alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Suap Eni Saragih dan gratifikasi melimpah dari pengusaha migas
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bffb5d5dad77082098b4568/suap-eni-saragih-dan-gratifikasi-melimpah-dari-pengusaha-migas

Suap Eni Saragih dan gratifikasi melimpah dari pengusaha migas

Suap Eni Saragih dan gratifikasi melimpah dari pengusaha migas
Terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih (kedua kanan) berjalan keluar seusai mengikuti sidang dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Mantan Wakil Ketua Komisi VII bidang energi DPR, Eni Maulani Saragih didakwa menerima suap Rp4,7 miliar. Politisi Partai Golkar itu juga didakwa menerima gratifikasi Rp5,6 miliar dan $40 ribu Singapura.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (29/11/2018), Eni diduga menerima suap dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

"Terdakwa menerima hadiah berupa uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp4,7 miliar," ujar jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lie Putra Setiawan dikutip Kompas.com.

Jaksa mengatakan, uang tersebut diberikan agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek tersebut rencananya dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Awalnya, Kotjo melalui Rudy Herlambang selaku Direktur PT Samantaka Batubara mengajukan permohonan dalam bentuk IPP kepada PT PLN Persero terkait rencana pembangunan PLTU. Namun, karena tidak ada kelanjutan dari PLN, Kotjo menemui Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

Kotjo meminta bantuan Novanto agar dapat dipertemukan dengan pihak PLN. Kemudian, Novanto mempertemukan Kotjo dengan Eni yang merupakan anggota Fraksi Golkar yang duduk di Komisi VII DPR, yang membidangi energi.

Selanjutnya, menurut jaksa, Eni beberapa kali mengadakan pertemuan antara Kotjo dan pihak-pihak terkait, termasuk Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Hal itu dilakukan Eni untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU.

Tak hanya menerima suap dari Kotjo, Eni diduga menerima hadiah dari sejumlah pengusaha di sektor minyak dan gas (migas). "Terdakwa telah menerima gratifikasi dari beberapa direktur dan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas," ujar jaksa Budhi Sarumpaet.

Jaksa pun mengungkapkan para bos perusahaan migas itu memberikan hadiah kepada Eni, yaitu:

1. Samin Tan, selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal, Eni menerima Rp5 miliar. PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) yang juga bergerak di bidang pertambangan batubara merupakan anak perusahaan Borneo.

Samin Tan meminta bantuan Eni terkait permasalahan pemutusan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dengan Kementerian ESDM.

"Atas permintaan tersebut, Eni menyanggupi untuk membantu memfasilitasi antara pihak Kementerian ESDM dengan pihak PT AKT," kata Jaksa KPK dalam dakwaanya.

Pemberian dilakukan bertahap, pertama Eni minta Rp4 miliar kepada Samin. Pemberian dilakukan secara tunai kepada melalui Tahta Maharaya selaku tenaga ahli Eni Saragih di kantor PT AKT, di Gedung Menara Merdeka Jalan Budi Kemuliaan I Nomor 2 Jakarta Pusat.

Kemudian pemberian kedua pada tanggal 5 Juni 2018, Eni kembali minta tambahan uang. Menindaklanjuti itu, pada tanggal 22 Juni 2018 bertempat di kantor PT AKT, Samin Tan melalui Nenie Afwani kembali memberikan uang tunai sejumlah Rp1 miliar juga melalui Tahta Maharaya.

2. Prihadi Santoso, selaku Direktur PT Smelting. Ia diduga memberikan uang sejumlah Rp250 juta. Prihadi disebut memiliki produk sampingan yakni copper slag atau limbah industri peleburan tembaga untuk digunakan oleh produsen semen.

Prihadi meminta bantuan Eni untuk memfasilitasi dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup agar PT Smelting dapat melakukan impor limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yaitu limbah tembaga yang akan diolah menjadi copper slag.

Permohonan Prihadi Santoso tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh terdakwa dengan mempertemukan Prihadi Santoso dengan Rosa Vivien Ratnawati selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (DIRJEN PSLB3).

Pemberian suap itu juga melalui orang kepercayaan Eni, Indra Purmandani. Uang tersebut diberikan secara bertahap. Pada 08 Mei 2018 dan 26 Juni 2018, masing-masing ditransfer sejumlah Rp100 juta kepada Indra.

Kedua pada Juli 2018, pemberian uang dilakukan secara tunai Rp50 juta. Diterima oleh Indra Purmandani dari staf Prihadi Santoso di kantor PT Smelting Gedung Menara Mulia Lantai 17 Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 9-11 Jakarta Selatan. Indra Purmandani memberikan uang tersebut kepada Eni melalui Tahta Maharaya sebagai tenaga ahli.

3. Herwin Tanuwidjaja selaku Direktur PT One Connect Indonesia (OCI), Ia diduga memberikan uang senilai Rp100 juta dan S$40.000. Sama dengan Prihadi, pemberian uang juga terkait impor limbah Bahan Berbahaya Beracun.

Pemberian juga dilakukan dengan sistem yang sama lewat orang kepercayaan Eni, Indra Purmandani dan kemudian disetorkan kepada Eni melalui Tahta Maharaya, staf ahlinya.

4. Iswan Ibrahim yang merupakan Presiden Direktur PT Isa Gas memberikan Eni uang sejumlah Rp250 juta. Diberikan dalam dua tahap, pada tanggal 7 Juni 2018 sejumlah Rp200 juta melalui setoran kepada Indra Purmandani.

Kemudian pada bulan Juli 2018 sejumlah Rp50 juta, diberikan tunai kepada Indra Purmandani di Kantor PT Isargas yaitu Gedung Plaza Asia Lantai 12 Jakarta Selatan.

Kata jaksa, Eni berinisiatif meminta uang kepada pengusaha untuk membantu membiayai suaminya yang berlaga dalam kontestasi calon bupati di Temanggung. Seluruh uang hasil penerimaan gratifikasi dengan total Rp5,6 miliar dan S$ 40.000 itu telah digunakan Eni untuk membiayai kegiatan Pilkada suaminya M. Al Khadziq di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Seusai mendengarkan dakwaan jaksa, Eni berjanji akan kooperatif dalam persidangan dan mengungkapkan detail peran setiap orang yang disebutkan dalam dakwaan jaksa. Eni pun mengaku mengenal pengusaha yang membuatnya terjerat gratifikasi.

"Ya itu kawan-kawan saya, semua karena saya sebelum jadi Anggota DPR saya memang bergerak di situ bidang saya di situ, dan itu kawan-kawan saya semua yang sudah saya kenal baik, nanti saya akan sampaikan di persidangan ditailnya," kata Eni dikutip Detikcom.
Suap Eni Saragih dan gratifikasi melimpah dari pengusaha migas


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...engusaha-migas

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Suap Eni Saragih dan gratifikasi melimpah dari pengusaha migas Perseteruan Trump-General Motors dan bumerang perang tarif

- Suap Eni Saragih dan gratifikasi melimpah dari pengusaha migas 3 Jalan layang di Jakarta akan dibangun tahun depan

- Suap Eni Saragih dan gratifikasi melimpah dari pengusaha migas Narasi kelaikan PK-LQP dan ancaman Lion Air untuk KNKT

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Gampangnya cari duit wkwkwkwk


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di