alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
SELEMBAR TISU UNTUK NODA
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfeb1bf96bde6db238b4568/selembar-tisu-untuk-noda

SELEMBAR TISU UNTUK NODA (Cinta & Misteri)

Selamat pagi, siang dan malam untuk semua pembaca setia forum sfth yang saya banggakan emoticon-heart

SELEMBAR TISU UNTUK NODA
●Judul : SELEMBAR TISU UNTUK NODA (Cinta & Misteri)
●Genre : Campuran (18+)
●Lokasi : Jakarta, Bogor & Bekasi
●Ide Cerita : Based on True Story

Quote:


(One day in the morning)

"lo siapa sih? selalu ganggu dan sok perhatian ke gua, kita bahkan ga kenal sama sekali kan..!! jangan ganggu hidup gua!!" ucapnya melepaskan tanganku


Sikap cewek itu benar2 membuat gua bingung, kemarin dia sangat manis dan lembut kepadaku tapi hari ini dia sangat kasar dan jutek denganku bahkan bertingkah seolah-olah dia tidak mengenaliku. Apa yang sudah terjadi denganya dan sesuatu apa yang membuat dirinya begitu aneh?? Kenapa dia sering bertingkah seperti orang lain. Saat ini hanya tuhan yg tau dan mungkin hanya waktu yang bisa menjawab ini semua.

**
Darah itu masih tercium jelas dari kemejaku yang sengaja tidak gua cuci, disatu sisi gua beryuskur karena dia tidak sampai pergi meninggalkan dunia ini selama-lamanya.

"Untuk terkahir kali dan malam ini aja aku minta ke kamu.."
"Apa lu udah gila?! Lu bukan cewek gua bahkan sekarang lu udah bukan siapa-siapa gua lagi.."
"Please.. lakukan sesukamu untuk kali ini aja"

**
(Dorr.. dorr.. dorr..)
Suara seseorang mengetuk pintu sangat kencang mengagetkanku, guapun langsung bangun dan duduk di pinggiran bed, melihat ke sekelilingku yang ada hanya bantal dan kemeja kotorku. Ohh yeahh semua itu tadi ternyata hanya mimpi, Tuhan gua bersyukur ternyata itu semua tidak nyata bakal dosa besar kalo itu semua terjadi beneran, gua lihat bokser kuning yang aku kenakan sudah basah bahkan sampai kena sprey tempat tidurku. Alamat mandi dan nyuci sprey ini besok, gerutuku dalam hati. Seseorang masih menggedor pintu kos ku dan semakin kencang, saat aku buka ternyata Teh Via teman satu kantorku yang kos dikamar sebelah, yang sedari tadi teriak minta di bukakaan pintu. Dia langsung memeluku dan bilang takut terus menerus.

"Ada apa teh? Kenapa?" Tanyaku kebingungan

"Kenapa Deo ga cerita soal kamar itu?? Aku gamau tidur disana lagi" jawabnya ketakutan

"Coba duduk dulu teh, maaf ini soalnya aku abis ngompol takut kena teteh kalo meluknya kaya gini.." pintaku sambil melepaskan pelukanya ( habis mimpi gitu langsung dipeluk gini gimana ga naik lagi si junior emoticon-Hammer)
SELEMBAR TISU UNTUK NODA
Sinopsis

Spoiler for :


INDEX

Part1 : Aku Normal
Part2 : Kamar No.7
Part3 : Pernikahan dan Kecelakaan
Part4 : NODA

SELEMBAR TISU UNTUK NODA
Diubah oleh feyjunior122
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
STUN : Aku Normal

(Tok..tok..tok..)

Suara ketukan pintu berulang kali membangunkanku dari mimpi indah yg hampir saja sampai puncaknya apabila tidak diganggu. Siapa sih pagi2 gini bertamu, gerutuku dalam hati, dengan berat hati akupun bangun dan meninggalkan bantal kesayanganku untuk membuka pintu.

"Baaaaa..." Sesosok wajah menyeramkan mengagetkanku saat kubuka pintu kos. (Duarrr...) Refleks gua menutup pintu kembali dengan keras.

"Sialan lu de, hancur nih idung mancung gua.." teriak Surya sahabatku dari luar sambil menggendor pintu
"Wahahahaha emoticon-Ngakak (S) kira gua penampakan ya, lagian punya muka horor gitu"
"Ahh onta arab.. makanya buka tuh mata, muka tampan gini dibilang penampakan emoticon-Betty (S) Minggir ah gua mau ngaca liat muka gua lecet nih, mana belum gua asuransiin.."
"Yah makin ancur ya muka lu haha.. ada apaan sih pagi2 ganggu gua aja lu??"
"Mau numpang mandi, air di kost gua mati, sekalian nebeng berangkat kerja emoticon-Big Grin"
"Iya iya pinter, ada maunya aja ya kesini tenyata kira gua bawain gua apa gtu buat sarapan, nasi uduk mbak2 depan itu kek.." jawabku sambil melemparkan bantal
"Kangen gua sama lu de emoticon-Genit"
"Dih si homo kumat.. emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)"
"Hahaha monkey lu.. nih gua kesini sekalian anter ini buat lu, yg kuat ya.." jawab Surya serius sambil menyodorkan sebuah undangan dan beranjak ke kamar mandi.

