alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan
3.67 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bffae47de2cf2145a8b4572/pks-soal-habib-bahar-dipolisikan-selesaikan-secara-kekeluargaan

PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan

PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan

PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan



Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi laporan terhadap Habib Bahar bin Smith. Jika masih memungkinkan, PKS menyarankan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

"Jika masih masih mungkin untuk menyelesaikan masalah ini digunakan dialog kekeluargaan," kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

Meskipun demikian, Suhud menghormati mekanisme hukum yang berjalan. Menurutnya, semua pihak harus menjaga jangan sampai kasus ini dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh suasana. Ia juga meminta aparat penegak hukum menangani kasus ini secara profesional.

"Pihak aparat harus bertindak profesional agar terjaga suasana suasana damai dan tidak terjadi kegaduhan yang tidak perlu," lanjutnya.

Suhud mengaku belum melihat secara langsung video ceramah Habib Bahar yang viral. Ia menyerahkan keputusan kasus ini pada proses yang berlaku.

"Saya belum mendengar langsung isi ceramahnya. Bisa saja ini semacam kritik pada Pak Jokowi. Biarkan pengadilan nanti yang menentukan," ujar Suhud.

Baca juga: Dilaporkan Hina Jokowi, Habib Bahar bin Smith Pernah Ditangkap Polisi


Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dilaporkan terkait video ceramah dia yang menyatakan tentang 'Jokowi kayaknya banci'.

Habib Bahar dilaporkan dengan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2). Polisi menindaklanjuti laporan tersebut.

"Laporan polisi sudah diterima dan akan ditangani oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri," ujar Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (29/11).


kekeluargaan


sudah benar apa yg dikatakan PKS emoticon-2 Jempol

tidak bisa umat muslim memperlakukan habib bahar sama seperti trerhadap ahok


habib bahar adalah seorang ulama muslim
sedangkan ahok adalah seorang kafir


dgn sesama muslim, selesaikn dgn kekeluargaan atau musyawarah mufakat
tapi dgn kafir harus dgn cara keras dan tegas



PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Congor mu harimau mu emoticon-Ngakak
PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan
Wasu... emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Gw ga yakin dia paham ilmu agama, paling cuma numpang nama ortu aje, kaya gini jadi ulama
gw aja yg muslim, empet liat tuh bibib,,,
ceramahnya gak mencerminkan seorang habib
Sudah sepantasnya...
Terlepas dari suka ato tidak..
Jokowi masih presiden indonesia yg telah dipilih rakyat secara sah dan konstitusional..
jadi masuk dalam kategori symbol negara..
Jadi yg menghina presiden akan diproses secara hukum..
Meski tidak ada delik aduan dari ybs...
Kok PKS menyarankan begitu...
Sungguh sedungu-dungunya ummat...
Setuju
Kekeluargaan aja

Gak apa2 menghina-hina sesama Muslim seperti yg dilakukan si bahar

Toh juga bakal Kekeluargaan penyelesaiannya emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Jokowi yg Muslim dihinakan sesama Muslim

Asik banget lihatnya emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Luar biasa, luar biasa ngibul kalo bilang belum nonton video nya.

Orang yg komen pasti sudah nonton videonya. Benar benar naif sekali.

Gimana ga nyungsep partai nya. Isinya orang munafik semua
Suhud Alynudin banci kaleng
suhud alynudin copot celana dulu deh
haid apa kagak


mantep ntar diselesein kekeluargaan aja ya

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Gw punya keluarga kek si Bahar semit????

