alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Perseteruan Trump-General Motors dan bumerang perang tarif
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bffabffded770620d8b4581/perseteruan-trump-general-motors-dan-bumerang-perang-tarif

Perseteruan Trump-General Motors dan bumerang perang tarif

Perseteruan Trump-General Motors dan bumerang perang tarif
Kantor pusat General Motors di Detroit, Michigan Amerika Serikat (19 November 2018).
Perseteruan membelit Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan salah satu produsen otomotif terbesar yakni General Motors Co. Ketegangan tersebut bermula saat CEO General Motors Co., Mary Barra, membuat pernyataan yang mengejutkan industri otomotif Amerika Serikat dan Kanada pada Senin (26/11/2018).

Penutupan fasilitas produksi mobil-mobil General Motors dilakukan mulai tahun, dimulai penutupan tiga pabrik perakitannya di Amerika Utara, yakni Oshawa berlokasi di Ontario, Kanada; Hamstrack di Detroit, Michigan; dan Lordstown di Warren, Ohio.

General Motors juga bakal menutup dua pabriknya yang memproduksi baterai listrik dan transmisi di Baltimore, Maryland, dan Warren Michigan, serta dua pabrik lain di luar Amerika Utara yang salah satunya berada di Gunsan, Korea Selatan.

Dengan penutupan tersebut otomatis General Motors bakal merumahkan sekitar 14.200 pekerja di wilayah Amerika Utara.

General Motors berdalih penutupan beberapa fasilitas produksi ini guna menanggapi perubahan minat konsumen AS yang kini lebih menggemari pikap, SUV, dan mobil listrik. Perusahaan akan segera mengakhiri produksi mobil jenis sedan seperti Chevrolet Cruze, Impala serta Volt dan mulai beralih fokus memproduksi mobil listrik.

"Kami menyadari kebutuhan untuk tetap berada di depan perubahan kondisi pasar dan preferensi pelanggan untuk memposisikan perusahaan kami untuk sukses jangka panjang." ujar Barra dikutip dari AFP, Kamis (29/11).

Keputusan tersebut rupanya membuat Trump tidak senang, mengingat General Motors sempat diselamatkan pemerintah AS dari kebangkrutan pada saat krisis keuangan 2008 silam.

Para analis menilai rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh pabrik otomotif asal Detroit tersebut dianggap mengganggu pemulihan ekonomi negeri Paman Sam yang kerap dibanggakan oleh Trump.

"Aku berbicara dengannya (Barra) ketika mendengar mereka akan menutup pabrik, dan aku mengatakan, 'kau tahu, negara ini telah memberi banyak hal untuk General Motors. Sebaiknya kau segera kembali ke sini,'" kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dilaporkan USA Today.

Trump pun mengeluarkan pernyataan keras untuk General Motors jika perusahaan bersikeras menutup pabriknya tahun depan. Ia mengancam, pemerintah akan memotong subsidi yang selama ini diberikan kepada General Motors.

Saat ini AS menyediakan subsidi sebesar $2.500 AS hingga $7.500 AS kepada setiap pembelian mobil listrik tergantung model dan seberapa banyak telah terjual. General Motors saat ini menawarkan mobil listrik Chevrolet Bolt dan bila ucapan Trump terwujud bukan tidak mungkin subsidinya dihentikan tahun depan.

Namun, menghapus subsidi itu mungkin tidak banyak berdampak finansial pada perusahaan karena perusahaan itu hampir mencapai puncak batas subsidi.

Laporan keuangan General Motors per kuartal mengalami lonjakan biaya produksi hingga $400 juta atau sekitar Rp5,8 triliun di tengah kebijakan tarif impor baru yang ditetapkan Trump. Namun juru bicara perusahaan mengatakan kenaikan tarif tersebut tidak ada kaitannya dengan penutupan beberapa pabrik General Motors.
Bumerang perang tarif
Perang verbal antara Trump dengan perusahaan otomotif bukan pertama kali ini terjadi. Tahun ini Trump juga pernah berseteru dengan produsen motor mewah Harley Davidson (HD) pertengahan tahun ini.

Pada Juli lalu, HD memutuskan bakal memindahkan proses produksi dari AS ke negara lain. HD mengambil keputusan tersebut karena tak tahan dengan kebijakan Trump, yang melakukan perang dagang dengan Uni Eropa terkait kenaikan tarif impor baja dan aluminium.

Keputusan pemindahan produksi yang diambil HD ini ternyata membuat Trump merasa tersinggung.

Trump, seperti dilansir The Star (26/6), mengancam perusahaan moge itu lewat Twitter. Dia menulis akan memberikan pajak yang berat dan demo karyawan yang bisa membuat perusahaan berusia 115 tahun itu gulung tikar.

Munculnya sejumlah masalah di sektor manufaktur dan otomotif dinilai sebagai risiko atas dampak perang tarif yang dilakukan oleh AS dengan negara lain, seperti Tiongkok dan Uni Eropa.

Sebelumnya, Trump menerapkan kebijakan dagang agresif yang ditujukan untuk menyelamatkan pekerja manufaktur AS, termasuk negosiasi ulang dengan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, yang mengharapkan perjanjian tersebut dapat lebih memihak industri AS.

Dilansir dari CNBC, firma ekonomi yang berbasis di London, IHS Markit, menyatakan kebijakan tarif impor pemerintahan Trump justru hanya akan membuat harga yang dibayar konsumen AS lebih tinggi dan bukan menciptakan lapangan pekerjaan. Kesimpulan tersebut didapat setelah IHS Markit melakukan survei di 800 perusahaan.

Ketika pemerintah menaikkan tarif impor pada bulan Juli, Trump bersikeras regulasi tersebut akan mendorong perusahaan untuk lebih banyak menggunakan bahan baku produksi dalam negeri ketimbang mengimpor.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Lebih dari empat dari 10 perusahaan yang disurvei, mengatakan mereka berencana menaikkan harga untuk mengimbangi biaya produksi yang lebih tinggi.

Hanya satu dari 10 perusahaan yang mengatakan mereka berencana untuk mengurangi bagian dari total output yang diproduksi di luar AS. Bahkan sebanyak tiga dari 10 perusahaan mempertimbangkan untuk memindahkan produksinya di luar AS.

Analis IHS Markit menilai, bukan suatu hal yang mustahil jika suatu hari General Motors justru malah akan membangun pabrik tambahan di Tiongkok. Pasalnya negeri bambu saat ini tengah meningkatkan dukungan pada produsen mobil untuk mempercepat pengembangan mobil listrik dengan meningkatkan kuota produksi.

"Tiongkok memiliki rencana pemerintah paling agresif di dunia untuk mempromosikan mobil listrik. Para pemimpin komunis melihat mereka sebagai cara untuk membersihkan kota-kota yang tersengat kabut asap serta industri yang menjanjikan," ujar laporan IHS Markit dikutip Kamis (29/11).
Perseteruan Trump-General Motors dan bumerang perang tarif


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...g-perang-tarif

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Perseteruan Trump-General Motors dan bumerang perang tarif 3 Jalan layang di Jakarta akan dibangun tahun depan

- Perseteruan Trump-General Motors dan bumerang perang tarif Narasi kelaikan PK-LQP dan ancaman Lion Air untuk KNKT

- Perseteruan Trump-General Motors dan bumerang perang tarif Pemudik bisa nikmati jalan tol Jakarta-Surabaya pada akhir 2018

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di