Tertulis Fefe Deo Di Tempat benar untuku berarti, tapi ko tidak ada title dibelakang namaku? Ah gimana sih yg nulis, sia2 gua kuliah di bikin bottom 4 tahun bareng Patrick ucapku sambil tertawa dalam hati. Saat kubaca lebih teliti tertulis nama S Dina P & Alan S

"Ohh si semok yg maried.." ucapku lirih
"Lebih tepatnya mantan lu ye, btw sing sabar bro udah jones ditinggal nikah lagi.. wakakaka emoticon-Ngakak (S)" celetuk surya sambil merapihkan rambut
"Lah iya umur gua mah belum saatnya kimpoi, masih waktunya meniti karir dan nikmatin hidup.. emoticon-Embarrassment"
"Halah bisa aja lo kang bajai ngelesnya, gua yakin dalem hati mah nyesek dan jadi letoy tuh yg di dalem bokser.. wakakak emoticon-Ngakak (S)"

Selesai ngeladenin mulut embernya si Surya, gua langsung cabut ke kamar mandi karena jam sudah menunjukan pukul setengah 7. Dina sosok perempuan yg tidak kurang dari 1.5 tahun pernah mengisi hati dan hari-hariku, lusa dia bakal resmi dipersunting laki-laki lain. Yaa jujur saja aku tidak percaya bakal secepat itu dia mendapatkan penggantiku dan langsung ke jenjang yg serius. Aku akui umur dia memang beberapa tahun lebih dewasa dari diriku ditambah dia berasal dari daerah yg rata2 perempuanya menikah di usia muda. Semoga saja itu pilihan terbaiknya dan bisa menjadi keluarga yg samawa.

"De jangan nyabunin keris terus lo, telat kita nanti nih.." teriak Surya
"Sialan lu, gua lagi nyikat kemeja onta biar kinclong nih.."

Setelah siap dan rapih gua dan Surya berangkat ke kantor bersama dengan sebelumnya mampir ke tukang nasi uduk di gang depan kosan. Oh iya perkenalkan dulu nih, didepanku ini yg sedang membawa motor adalah sohib gua sejak lama panggil aja Surya yg memiliki otak sedikit geser emoticon-Peace dia bekerja di sebuah kantor notaris sedangkan diriku bekerja di sebuah showroom kendaraan untuk bagian admin. Entah kenapa aku bisa di bagian admin berbeda jauh dari jurusan sekolahku dulu. Tidak masalah bagiku toh di sini kerjanya enak juga daripada nganggur jaman sekarang cari kerja itu tidak mudah. Tempat kerjaku dan Surya tidak terlalu jauh dan masih di satu komplek pertokoan.

Belum sampai tujuan, Surya menurunkanku di pinggir jalan dia mohon2 meminjam motor untuk menjemput gebetanya agar bisa berangkat kerja. Ah dasar onta, kenapa gua yg jadi korban coba, mana jam udah hampir masuk.

"Please ya de, kali ini aja ya, nanti gua tlaktir makan di kedai kesukaan lu deh, jarang2 dia minta jemput soalnya emoticon-Big Grin"
"Gua kaga bawa duid cash nih repot kalo naik ojek.."
"Santai.. nih buat ongkos lu, gua duluan ya byeee..." Surya memberikan 20K dan langsung cabut dari depanku.

Kambing guling dasar, untung sahabat. Gerutuku dalam hati. Lumayan lama gua nunggu ojek yg gua pesan kaga datang2, jam masuk semakin mepet. Hp bergetar telepon masuk tanpa nama, saat gua angkat ternyata bapak ojek yg sedaritadi gua tunggu. Dia memberi kabar kalo perutnya mules ditambah di wc umum lumayan rame yg ngantri emoticon-Hammer Benar2 lengkap kesialanku pagi ini, dengan terpaksa aku mengiyakan ketika bapaknya menyuruhku cancel dan cari ojek yg lain saja.

"Mau ke arah jakarta mas?" Tanya pria dari dalam mobil hitam kepadaku
"Iya pak" jawabku singkat
"Yaudah bareng saya aja, daripada telat, toh jam segini taksi pasti penuh semua"

Pria itu seakan-akan tau apa yg sedang aku butuhkan, tanpa berpikir dulu akupun langsung mengiyakan, lagipula tampang pria ini tidak seperti perampok. Juga ini kan pagi hari mana mungkin ada rampok pikirku singkat sambil menutup pintu mobil. Pria itu tersenyum aneh ke arahku dan melontarkan beberapa pertanyaan kepadaku termasuk soal asmaraku yg aku balas dengan jawaban singkat.

"Mase mau ga jadi model?"
"Model? Model apa pak?" Tanyaku penasaran
"Model celana dalam mas, perut sama paha mas kayaknya bagus nih.."

Ucap pria itu mengagetkan gua dibarengi dengan rabaan tangan pria itu ke perut dan pahaku. Faak mimpi apa gua semalam. Refleks tangan gua menepis tangan pria itu.

"Bapak yg sopan yaa, jangan macem2, saya masih normal!!"
"Ko naif gitu sih mas, ayo mau ga, lumayan loh fee'a sekali pemotretan.." Ucap pria itu dibarengi tanganya menyentuh pahaku lagi dan semakin berani. (Setaann, kenal kaga udah berani2nya gini emoticon-Mad )

"Stop disini atau kita mati bareng2..!! Ancamku sambil mengambil kunci stir dari dasbor mobil
"Kan belum sampai tujuan masnya."
"Saya tidak main2 pak.."

Pria itupun meminggirkan mobilnya dan kali ini gua liat mukanya sedikit pucat atas ancamanku.

"Anda salah orang pak, dan saya bisa buat perhitungan sama bapak!!!" Ucapku tegas dengan diakhiri suara pintu mobil ditutup dengan kencang.