Gw gundulin palak nya emoticon-Cool

Keluarga GA mutu Cuuiiihh emoticon-Cool
Balasan post galer2124
greget ente gann emoticon-Big Grin
bunuh, bakar
itu juga kekeluargaan ya
Kekeluargaan falak ente feyang
emoticon-fuck2
Kekeluargaan?
Oh....jadi anteknya pks si smithy itu?
"Jika masih masih mungkin untuk menyelesaikan masalah ini digunakan dialog kekeluargaan," kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

Meskipun demikian, Suhud menghormati mekanisme hukum yang berjalan. Menurutnya, semua pihak harus menjaga jangan sampai kasus ini dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh suasana. Ia juga meminta aparat penegak hukum menangani kasus ini secara profesional.
PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan
sama rejim kapir kok minta kekeluargaan, jadi teman saja gak boleh apalagi keluarga....



emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Entahlah
Cara kekeluargaan.
Ala keluarga bharata di mahabharata.
Panah, penggal, tabok
emoticon-Leh Uga
Quote:


Dibaca penuh sampai akhir ya bro.. biar gak gagal paham.

JIKA ada ajaran yang manivestasi seluruh konsepnya telah diteladankan, itulah Islam. Dengan kata lain, menjadi Muslim tidak perlu repot-repot kesana-kemari, cukup lihat sosok Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam dari berbagai sisi kehidupannya, maka sungguh Islam telah ditegakkan.

Quote:


Quote:


Quote:


Surat al-Fath berjumlah 29 ayat yang semuanya turun dalam konteks perjanjian Hudaibiyah. Oleh karena itu, memahami ayat terakhir dalam surat ini juga tidak bisa sepotong-sepotong, karena kita harus memahami keseluruhan konteks ayat-ayat sebelumnya, plus pemahaman utuh tentang perjanjian hudaibiyah. Inilah yang dilakukan oleh Imam al-Alusi, pengarang Tafsir Ruhul Ma’ani yang harus berpanjang lebar menceritakan persitiwa hudaibiyah sebelum menjelaskan potongan ayat 29.

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…”

Kesalahpahaman akibat kegagalan memahami pesan utuh ayat ini sering terjadi dan berpotensi menimbulkan gesekan sosial di masyarakat yang majemuk seperti di Indonesia. Kita saksikan sebagian saudara kita yang pasang wajah kusam dan angker kepada non-Muslim atau juga kepada sesama Muslim yang sudah mereka anggap kafir. Tak ada senyum dan tak ada ramah tamah. Mereka bahkan menyalahartikan ayat ini sebagai kewajiban bersikap kasar kepada orang kafir karena kata “keras” dipahami sebagai permusuhan.

Sebagian saudara-saudara kita juga bersikap mencurigai kebaikan orang kafir dan menoleransi keburukan orang Islam karena memahami ayat di atas secara harfiah tanpa memahami konteksnya. Pendek kata, semua tindakan orang kafir dicurigai dan ditolak, dan semua hal yang tidak benar dari sesama Muslim diterima begitu saja.

Konteks ayat di atas adalah suasana ketegangan, bukan ayat di masa tenang atau damai. Jadi, memberlakukan ayat itu dalam konteks keseharian kita berinteraksi sosial tentu kurang pas.

Ketika Rasulullah SAW bermimpi memasuki kota Mekkah sebagai sebuah kemenangan yang dekat (fathan qariban), maka para sahabat dan Rasul bersama-sama hendak memasuki kota Mekkah berhaji pada tahun keenam hijriah. Singkat cerita, kaum kafir mekkah menghadang dan memaksa Rasulullah dan sahabat kembali ke Madinah lewat sebuah perjanjian di daerah Hudaibiyah, dimana menurut para sahabat utama seperti Umar bin Khattab, perjanjian tersebut amat sangat merugikan umat Islam.

Sejumlah orang munafik mengambil kesempatan untuk menimbulkan kegaduhan, seperti terekam dalam ayat-ayat awal Surat al-Fath. Allah pun menenangkan umat Islam yang seolah patah semangat bahkan ada pula yang mempertanyakan kebenaran mimpi Rasul sebelumnya. Surat al-Fath turun dalam suasana yang demikian. Di akhir surat, Allah menegaskan kembali kebenaran mimpi Rasul, kepastian kemenangan (yang terbukti saat Fathu Makkah) dan kebenaran bahwa Muhammad itu seorang utusan Allah. Di ayat 29 inilah Allah seolah hendak mengatakan: ‘jangan kalian ribut dan ragu sesama kalian, kalian harus saling berkasih sayang dan berlemah lembut diantara kalian, dan sifat keras dan tegas itu seharusnya ditujukan pada orang kafir bukan pada sesama kalian!”.

