alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kerepotan Akibat Salah Data Mentan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bffb115dc06bd7e098b4568/kerepotan-akibat-salah-data-mentan

Kerepotan Akibat Salah Data Mentan

Spoiler for galak:



Dalam kehidupan bernegara kita saat ini, ada kubu oposisi yang siap mengritik dan menyerang segala kebijakan pemerintah yang dianggap salah. Bila pemerintah lengah, apalagi tidak dianggap berpihak pada rakyat, maka kubu oposisi akan segera mengolahnya menjadi sebuah isu nasional.

Sebenarnya itu adalah praktik yang lumrah dalam politik. Tapi menjelang pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti, kesalahan sedikit, bisa menjadi fatal. Karena saat ini publik butuh diyakinkan bahwa pemerintah Jokowi masih layak untuk memimpin sampai periode 2024 mendatang. 

Sayangnya, tidak semua upaya menjaga stabilitas bisa berhasil. Masih ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan. Sebagai contoh adalah kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman untuk mengimpor jagung sebanyak 100 ribu ton. Kebijakan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga jagung itu, diolah kubu oposisi menjadi isu anti nasionalisme dan anti petani jagung dalam negeri.

Politikus yang cukup aktif menyuarakan ini adalah Fadli Zon, wakil ketua DPR RI yang berasal dari Gerindra. Partai tempat bernaung Fadli ini adalah pengusung Prabowo Subianto, Calon Presiden yang sedang menantang Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. 

Menurut Fadli, impor jagung yang hanya 100 ribu ton itu sudah masuk kategori banjir. Ia mempersepsikan, pasar jagung Indonesia dibanjiri oleh jagung luar negeri.  (Sumur 1)  

Aksi Fadli ini rupanya tidak lepas dari kesalahan Mentan Amran Sulaiman sendiri. Kritik Fadli itu muncul lantaran ia mendengar klaim Kementan bahwa produksi jagung kita surplus hingga 12 juta ton. Sebenarnya, bukan Cuma Fadli saja yang mendengar klaim itu. Mungkin seluruh rakyat Indonesia juga tahu bahwa Mentan mengklaim jagung kita surplus hingga 12 juta ton. (Sumur 2

Tak heran bila Fadli mengritik. Logika awam publik pun akan terusik dengan klaim surplus tadi. Karena seharusnya tidak perlu impor bila produksi kita tidak tekor. Walhasil, baik Fadli maupun publik akan berpikiran, ada data pangan yang tidak sinkron. Data pangan yang tidak jelas. Atau bahkan data pangan yang tidak sahih bin valid.

Bisa disimpulkan, posisi pemerintah yang tengah jadi bancakan ini disebabkan oleh data pangan yang tidak jelas. Ada klaim Kementan yang didasari pada data tidak sahih. 

Carut marut data pangan Kementan ini juga pada akhirnya merepotkan berbagai pihak. Salah satunya adalah Badan Urusan Logistik (Bulog) yang ketempuan harus meminjam jagung dari produsen pakan, lalu mengganti jagung tadi bila yang impor sudah datang. Impor jagung juga harus dilakukan dalam waktu cepat. Bila terlambat, jagung impor akan masuk di masa panen dan merusak harga jagung petani kita sendiri. 

Padahal bila Kementan bisa menyajikan data pangan yang tepat dan akurat, Bulog bisa jauh-jauh hari menyiapkan importasi jagung. Tidak perlu tergesa-gesa, yang juga berpotensi ngaco.

Di hadapan publik, Direktur Utama Bulog, Budi -Buwas- Waseso sih mengaku mereka terima saja bila harus disuruh mengurus impor jagung ini dari A sampai Z. Tapi dalam hati, siapa yang tahu kan.

Spoiler for ngakak:

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
- perkalian / penjumlahan di excel aja kalo datanya ngaco ya pasti salah hasilnya
- perlu data pembanding selain dr BPS. shg kalo data BPS ngaco, bs salin kroscek
- BPS sbg pengumpul & penyedia data, perlu direformasi total
- bulog udah selayaknya ngikut aja dr penanggung jwb / otoritas yg lbh tinggi.
emoticon-Traveller
Baru aje ane bikin popcorn pake 500rb ton jagung, ngapain impor, pinjem sama ane aja masih banyak stok ...
wkwkwk emang dagelan . surplus 12 jt ton tapi sekelas pabrik aja susah nyarinya . apalagi peternak kecil
wkwkwk emang dagelan . surplus 12 jt ton tapi sekelas pabrik aja susah nyarinya . apalagi peternak kecil


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di