Gua lihat mobil berisi orang sialan itu langsung tancap gas dan melaju kencang meninggalkanku. Entah kenapa kesialan bertubi2 menghampiriku pagi ini, gua berharap tidak akan bertemu lagi dengan orang seperti itu di kehidupanku kedepanya dan semoga pria itu cepat2 sadar sebelum azab menghampirinya (Teringat film tahun 2005 an dulu emoticon-Hammer ). Jam ditangan menunjukan pukul 8 kurang 10 menit, gua yakin bakal telat sampai kantor. Akupun menyetop ojek online dan memintanya mengantarku tanpa order terlebih dahulu. Sampainya dikantor gua langsung absen di mesin yg entah sudah berapa banyak kuman menempel di mesin itu karena silih berganti jempol menempel disana, selesai absen guapun langsung lanjut bergegas ke toliet tidak lupa menguncinya lalu (menyalakan shower dan menangis dibawahnya dengan tersedu2 sambil berteriak aku kotor aku kotor aku kotooooooorr..) Oh bukan seperti itu emoticon-Hammer akupun menunaikan hajat yg sudah aku tahan sedari tadi.

"Morning Deo, kenapa kamu ko pucet gitu mukanya.." sapa Teh Via rekan kerjaku
"Pagi teh, biasa sarapanya telat jadi gini deh.." jawabku sedikit berbohong
"Nih roti, dimakan ya biar kuat hari ini liat noh kerjaan kita hari ini.." ucap teh via sambil menunjuk tumpukan berkas di meja.

Akupun membalasnya dengan senyuman. Singkat tentang teh Via, dia seniorku disini dan sudah bekerja hampir 4 tahun. Orangnya asik dan banyak membantuku dari awal gua masuk kerja disini, sampai2 makan siangku aja sering banget dibayarin sama dia. Umur teh Via sekitar 30an dan dia tidak mau di panggil ibu walaupun sudah memiliki 1 anak dari mantan suaminya. Wajahnya yg terawat dan sikapnya yg friendly membuatnya nampak masih ber umur 25an.

Karena kejadian tadi pagi hari ini aku kerja benar2 kurang fokus, sampai2 harus bolak balik pantry untuk mengambil minum yg selalu habis aku gunakan untuk menenangkan pikiran. Hp bergetar gua lihat ada wa masuk tanpa nama.

Quote:
Diubah oleh feyjunior122
Dr pertama mejeng di forum SFTH, baru bisa pertamax ini bree ane emoticon-Ngakak (S)

Btw Welcome Back Feyjunior emoticon-Big Grin
Quote:

Mantap mase, pake password ya emoticon-Big Grin

Thanks gan, saran dan kritiknya dipersilahkan biar makin baik tulisanya emoticon-shakehand
Quote:


Passwordnya tuh KMZWAY87AA bukan bree?? emoticon-Leh Uga

siap bree emoticon-shakehand

mngkn ane bakal nongol di thread ini trs bree kyk thread ente yg sebelumnya emoticon-Big Grin
Quote:

Pajak ditanggung pemenang ya emoticon-Hammer

Siap gan, kritik terus ya emoticon-Big Grin
ada horornya kah?
STUN : Kamar No.7

Minggu pagi aku berniat joging di komplek sebelah yg juga ada pasar kaget setiap weekend, tetapi rencana itu gagal karena diriku terlalu nyaman berpelukan dengan bantal kesayangan bergambar spongebob. Jam menunjukan pukul 7:30 perut juga belum terasa lapar, gua hanya bergerak sedikit untuk mengambil remot dan menyalakan tv. Hp dari tadi gua dengar selalu ada notif pesan masuk dan sesekali nada dering panggilan masuk berbunyi. Weekends, so there is no job for today, ucapku dalam hati. Kali ini hpku terus2an berbunyi guapun mengambilnya dan ternyata Surya yg dari tadi menelpon.

"Kebo dasar, ribuan kali gua telpon kaga diangkat2 lagi ngelonin siapa lu??" Ucap Surya tanpa memberikan salam ataupun kata hallo
"Yee onta mesir pagi2 udh ganggu aja sih, minggu itu waktunya bangun siang homo.." jawabku ketus
"Temenin gua cari batik ayo, malem ini jadi kan dateng ke si Dina, atau lu gajadi dateng, jangan2 lu lagi nangis meratapi mantanlu yg bakal di eksekusi nanti malem ya wakakakaka..?? emoticon-Ngakak (S)"
"Ah masih pagi juga.. jadilah, gua udah kenyang suryani kenapa harus meratapinya.."
"Eleehhh.. segala kenyang dalem hati mah nangis darah itu, udah sono mandi gua 20 menit sampe sekalian bekel tisu nih, jaga2 lu nangis kejer nanti di resepsi.. wahahahaha.. emoticon-Ngakak (S)"

Belum sempet gua jawab si onta sudah menutup teleponya. Sialan memang anak satu ini, liat aja sampai sini habis pantat kau ya kubuat. Kubuka poto2 lama bersama Dina di galeri hp, momen yg penuh warna, dimana gua dulu benar2 menganggap kalo cinta itu tidak rumit dan akan bertahan sesuai yg kita rencanakan, tetapi semua anggapan itu salah. Dina hari ini bakal sah menjadi perempuan laki2 lain, hanya karena salah paham dia membalasnya dengan perbuatan yg fatal sehingga hal seperti ini harus terjadi. Dahulu aku dipertemukan denganya disebuah angkutan kota dimana kala itu aku masih smp, unik lucu dan memalukan kalo gua ingat masa2 itu, yah semuanya sudah berlalu. Itu hanya cerita indah di masalalu yg menjadi sebuah kenangan. Oh sh*t kenapa gua jadi ngegalau pagi2 gini.

"Mas.. mas Deo..." Suara yg tidak asing kudengar memanggilku

Akupun melihat kalender di hpku, ini kan belum waktunya bayar kos ko tumben bu Rani nagih ya. Pikirku keheranan, karena memang biasanya Bu Rani atau anak buahnya menagih uang kos dipagi hari seperti ini. Guapun membukakan pintu dengan masih menggunakan bokser dan memegang bantal spongebob untuk menutupi bagian juniorku.

