alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Nasihat Indah Bagi Jiwa Pendosa
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfd7f23a09a39a7568b4573/nasihat-indah-bagi-jiwa-pendosa

Nasihat Indah Bagi Jiwa Pendosa

PROLOGUE

"ngiuuuuuuuuung" suara air panas sudah matang. Gue berjalan menuju dapur untuk menuangkan air di dalam 2 cangkir yang sudah terisi kopi dan sedikit gula. Gue aduk kopi ini perlahan hingga gula di dalam cangkir ini larut. Lalu, gue menuju ke ruang tamu untuk menemui teman lama yang hampir 2 tahun kami tidak pernah berjumpa.

"jadi apa kegiatan lo sekarang?" tanya gue

"pengangguran." ucapnya

Gue tersenyum tipis, "minum dulu." kata gue sembari menaruh kopi diatas meja.

"jadi, lo sudah bercerai dengan mantan pacar gue?" tanya gue

"gue tidak ingin pertemuan kita kali ini berantakan." katanya

"bukannya dulu lo anak orang kaya, dulu lo selalu ngomong ke Anita kalau sampai Anita nikah sama gue, dia akan hidup susah."

"maaf, gue sekarang udah taubat."

"taubat lo bilang! Heh, San! Asal lo tau ya, gue dulu buka usaha itu untuk mantan istri lo! Biar dia bahagia hidup sama gue, tapi dengan mudahnya lo ancurin harepan gue gitu aja! Lo dateng ke bapaknya terus lo beli Anita dengan uang lo yang dapet dari orangtua lo! Sialan lo!"

Suasana disini semakin memanas, gue banting meja didepan gue dengan sangat keras, hingga cangkir yang ada diatas meja terjatuh ke lantai dan gelasnya pecah. Lalu, ada suara dari balik kamera yang berteriak ke arah kami. "CUT!! Ngeselin lo Jar! Nanti gue dimarahin ibu gue kalo tuh gelas pecah!" kata Anto sang sutradara film yang sedang kami buat.

"lo mau buat film tapi gak modal." ucap gue nyinyir

"yee, bodo amat! Tunggu aja ya gue suatu saat akan jadi sutradara sukses." katanya

"udah kalian jangan ribut terus, baiknya kita istirahat dulu." kata seorang bidadari diantara kami, namanya adalah Aisyah

Kami beristirahat sebentar, gue menghampiri Anto yang sedang mengecass kamera. "lowbet ya?" tanya gue

"iya." jawabnya

"lo yakin to, film sampah kaya gini bakal dapet nilai gede dari guru."

"setan lo, ini film dengan tingkat drama level 9." ucap Anto

"level 9 muka lo rata!" teriak Sandi dari jauh

"Hahaha..." gue tertawa

Setelah mengobrol sedikit dengan Anto, gue mengampiri Aisyah yang sedang membereskan gelas yang gue tumpahkan tadi.

"Biar aku aja." kata gue

"Gak usah Jar, lagian Anto kan abangku dan ini film dia, jadi aku harus support dia."

"oke deh."

Saat gue ingin berbalik, Aisyah menjerit kecil.

"Aaaau.."

Gue menoleh ke arahnya, dan gue melihat darah mengalir dari jari manisnya. Seketika gue terkejut, dan segera memegang tangannya dan gue kecup jari manisnya, hingga gue melihat wajah Aisyah memerah, begitu juga dengan wajah gue, begitu malu rasanya, gue begitu saja melakukan itu secara reflek. Kejadian itu begitu cepat, karena malu gue segera melepas tangan Aisyah, dan gue segera pergi begitu saja meninggalkannya. Aaaaah, mau taruh dimana muka gue sekarang, bisa-bisanya gue mengecup jarinya seperti itu, ini benar-benar konyol dan diluar dugaan. Tapi semenjak kecupan itu, kejadian menarik lainnya terjadi, dan semua menjadi sejarah disetiap langkah yang gue jalani.

By the way....

Nama gue Jarkovic Miroslovic Partesic Pathetic Motor Matic, itu nama keren gue, kalo nama pendek gue Fajar Kopingdo, karena nama gue aneh jadi gue biasa dipanggil Jarko. Cerita ini dimulai ketika gue duduk di bangku SMK, tepatnya saat gue duduk di bangku SMK kelas 2. Saat ini gue tinggal di Yogyakarta, gue memang kecil di Yogyakarta, tapi karena alasan pekerjaan orangtua saat SMK gue tinggal di Bandar Lampung. Lalu, gue bersahabat dengan 2 orang saat SMK, yang pertama yaitu Anto, nama panjangnya sebenarnya cukup bagus, yaitu Steven Antonius. Yaps benar, Anto beragama Katolik dan sahabat gue satunya adalah Sandi, nama panjangnya adalah Sandi Saputra. Pasti ada yang bertanya, kenapa nama adiknya Anto adalah Aisyah, sedangkan Aisyah adalah nama dari agama Islam. Itu dikarenakan, ayahnya Anto adalah seorang katolik, sedangkan ibunya Aisyah adalah seorang muslim dan mereka menikah, hingga akhirnya Anto memutuskan untuk beragama Katolik dan Aisyah memutuskan untuk beragama Islam. Aneh memang, tapi begitulah faktanya.

Aisyah adalah adik kandung dari Anto, dan Sandi memiliki tetangga yang bernama Anita, dan Anita juga satu tongkrongan dengan kami, ada satu wanita lagi yang bernama Mirsya, dia ini adalah kawan 1 kelas dengan gue, Anto dan Sandi.

Kami ber 6 selalu bersama, kemanapun kami pergi selalu bersama, susah maupun senang kami selalu bersama, jika ada suatu masalah kami akan menyelesaikannya bersama. Diantara kami sudah saling berjanji tidak boleh menjalin kasih satu sama lain, karena nantinya akan menghancurkan pertemanan kami. Sedikit berlebihan memang, tapi begitulah kenyataanya. Walaupun diantara kami ada yang memendam rasa, satu dengan lainnya, itu semua tak mungkin terwujud.

Sebelum derita cinta itu muncul, maka janganlah kalian bermain cinta dengan seseorang yang akan menimbulkan derita. Karena sesunggugnya, di luar sana banyak cinta yang akan membuatmu bahagia, bukan membuatmu semakin derita.


Jadilah engkau penyayang, niscaya engkau dicintai manusia - Wasiat Ali Bin Hasan As-Salami yang diriwayatkan Oleh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tes......
Tes.....
Tes.......
Semoga lanjut ya gan
Dari Judulnya , menarik bree, ijin bookmark ya emoticon-shakehand


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di