alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Militer dan Kepolisian /
Menhan : Alutsista Pertahanan harus Sesuai dengan Potensi Ancaman yang Dihadapi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bffda3cdcd770fe408b456a/menhan--alutsista-pertahanan-harus-sesuai-dengan-potensi-ancaman-yang-dihadapi

Menhan : Alutsista Pertahanan harus Sesuai dengan Potensi Ancaman yang Dihadapi

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menekankan pentingnya alutsista nasional yang mengedepankan dan menyesuaikan dengan potensi ancaman yang muncul dan dilihat dari kebutuhannya. 


Disamping peran dan kapasitasnya untuk mendesian Strategi Pertahanan Negara, Menhan RI juga memiliki kapasitas selaku Menteri Bidang Alutsista dan Industri Pertahanan yang memegang amanah untuk mendesain dan menentukan Kebijakan Strategis Pembangunan Alat Utama Sistem Kesenjataan TNI. Di beberapa negara lain didunia seperti Inggris, Australia dan banyak negara lainnya, jabatan Menteri Alut Sista dan Industri Pertahanan dijabat oleh Menteri tersendiri atau Menteri Muda.

“Oleh karena itu, perlu saya tekankan disini bahwa penentuan kebutuhan Alutsista Pertahanan negara harus disesuaikan dengan “endstate” atau strategy pertahanan negara saat ini. Artinya harus ada kesesuaian antara hakekat potensi ancaman yang dihadapi dengan kebutuhan Alut Sista yang akan kita beli,” terangnya.

Dinamika perkembangan lingkungan strategis baik global, regional maupun nasional dewasa ini telah mengisyaratkan tantangan yang besar dan kompleks bagi pertahanan negara, khususnya dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Tantangan tersebut kemudian berevolusi menjadi ancaman strategis terhadap kedaulatan negara, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan bangsa akan semakin berkembang menjadi bersifat multidimensional, fisik dan nonfisik, serta berasal dari luar dan dari dalam negeri.

“Sebagaimana sering saya sampaikan dalam pelbagai forum bahwa fenomena potensi ancaman terhadap NKRI terbagi menjadi tiga dimensi ancaman utama yaitu Ancaman Belum Nyata, Ancaman Nyata dan Ancaman Non-Fisik terhadap ideologi negara Pancasila,” ujarnya.

Pertama, Ancaman Belum Nyata, yaitu ancaman perang terbuka antar negara yang saat ini relatif masih kecil kemungkinannya. Kedua, adalah Ancaman yang sangat Nyata yang sedang dan kemungkinan dapat dialami oleh negara-negara kawasan baik secara sendiri-sendiri atau yang bersifat lintas negara diantaranya adalah ancaman Terorisme dan Radikalisme, Separatisme dan Pemberontakan Bersenjata, Bencana alam dan lingkungan, Pelanggaran Wilayah Perbatasan, Perompakan dan Pencurian Sumber Daya Alam, Wabah penyakit, Perang siber dan Intellijen serta Peredaran dan Penyalahgunaan narkoba.

“Apa yang kita saksikan bersama pada saat ini, bahwa ancaman-ancaman Nyata tersebut telah nyata terjadi dan dialami oleh negara-negara di berbagai belahan dunia termasuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik ini. Ancaman yang nyata pada saat ini dan memerlukan perhatian yang serius adalah adalah ancaman nyata Terorisme dan Radikalisme,” ucap Menhan.

Ancaman-ancaman tersebut bersifat lintas negara berskala regional maupun global sehingga memerlukan penanganan kolektif dan tindakan bersama-sama sehingga untuk menghadapinya harus melalui kolaborasi kapabilitas dan interaksi antar negara.

Dalam merumuskan Strategi Pertahanan Negara, Kemhan selalu mengacu pada perkembangan kondisi aktual potensi ancaman negara masa kini dan masa yang akan datang. Dari penentuan definisi persepsi ancaman tersebut, Menhan kemudian merumuskan dan menetapkan kebijakan penyelenggaraan pertahanan Negara yang pelaksanaannya akan melibatkan semua komponen bangsa dengan rumusan siapa berbuat apa.
“Termasuk didalamnya merumuskan kebijakan (Politik) penggunaan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) beserta Alutsistanya sebagai Komponen Utama yang didukung oleh Sumber Daya Nasional lainnya sebagai Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan Komponen Utama,” jelas Menhan.

Dalam doktrin Sishanta, aparat teritorial memiliki peran untuk mempersiapkan tata ruang wilayah pertahanan negara berlapis, yang menggabungkan kekuatan tentara profesional dan rakyat sebagai inti kekuatan pertahanan nasional. Dalam hal ini, wilayah pertahanan Indonesia dibagi ke dalam wilayah-wilayah kompartemen strategis teritorial atau Komando Daerah Militer (Kodam) yang berfungsi sebagai Komando Utama pembinaan dan Komando Utama Operasi di wilayahnya serta sebagai pelaksana tugas dan fungsi Kemhan guna menyiapkan komponen cadangan dan komponen pendukung dalam rangka mewujudkan kekuatan pertahanan negara yang handal dan kuat.

sumber : https://tangerangonline.id/2018/11/2...an-hard-power/
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
gan gue denger rumor di akhir taun rupiah bakal anjlok jadi 100.000 per dolar emoticon-Takut


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di