"Selamat pagi ibu Rani.." sapaku ke beliau dan wangi parfum semerbak tercium menusuk hidung ku. Pagi2 udah bikin tegang aja dah untung gua tutupin bantal.

"Pagi mas Deo, maaf ibu ganggu pagi2, baru bangun ya? Tanya bu Rani sambil tersenyum
"Iya nih bu, mohon maaf bu sebelumnya bukanya belum waktunya Deo bayar kos ya?" Tanyaku
"Oh engga ko mas, ibu kesini mau minta tolong. Hari ini ada yg mau masuk jadi tolong bukain gerbang ya, soalnya gerbang belum sempet ibu service jadi masih seret mas.."
"Oh maaf bu hehe, siap bu nanti Deo bukain ya.."
"Makasih ya mas maaf ibu ngerepotin.."
"Iya tidak apa2 ibu, sama sekali engga ngerepotin ko.."
"Yasudah ibu tinggal dulu ya kedepan.."

Akupun menganggukan kepala dibarengi senyuman, sambil memandang heran. Masih bagus ya, padahal anaknya udah seumuran gua semua. Pinter ngerawat nih atau mungkin suaminya pinter service luar dalem makanya bininya awet muda gitu. Kubuka bantal sedikit dan menatap bokser pinkku. Gila kau memang ya bangun tidak liat2 situasi, habis ku remas nanti kau ya saat mandi emoticon-Hammer

Entah kenapa gerbang kosan kali ini terasa begitu berat gua dorong, usut punya usut selain karena relnya yg sudah aus juga karena banyak pasir dan kerikil yg menutupi jalur gerak rodanya, sebagai laki2 yg selalu bekerja dengan total akupun membersihkan dahulu kotoran2 itu. Setelah lumayan berkeringat akhirnya gerbang bisa aku buka dengan lancar.

"Seksinya anak mamah yg satu ini ya kalo di kosan, mana boksernya pink lagi duh duh duh seneng deh itu cewek2 yg lewat ngeliatin gambarnya daritadi.." tiba2 terdengar suara perempuan dari belakangku

Tebak siapa yg datang? Teh Via, iya itu suara Teh Via, bisa dibilang mamah muda yg baiknya bikin kenyang perut, dia rekan kerjaku yg udah kaya emak gua di kerjaan asli tengsin, karena gua belum pernah berpenampilan ala kadarnya seperti ini didepan dia.

"Teteh.. ngapain disini?" Tanyaku gugup
"Mulai hari ini aku resmi jadi penghuni kos Mawar 2 ini.."
"Kobisa?" Tanyaku keheranan
"Kan kamu tau kos aku yg lama digusur pembuatan tol jadi aku harus pindah.."
"Maksud Deo ko teh Via bisa pindahnya kesini ga ke kosan yg lain?"
"Awal bulan kan Deo yg ngasih info kalo disini masih ada kamar kosong terus kan kamu juga yg kasih kontak Bu Rani ke aku.." jawab Teh Via sembari menatap diriku seperti keheranan
"Oh iya, maaf lupa teh.. yaudah Deo bantu ya angkat tas sama barang2 dari mobil.."

Teh Via hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengelus bahuku. Uh pagi2 udah dapet elusan aja.

Beberapa dus berisi tv flat, pakain dan tas sudah selesai aku masukan ke kamar nomer 7 yg letaknya di paling ujung. Entah kenapa Teh Via memilih kamar itu padahal kamar nomer 3 di sebelah kamarku masih kosong dan juga kamar nomer 7 sudah lama tidak ada yg mengisi bahkan setiap ada anak baru mencari kos setelah melihat kamar itu tidak jadi memilihnya. Kamar itu hanya sesekali dibersihkan oleh anak buahnya Bu Rani untuk tetap terjaga kebersihanya.

"Teh udah selesai semua nih.."
"Oh iya, Deo cape ya? maaf ya udah bikin kamu repot pagi2.."
"Engga ko teh, sekalian olahraga jadi keringetan kan.." jawabku tersenyum pepsod*nt
"Makasih ya, ngomong2 bagus bokser Deo.." ucap Teh Via sambil memberikan senyuman meledek
"Aku banyak teh yg masih baru, kalo teteh mau boleh.." jawabku balas meledek
"Wah boleh tuh.." balasnya antusias
"Aduh teh jangan deh.. emoticon-Malu kalo gtu aku ijin mau mandi dulu ya, soalnya mau ada acara.."
"Dasar kamu hehe.. oh gtu, oh iya deo taukan mini market dimana? Aku lupa beli minum air soalnya tadi dijalan"
"Ada teh dijalan raya depan, tapi kalo mau minum aku banyak stok ko teh ambil aja dulu.."
"Boleh deh, aku pake dulu ya.."
"Kaya apa aja teh dipake emoticon-Genit (ucapku dalam hati emoticon-Hammer) iya teh ambil aja sini.." ajaku ke Teh Via

"Wah lumayan rapih juga ya kosan kamu, biasanya cowok kan ala kadarnya.." ucapnya sambil memandangi kamar kosku
"Aduh pujianya bisa aja hehe.. ambil aja ya teh di kulkas, anggap aja kulkas sendiri.. aku mau mandi dulu.."
"Iya Deo siap, aku mau numpang cas hp bentar ya, soalnya casan aku di tas belum dibongkar.."
"Iya teh, 2 ribu aja ya hehe.." ledeku

Teh Via hanya tersenyum, duh bener2 ini ibu anak satu entah ditambahin apa senyumanya, rasanya sayang kalo ga ditatap lama2. Akupun beranjak ke kamar mandi. Saat mengguyurkan air kebadan aku teringat sesuatu yg belum aku buang. Apa ya? Pikirku coba mengingat2. Dan aku mengingatnya, wah bisa berabe ini kalo Teh Via liat. Akupun mempercepat mandiku, selesai mandi akupun keluar dan berharap semuanya tersimpan rapih tanpa terlihat. Tebak apa yg terjadi pada spring bedku? Bedcover dan bantal yg tadinya lumayan berantakan sekarang sudah tertata rapih. Dan yg membuatku semakin galau adalah yg dari tadi aku pikirkan di kamar mandi sudah tidak ada pada tempatnya lagi.