Ibn Abbas menafsirkan ayat 29 Surat al-Fath yang sedang kita bahas ini khusus untuk para sahabat yang menyaksikan persitiwa Hudaibiyah. Sahabat Nabi yang terkenal cerdas luar biasa ini menafsirkan sebagai berikut:

Muhammad itu utusan Allah, tidak seperti kesaksian Suhail bin Amr (yang memaksa Rasul untuk menghapus kalimat Muhammad Rasulullah dalam naskah perjanjian Hudaibiyah dan diganti dengan Muhammad bin Abdullah saja); dan orang yang bersama Muhammad, yaitu Abu Bakar, ia termasuk orang yang pertama kali mengimani kerasulan Muhammad; keras terhadap orang kafir (maksudnya ini merujuk kepada Umar bin Khattab sebagai pembela Rasulullah), berkasih sayang sesama mereka (ini ditujukan kepada Utsman bin Affan). Lanjutan ayatnya: Kamu lihat mereka ruku' dan sujud (ini menyifatkan Ali bin Abi Thalib); mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya (ini menyifatkan Thalhah dan Zubair).

Al-Samarqandi dalam kitab tafsirnya Bahrul Ulum memberi penafsiran yang mirip dengan Tafsir Ibn Abbas di atas. Yang dimaksud bersama Nabi itu adalah Abu Bakar, yang keras itu Umar, yang berkasih sayang itu menyifatkan Utsman dan yang rajin ruku’ dan sujud itu Ali, sementara yang mencari karunia Allah dan keridhaannya itu adalah Zubair dan Abdurrahman bin Awf.

Penafsiran model Ibn Abbas di atas juga dikonfirmasi oleh Imam al-Alusi. Meski demikian beliau juga menyebutkan bahwa jumhur ulama menganggap penyifatan ini tidak hanya khusus untuk pihak tertentu yang menyaksikan peristiwa hudaibiyah tapi merupakan sifat semua sahabat Nabi. Kalaupun kita terima pendapat jumhur ini, namun ini tidak berarti bahwa saat ini kita dibenarkan bersikap garang dan bermusuhan kepada orang kafir, karena semua ahli tafsir sepakat asabun nuzul ayat di atas terikat erat dengan konteks ketegangan peristiwa Hudaibiyah.

Allah telah berfirman dalam Surat al-Mumtahanah ayat 8 mengatur relasi dengan pihak kafir:

“Allah tidaklah melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kalian karena agama dan tidak (pula) mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Itu artinya, Muslim tidak dilarang berbuat baik kepada tetangga maupun kawan sepermainan atau kolega di kantor yang merupakan non-Muslim. Dua bukti lain bisa kita lihat dalam sejarah Rasulullah. Pertama, ketika ayat assyidda’u ‘alal kuffar (al-Fath: 29) di atas turun, justru Rasulullah sedang bersikap ‘lunak’ kepada orang kafir dalam perjanjian hudaibiyah bukan sedang memerangi mereka.

Kedua, ketika peristiwa Fathu Makkah terjadi, Rasulullah juga bersikap lembah lembut kepada penduduk Makkah, bahkan Abu Sufyan pun mendapatkan perlindungan dari Rasulullah. Itulah sebabnya Rasulullah disebut sebagai Al-Qur’an berjalan, karena beliau tidak mengikuti hawa nafsu, amarah maupun dendam permusuhannya, tetapi benar-benar merupakan perwujudan rahmat bagi semesta alam.

Wa ma yanthiqu ‘anil hawa in huwa illa wahyu yuha (tidaklah Ia bicara berdasarkan hawa nafsunya melainkan apa-apa yang diwahyukan kepadanya) QS 53:3-4.


jadi mana yang mau diteladani? Nabi Muhammad saw atau...
PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan
PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan
PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan
PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan
PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan

PKS Soal Habib Bahar Dipolisikan: Selesaikan Secara Kekeluargaan
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di