alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Ibnu Mada' dan Latar Belakang Revolusi Nahwunya
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfde4ff582b2e09328b4571/ibnu-mada-dan-latar-belakang-revolusi-nahwunya

Ibnu Mada' dan Latar Belakang Revolusi Nahwunya

Ibnu Mada’ merupakan salah seorang ahli nahwu, ia berasal dari Cordova-Andalusia. Dilahirkan di Cordova pada tahun 513 H dan meninggal pada tahun 592 H. Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Ahmad Ibnu Ma’da Al-qurtubi.
            Ibnu Mada’ hidup pada masa Ya’qub bin Yusuf saat memegang kendali kekuasaan Andalusia. Pada masa itu kehidupan di Andalusia sangat diwarnai oleh Mazhab Az-sahiri, yaitu suatu aliran dengan pemikiran keagamaan yang tekstual-centerd. Rakyat dan para aparat penguasa pada waktu itu sangat fanatic terhadap aliran tersebut, sehingga tidak ada hak hidup sama sekali bagi aliran keagamaan yang lainnya. Semua buku fiqih yang tidak sejalan dengan aliran Az-zahiri dibakar dan dilenyapkan dari bumi Andalus.
            Ibnu Mada’ sebagai salah satu masyarakat, tentulah tidak dapat lepas dari pemikiran dan faham-faham yang mengelilinginya. Mazhab Az-Zahiri yang dianutnya di bidang fiqih sangat membekas dalam pemikirannya, bahkan pada akhirnya mempengaruhi kajiannya di bidang ilmu nahwu. Berdasarkan pemahamannya di bidang fiqih yang beraliran Az-zahiri, Ibnu Mada’ melihat bahwa kajian nahwu selama ini banyak menampilkan konsep yang tidak sesuai dengan bentuk falsafi yang tidak terdapat dalam teks atau tidak objektif linguistic. Hal tersebut dapat dilihat pada pemikiran mereka yang berkaitan dengan muta’alliq mahzuf  pada frase depan, an mudmarah di belakang hatta, au, fa’sababiyah, wawu ma’iyyah dan lain sebagainya.
            Argumentasi tersebut oleh Ibnu Mada’ dikatakan sebagai hal yang dibuat-buat. Hal tersebut tidak akan memudahkan siswa dalam memahami makna kalimat, bahkan menjadikan nahwu semakin “ruwet”. Oleh karena hal itu Mada’ berusaha mendobrak pemikiran dan hujjah nahwiyah falsafiyyah yang tidak sesuai dengan bentuk luar satu konstruksi kalimat.
            Meskipun pemikiran Ibnu Mada’ tersebut pada awalnya dipengaruhi oleh cara berfikir tekstual di bidang fiqih, bukian berarti dia ingin merekonstruksi aliran Az-Zahiri ke dalam ilmu nahwu. Sebenarnya tujuan Ibnu Mada’ tercantum dalam pendahuluan bukunya yang berjudul Ar-Raddu ‘ala-n Nuhat adalah untuk menghapus atau menghilangkan hal-hal yang tidak diperlukan dalam nahwu dan untuk menyadarkan para ahli nahwu bahwa banyak hal yang menjadi kesepakatan mereka itu ternyata kurang benar. (Mada’ 1979).
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di