alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Indonesia semakin terbuka ke Tiongkok
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfe3b91dcd7707d158b4582/indonesia-semakin-terbuka-ke-tiongkok

Indonesia semakin terbuka ke Tiongkok

Indonesia semakin terbuka ke Tiongkok
Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang, dan Presiden Indonesia, Joko Widodo, berbicara dengan anak-anak Indonesia yang mengenakan pakaian tradisional selama pertemuan mereka di Istana Presiden di Bogor, Jawa Barat (7/5/2018).
Indonesia dan Tiongkok sudah lima tahun menjajaki Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok. Selama lima tahun ini, hubungan antarmasyarakat kedua negara meningkat.

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, mengatakan dalam lima tahun terakhir hubungan bilateral antara Indonesia dengan negaranya telah mengalami kemajuan signifikan yang ditandai dengan banyaknya jumlah kunjungan kerja dari pimpinan kedua negara serta pejabat tingkat tinggi.

"Pertukaran antarmasyarakat telah membuka babak baru dalam lima tahun terakhir. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok telah menyaksikan kunjungan pejabat negara paling banyak sejak hubungan ini terjalin,” kata dia saat memberikan pidato pembukaan dalam acara seminar "Indonesia-China 5 Years of Comprehensive Strategic Partnership" di Jakarta, Selasa (27/11).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Dalam seminar itu dibahas hubungan kerja sama Indonesia dan Tiongkok, mulai dari ekonomi, politik, pertahanan, hingga sosial, budaya, dan wisata.

Dalam sektor wisata, misalnya, pada 2017 jumlah wisatawan asal Tiongkok yang ke Indonesia mencapai 2,06 juta orang, naik hingga 275 persen dibanding lima tahun lalu. Jumlah tersebut menjadikan warga Tiongkok sebagai wisatawan asing terbanyak di Indonesia.

Sementara itu, lebih dari 15 ribu pelajar Indonesia belajar di Tiongkok. "Jumlah terus bertambah membuat Tiongkok menjadi salah satu tujuan pendidikan favorit bagi pelajar Indonesia," imbuh Xiao Qian.

Menurut Wakil Presiden Institute of Political Science, Central China Normal University, Wei Hong, penguatan hubungan antarmasyarakat di bidang pendidikan sangat diperlukan. Pasalnya jumlah mahasiswa Tiongkok yang sekolah di Indonesia lebih sedikit dibanding pelajar Indonesia di negaranya.

"Sangat penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat ini. Caranya mendorong para pelajar dengan memberikan beasiswa dan pelajaran bahasa," ungkapnya.

Hal ini dibenarkan Profesor Sun Xiaomeng dari School of Asian and African Studies, Beijing Foreign Studies University. Dia mengatakan kurangnya peminat belajar karena perbedaan bahasa.

Namun, di beberapa sekolah di Indonesia, bahasa Mandarin sudah menjadi salah satu pilihan bahasa asing yang diajarkan selain Inggris. Sun menambahkan, di Tiongkok juga ada beberapa universitas yang memiliki jurusan mengenai Indonesia.

Di bidang finansial, Indonesia menandatangani perjanjian currency swap dengan Tiongkok senilai $28,8 miliar (200 miliar yuan/Rp417,3 triliun).

Bagi Tiongkok, perjanjian itu menguntungkan karena posisi yuan menjadi lebih kuat. Untuk Indonesia, perjanjian itu membantu menstabilkan rupiah karena mengurangi peranan dolar AS dalam transaksi valuta asing.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintah dari kedua negara telah bekerja sama dengan erat, khususnya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Ia berharap berbagai proyek dan program kerja sama dapat terus ditingkatkan.

"Kerja sama dengan Tiongkok dalam investasi dan perdagangan didasari prinsip sama-sama menguntungkan. Ke mana pun arah investasinya, selama memenuhi syarat investasi tidak masalah," ungkap Luhut

Luhut mengingatkan, Indonesia adalah pasar potensial yang sangat besar, dan pemerintahan pada saat ini juga telah dan sedang berfokus kepada pengembangan infrastruktur yang progresif. Melihat kapasitas dan kondisi yang ada, Luhut mengajak investor Tiongkok memperbesar investasi mereka.

Menurut dia, konflik perang dagang yang membalut Tiongkok dan Amerika Serikat tidak akan mempengaruhi hubungan kedua negara tersebut dengan Indonesia. Justru bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke berbagai negara yang terpengaruh oleh kebijakan proteksionisme negara-negara maju.

