alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
(Katanya) Banyak Sarjana Nganggur, Mending Fresh Graduates atau Experience Sih?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfe59309a09516d4d8b4567/katanya-banyak-sarjana-nganggur-mending-fresh-graduates-atau-experience-sih

(Katanya) Banyak Sarjana Nganggur, Mending Fresh Graduates atau Experience Sih?

(Katanya) Banyak Sarjana Nganggur, Mending Fresh Graduates atau Experience Sih?

sumber: gmpjconsulting.com

Cari pekerjaan zaman sekarang susah-susah gampang. Katanya faktor luck juga memperngaruhi. Kemarin sempat lihat artikel kenapa cari kerja susah dan banyak sarjana nganggur di Indonesia.

Kalau dipikir-pikir, menurut opini saya, mungkin persaingan semakin ketat karena kriteria yang dicari juga semakin meningkat kualitasnya. 

Rasa-rasanya, modal ijazah dengan IPK hampir sempurna aja belum tentu mudah dapat pekerjaan, kalau tidak punya skill mendukung lainnya. Biasanya bibit-bibit baru di zaman sekarang lebih banyak kemampuannya, let say mampu berbahasa asing lebih dari satu.

Bisa dimengerti sih kalau perusahaan pasti mengusahakan orang dengan kualitas terbaik untuk masuk memajukan perusahaan. Dan memang salah satunya dengan cenderung memilih para mahasiswa yang baru lulus. Para lulusan baru ini dinilai masih muda, segar, aktif, cerdas dan sangat produktif.

Belum lagi katanya, para lulusan baru masih memiliki semangat terjun ke dunia kerja yang berapi-api. Jadi masih punya space untuk belajar hal baru dan bisa diarahkan. (Ini opini saya sih hehehe). Tapi ada juga beberapa perusahaan yang tidak mau repot, cenderung memilih hiring experience atau berpengalaman. 

Katanya, experiences lebih menguntungkan karena tidak perlu adaptasi terlalu lama, sudah terlatih dan pengalamannya bisa menjadi jaminan. Menurut saya beberapa poin ini bisa jadi benar. Wajar saja, karena pengalaman tidak akan bisa berbohong. 

Ada yang bekerja 25 tahun di televisi, 15 tahun menjadi chief supervisor atau apapun itu pekerjaannya, pasti membentuk selfbranding yang berkualitas buat orangnya. Kalau menurut agan gimana, mending experiences atau fresh graduates

Yuk share gan pendapat kalian. Nuhuuuun.emoticon-Matahari

Sumber : opini pribadi
URL LINK : GO-LIFE blog

Diubah oleh megijet
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
tandanya harus buka usaha sendiri emoticon-Leh Uga
hahaha iya juga gan, entrepreneurship katanya ya gan

usaha apa tapi gan emoticon-Sorry

Quote:
Balasan post megijet
Quote:


apa saja... tergantung apa yang ingin dijual

emoticon-Matabelo
Rata" usia sarjana 23/25, kerja diperusahaan pun rata" max 27, setelah 27 mungkin sdh ada asupan pengalaman kerja 2/3 tahun (ya kalau gak nganggur abis lulus), ancang" saja usia kepala 3 sdh mesti bisa buka peluang usaha.

Setelah punya usaha sendiri mesti pandai manage pula bisnisnya.

Skrg gencar usaha rintisan, tapi itu pandangan kita utk kota" besar, kabupaten dan menengah kebawah masih dalam ekonomi tradisional yang bergantung pada pertanian, nelayan...anak sarjana mesti turun membangun desa, tak peduli siapapun presidennya, keadaan sdh genting..
Diubah oleh orang.pe.ak
menarik gan...

sebetulnya emang harus punya ancang2 untuk punya usaha sendiri, cuma terkadang bisnis juga butuh modal dan keahlian gan..

Yang terpenting kemauan sih, orang experience biasanya udah terjebak zona nyaman jadi budak korporat.. (katanya ini istilah kerennya), yang seperti ini yang bikin terlena ya gan

btw makasih udah mampir gan

Quote:


sementara coba-coba online shop gan..

jujur, fresh graduate skarang pinter-pinter, bikin jiper juga hahaha

emoticon-Traveller
Quote:


segar ? bitch please
sarjana muda jaman skrg biasany sok tau + banyakan ngedumel
pengalaman 0 tapi klo ngomong ud merasa setara einstein
Balasan post andrehm110
Quote:


wkkwkwk sayur kali segar ya gan emoticon-Leh Uga
bikin usaha aja lah
nganggur dicek juga pas kuliah ngapain aja jangan2 belajar SKS asal lulus gak menguasai materi. dari sudut pandang perusahaan ngapain hire Sarjana model gini emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

ane pernah audit kualitas Perguruan Tinggi. yang bagus top ada sih. tapi yang parah banyak, materi kuliah asal asalan cuma modul tipis kadang juga ngaco. dikasih materi mendalam mahasiswanya ngeluh trus pas lulus mau punya skill apa emoticon-Big Grin

Dosennya juga parah ada yang ngajar asal emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

jadi ane gak kaget Sarjana nganggur emoticon-Big Grin
wkwkwkwk kan katanya fresh gan emoticon-2 Jempol

