alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Laporan Terlengkap KNKT Soal Jatuhnya Lion Air JT-610
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfe4d4fde2cf288778b4568/ini-laporan-terlengkap-knkt-soal-jatuhnya-lion-air-jt-610

Ini Laporan Terlengkap KNKT Soal Jatuhnya Lion Air JT-610

Ini Laporan Terlengkap KNKT Soal Jatuhnya Lion Air JT-610


MATA INDONESIA, JAKARTA – Masih dalam ingatan, bagaimana peristiwa nahas jatuhnya Lion Air PK-LQP bernomor penerbangan JT-610 pada 29 Oktober lalu di perairan Karawang telah menjadi duka besar yang dirasakan semua orang dan menjadi sorotan dunia. Tanda tanya besar masih tertinggal dalam tragedi tersebut, apa sebenarnya penyebab Lion Air JT-610 jatuh?


Hari ini, Rabu 28 November 2018, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) buka-bukaan hasil investigasi jatuhnya pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang tersebut. KNKT membeberkan fakta-fakta baru yang terjadi sebelum maupun saat detik-detik jatuhnya pesawat.


Disampaikan oleh Ketua Sub Komite Investigasi KNKT, Nurcahyo Utomo, berikut laporan lengkapnya yang dihimpun Mata Indonesia:


1. Tercatat 6 Masalah Pesawat Sebelum Terbang


Ternyata, pesawat Lion Air PK-LPQ Flight JT-610 sudah bermasalah tiga hari sebelum pesawat tersebut jatuh, yakni sejak tanggal 26 Oktober 2018. Dalam buku perawatan, terdapat enam masalah yang tercatat pada pesawat tersebut.


Enam masalah itu berkaitan dengan masalah indikator kecepatan dan ketinggian pesawat. Masalah itu masih terjadi hingga pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta dan jatuh di perairan Karawang.


“Ini merupakan fakta, tapi di dalamnya tidak ada analisa dan kesimpulan, karena faktanya belum semua terkumpul,” ujar Nurcahyo, Rabu 28 November 2018.


2. Keputusan Tetap Terbang dan Masalah Hidung Pesawat


Nurcahyo menyebut KNKT mempertanyakan apa sebenarnya yang melandasi pilot mengambil keputusan untuk tetap terbang dalam rute sebelumnya, yakni Denpasar-Jakarta. Penerbangan rute tersebut pada malam hari menggunakan pesawat yang sama, yang sudah jelas mengalami masalah, dan pilot mengetahui hal itu.


Bahkan KNKT menyebut pesawat tersebut sudah tidak layak terbang. Bahkan ditemukan masalah hidung pesawat PK-LQP tersebut mengalami penurunan secara otomatis.


“Pilot mengetahui bahwa pesawat mengalami trimming aircraft nose down (AND) secara otomatis. Lalu Pilot mengubah total ‘Stab Trim’ ke ‘Cut Out’. Sedangkan kopilot melanjutkan penerbangan dengan trim manual dan tanpa auto-pilot sampat dengan mendarat,” ujar Nurcahyo.


3. Perbedaan Data Stall di Pilot dan Kopilot


Keanehan lainnya ditemukan KNKT setelah melakukan penelitian terhadap Flight Data Recorder (FDR) Black Box atau rekaman data penerbangan. Salah satu keanehan tersebut adalah perbedaan data stall yang menunjukkan warning atau peringatan di sisi pilot, namun tidak terjadi pada kopilot.


Rekaman tersebut menunjukkan sesaat pesawat udara sebelum lepas landas, stick shaker pada control column sebelah kiri aktif. Stick shaker adalah tactical warning atau tanda bahaya yang bentuknya adalah rangsangan ke kulit.


Stall adalah kondisi yang tidak baik, bahkan sangat dihindari saat penerbangan. Nurcahyo menjelaskan bahwa pesawat akan kehilangan daya angkat jika mengalami stall.


“Dalam kasus penerbangan ini, yang kiri stall, yang kanan tidak. Ini aneh dan masih kita dalami,” kata Nurcahyo.


4. Rekomendasi KNKT untuk Lion Air


Kejadian nahas jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang menelan 189 korban jelas menjadi evaluasi banyak pihak untuk menjamin keselamatan penumpang dalam penerbangan dan menjamin peristiwa tersebut tidak terulang kembali, terutama evaluasi untuk maskapai Lion Air.


Setelah ditemukan banyaknya kejanggalan dalam penerbangan tersebut, KNKT merekomendasikan dua hal kepada Lion Air.


Pertama, Lion Air harus menjamin implementasi dari Operation Manual Part A Subchapter 1, 4, 2 untuk meningkatkan budaya keselamatan dan menjamin pilot dapat mengambil keputusan bahwa penerbangan diteruskan. Hal ini terkait dengan masalah sehari sebelum pesawat jatuh, yakni pada penerbangan Denpasar-Jakarta yang mengalami banyak gangguan.


