alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Panen Jagung di Media, bukan Ladang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfe607854c07a09678b4573/panen-jagung-di-media-bukan-ladang

Panen Jagung di Media, bukan Ladang

Spoiler for perbincangan ayam:



Masih ingat dengan lagu Koes Plus, yang liriknya “Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman”? 

Walaupun tidak benar-benar mirip, tapi kondisi di Indonesia memang se-ajaib itu. Kali ini, keajaibannya terjadi di komoditas jagung. 

Ada yang bilang, jagung di Indonesia, dipanen di media massa dan media sosial. Anggapan nyeleneh itu muncul dari mulut pengusaha pakan yang kebingungan dengan klaim Kementerian Pertanian (Kementan) bahwa produksi jagung di Indonesia tahun 2018 ini surplus hingga 12 juta ton.

Karena di lapangan, para pengusaha pakan ternak itu tidak bisa menemukan jagung sebanyak itu. Jagung langka. Harganya mahal. Malah Pemerintah  menuduh para pengusaha mengijon jagung petani, hingga peternak kesulitan memperoleh jagung untuk pakan. Belakangan, Pemerintah sendiri yang datang ke pengusaha, ingin meminjam stok jagung 10 ribu ton untuk dibagikan pada peternak rakyat yang sulit memperoleh jagung.

Pinjaman itu menunjukkan kenyataan bahwa Kementan tidak punya jagung seperti yang disebut-sebut surplus hingga belasan juta ton. Bahkan, impor jagung 100 ribu ton juga diperkirakan tidak akan menyelesaikan masalah tingginya harga jagung. Pasalnya, kebutuhan jagung dalam negeri, untuk pakan ternak, sekitar 800 ribu ton per bulan.

Habis bingung, terbit kerugian. Alasannya, 10 ribu ton stok jagung yang dipinjam dari pengusaha pakan, bisa membuat mereka menderita kerugian. 
Sumur

Bagi pengusaha pakan, stok jagung adalah aset. Bila jagung itu dipinjam ketika harganya Rp 6000 per kg, dan dikembalikan ketika harganya Rp 4000 per kg, maka ada selisih Rp 2000. Bila dikalikan dengan total stok jagung yang dipinjam, yakni 10 ribu ton, total jenderal para pengusaha bisa rugi Rp 20 milyar karena selisih harga tadi.

Untungnya para pengusaha, sejauh ini, tidak menghitung untung-rugi. Mungkin mereka masih punya hati nurani. Terutama simpati untuk para peternak rakyat. Karena harga jagung yang mahal serta sulit didapat, harga pakan ternak ikut naik. Akibatnya, harga telur dan daging ayam pun meroket. 

Akibatnya, saat ini peternak ayam petelur dan pedaging lebih banyak menggunakan gandum daripada jagung untuk bahan baku produksi. Padahal, dengan memakai jagung, pakan ternak tidak perlu ditambahkan zat adittif untuk bisa membuat kaki ayam terlihat kuning.

Ayam yang kakinya putih pucat karena minim makan jagung, kurang diminati oleh pembeli atau konsumen. Kurangnya jagung dalam pakan ayam, juga membuat telur ayam berwarna kuning pucat. Alih-alih dibeli, para penjual telur bisa dituduh menjual telur palsu dari Cina.

Inilah akibat dari panen jagung di Media, bukan di ladang. Urusannya di belakang malah makin runyam.

Spoiler for panen jagung di medsos:


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Cari jagung susah...?

Goblok emoticon-Ngakak
hmm,,,keajaiban memang bisa terjadi di dunia ini.

ajaib...
Alhamdulillah bisa panen jagung.



surplus katanyaah emoticon-Ngakak



miskom antara pengolah data dikantor dengan tukang survey di lapangan kayaknya...berpikir positip.
ada peternak dimari yg bisa jelaskan pakan ternak/ayamnya apa?

Bukannya pakan ayam itu pelet dr pabrik ya? Knp sering ribut jagung.

Kalo ada jagung buat ternak setau ane buat merpati, jagungnya jg yg kecil2....


Quote:


Ane peternak ayam petelur gan
Pelet pabrik itu kandunganya 50%jagung
Para peternak biasanya ada yg beli dari pabrik dan ada yg sef mix jagung 50% dedak 15% konsentrat pabrik 35%

Klo hitungan 1kg telur itu butuh pakan 2.5kg gan belum dihitung modal ayam modal kandang obat operasional sama gaji pegawai itungan simple nya 1kg telur = harga pakan x 3.75
Agan bayangin aja harga pakan dr 5200 skrg melonjak diatas 6000
Dari modal per kilo telur 19500
Skrg hpp (harga pokok produksi) 22500

Kita mau jual telor brp???
Harga dilapangan teknis nya seperti ini
Dari kandang 22500 pengepul +1000 toko grosir +1500-2000 toko biasa +2000-3000
Silahkan agan jumlahkan

Nb itu 22500 itungan nya km gk dapet untung gan minimal kami jual +500-1000

Sedangkan pemerintah giliran kmrn harga naik 3mg an satgas pangan sampe dateng ke peternak ini giliran pakan mahal telor murah sampe 3bulan pada kemana?coli ??




×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di