Quote:


hmmm iya gan menarik, ada juga katanya fresh graduate yang terlanjur ekspektasi tinggi, dikira kerja itu ga pake ribet, cenderung ngeluh kalau dikasih kerjaan biasa, soalnya dia merasa kuliah tinggi

yah, minta disleding ga gan... emoticon-Wakaka

Quote:


ada 2 tipe orang yg di incar perusahaan sebagai karyawan nya :

1. mahasiswa lulusan PTN top yang baru lulus
sisa lowongan yg masih lowong baru di isi oleh lulusan PTS atau lainnya. tapi diutamakan yg baru lulus wisuda. alasannya, lebih mudah diatur dan dibentuk sesuai keinginan perusahaan, tidak banyak mbangkang seperti para senior nya, termasuk urusan gaji. taktik ini biasanya utk jangka panjang, maksudnya perusahaan yg mencari karyawan yg kerja dalam jangka lama. ini kuadran yg berbahaya, karena sifatnya replaceable, bisa digantikan oleh orang lain kapan saja, alias pasaran skill nya, banyak orang baru di luaran sana yg siap menggantikan posisi ente di kuadran ini. namun bagi yg pintar, mahasiswa itu akan memanfaatkan kuadran 1 ini sebagai batu loncatan menuju ke yg berikut ini.

2. profesional berpengalaman
yaitu tipe orang yg sudah lama malang melintang di bidang nya dan diakui reputasi dan prestasi nya. perusahaan mempekerjakan orang seperti ini biasanya utk jangka pendek, utk proyek tertentu, tapi bisa diperpanjang masa kerja nya kalo di rasa strategis dan susah tergantikan oleh orang lain. gaji nya bisa 2 - 3 kali lipat dari yg nomor 1.

apakah mereka yg nomor 1 otomatis bisa pindah jalur jadi nomor 2 jika sudah lama bekerja? belum tentu. yang jadi penentu disini adalah seberapa banyak terobosan yg berhasil dilakukan. pintar, tapi kalo kerjanya itu itu saja, yah percuma juga, gak bakal bisa mendapat gelar nomor 2 sekalipun sudah sangat berpengalaman dan masa kerja nya super lama sekalipun.

contoh : ente pekerja keras, rajin nabung, eh rajin kerja maksudnya, kayak spongebob lah pokoknya, jadi favorit nya mr krusty crab. tapi gak ada terobosan, ente kerja nya cuma masak krati patti aja, gak ada kepinteran lain, yah gitu gitu aja nasib ente. spongebob bisa dipecat kapan aja sama mr crab, diganti koki lain, karena resep rahasia nya ada di mr crab. dalam hal ini, spongebob masuk golongan 1, mr crab masuk golongan 2.

contoh lain : ente sama sama kerja jadi CS di bank terkemuka. bedanya, temen ente (sama sama CS) punya banyak nasabah kelas kakap yg juga sekaligus teman, dan bisa punya power membujuk klien nya utk narik nasabah kakap lainnya. sedangkan ente cuma CS yang sekedar melayani nasabah yg datang ke bank, tanpa berusaha merayu rayu atau membuat pembicaraan menjadi menyenangkan, bisa nya cuma nawarin produk tabungan atau asuransi, itupun dgn wajah datar tanpa ekspresi. temen ente dgn mudah bakalan di promosikan jadi kepala cabang bank, bukan jadi CS lagi. sedangkan ente akan selamanya jadi CS tanpa kenaikan promosi jabatan sama sekali.

kata kuncinya, TEROBOSAN !!

kalo cuma kerja doank, monyet di hutan cari pisang juga kerja kok
mantul gan.. ane setuju..

entah kenapa pengalaman itu gabisa bohong gan, jadi jaminan kredibilitas, asal ga berhenti mengikuti perkembangan jaman gan...

Quote:


perusahaan cari yg nurut gan...😂
Quote:


Betul, terobosan dan value added bagi institusi. Intinya kalo gak ngasih kontribusi ke perusahaan ngapain direkrut emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Tentu ada faktor subjektif or like or dislike. Tapi faktor objektif tentu ada, sengawur2nya Manajemen pasti ingin perusahaan maju. Sukses Gan emoticon-Smilie
Quote:


Memang gini, di Satu sisi ane denger Karyawan komplain susah cari kerja

Tapi di sisi lain ane denger perusahaan komplain susahnya cari Karyawan qualified. Padahal budget udah dinaikkan, asal Karyawan qualified mereka mau koq naikin budget.

Masalahnya Karyawan qualified jarang, kalo ada (high quality) biasanya udah diambil / Berkarir di perusahaan bagus. Mau bajak harganya naik 5 kali lipat. Budget naik 3 kali udah ngos2an masih gak dapet juga emoticon-Big Grin

Emang jadi qualified Karyawan itu susah. Ane sendiri menemukan sebagian besar (gak semua sih) Karyawan maunya kerja yang pasti, rutin, aman, gak ganti2. Wah ya susah padahal tuntutan customer dinamis, persaingan makin keras, ini di dunia lho bukan cuma di Indonesia emoticon-Smilie
hahahaha ini ada benarnya gan..

mantan bos ane pernah bilang:
Perusahaan bakal cari yang bisa mengabdi dan fokus pada hal apapun yang menguntungkan perusahaan. Tapi sebagai karyawan, jangan loyal banget sma perusahaan, loyallah sama profesi. Profesi ga akan pernah CUT karyawan, perusahaan bisa kapan aja..

katanya gitu gan... emoticon-Traveller

Quote:




×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di