Kedua, Lion Air diminta agar jujur dalam dokumen penerbangan. Dokumen tersebut harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Apalai didapati ada perbedaan data pramugari dalam penerbangan tersebut, dari yang seharusnya 6, namun yang tercatat hanya 5.


“Kami melihat beberapa hal perlu diperbaiki,” ujar Nurcahyo.


Lion Air JT-610 Masih Menyisakan 64 Korban Tak Teridentifikasi


Sampai hari terakhir operasi identifikasi korban pesawat Lion Air JT-610 oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pada 23 November 2018 lalu, dari 189 korban, yang berhasil teridentifikasi berjumlah 125 orang. Artinya, masih ada 64 korban lagi yang belum teridentifikasi.


Alasannya karena bagian jenazah korban sulit dikenali atau tidak ditemukan. Sampai akhir proses identifikasi, kantong jenazah yang masuk sebanyak 195 ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta.


Dengan berakhirnya operasi identifikasi itu, RS Polri Kramatjati menyerahkan kepada Lion Air menindaklanjuti proses selanjutnya sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. (Ryan)



Sumber


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
emoticon-Hansip
ternyata ada masalah teknis jg di pesawat ini.tapi kok pilot maksa terbang ya udah tau kondisi pesawat kurang sehat. apa ada tekanan kerjar sewa nih kaya angkot.
Di Twitter lebih rame berita Lion yang hari ini beredar.. dari media2 luar negeri.
Balasan post ableseaman
Quote:


yg maksa terbang ya manajemen lah, dr yg gue denger, pesawat bermasalah sejak di Denpasar justeru nekat diterbangkan pilot scr manual krn ngga tega melihat penumpang yg sudah delay berjam-jam, begitu landing yg dicari pilot justru mekanik
Balasan post tukangbeling7
Quote:


pilotnya beda kn dgn yg jatuh itu?
seharusnya ini bisa maksimal tuntutannya..
harga 1 nyawa cuma 1 miliar...
Double post...
Diubah oleh ableseaman
Quote:


namanya captain pilot kalau tau itu pesawat bisa membahayakan keselamatan. dia punya hak veto utk ngk terbang meskii pihak manajemen nyuruh terbang. 
Masalahnya mgk jg teknisi darat menyakini pesawat ini layak terbang meski ada kejangalan.
Intinya di manajemennya kan ?
Suka nggak suka, lion itu paling banyak penerbangannya. Dan itu jelas memaksa SDM nya utk standby, tanpa mempedulikan angkutannya bermasalah atau kagak.
Kayak angkot atau bus mikro yg udah tua kejar setoran.
Maintenance atau teknisinya juga dipertanyakan karena mereka bisa mengataka pesawat tidak boleh terbang (AOG) secara sudah di ketahui di pesawat ini 6 kali bermasalah dengan kesalahan yang sama dan di CGK ada GMF mereka bisa lah ambil keputusan ini
produk cacat + maintenance acak adut?
64 blm teridentifikasi lg..


Quote:


Ada permainan kah di dept technical ?
Hmm
Quote:


Belom tau gan masih investigasi bos teknik singa kan udah dinnonaktifkan.kita tunggu aje lanjutan nih kasus.

Manajemen bobrok menjual keselamatan demi setoran.maklum aje ada rupa ada harga....
Diubah oleh ableseaman
Mungkin bbrapa tahun lagi acara NatGeo Air Crash Investigation ada yg ulas ttg JT-610 ini.
Quote:


betul om..termasuk salah satu acara favorit ane om..kayaknya pasti akan diulas di air crash investigation setelh penyelidikannya selesai..emoticon-Big Grin
Balasan post prayformysky
Quote:


Udah gua bilang, lion ini manajemennya buruk. Manajemen buruk awal dari bencana. Di salah satu vlog yg dibuat pilot lion, menjalankan pesawat dengan beberapa malfungsi itu hal biasa.



4:16 malfungsi itu biasa
5:38 pesawat itu sama kaya mobil yg suatu saat bisa bermasalah

Wtf
Diubah oleh fienka
Balasan post hantupuskom
Quote:


beda orang bre emoticon-Embarrassment
Balasan post tukangbeling7
Quote:


hasil laporannya tidak dilanjutin oleh pihak lion
wajib kena hukuman tuh prusahaan
emoticon-Traveller
pejwan close...kita tunggu reaksi boeing dan lion
iya mgkn dikira sistemnya gangguan, yang kiri menunjukan stall yang kanan tidak. akhirnya tetap dilanjutkan dgn asumsi "kerusakan" bagian indikator doank. saya rasa klo indikator stall nyala dua2nya malah g jadi terbang CMIIW
Diubah oleh amikurnia


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di