"Ini ko jadi rapih teh??"
"Iyah maaf ya, aku tadi liat belum kamu beresin, jadi aja aku bantu beresin deh.."
"(Aduhh jangan2.. emoticon-Thinking) jadi Teh Via juga yg beresin yg disitu??"
"Iyah.. emoticon-Smilie" jawabnya yg membuat jantungku berdetak makin tidak beraturan
" emoticon-Embarrassment kotor loh teh itu.." jawabku menunduk
"Iya aku tau ko, namanya juga cowok wajar, tapi bagus sih mending ke tisu daripada ke tempat yg salah nanti kalo jadi kan repot.." ledeknya dibarengi senyuman yg beda

Aku hanya terdiam beberapa detik mendengar kata2 yg keluar dari Teh Via. Antara malu dan heran menjadi satu. Entah kenapa hari ini aku tidak ingat kalo aku belum ngebuang tisu2 itu, biasanya juga langsung ditaro tempat sampah, Deo kau memang teledor, kritiku pada diri sendiri. Teh Via pun mengalihkan obrolan dengan menanyakan kamar no.7, dia bertanya kenapa kamar itu terasa lebih panas dan lembab beda sama kamarku, dia bilang juga hawanya sangat beda. Akupun bilang ke Teh Via mungkin karena baru ditempati jadi hawanya masih panas. Kalo gua menjelaskan detail yg ada dia nanti tidak bisa tidur. Teh Via pun ijin ke kamarnya untuk lanjut membereskan barang2nya. Tidak lama si onta pea pun datang dengan rambut barunya yg klimis.

"Wah wah wah.. rambut basah terus ada cewek keluar dari kosan.. emoticon-Genit habis ngapain lu, selingkuh lu dari gua ya de, jahat kamu.. emoticon-Betty (S)" celetuk si Surya yg baru datang dengan gaya ngondetnya

"Sssttt... Jaga mulut lu pea, senior gua di kantor itu.." jawabku sambil menarik badan Surya kedalam dan membantingnya ke bed
"Bang jangan bang jangan... Aku marah aku gamau dipaksa, kamu jahat.. emoticon-Betty (S)"

Fakk.. sisi feminimnya Surya keluar emoticon-Busa menjijikan memang, gua pun menjitaknya berulang kali dan menindihnya.

"Masih pagi pea, belum saatnya lu jadi Suryati... Rasakan nih kuncian ala Fefe Deo.." teriaku sambil menindih Surya

Quote:


Akupun melihat ke arah suara itu, ternyata itu suara Teh Via, dia berdiri di depan pintu dan memandang aneh ke arah kami, sekian detik kami berdua sama2 terdiam dan saling pandang dengan posisi Surya masih di bawahku.

"Teteh.. ini ga seperti yg teteh liat.." ucapku keras dan refleks langsung bangun dari springbed.
Diubah oleh feyjunior122
Quote:

Ada gan, cuma ga banyak, karena hidupnya jarang ketemu yg horor2 soalnya emoticon-Peace
Diubah oleh feyjunior122
Mumpung masih seger, angetin lagi gan biar tambah rame
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
numpang nenda gan..
STUN : Pernikahan dan Kecelakaan

Siang ini setelah menemani Surya cari batik kami mampir ke sebuah tempat makan untuk mengisi perut yg sudah lumayan lapar.

   "lu liat cewek yg lagi makan sama om2 itu deh.. gua tebak pasti dia abis disuruh nelen makanya ga napsu makan" celetuk Surya membuatku keselek es cincau yg sedang aku minum

   "mulut lu ya emoticon-Hammer eh tapi kalo tebakan gua sih itu karena kurang bayaranya ga sesuai janji awal makanya mukanya ditekuk gitu, gagal beli hp bagus jadinya.."

   "bahahaa.. bener juga lu de emoticon-Ngakak (S) oh iya gimana teh Via masih jijik kaga sama lu emoticon-Ngakak (S)??"

   "aman ya gua udah ngejelasin, lagi juga gua kalo homo pilih2 yakali doyan manusia kek lu emoticon-Big Grin "

   "yee monkey munafik lo yeee.. gua service jga pasti ketagihan lo emoticon-Betty (S) "

   "anjeerr sange dia sama gua... emoticon-Busa emoticon-Ngakak (S)" balasku sambil menjauh dari Surya dan dia membalasnya dengan melemparkan korek ke arahku.

 Pukul 2 siang setelah memanjakan perut kami langsung bergegas ke tempat resepsi Dina, surya langsung mengenakan batik barunya sedangkan gua menggunakan kemeja tosca polos kesayanganku. Mungkin kalo orang lain datang ke kondangan bersama pasangannya atau cewek bayaran untuk terlihat laku, tetapi karena gua laki2 yg high class jadi cukup bawa temen aja meskipun jadi nampak seperti pasangan homo  (ngeles aja bilang aja karena jones emoticon-Hammer ) Sampainya di lokasi gua melihat tamu yang lumayan rame dan sebuah janur kuning melengkung tanda kita sudah tidak bisa menikung lagi, yah tepat sekali pepatah mengatakan sebelum janur kuning melengkung kita masih punya kesempatan tetapi kalo sudah seperti ini kita tidak bisa apa2 lagi. Setelah memarkirkan motor kami langsung menuju meja yg dijaga oleh dua orang perempuan untuk mengisi buku tamu.

