahwa aku sudah menginjak remaja.



Tahun demi tahun kulewati seperti anak anak lainya. Bukan hal yang biasa pula kalau di desa ku banyak laki laki yang memilih menjadi seorang pendekar silat, termasuk aku sendiri. Dari sana lah ku peroleh ilmu kanuragan.



Surabaya, 30 November 2018
Lanjut gan.. Smoga slalu smangat buat update. emoticon-Shakehand2
Mantep gan lanjutkan
lanjut gan
Menarik ceritanya.. emoticon-Jempol
Lanjutkan broo
nunggu lanjutannya

Tentang Dina, Dan Pertemuan Dengan orang Bersorban Hitam

Tidak perlu waktu lama untukku menyerap semua ilmu kanuragan yang diberikan oleh guruku. Aku begitu cepat menguasai jurus-jurus kanuragan.


Aku tak pernah tau apa yang ada di diriku hingga membuat ku lebih cepat memahami sebuah pelajaran. Termasuk pelajaran sekolah.


Jika orang lain berlatih kanuragan di perguruan silat. Maka tidak dengan diriku, aku berlatih bersama orang orang berpakaian kerajaan, dan tak semua orang bisa melihatnya.


Jika orang lain berlatih dengan menggerakkan badan. Maka aku berlatih tenpa jasad, dengan sendirinya apa yang kudapat berlatih secara batin akan mengalir di jasadku juga.


Setiap hari tiada waktu untuk tidak berlatih kanuragan. Dari umurku yang masih 15 tahun kurasa sangat aneh bagi orang biasa jika aku mampu menang berkelahi walaupun aku dikeroyok sebanyak 10 orang atau lebih bahkan, tapi itu semua memang benar.


Aku sekolah di salah satu SMP di kota kecil ini. Banyak sekali yang dapat ku lihat disini, baik buruk, hitam putih, semuanya campur menjadi satu. Di sekolah ini aku dikenal dengan nama budi, entah mengapa mereka tak memanggilku suryo seperti para guru guruku.

Semenjak kelas 7 smp, aku selalu masuk di kelas A, nilai berapapun dalam pelajaran bisa ku peroleh dengan mudah. Wanita siapapun dapat ku luluhkan hatinya. Tapi untuk apa wanita? Saat itu aku masih terlalu kecil untuk memikirkannya.


Namun ada satu orang yang menarikku dan mampu membuat penasaran. Dia bernama Dina, cantik iya, pinter juga iya, dia istimewa. Ya.. dia istimewa sama sepertiku memiliki silsilah dari kerajaan, namun dia tak ditakdirkan untuk mempunyai mata yang sama pula.


Dia memiliki aura yang begitu positif, siapapun akan nyaman berada di dekatnya. Dan aku pun tertarik padanya.. selama hampir dua tahun berada satu kelas dengan Dina membuat hidup ini sedikit lebih berwarna.

Di sekolah ini banyak yang suka dengan ku dan banyak pula yang membenciku. Apalagi hubunganku dengan Dina kurasa semua orang iri denganku jika melihat kebersamaanku denganya.

Saat aku masih sekolah smp, tak ada satupun ilmu kebatinan yang ku miliki. Aku hanya mampu mengendalikan apa yang mengalir di tubuhku (energi), dan ilmu kanuragan itulah yang menjadi bekalku. Aku tak memiliki satu ajian apapun, hingga suatu hari sepulang sekolah aku bertemu dengan seorang bapak bersorban hitam.

"Hei nak, kau mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Garis keturunanmu membuatmu menjadi pilihan." Ucap bapak itu.

"Apa maksut perkataan bapak?" Tanya ku.

"Ya.. kamu adalah seorang penerus dari sebuah kerajaan di masa lalu. Leluhurmu telah memilihmu. Tapi untuk saat ini kau masih perlu belajar agar apa yang harus menjadi milikmu bisa kau bawa, jiwa dan ragamu masih belum kuat le. " Jawabnya.

"Lalu bagaimana aku bisa mendapatkannya?"

"Nanti malam aku datang kerumahmu, untuk membimbingmu jika engkau mau"

"Baiklah pak, saya bersedia jika memang itu sudah menjadi takdirku"



Surabaya, 2 Desember 2018
sepertinya seru

izin gelar tikar gan emoticon-Cendol Gan
lanjut gan,,,,

ret, subkraip sama komen gak jelas DONE yaemoticon-Jempol
Lanjut gan ceritanya seru penuh pelajaran hidup sepertinya ...
lanjjut gan
ikut ndeprok dimari gan, cerita silat lagi nih sepertinya
Wah pasti keren nie, kelarin ya gan.. 🙏🙏
Kayaknya banyak adegan berantemnya nih
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di