alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Citizen Journalism /
Rencana Aksi Kontemplasi 212 dan Kepentingan Politik di Balik Reuni 212
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bffb7c7ded77014158b4569/rencana-aksi-kontemplasi-212-dan-kepentingan-politik-di-balik-reuni-212

Rencana Aksi Kontemplasi 212 dan Kepentingan Politik di Balik Reuni 212

Rencana Aksi Kontemplasi 212 dan Kepentingan Politik di Balik Reuni 212
Rencana digelarnya Reuni 212 memang penuh kepentingan politik. Aksi yang digagas Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu tak jelas juntrungannya, karena sudah tak ada urgensi dan relevansinya lagi.

Oleh karena itu, Kapitra Ampera, salah satu mantan pengacara Habib Rizieq ini, keberatan dengan diselenggarakannya Reuni 212 tersebut. Ia bersama dengan sejumlah mantan penggerak Aksi 212 akan menggelar acara lain.

Mereka yang tergabung dalam Forum Silaturahmi ini akan menggelar acara Aksi Kontemplasi 212. Kapitra mengaku sudah mengajukan surat kepada Polri melalui Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya dan akan memulai acara dari ba'da salat Isya pada Sabtu (1/12) hingga Minggu (2/12), pukul 15.00 WIB.

Massa penolak pelaksanaan Reuni 212 ini terdiri dari segala organisasi, tokoh-tokoh, pesantren, kelompok pemilik pesantren dan sudah berkomunikasi sampai NTB. Mereka sudah menyatakan akan siap hadir untuk memberi pencerahan kepada umat Islam agar berhenti mengeksploitasi Islam dan agama untuk kepentingan politik tertentu.

Forum Silaturahmi menilai aksi Reuni 212 ini telah memiliki banyak kejanggalan dan keanehan. Kejanggalan tersebut karena Reuni 212 sudah keluar dari konsep utama dan esensi dari aksi 212 pada 2016.

Bagi Kapitra dkk, Reuni 212 itu tidak lebih daripada merayakan kejahatan orang lain yang sedang menjalani hukuman atas kejahatannya. Itu terlalu kejam, karena menampilkan citra seolah-olah Islam penuh dendam dan amarah.

Selain itu, dalam Reuni 212 ini juga terlihat akan ada kampanye terselubung. Pasalnya, panitia dari reuni 212 mayoritas berasal dari tim sukses pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.

Pernyataan Kapitra, dkk, di atas memang benar. Reuni 212 tak mungkin bila tak diikuti dengan kepentingan politik di baliknya. Reuni 212 tak lain memanfaatkan sentimen agama untuk kampanye. Ini sudah masuk ranah politisasi agama.

Oleh karenanya, kita sebagai masyarakat yang waras tak perlu mengikuti Reuni 212 yang berkedok bela agama itu. Padahal kita tahu dibalik itu semua ada kepentingan politiknya. Mari berpikir dengan waras.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di