"Ex Jagoan" tertulis di buku tamu, tidak perlu menggunakan nama asli. Ucapku dalam hati dan di sampingku Surya memandangku dengan keheranan.

   "yang kuat ya de.. nih.." ucap Surya sambil memberikan selembar tisu

   "mau balik jalan kaki?" ancamku ke dirinya dan ia balas dengan senyum pepso** tanpa rasa berdosa

 Setelah menerima souvenir cantik kami naik ke tempat pelaminan dimana Dina dan laki2 disampingnya itu bersanding terlihat ia sangat bahagia dan sangat anggun dengan gaun putih yg ia kenakan. Tetapi senyuman bahagianya seketika berubah ketika dia melihatku dan Surya datang menghampirinya.

   "selamat ya mas dan selamat ya ka semoga kalian menjadi keluarga yg samawa tuhan memberkati kalian, you get the best din emoticon-Smilie " ucapku sambil menjabat tangan Dina dan tersenyum beberapa detik ke arahnya.

 Setelah itu akupun langsung turun dan duduk di bangku tanpa menghiraukan ajakan Surya untuk foto bersama terlebih dahulu. Dina hanya terdiam tanpa ada satu patah katapun keluar dari mulutnya ketika diriku memberikan doa dan selamat tadi. Tidak ada senyuman dan sorot mata bahagia lagi dari dirinya. Sepertinya gua salah datang kesini dan seharusnya diriku tidak muncul di hadapanya dan di hari bahagianya ini. Gua memutuskan beranjak dan pergi ke parkiran tapi saat gua bangun dari bangku tidak sengaja badanku menyenggol seorang perempuan dan membuat bajunya basah tersiram minuman yg ia bawa.

   "maaf.. maaf.. ga sengaja, ini dibersihin dulu.." ucapku sambil refleks memberikan sapu tangan dari kantongku

   "liat-liat dong jadi kotor kan.." balas perempuan itu dengan raut wajah sedikit kesal karena bajunya ternodai warna dari minuman

   "iya maaf mba sekali lagi, saya ga liat soalnya.. sini saya bantu pegang gelasnya"

   "gausah..." jawabnya ketus dan bergegas meninggalkanku untuk menghampiri teman perempuanya yg duduk sendiri.

 Manis2 tapi kok kaya singa emoticon-Hammer (ucapku dalam hati) kali ini perasaan gua campur aduk. Akupun langsung beranjak ke parkiran meninggalkan Surya yg sedang asik poto2 tanpa menghiraukan perasaan sahabatnya ini.

   "lu kenapa de? bilang ke gua udah ikhlas ko gestur lu kaya gini??" ucap Surya tiba2 datang mengagetkanku

   "gua cuma gamau ngerusak hari bahagianya  mereka aja ya, lu galiat emang raut wajahnya Dina gimana pas liat kita datang, meskipun dia ngundang gua tapi gua gamau merusak hari specialnya dia dan bikin dia merasa bersalah lagi atas perbuatanya ke gua dulu, dan gua gamau lakinya dia jadi kecewa gara2 gua makanya gua milih cepet2 keluar."

Surya hanya mengangguk-angguk entah dia paham atau tidak atas apa yg gua bicarakan tadi karena yg gua tau dia sedikit lama kalo berpikir emoticon-Hammer Ditangan jam sudah menunjukan waktu sore gua juga teringat kalo jemuran gua di kosan belum gua angkat, kali ini Surya gua suruh yg mengendarai motor dan memberi tahunya untuk mampir ke minimarket telebih dahulu sebelum ke kosan.

"De kayaknya kasir cowok yg itu suka sama lu deh.. soalnya seneng banget ngegodain lu kalo lu belanja disini sampe ngasih kembalian aja di lama2in.. ciee Deo ditaksir cowok emoticon-Betty (S)"

"gua liat sih gitu, salah gua juga sih ya awalnya ngeladenin dia, malah dia jadi makin2 sama gua sial emang iseng gua malah berujung gini emoticon-Nohope "

"udah gas aja mumpung jomblo, kan mayan tuh di sedot2 manja ala abang2 gemes terus bayangin aja lu lagi di service sama ariel tatum.. emoticon-Betty (S)"

"ohh yeah.. makasih banyak yah saranya abang ganteng, tapi sayangnya gua gaminat buat lu aja deh ya lu kan apa aja di embat biasanya, asal bisa bikin crot lu sikat terus emoticon-Big Grin"

"kita bertiga aja gimana?? emoticon-Genit emoticon-Betty (S)"

"anak setan dasar emoticon-Busa ogah nyet mending sama sabun gua emoticon-Busa udah ayo balik.. makin gila lu disini.."


Setelah berbelanja beberapa barang yg diperlukan untuk kebutuhan di kos, kami langsung melanjutkan perjalanan dengan menyusuri jalan perumahan yang terlihat ramai banyak orang sedang melalukan olahraga sore dan poto2 santai ditaman sekedar untuk menghabiskan waktu weekend yang semakin sempit ini.

"braaaaakkkk... sreeeeeet...."

Suara benturan terdengar didepan kami ternyata sebuah motor sudah terjatuh dengan mobil hitam berhenti di sampingnya, gua lihat juga ada dua perempuan yg sedang terduduk dan terlentang di aspal. Akupun langsung meminta Surya untuk menepikan motor dan membantunya. Satu perempuan berbaju marun gua lihat hanya lecet2 saja dan bisa berdiri tetapi yang satunya lagi tidak sadarkan diri dengan darah mengalir dari kening dan kakinya yg robek terseret di aspal. Satu lagi perempuan tua turun dari mobil yang menabraknya dan terlihat sangat syok dan langsung meminta membawa perempuan yang tidak sadarkan diri itu kerumah sakit dengan mobilnya. Dan yang membuat gua sangat kaget ternyata perempuan korban kecelakaan itu adalah perempuan yang tadi siang bertemu denganku di resepsinya Dina dan dialah yg bajunya tersiram minuman karena diriku.

