alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Tahun depan kemungkinan lebih panas dari 2018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfe49a6dad7705e4e8b456f/tahun-depan-kemungkinan-lebih-panas-dari-2018

Tahun depan kemungkinan lebih panas dari 2018

Tahun depan kemungkinan lebih panas dari 2018
Para petani menanam bibit padi di areal persawahan Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Selasa (23/10/2018). Para petani mulai melakukan penanaman meski sempat terkendala oleh fenomena alam El Nino atau kekeringan.
Menurut kebiasaan di Indonesia, periode Desember hingga Februari adalah masa puncak musim hujan. Namun ketika musim hujan belum juga mencapai puncaknya, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) sudah memperkirakan fenomena El Nino bakal hadir mulai Februari 2019.

Fenomena El Nino berarti peningkatan suhu permukaan laut di wilayah bagian tengah dan timur Samudera Pasifik. Posisinya di sebelah timur Australia dan sebelah barat benua Amerika Selatan.

Menurut Muhammad Elifant Yuggotomo dari Stasiun Klimatologi BMKG Mempawah, Kalimantan Barat, saat El Nino terjadi maka beberapa kawasan di Amerika Selatan seperti Peru akan mengalami peningkatan curah hujan. Sementara di Indonesia, dampak umum El Nino adalah kondisi kering dan penurunan curah hujan.

"Peluangnya pada Februari 2019 adalah 75-80 persen, meski kemungkinan tidak akan parah," ujar WMO dalam siaran pers yang diterbitkan pada Selasa (27/11/2018).

WMO menggambarkan fenomena El Nino di Indonesia biasanya diwarnai suhu yang hangat dan kering. Ini lazim pula di Filipina, Malaysia, dan wilayah kepulauan Pasifik seperti Fiji, Tonga, dan Papua Nugini.

Dari permodelan yang dilakukan para ilmuwan WMO, 75-80 persen El Nino akan terjadi di antara Desember 2018 hingga Februari. Lalu mulai Februari hingga April 2019, diperkirakan potensi El Nino sebesar 60 persen.

"Kami memprediksi kekuatan El Nino akan berada pada kondisi hangat-netral hingga moderat. Sementara suhu permukaan laut diperkirakan bakal naik 0,8 hingga 1,2 derajat Celcius di atas rata-rata," jelas WMO.

Sebenarnya kenaikan suhu muka laut di wilayah tengah-timur Samudera Pasifik sudah mengalami El Nino yang lemah sejak Oktober 2018. Namun; atmosfir belum merespon sehingga angin, awan, dan pola tekanan permukaan air laut belum menggambarkan ciri-ciri El Nino.

Fenomena El Nino yang diperkirakan bakal berlangsung hingga April 2019 ini membuat fenomena kebalikannya, La Nina (basah), sementara ini nyaris tak ada. Walau begitu, Direktur Climate Prediction and Adaptation WMO, Maxx Dilley, menyatakan El Nino kali ini tidak akan parah.

"El Nino diperkirakan tidak sekuat pada 2015-2016 yang menyebabkan kekeringan, banjir, dan warna karang memudar di sejumlah wilayah dunia," ujar Dilley dalam BBC.

Tetapi Dilley tetap mengingatkan para petani dan pihak berkepentingan pada sektor agrikultur untuk tetap mewaspadainya. "El Nino masih bisa memengaruhi hujan dan temperatur," imbuhnya.

Hal senada lebih dulu disampaikan ahli meteorologi dan kolomnis Eric Holthaus dalam tulisannya pada laman Grist, Jumat (21/11). Holthaus mengatakan El Nino pada 2019 akan menjadi tahun yang cukup panas.

Menurut Holthaus, sejumlah ilmuwan mengatakan mungkin 2019 akan mengalahkan 2016 sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah. Namun, ada pendapat lain.

"Tidak kuat untuk mengatakan bahwa 2019 akan mengalahkan 2016. Kemungkinan besar, 2019 akan lebih panas dibanding 2018," begitu kata Zeke Hausfather, ilmuwan klimatologi, yang dikutip Holthaus.

Di sisi lain, Badan Pangan PBB (FAO) menjelaskan El Nino pada 2015-2016 adalah yang paling parah sepanjang sejarah. Enam puluh juta jiwa warga dunia terkena imbasnya dan 23 negara harus menerima bantuan kemanusiaan dengan nilai lebih dari $5 miliar AS.

FAO pun mengimbau pihak berkepentingan untuk terus memantau otoritas klimatologi di masing-masing negara untuk mengetahui risiko fenomena El Nino 2019.

"Karena ada potensi dampak El Nino pada 2018-2019 terhadap keamanan pangan dan agrikultur; negara-negara seperti Afrika Selatan, di tanduk Afrika, Asia, Pasifik, dan Amerika Latin, harus memperioritaskan pengawasan lebih lanjut, analisis, dan antisipasi," ujar FAO dalam pernyataan resminya, Rabu (28/11).
Tahun depan kemungkinan lebih panas dari 2018


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...anas-dari-2018

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tahun depan kemungkinan lebih panas dari 2018 Smart Pakem dinilai memfasilitasi kaum intoleran

- Tahun depan kemungkinan lebih panas dari 2018 Indonesia semakin terbuka ke Tiongkok

- Tahun depan kemungkinan lebih panas dari 2018 Oesman Sapta disarankan fokus di partai

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Global Warning Makin kacau emoticon-Big Grin


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di