alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Instruksi Jokowi Untuk Gunakan Aspal Karet Telah Dijalankan Pemerintah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bff358f529a458e2f8b4567/instruksi-jokowi-untuk-gunakan-aspal-karet-telah-dijalankan-pemerintah

Instruksi Jokowi Untuk Gunakan Aspal Karet Telah Dijalankan Pemerintah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap melaksanakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membeli karet dari petani untuk digunakan sebagai bahan campuran aspal karet. Instruksi tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada saat bertemu dengan para petani karet di Palembang, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, selain memiliki keunggulan dibandingkan aspal kovensional, penggunaan aspal karet akan membantu penyerapan karet rakyat yang saat ini harganya rendah sebesar Rp6.000/kg. “Saat ini jumlah yang akan diserap dan harganya masih dihitung oleh Ditjen Bina Marga,” kata Menteri Basuki.


Instruksi Jokowi Untuk Gunakan Aspal Karet Telah Dijalankan Pemerintah

Penggunaan aspal karet untuk pengaspalan jalan sudah dilakukan Kementerian PUPR di beberapa lokasi termasuk di Provinsi Sumatera Selatan. Kelebihan campuran aspal karet alam yakni meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.

Tahun 2018-2019, Kementerian PUPR melaksanakan preservasi Jalan Muara Beliti – Tebing Tinggi – Lahat sepanjang 125 Km dengan anggaran sebesar Rp30,55 miliar. Dari total panjang tersebut, terdapat 5,3 Km yang menggunakan aspal karet dengan ketebalan 4 cm.

Sebelumnya ujicoba penggunaan aspal karet telah dilakukan pada pelapisan ulang jalan di Lido, Sukabumi, Jawa Barat dengan kandungan karet alam sebesar 7 persen. Dalam satu ton campuran beraspal panas dapat dimanfaatkan kurang lebih sebanyak 4,2 kilogram karet alam.

Proses penggunaan karet sebagai bahan campuran aspal yakni karet dari petani di Sumsel diproses di Pusat Penelitian Karet di Bogor yang mampu memproduksi karet lateks 1,6 ton/hari. Kemudian dilakukan pencampuran karet tervulkanisir di tempat curah aspal di Lampung. Selanjutnya didistribusikan ke aspal mixing plant di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang dan dilakukan kegiatan pencampuran. Selanjutnya aspal karet siap dihamparkan.



Spoiler for Sumber:





Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
jatohnya per m2 lebih mahal ya?
Balasan post khayalan
Quote:


emg biasanya berapa gan??

klo yg campur karet ini per km 5.7 milyar kan??
Diubah oleh bramhiphip
wuih mantap. ane mantau komen kubu sebelah ngejelek2in karet aah emoticon-Ngakak
Quote:


Pengaspalan standar kalo ga salah permeter persegi itu dikisaran 100rb - 155rb.. (bukan untuk dilalui mobil besar yg lalu lalang).. entah kalo itungan perkm mah.. kudu tau dulu lebar jalannya..

Itu pengaspalannya doangan..

Tapi mungkin dengan penambahan karet, si aspal makin kuat ya.. karena makin tahan air..


kebetulan kemaren baru baca2 rab aspal.. emoticon-Peace
Diubah oleh khayalan
Spoiler for aspal kw super:
nunggu aspal expert untuk penjelasan yang lebih rinci....

Quote:


nah mungkin biar biaya maintenance nya ga melulu ngaspal ulang ngaspal ulang mungkin??
Quote:


Quote:


Quote:


nih artikelnya, tapi ini yg pke ban bekas, ga beda jauh lah mestinya
http://download.portalgaruda.org/art...PEN%20ASPHALT)

ini ulasan di kumparan, naek 10-15 %

https://kumparan.com/@kumparanbisnis...pur-karet-alam
Diubah oleh chibiyabi
opini idiot gue nih... kalo jatuh ga gt sakit khan? mantul ga sih?
biar makin awet aspalnha ya... kirain aspal karet yg bs melar, jd 3 lajur macet, melar jd ada 1 lajur baru jadinya 4 lajur gitu.. karet.. emoticon-Big Grin
semoga sukses ya petani karetnya
Quote:


tetep aje babras brey, emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Balasan post boyolaliface
Quote:


coba dulu bray, emoticon-Angkat Beer
tapi hanya 7 % ya ?

optimalnya bisa berapa persen ya ?


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di