Surya menenangkan perempuan berbaju marun sedangkan gua dibantu pengendara lain yg berhenti mengangkat dengan sangat hati-hati perempuan yg tidak sadarkan diri itu ke dalam mobil. Ibu tua itu memintaku untuk menggantikanya menyetir, guapun mengiyakan karena tidak mungkin aku membiarkan dia menyetir sendiri dalam keadaan gemetar dan syok berat seperti ini.

Sedangkan Surya gua minta mengecek kerusakan pada motor dan meminta dia tetap bersama perempuan berbaju marun, tidak lupa gua juga berpesan kepada mereka untuk menyusul ke rumah sakit apabila perempuan berbaju marun itu sudah tenang.

Quote:
Diubah oleh feyjunior122
lanjuttt
Cendol sent, keep update gan emoticon-2 Jempol
sippp... seruu banget gann.. ditunggu kelanjutannya
masih saya pantau
di tunggu adegan BB++ nya ngohahaha emoticon-Ngakak
Quote:

siap gan
Quote:

emoticon-coffee
Quote:

thanks gan emoticon-shakehandemoticon-2 Jempol
Quote:

siapgan emoticon-shakehand
Quote:

emoticon-Hammer pantau terus gan
Diubah oleh feyjunior122
STUN : Noda

(Rumah Sakit)

Dokter keluar dari ruangan dan memberi tahu kami. Kami yg menunggu dari tadi sangat bersyukur bahwa Tasya sudah sadar dan yang terpenting dia tidak mengalami luka dalam atau mengalami trauma yg parah dan tidak sampai kehabisan darah karena tadi lumayan banyak darah yg keluar dari keningnya gua lihat.
Yah perempuan jutek yang tadi siang bertemu dan bajunya tersiram minuman gara-gara gua itu ternyata bernama Tasya. Tasya orangnya lumayan lemah dan gampang pingsan sejak SMA. Ucap perempuan berbaju marun disampingku yang ternyata bernama Linda. Dia harus dirawat beberapa hari disini dan tidak bisa langsung pulang, kebetulan juga Tasya tinggal hanya dengan bibi atau orang yang merawat dan membantu pekerjaan dirumahnya, karena kedua orang tuanya dinas diluar kota jadi yang datang ke rumah sakit hanya bibi yang sudah seperti ibunya Tasya, nampak dari raut wajahnya gua lihat dia sangat khawatir dengan Tasya.

Ibu tua pemilik mobil hitam itu sangat bertanggung jawab semua biaya dia yg menanggung sampe-sampe sebelum pamit dia meninggalkan id card dan kontaknya jaga-jaga apabila ada apa-apa dengan Tasya jadi kami bisa menghubunginya, ucapnya sebelum pergi.

"maaf mas sebelumnya ini saya ada baju buat ganti, bajunya mending dilepas aja soalnya itu kotor banyak darahnya.." ucap bibi dengan sangat sopan

"oh iya bu makasih banyak sebelumnya, ga perlu bu sebentar lagi juga saya pulang ko.." jawabku meyakinkan

Kami berempat pun di ijinkan masuk untuk melihat keadaan Tasya, dia terbaring mengenakan baju hijau dengan perban membalut kaki serta kening dan infus terpasang di tanganya. Tasya terlihat masih sangat lemah dan terbangun karena suara bibi yang sangat khawatir denganya.

"bibi.. ko bibi nangis sih?" ucapnya pelan

"bibi khawatir non tadi dapet kabar katanya kamu kecelakaan bibi takut kamu kenapa2.." ucapnya khawatir dan terlihat beliau sangat menyayangi Tasya seperti anaknya sendiri

"aku gapapa ko bi, udah ya bibi jangan nangis gitu.."

"bibi kabarin ibu sama bapak dulu ya non?"

"gausah bi nanti malah mereka jadi ga fokus kerjanya apalagi kan mereka lagi banyak kerjaan.. aku gapapa ko.."

"tapi non.."

"please ya bi, kali ini aja aku gapapa ko.." pintanya memelas dan ibu itu membalasnya dengan anggukan dan elusan lembut di rambutnya.

"masnya ini siapa ko bajunya banyak darahnya??" tanya Tasya menatap ke arahku

"mereka berdua yang nolongin kita sya dan mereka juga yg bawa kita kesini.." Linda menjelaskan

"makasih banyak ya mas, maaf udah bikin kotor baju masnya.." ucap Tasya dengan sangat lembut

"iya mba, sekali lagi saya juga minta maaf ya udah bikin baju mba kena tumpah minuman tadi siang di tempat resepsi.." jawabku

"baju ketumpahan? resepsi tadi siang..? maksudnya mas?" tanyanya kali ini bingung dengan nada lemas

"iya, mba yang tadi siang kesenggol sama saya kan di resepsi?"

"maaf mas aku hari ini ga ada jadwal kondangan tadi siang aku sama Linda juga ada kegiatan di acara pameran, masnya salah orang deh kayaknya.." jawabnya yg membuatku semakin bingung

"masa sih mba, baju sama wajahnya persis banget mba ga ada bedanya saya liat.." ucapku meyakinkan

"bener mas masa aku boong, tanya aja temenku deh.. ditambah jga aku ga punya kembaran.."

"iya tadi siang kita ada acara di pameran mas dan ga ada acara kondangan hari ini.." Linda bantu meyakinkan gua

Kami berlima pun saling tatap keheranan atas apa yg barusan dijelaskan. Surya juga dari tadi diam tanpa kata karena memang dia tidak ada saat aku bertemu orang yang wajahnya mirip dengan Tasya yg aku kira itu memang dia. Memang ada sedikit perbedaan yaitu sifat dan bahasanya yang berbeda dimana Tasya yang tadi siang sangat jutek dan kasar bahasanya berbanding terbalik dengan yang sekarang aku temui. Perasaan memang dia deh dan wajahnya pun ga ada perbedaan masa iya gua salah dan halu, diriku coba meyakinkan dan mengingat-ingat. Ah sudahlah mungkin hanya kebetulan.