"Indonesia sangat terbuka terhadap investor yang ingin masuk ke sini. Posisi Indonesia sangat strategis. Trade war itu kalau bisa jangan berkepanjangan, karena itu merugikan semua. Kita beruntung Indonesia karena kita bisa bekerja sama dengan berbagai negara," ujar Luhut.

Bicara soal investasi dengan Tiongkok, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, sepanjang 2017 Tiongkok merupakan investor terbesar ketiga di Nusantara. Nilai investasinya mencapai $2,11 miliar yang mencakup 1.157 proyek.

Sementara itu, pada Januari-September 2018, nilai investasi Tiongkok di Indonesia telah mencapai $1,82 miliar untuk 1.265 proyek.

Sepanjang Januari hingga September 2018, realisasi investasi Tiongkok di Indonesia mencapai $1,8 miliar. Untuk Triwulan III 2018, Tiongkok menjadi investor terbesar kelima untuk Indonesia, sebanyak $484 juta. Di posisi pertama yakin Singapura dengan total investasi $1,67 miliar.
Jalur sutra modern
Kedekatan pemerintah Indonesia dan Tiongkok semakin menguat setelah keterlibatan Indonesia dalam program program jalur sutra modern besutan pemerintah Tiongkok yakni, Belt and Road Initiative (BRI).

BRI merupakan kebijakan politik ekonomi luar negeri Tiongkok yang digagas oleh Presiden Xi Jinping pada 2013. Kebijakan ini dinilai sebagai jalur sutra baru yang mencakup pembangunan jalur perdagangan yang menghubungkan Tiongkok dengan sekitar 60 negara di Asia hingga Afrika.

Presiden Joko Widodo menilai BRI sebagai kerangka kerja sama yang positif. Negara Tirai Bambu telah menunjukkan minat untuk merambah Indonesia dalam realisasi BRI salah satunya melalui proyek kereta cepat Indonesia-Tiongkok yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.

Megaproyek tersebut sempat dikritik oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, di sela pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada pertengahan November lalu. Pence mengimbau soal bahaya terjerat utang dalam kerja sama dengan Tiongkok.

Namun Luhut mengemukakan Indonesia memiliki wewenang untuk mengatur urusan sendiri, termasuk kerja sama bilateral dengan Tiongkok.

"Selama investasi memenuhi kriteria yang sudah Indonesia tetapkan, kita akan menerimanya. Tidak ada negara yang bisa mendikte Indonesia," tegas Luhut.

Luhut memaparkan bahwa Indonesia menetapkan sejumlah persyaratan untuk investasi asing yang masuk. Syarat tersebut ditetapkan agar investasi membawa dampak positif bagi pembangunan Indonesia ke depan.

"Harus ada transfer teknologi dari investor asing ke mitra lokal, termasuk pelatihan bagi tenaga kerja Indonesia," tambah Luhut.

Selain persyaratan tersebut, investor asing harus melihat aspek kelingkunganan yang sesuai dengan analisis dampak lingkungan (Amdal) dan mengedepankan investasi yang beriorientasi pada penambahan nilai barang.

Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah proyek kerja sama kepada Tiongkok, yaitu proyek Kuala Tanjung International Hub Port, Kuala Tanjung Industrial Estate, Sei Mangkei Special Economic Zone, New Kuala Namu Industrial Estate (GIIFE) dan Kuala Namu Aerocity di Sumatera.

Kemudian, proyek Hydropower, Aluminium and Steel Alloy Smelter, Pindada International Port dan INALUM Port di Kalimantan Utara (Kaltara).

Selanjutnya, proyek di Sulawesi Utara seperti Lembeh International Airport, Likupang Tourist Estate (Casabaio Resort, Sintesa Resort) dan Bitung Industrial Estate. Selain itu, proyek Bali Mandara Toll Road dan Kura-Kura Island Tech Park di Bali.
Indonesia semakin terbuka ke Tiongkok


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ka-ke-tiongkok

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Indonesia semakin terbuka ke Tiongkok Oesman Sapta disarankan fokus di partai

- Indonesia semakin terbuka ke Tiongkok Boeing banjir gugatan dari keluarga korban JT610

- Indonesia semakin terbuka ke Tiongkok Apakah pilpres harus sengit?

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di