Surya dan akupun pamit karena hari sudah mulai malam dan ingat jemuran belum di masukan.

"Kalian hati-hati ya mas dijalan.. sekali lagi makasih banyak atas bantuan dan waktunya.." Tasya berpesan dengan lirih

"iyah sama2.. cepet pulih ya. Besok pulang kerja saya sempetin kesini lagi ya kasian bibi kalo jagain mbanya sendirian.."

"makasih mas.. emoticon-Smilie" balas Tasya dengan memberikan senyuman

"benar2 ciptaan tuhan yang sempurna (ucapku dalam hati) iyah emoticon-Smilie ibu juga jaga kesehatan ya jangan lupa makan biar fit terus jagain Tasyanya.." pesanku ke bibi

Kami berdua pun pamit. Gua Berjalan dilorong dengan perasaan yang bingung atas kejadian yang terjadi hari ini. Disampingku Surya sibuk dengan hpnya yang dari tadi berbunyi terus menerus.

Sampainya di kosan ternyata jemuranku sudah tidak ada karena badan yang sudah terlalu cape aku langsung masuk lalu melepaskan kemeja dan membersihan badan ala kadarnya kemudian langsung merebahkan badan yang lumayan cape ke kasur kesayangan.

**
Tiba-tiba Dina muncul didepan kosku dengan wajah yang murung dan memaksa untuk masuk.

"Lu ngpain disini malem ini kan malam pertama lu kenapa lu malah disini? Bisa jadi masalah besar kalo laki lu tau lu disini din"

"Gua mohon de untuk yang terakhir kalinya gua mau sama lu.."

"Udah gila apa lu? Lu statusnya sekarang hanya mantan gua dan lu juga udah sah jadi milik Alan. Balik sekarang dan minta itu sama suami lu..!!"

Dina hanya diam saja dengan air mata kali ini menetes di pipinya, dia nekat mengunci pintu dan berjalan mendekat kepadaku. Sudah lama gua tidak sedekat ini denganya dan merasakan nafasnya lagi seperti ini. Entah kenapa aku tidak bisa berkata-kata dan diam saja menerima dan menikmati perilaku yang sangat salah dari dia. Entah kenapa malem ini dia begitu nekad dengan menyisakan kain merah yang menutupi bagian favorit setiap laki-laki. Setan berhasil menggodaku kali ini gua benar2 gabisa nolak dan berpikir baik bahkan lupa kalo Dina sudah jadi milik orang.

"Gua ga tahan lagi din.."
"Selesaiin di dalam aja, gua ikhlas.." tanganya semakin keras mencakar punggungku

(Dor..dor..dor..) "Deooo.. buka deooo.. buka pintunya..!!"

Suara seseorang mengagetkanku, guapun langsung bangun dan duduk di pinggiran bed, melihat ke sekelilingku yang ada hanya bantal dan kemeja kotorku. Ohh yeahh semua itu tadi ternyata hanya mimpi, oh tuhan gua bersyukur ternyata itu semua tidak nyata bakal dosa besar kalo itu semua terjadi beneran, gua lihat bokser kuning yang aku kenakan sudah basah bahkan sampai kena sprey tempat tidurku. Alamat mandi dan nyuci sprey ini besok, gerutuku dalam hati. Seseorang masih menggedor pintu kos ku dan semakin kencang, saat aku buka ternyata Teh Via yang sedari tadi teriak minta di bukakaan pintu. Dia langsung memeluku dan bilang takut terus menerus.

"Ada apa teh? Kenapa?" Tanyaku kebingungan

"Kenapa Deo ga cerita soal kamar itu?? Aku gamau tidur disana lagi" jawabnya ketakutan

"Coba duduk dulu teh, maaf ini soalnya aku abis ngompol takut kena teteh kalo meluknya kaya gini.." pintaku sambil melepaskan pelukanya ( habis mimpi gitu langsung dipeluk gini gimana ga naik lagi si junior emoticon-Hammer )

Teh Via pun menjelaskan detail apa yang sudah terjadi, suara rintihan dan kran nyala sendiri terjadi lagi di kamar kos nomer 7 atau lebih tepatnya yang sekarang ditempati Teh Via. Akupun mengambilkanya minum dan coba menenangkanya. Dia meminta tidur di kamarku malam ini, kebetulan kosan kami itu ada 2 ruangan dan satu ruanganya lagi menyatu dengan kamar mandi jadi gua menyuruh Teh Via tidur di ruangan tengah kebetulan juga ada kasur lipat yang biasa dipake Surya ketika menginap disini.

"Sama Deo aja disini gamau sendirian di tengah.." ucapnya ketakutan dan membuatku menelan ludah melihat piyama yang ia kenakan sedikit terbuka

"Tapi kan teh.."

Gua benar2 tidak tega menolaknya, melihat wajah Teh Via yang sangat ketakutan atas kejadian tadi gua pun meng iyakanya. Akupun mengambil beberapa tisu dan menyemprotkan parfum untuk menghilangkan noda dikasurku hasil mimpi yang seperti nyata tadi tidak lupa juga aku membersihkan juniorku dan mengganti bokser dengan yang baru.

"Deo ini ko lengket??" Ucap Teh Via sambil memegang noda di daster piyama yang ia kenakan.
Diubah oleh feyjunior122
weeeeh bikin thread lagi nih emoticon-Matabelo
gembok ae dah sekalian emoticon-Cool
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di